Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#17 Taktik


__ADS_3

Setelah pelayan itu memberikan hormat dengan cara membungkukkan badannya, dia meninggalkan Junta dan Kou dalam ruangan itu, ruangan ini terlihat cukup luas, tepat di depan pintu, ada sebuah meja yang cukup panjang dan 6 kursi yang mengelilingi nya, masing-masing kursi itu diletakkan berbaris 3 saling berhadap-hadapan, di tengah-tengah meja itu terdapat 3 lilin yang di letakkan di atas tempat lilin yang terbuat dari besi, lalu di sebelah kanan meja itu, terdapat perapian yang masih menyala, tidak hanya itu, beberapa rak buku juga tersusun dengan rapi di beberapa tempat dalam ruang tamu ini, tidak lupa juga di setiap sudut ruangan, ada semacam tumbuhan yang diletakkan di dalam pot berwarna cokelat.


“Hm, luas juga ruangan ini”


“Kakak, bisa aku tanya alasan Kakak membantu ratu kelinci itu?”


“Informasi Kou, jika kita dapat membantu ratu itu, kita mungkin bisa belajar banyak hal tentang dunia ini darinya”


“Seperti yang aku duga rupanya, tapi Kakak, jika kita memang akan melawan sesuatu yang menyerang kita dengan kekuatan seperti tadi, maka musuh kita benar-benar kuat”


“Tentang itu, kau tau kau melanggar peraturan kan Kou?”


“Aku tau, tapi seperti yang aku katakan tadi, jika aku tidak menggunakan kekuatan itu, maka kita sudah pasti mati sekarang”


“Apakah serangannya sekuat itu? Sampai-sampai kau harus menggunakan-”


“Sangat kuat, aku tidak berbohong pada mu Kakak, sebenarnya aku lebih suka tidak terlalu ikut campur dengan urusan seseorang seperti ini, terlebih lagi dengan sesuatu yang memiliki kekuatan seperti itu, tapi, jika kepala keluarga Rayka mengatakan iya, maka aku hanya bisa mengikuti perintah itu”


“Aku menerima tawaran ini karena aku sudah mempunyai beberapa rencana Kou, selain informasi, ratu kelinci itu menjanjikan kalau dia akan mengabulkan 4 permintaan kita, siapa yang tahu kalau 4 permintaan itu akan kita butuhkan nanti di masa depan?”


“Baiklah baiklah, aku mengerti, aku percaya pada mu Kakak, ah iya, aku sudah mendapatkan informasi secara sekilas tentang dunia ini”


“Ah, aku baru ingat kalau kau pergi mengumpulkan informasi sebelum kita dibawa ke sini, bagaimana?”


“Maaf kan aku Kakak, tapi dugaan ku benar, kita salah memasuki dunia”


“Begitu ya….”


“Aku tidak tau bagaimana ini terjadi, aku benar-benar yakin kita akan pergi ke dunia yang aku bicarakan ketika pintu gerbang itu terbuka…..”


“Tidak perlu menyalahkan dirimu, sekarang kita tahu bahwa kita tidak berada di dalam dunia yang ingin kau datangi, apa ini berarti kau tidak bisa membawa kita pulang?”


“Aku tidak tau, apa yang aku pelajari adalah cara membuka gerbang menuju dunia yang aku inginkan, bukan ke dunia ini..”


“Begitu…. Aku rasa aku akan menyerahkan masalah gerbang itu pada mu Kou, aku percaya pada mu, dan aku percaya kalau kau akan membawa kita pulang”


“Aku mengerti, serahkan itu pada ku Kakak, aku akan mencari cara untuk membawa kita pulang”


“Ngomong-ngomong bagaimana pendapat mu tentang kastil ini?”


“Ya.. Selain dari bentuk pintu nya… Aku rasa tidak ada yang aneh”


“Bentuk pintu ya…”


Junta melihat ke arah pintu masuk ruang tamu.


“Aku rasa tidak ada masalah dengan bentuk pintu nya…”


“Maksud ku, apakah Kakak pernah melihat bentuk pintu yang memadukan antara bentuk persegi panjang dengan setengah lingkaran?”


