
Seperti biasa, panasnya matahari tidak membuat jalanan kota menjadi sepi, semakin meningginya matahari maka semakin ramai jalanan kota dan entah bagaimana Junta dan Kou sudah terbiasa berjalan di jalanan yang sesak dan panas itu, saat ini, Junta berjalan bersama dengan Kou menuju suatu tempat. Kou mengatakan kalau dia ingin mengajak Junta pergi ke suatu tempat, tapi Junta tidak tau kemana adiknya itu pergi membawanya karena setelah Junta membangunkan Kou, mereka langsung berangkat.
“Kou, bukankah sudah waktunya kau memberitahu ku kemana kita akan pergi?”
Kou yang berjalan di samping Junta melihat ke arah langit sebentar sebelum akhirnya menjawab.
“Kita akan ke Akademi”
“Akademi? Sekolah?”
“Yap, Akademi Sihir”
“Uh… Kenapa kita pergi ke sana? Apakah kau ingin menjadi murid sekolah itu?”
“Aku dengar salah satu pengajar di sana sedang meneliti sesuatu yang berhubungan dengan membuka portal menuju dunia lain”
“Begitu, sekarang aku paham”
“Mungkin saja aku akan menemukan beberapa petunjuk untuk membantu kita keluar dari dunia ini”
“Jika dunia lain yang dimaksud dalam penelitian itu adalah dunia kita, bumi, maka ini akan semakin mempermudah kita untuk kembali ke dunia asal kita”
“Walaupun sebenarnya aku sendiri tidak berharap sesuatu yang sangat kebetulan itu terjadi, tapi jika apa yang Kakak katakan tadi terjadi, maka kita benar-benar akan sangat tertolong”
Junta dan Kou melanjutkan perjalanan mereka dalam keheningan untuk berfokus agar tidak menabrak orang-orang yang ada di jalanan kota itu, jujur saja Junta tidak tau jika di dunia ini terdapat sebuah akademi, terlebih lagi akademi sihir, tapi jika dipikir-pikir lagi secara normal, sudah sewajarnya bagi suatu negara atau kerajaan untuk menyediakan tempat bagi rakyatnya belajar.
Setelah berjalan melewati banyak orang dan banyak belokan, Junta dan Kou sampai di sebuah bangunan yang cukup besar, bangunan itu terlihat besar dan mewah, pagar-pagar tinggi dan elegan mengelilingi bangunan itu membuat akademi sihir seolah-olah tempat bagi kaum kelas atas, setelah berjalan menuju pintu gerbang masuk yang tertutup, Junta dan Kou dihampiri oleh seorang penjaga yang datang entah dari mana.
“Ada perlu apa kalian datang ke sini?”
“Kami ingin bertemu dengan salah satu pengajar di akademi ini, seseorang itu bernama Barley”
“Professor Barley? Apa kalian temannya?”
“Kami datang untuk melihat penelitiannya”
Setelah itu, penjaga pintu gerbang mulai membukakan pintu untuk Junta dan Kou, dia memberi tau arah kepada Junta dan Kou sebelum akhirnya Junta dan Kou pergi meninggalkan penjaga itu.
Setelah masuk ke dalam, Junta sedikit tertegun dengan kebesaran dan kemegahan akademi itu, untuk sekelas akademi, sekolah ini benar-benar bernuansa hanya untuk kelas atas, lantainya ditutupi oleh karpet berwarna biru dengan pinggiran berwarna kuning, belum lagi lampu megah besar yang bergelantungan di langit-langit ditambah dengan jendela kaca yang berwarna warni membuat kepala Junta sakit karena memikirkan seberapa besar biaya untuk masuk ke sekolah ini.
Junta dan Kou berjalan di lorong yang megah itu sesuai dengan arahan dari penjaga pintu gerbang, beberapa belokan sudah Junta dan Kou lalui dan anehnya, bangunan ini terlihat sepi, selama Junta dan Kou berjalan tidak ada satupun orang lain yang terlihat, mungkinkah sekarang masih jam pembelajaran? Setelah tidak lama berjalan, Junta dan Kou sampai di sebuah ruangan dengan pintu yang terlihat terbuat dari emas.
Kou mengetuk pintu itu sebanyak 2 kali, lalu masuk ke dalam setelah mendengar suara yang mengizinkan mereka masuk, di dalam ruangan itu, ada seorang laki-laki yang sangat tua, dia memiliki rambut putih panjang hingga setara dengan lututnya, janggut putihnya juga tidak kalah panjang sampai-sampai hampir menyentuh lantai, meskipun kulitnya menunjukkan dia sudah sangat tua, tapi dia masih bisa berdiri dengan tegap seolah-olah dia masih mempunyai tenaga yang besar di usianya yang sudah tua itu, mata birunya melihat Junta dan Kou secara bergantian sebelum akhirnya berkata.
“Kalian bukanlah murid sekolah ini dan aku juga tidak mengingat wajah kalian, ada perlu apa kalian menemui ku?”
“Sebelum itu biarkan kami mengenalkan diri, aku Kou, dan ini Kakak ku Junta”
Kakek tua itu berjalan mendekati Junta dan Kou lalu berkata.
“Kou dan Junta, maaf tapi aku tidak bisa mengingat nama kalian, jika kalian adalah murid ku dulu maka harap memaklumi kakek tua ini”
“Tidak Professor Barley, kita memang tidak pernah bertemu”
“Lalu apa yang membuat kalian datang kemari untuk menemui ku?”
“Aku dengar Professor sedang meneliti sesuatu yang berhubungan dengan dunia lain”
“Ahhh penelitian ku, dari mana kalian tahu aku meneliti hal semacam itu?”
“Mari katakan aku mengetahuinya dari teman ku”
“Begitu ya”
Kakek tua itu berjalan menuju kursi yang tidak jauh dari Junta dan Kou, dia duduk di sana dan meletakkan tangannya di atas meja yang ada di depannya.
“Semua buku dan kertas-kertas yang ada di sini adalah penelitian ku, jadi tolong maafkan aku jika ruangan ini berantakan”
“Ah, itu sama sekali tidak mengganggu kami”
“Kenapa kalian tidak duduk di sini terlebih dahulu sambil berbincang-bincang sebentar?”
Kakek tua itu mengarahkan tangannya ke depan seperti sedang mempersilahkan tamu untuk duduk di kursi yang ada di depan mejanya, karena Kou menerima tawaran itu, begitu pun dengan Junta, mereka duduk bersebelahan menghadap ke arah Professor Barley.
“Aku tidak mengira ada orang yang akan mencari ku hanya untuk penelitian ini.. Jika boleh tahu kenapa kalian terlihat tertarik dengan dunia lain?”
Kou melihat ke arah Kakaknya terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan itu, karena merasa tidak tau harus bagaimana menghadapi pria tua ini, jadi Junta menyerahkan semuanya kepada Kou, setelah membuat isyarat kalau Junta menyerahkan semua ini kepada Kou, Kou mulai membuka mulutnya untuk berbicara.
“Salah satu kerabat dekat kami yang berada di negeri asal kami sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau dunia lain, jadi kami berpikir untuk membantunya mencari informasi mengenai hal ini”
“Begitu kah, apakah kalian mempercayai teman kalian itu?”
“Tentu kami mempercayainya”
__ADS_1
“Tidak kusangka ada orang yang mempunyai pemikiran yang sama seperti ku, jika waktu memperbolehkan, aku sangat ingin bertemu dengan teman mu itu”
“Aku yakin dia akan sangat senang bertemu dengan seseorang yang mempunyai pemikiran yang sama dengannya”
Kakek tua itu berdiri dan berjalan menuju salah satu rak buku yang bersandar di dinding ruangan, ruangan itu memang terlihat sangat berantakan, buku-buku dan kertas-kertas berserakan dimana-mana, dan juga di setiap dinding ruangan ini terdapat rak penuh dengan buku berukuran sedang yang membuat siapapun berpikir ruangan ini mirip perpustakaan kecil.
Setelah sampai di rak buku yang dia tuju, Kakek itu berhenti dan melihat rak buku itu, setelah hening sesaat Kakek itu kemudian berkata.
“Apa kalian mengetahui kisah tentang kerajaan Zokavia?”