“Hm.. Di negara kita memang tidak ada bentuk seperti itu, tapi bentuk pintu ini aku yakin ada di luar negeri, sebenarnya bentuk pintu ini juga tidak terlalu aneh menurut ku Kou, pintu ini berbentuk persegi panjang layaknya pintu pada umumnya, hanya saja di atas pintu ini ada semacam bentuk tambahan berbentuk setengah lingkaran”


“Ya baiklah, jika memang itu tidak aneh menurut mu maka itu juga tidak aneh menurut ku, lagi pula kita ada di dunia lain, tidak heran ada satu atau dua hal yang berbeda dengan dunia kita”


“Tepat, aku baru teringat kalau semua pintu di kastil ini memiliki bentuk yang sama dengan pintu ruang tamu ini..”


Tidak lama setelah Junta mengatakan itu, pintu ruang tamu itu terbuka dan ratu kelinci beserta Hako masuk ke dalam sambil membawa sebuah kertas panjang yang digulung rapi.


“Maaf membuat kalian menunggu”


“Tidak apa Yang Mulia, sekali lagi aku harus memuji keindahan yang ada di kerajaan mu”


“Kau terlalu banyak memuji ku Junta, ruangan ini memang aku yang membuat desainnya, tapi semua itu tidak akan berhasil tanpa bantuan dari orang-orang terpercaya ku”


Setelah ratu kelinci itu menyelesaikan perkataannya, Hako meletakkan kertas yang tergulung itu di atas meja, setelah diletakkan, Junta dan Kou duduk di kursi yang mengelilingi meja itu, mereka duduk bersebelahan, disusul dengan Hako dan Ratu kelinci yang duduk berseberangan dari mereka.


“Sebelum aku memulai ini, biarkan aku memperkenalkan diri ku, nama ku adalah Rana ko Vertick, aku adalah pemimpin ke 121 di kerajaan ini, kalian bisa memanggil ku Ratu Rana jika kalian mau”


“Dan aku adalah kepala militer di kerajaan ini, Elizabeth Hako, aku lebih suka jika kalian memanggil ku Hako”


“Baiklah, terima kasih atas perkenalan kalian, aku dan Kou akan mengingat ini”


“Baiklah, mari kita langsung masuk ke pembahasan, Hako”


“Baik Yang Mulia”


Hako meletakkan jari telunjuk tangan kanannya di titik tertentu di atas kertas itu, kertas itu rupanya adalah peta, dan peta itu cukup besar sampai-sampai memenuhi meja itu.


“Ini adalah posisi kita”


Jari telunjuk Hako mengarah ke suatu wilayah yang sangat kecil, di bagian bawah wilayah itu, terdapat laut, lalu di bagian kirinya terdapat pegunungan yang digambar secara horizontal, di bagian kanannya ada wilayah lain yang memiliki warna yang sama dengan wilayah yang di tunjuk oleh Hako yaitu merah, begitu pula di atas wilayah itu, ada wilayah lain yang diberi warna merah.


“Hm, bisa aku tau apa maksud warna merah inI?”


“Itu adalah wilayah kerajaan ini, atau lebih tepatnya dahulunya itu adalah wilayah kerajaan kami”


Dan di peta itu, wilayah yang diberi warna merah sebenarnya cukup banyak, dapat dipastikan bahwa kerajaan ini adalah kerajaan yang besar dan luas.


“Aku mengerti, sepertinya kalian benar-benar kesusahan dalam perang ini, maksudku, lihat berapa banyak kalian kehilangan wilayah kalian sampai-sampai hanya tersisa satu wilayah ini”


“Kami tau itu, kami kehilangan banyak sekali wilayah dan sumber daya, situasinya sangat buruk”


Setelah mengatakan itu, Hako menggerakkan telunjuk tangan kanannya ke arah kiri, sampai pada sebuah wilayah yang diberi warna biru muda.


“Dan ini adalah musuh kita, Kerajaan Slyn”


“Slyn?”


“Kerajaan ini adalah salah satu kerajaan yang besar, tentu tidak lebih besar dari kerajaan kami, tapi cukup besar untuk dimasukkan ke dalam jajaran 5 kerajaan besar”


Sebenarnya bukan itu yang ingin diketahui Junta, dia lebih penasaran bagaimana cara penyebutan nama kerajaan yang unik itu.

__ADS_1


“Begitu, jika dilihat dari peta ini, wilayah kerajaan Slyn ini berdampingan dengan kerajaan ini, bisakah aku menganggap bahwa musuh kita adalah tetangga kita sendiri?”