“Kami adalah pengembara dari negeri yang jauh, jadi tidak banyak yang kami tahu tentang kisah kerajaan ini”
“Kerajaan Zokavia adalah kerajaan terbesar dan satu-satunya di tanah ini yang berdiri di masa lalu, sayangnya kerajaan itu hancur karena pemimpin dari kerajaan itu tiba-tiba menghilang entah kemana”
Setelah mengatakan itu, Kakek tua itu mengambil sebuah buku lalu berjalan kembali ke tempat duduknya, setelah duduk dia melanjutkan pembicaraan.
“Walaupun ada banyak versi cerita yang menceritakan kisah yang berbeda-beda, aku beranggapan kalau raja Zokavia mungkin pergi ke dunia lain”
Kakek itu memberikan buku tebal yang dia pegang kepada Kou sebelum akhirnya melanjutkan.
“Itulah mengapa aku meneliti tentang dunia lain”
“Jadi, anda meneliti tentang dunia lain karena anda ingin mencari tahu jawaban dari kisah kerajaan Zokavia itu?”
Junta yang terdiam semenjak memasuki ruangan mulai ikut dalam pembicaraan, hal ini dilakukan oleh Junta karena dia melihat Kou sedang fokus membaca buku tebal itu.
“Kau bisa beranggapan seperti itu, jika saja raja ataupun ratu dari Zokavia tidak menghilang, mungkin kerajaan itu akan ada sampai sekarang, dan perpecahan tidak akan terjadi dan tentunya kerajaan-kerajaan yang sekarang tidak akan terlahir, sehingga perang adalah hal yang benar-benar tidak bisa dibayangkan oleh siapapun”
“Lalu, apa yang akan anda lakukan jika ternyata dunia lain itu memang ada? Apakah anda akan pergi ke dunia itu dan mencari raja dari Zokavia?”
“Itupun jika aku bisa membuktikan secara pasti bahwa keberadaan dunia lain itu memang ada, meskipun ada aku percaya dunia lain itu tidak hanya 1, dan mencari raja Zokavia di antara banyaknya dunia itu sudah terdengar merepotkan, ditambah lagi aku tidak tahu seberapa besar dunia yang akan aku datangi nanti”
“Begitu, apakah anda sudah menyerah dengan penelitian ini Professor Barley?”
“Kau bisa menganggapnya seperti itu, tapi bisa juga tidak, aku merasa penelitian yang aku lakukan ini akan berhasil dan membuahkan hasil suatu saat nanti, hanya saja aku tidak yakin apakah waktu akan mengizinkan ku untuk pergi mencari raja dari Zokavia yang hilang itu, aku sudah berjuang sampai saat ini, bahkan aku memaksa diri ku untuk belajar sihir baru, aku tidak ingin mati dulu”
Kakek tua itu tertawa kecil setelah mengatakan itu.
“Oh, sihir baru, aku tidak menyangka anda masih bisa mempelajari sihir baru di usia anda yang sudah se tua ini”
“Jujur saja aku sangat kesusahan, baik dalam melanjutkan penelitian ini, maupun mempelajari sihir-sihir baru, aku merasa tubuhku mulai terasa lelah, bahkan jiwa ku juga terasa lelah, meskipun tubuh ini mulai menua, aku sama sekali tidak berniat untuk berhenti, akan aku lanjutkan penelitian ini sampai akhir, lagipula aku sudah susah payah belajar sihir deteksi, jika aku berhenti di sini maka itu artinya semua waktu yang aku korbankan akan terbuang sia-sia”
“Sihir deteksi?”
“Sihir yang dapat melacak keberadaan seseorang menggunakan sesuatu yang berhubungan dengan dia, seperti benda kepemilikan”
“Sihir seperti itu.. Apakah benar-benar ada?”
“Dunia sihir itu luas, kalian tidak akan pernah tahu sihir apa yang kalian temui di masa depan, aku sendiri walaupun seorang pengajar juga baru saja menemukan sihir ini ketika aku meneliti di kota lain, ini adalah sihir kuno jadi wajar saja jika kalian tidak tahu”
Kou menutup buku yang ia bawa dengan cepat lalu berkata kepada kakek tua itu.
“Bisakah kau mengajarkan sihir itu pada ku Professor Barley?”
“Mengajarkan?”
Kakek tua itu memandang Kou dengan dengan seksama sebelum akhirnya dia berkata.