“Tepat, sebelumnya kami memiliki hubungan yang netral dengan kerajaan Slyn ini, tapi, entah kenapa semenjak raja baru mereka naik tahta, mereka menjadi agresif kepada kerajaan ini”


“Begitu, dan juga aku baru sadar, peta ini memang lah besar, tapi aku tidak menemukan banyak warna lain di peta ini, di mana posisi kerajaan lain?”


“Oh, peta ini hanyalah peta yang menggambarkan wilayah di sekitar kerajaan ini, seperti yang kalian lihat di ujung atas peta ini, ada warna lain yaitu warna orange dan putih, ini adalah wilayah kerajaan lain”


“Begitu… Kita rupanya bertetangga dengan wilayah orange ini, dan musuh bertetangga dengan wilayah putih, bagaimana dengan tetangga kita? Apakah mereka membantu kerajaan ini?”


“Ya, kami memiliki hubungan yang baik dengan wilayah orange ini, ini adalah wilayah kerajaan Dengka”


“Bisa aku tau nama kerajaan ini?”


“Oh, maafkan aku, aku lupa mengatakannya, nama kerajaan ini adalah Aruf”


“Hm, aku mengerti, lalu wilayah putih ini?”


“Itu adalah kerajaan Varka”


“Apakah kerajaan Varka ini berteman baik dengan musuh kita?”


“Ya, mereka adalah teman baik, tapi menariknya, kerajaan Varka memilih untuk tidak membantu kerajaan Slyn dalam peperangan ini, mungkin dikarenakan hubungan baik antara kerajaan ini dengan kerajaan mereka”


Junta melihat kembali peta itu dengan teliti, sejauh ini, Junta tau bahwa ada 4 kerajaan yang ada di sekitarnya, sebenarnya Junta ingin informasi yang lebih lengkap lagi, tapi Junta tidak ingin terlalu agresif dalam meminta informasi, jadi untuk sementara ini dia akan diam dan menerima informasi apa adanya.


“Baiklah, sejauh ini aku paham apa yang sedang terjadi, lalu bagaimana dengan kerajaan ini?”


“Maksudmu situasi kita? Kita hanya memiliki 1 wilayah tersisa, sumber daya kita habis, makanan kita menipis, prajurit-prajurit kehilangan semangat untuk bertarung dan jumlah prajurit yang bisa bertarung juga tidak banyak”


“Berapa banyak jumlah prajurit kita yang bisa bertarung?”


Hako menghela nafas sebelum berkata.


“50.000 prajurit”


“Dan pasukan utama musuh yang berada di dekat kastil ini berjumlah 800.000 prajurit…”


“Itu kenapa aku bilang kalau situasi kita sangat buruk”


“Baiklah, aku paham, lalu apa rencana kalian?”


Hako ingin mengatakan sesuatu, tapi dihentikan oleh ratu kelinci.


“Aku berencana untuk memanfaatkan kekuatan Kou untuk menghancurkan kekuatan pasukan musuh”


“Kekuatan ku?”


“Aku melihat bahwa kekuatan mu adalah kekuatan yang sangat besar, jadi aku berpikir mungkin pasukan utama musuh bisa kau hancurkan dengan kekuatan mu itu”


“Maafkan aku Ratu Rana, tapi aku tidak bisa menggunakan kekuatan itu”


“Eh?”


“Aku akan mengatakannya sekali lagi, aku tidak bisa menggunakan kekuatan itu, itu adalah peraturannya, kecuali jika Kakak ku mengizinkannya atau memerintahkannya”


“Apa kalian tidak memiliki rencana lain?”


“Aku tidak tau Junta, apa kau pikir ada rencana lain yang bisa memanfaatkan 50.000 prajurit untuk mengalahkan pasukan utama musuh?”


“Kou?”


“Hm”


Kou menaruh tangan kanannya di dagu, dia terlihat seperti seseorang yang berpikir dengan keras.


“800.000 pasukan… Mungkin aku akan sangat terbantu jika kalian bisa memberikan ku informasi geografis yang ada di sekitar wilayah kerajaan ini”


“Tidak ada yang menarik, gunung, sungai, hutan, apa yang ingin kau tau?”


“Apakah ada hutan yang berukuran besar di sekitar sini?”


“Tidak ada jika di sekitar sini, tapi ada di sini”


Hako menunjuk ke sebuah titik di peta itu, dia menunjuk ke arah wilayah kerajaan Varka.


“Di sini ada salah satu hutan yang cukup besar, tapi letaknya cukup jauh dari posisi kita”


Setelah mengatakan itu, Hako menyeret jari telunjuknya kembali menuju titik awal, yaitu wilayah satu-satunya yang tersisa dari kerajaan Aruf.


“Terlalu jauh untuk dipancing ya… Kakak apa kau punya rencana di pikiran mu?”


Jujur saja Junta juga berpikir kalau kerajaan ini tidak memiliki kesempatan untuk menang, Junta sebenarnya memiliki rencana untuk menghadapi musuh secara langsung di kota ini, tapi, selisih jumlah pasukannya terlampau jauh, mengembalikan moral prajurit juga tidak akan mudah, sehingga jika Junta menunggu musuh menyerang kota ini, maka itu sama saja dengan menunggu kekalahan.


Junta melihat ke arah Ratu kelinci itu dan Hako, keduanya membuat raut wajah kebingungan sambil melihat peta yang berada di atas meja.


“Yang Mulia, apakah kita harus menghancurkan pasukan utama musuh itu?”


“Tentu saja Junta, jika kita bisa menghancurkan mereka, maka kita memiliki banyak sekali waktu untuk pulih dan menyiapkan segalanya untuk melawan balik”


“Bagaimana dengan tetangga kita kerajaan Dengka?”


“Mereka? Mereka membantu kita, bantuan mereka berupa makanan dan sedikit persenjataan”


“Hmm”


Junta kembali melipat kedua tangannya di depan dada, situasi ini sangat tidak mudah, kekalahan untuk kerajaan ini sudah ada di depan mata.


“Ratu Rana, bisa aku tau apakah kau memiliki semacam pasukan khusus yang memiliki kemampuan yang luar biasa?”


“Tentu aku memiliki nya Kou, tapi, jumlahnya tidak banyak karena kebanyakan dari mereka sudah terbunuh di medan pertempuran, satu-satunya anggota yang tersisa adalah..”

__ADS_1


Ratu kelinci itu melihat ke arah Hako setelah mengatakan itu.


“Aku mengerti, Hako adalah yang tersisa dari mereka”


Hako mengepalkan tangannya lalu memukul meja itu dengan kuat, sehingga suara dentuman dari pukulan itu menggema ke seluruh penjuru ruangan.


“Sial! Sial! Jika saja aku bisa mengetahui kalau yang kami serang hanyalah umpan..!”


“Hako, apa yang terjadi sudah terjadi, kematian mereka bukanlah kesalahan mu”


Hako hanya terdiam dengan raut wajah kesal dan sedih setelah mendengar perkataan ratu Rana.


“Kou?”


“Aku akan mengikuti perintahmu Kakak”


Junta menghela nafas, lalu berkata.


“Yang Mulia, apakah kau tau siapa yang memimpin pasukan utama musuh?”


“Tentu saja, yang memimpin mereka adalah jenderal tertinggi dari kerajaan Slyn, orang kepercayaan sang raja yang memiliki kedudukan serta kemampuan yang setara dengan Hako, Jenderal Barmun”


“Jenderal Barmun… Hm..”


“Kakak, kau sudah punya rencana kan?”


“Kurang lebih… Baiklah, ini rencana ku, kita akan mendatangi pasukan musuh itu, mengajak duel pemimpin mereka, dan tentu saja kita membuat taruhan dalam duel itu”


“Maafkan aku Junta, tapi Jenderal Barmun adalah jenderal yang sama sekali tidak bisa diremehkan, apa kalian yakin?”


“Dan juga, aku pikir rencana ini tidak akan berjalan dengan lancar, kekuatan jenderal Barmun tidak bisa diremehkan, jika aku berduel dengannya maka hasilnya terbaiknya adalah seri”


“Siapa yang bilang kalau yang akan beduel adalah dirimu Hako?”


Junta melihat ke arah Kou setelah mengatakan itu.


“Kou, bisa kau mengatasi ini?”


“Duel ya, aku rasa aku bisa”


“Dalam duel ini aku akan membuat taruhan yang sangat gila, jika Kou kalah, maka kerajaan ini akan jatuh ke tangan mereka tanpa perlawanan, dan jika Kou menang, maka mereka harus menarik mundur pasukan mereka dan memberikan 1 wilayah yang ada di sekitar ibu kota ini kepada ratu Rana”


“Apa?! Taruhan macam apa itu?!”


Hako memukul meja itu dengan keras menandakan bahwa dia tidak setuju, di sisi lain, ratu Rana terlihat seperti mempertimbangkan rencana Junta.


“Apa kau sadar Hako? Kalian akan kalah, kalian tidak bisa melawan, daripada kita membuang 50.000 nyawa prajurit kita, lebih baik kita mempertaruhkan wilayah ini demi mendapatkan wilayah lain dalam suatu pertarungan yang kecil, dan itu adalah duel, baik Kou kalah dalam duel ini atau kalian maju menyerang pasukan itu, semua pasti mengalir ke satu tujuan yaitu kekalahan”


“Meskipun begitu-”


“Hako”


Hako berhenti berbicara setelah ratu Rana memintanya untuk berhenti.


“Baik, Yang Mulia”


“Junta, ide mu ini aku akui sangat menarik, untuk mendapatkan sesuatu yang besar tentu kita harus mengorbankan sesuatu yang seharga, baiklah, aku setuju dengan ide mu ini”


“Yang Mulia-”


“Hako, aku sudah mengatakannya di ruang tahta tadi, kekalahan adalah hal yang pasti bagi kita, apa yang Junta katakan benar, baik Kou kalah dalam duel ini, ataupun kita berusaha menyerang pasukan utama musuh itu, atau mungkin kita berusaha mengalahkan mereka di kota ini, semua berujung sama, kita pasti akan kalah”


“Tapi Yang Mulia-”


“Hako, apakah kau akan bersama ku sampai detik-detik terakhir kerajaan ini?”


Hako segera mengepalkan tangan kanannya dan meletakkannya tepat di dada bagian kiri, tepat di bagian tubuh yang dekat dengan jantung.


“Aku akan selalu bersama Yang Mulia sampai akhir hayat ku! Walaupun kerajaan ini tumbang, aku akan tetap bersama mu, Rana”


“Terima kasih Hako, kau memang sahabat terbaik ku”


Hako yang tidak kuasa melihat senyuman sedih ratu Rana akhirnya memeluk ratu kelinci itu dengan kuat, Junta tidak ingin mengganggu mereka, jadi dia sedikit berjalan menjauh bersama Kou.


“Kondisi nya benar-benar buruk, mau bagaimanapun aku melihatnya, 50ribu pasukan tidak lah setara dengan 800ribu pasukan”


“Kou, bisakah kau memenangkan pertarungan ini?”


“Aku rasa bisa… Sebelum itu, aku ingin memastikan tujuan asli mu Kakak”


“Seperti yang aku katakan tadi, kita akan bertaruh dalam duel ini untuk mendapatkan salah satu wilayah kita kembali, dan juga, duel seperti ini aku rasa cukup efektif, jika kita berhasil mengalahkan jenderal itu, kita bisa menurunkan moral prajurit mereka dan mengintimidasi mereka, jika kita menang, maka kita akan mendapatkan satu wilayah dan musuh pastinya akan berpikir 2 kali sebelum mereka ingin menyerang kembali”


“Karena mereka tau kalau ada seseorang yang sangat kuat di kerajaan ini, begitu kan Kakak?”


“Tepat, dan jika kita kalah, maka kita hanya akan mempercepat kekalahan kerajaan ini”


“Aku mengerti, duel ini memang terlihat efektif, kita bisa memberikan dampak kepada musuh tanpa harus mengorbankan banyak orang dan tanpa menimbulkan kerusakan yang besar”


“Duel ini berada di tangan mu Kou, nasib kerajaan ini berada di tangan mu”


“Ini adalah tanggung jawab yang berat… Karena aku yang akan berduel, bisa aku tau apa peraturannya?”


“Peraturannya seperti peraturan pada pertarungan pada umumnya, hanya saja…”


Junta terlihat berpikir sejenak, lalu berkata.


“Untuk pertarungan ini, aku mengizinkan mu menggunakan senjata pusaka mu”


“Senjata pusaka… Apa Kakak yakin dengan keputusan itu? Senjata pusaka kita adalah senjata unik yang masing-masing dari anggota keluarga Rayka memiliki satu, ini bukanlah senjata yang bisa digunakan sesuka hati”


“Aku tau itu, tapi, kita tidak tau kekuatan musuh, lebih baik berjaga-jaga daripada kita terjebak dalam bahaya”

__ADS_1


Kou terlihat berpikir sejenak, lalu berkata.


“Baiklah, karena kepala keluarga Rayka sudah mengizinkan ku, maka aku akan melakukannya”


__ADS_2