“Bukannya aku tidak ingin memberitahu mu masalah sihir ini, tapi aku merasa kalau kau masih terlalu muda Kou, sihir kuno adalah sihir zaman dahulu yang sudah hilang di zaman ini dan kebanyakan sihir kuno sangat sulit dipelajari, aku tidak ingin seseorang yang masih sangat muda seperti dirimu menjadi gila hanya karena berusaha belajar sihir ini”
“Tidak mengapa! Aku yakin bisa mempelajari sihir itu! Tolong ajarkan sihir itu pada ku!”
Kou sedikit membungkukkan badannya menandakan dia sangat memohon kepada kakek tua itu, Junta yang duduk disampingnya juga ikut membungkukkan badannya untuk membantu Kou, tindakan Kou saat ini bisa Junta pahami karena jika Kou berhasil menguasai sihir itu, maka mungkin keberadaan caster dari air kutukan itu bisa dilacak menggunakan air hitam itu sendiri, air hitam itu pastilah mengandung Mana dari caster nya, seharusnya Mana juga terhitung jika memang yang dibutuhkan adalah sesuatu yang berhubungan dengan orang yang ingin kau lacak.
“Begitu ya, sepertinya kalian memiliki alasan kalian sendiri”
Kakek tua itu berdiri sambil mengatakan itu, lalu dia pergi ke salah satu rak buku yang ada di belakangnya untuk mengambil buku lain.
“Ini adalah buku yang akan mengajari mu bagaimana cara menggunakan sihir deteksi itu, buku ini sudah aku terjemahkan dari bahasa kuno ke bahasa kita saat ini, seharusnya ini lebih mudah untuk dipelajari”
Kakek tua itu memberikan buku tebal bersampul cokelat polos kepada Kou lalu berkata.
“Maafkan aku, sebenarnya aku ingin lebih lama berbicara dengan kalian, tapi waktu sudah mengharuskan ku untuk pergi ke salah satu kelas untuk mengajar, kalian bisa mengembalikan semua buku itu ketika kalian sudah selesai mempelajarinya”
“Ah, kami mohon maaf jika mengganggu anda atau mengambil waktu berharga anda terlalu banyak, kalau begitu kami juga akan pergi”
“Tidak masalah tidak usah dipikirkan, aku sama sekali tidak terganggu dengan hal semacam ini, oh ini mengingatkan ku”
Kakek tua itu terlihat sedang mencari sesuatu di atas mejanya yang penuh dengan buku-buku dan kertas-kertas.
“Bisakah kalian memberikan ini kepada salah satu murid ku? Dia berada di lapangan yang ada di samping gedung ini, dia memiliki rambut ungu dan aku jamin kalian tidak akan bertemu orang lain selain dia di sana”
“Oh tentu, anda bisa mengandalkan kami”
__ADS_1
Kakek tua itu memberikan selembar kertas yang digulung rapi kepada Junta sebelum akhirnya mereka semua keluar dari ruangan itu bersama-sama.
Gedung itu masih sepi seperti saat Junta dan Kou pertama kali memasukinya, memang sedikit menyusahkan mencari pintu keluar untuk menuju lapangan yang ada di samping gedung, tapi pada akhirnya Junta dan Kou berhasil menemukannya.
Setelah keluar dari gedung, Junta melihat ada semacam jalan setapak yang terbuat dari batu yang ditutupi oleh semacam tumbuhan di atas sepanjang jalan itu, membuat jalan itu teduh dan menyegarkan, jalan itu menuntun Junta menuju gedung selanjutnya, jika Junta mengikuti jalan itu, maka yang perlu dia lakukan adalah berjalan lurus lalu belok ke kiri, setelah itu Junta akan melihat pintu masuk menuju gedung lain, tapi karena bukan itu tujuan Junta, jadi dia tidak berbelok melainkan jalan lurus ke depan, karena di depan mereka, ada sebuah lapangan yang cukup luas, Junta tidak terlalu melihat lapangan apa itu karena pandangannya berfokus kepada seseorang berambut ungu yang sedang duduk di bawah pohon.
Tidak ada siapa-siapa lagi di sekitar sini, jadi Junta yakin kalau dialah orangnya, setelah berjalan mendekat, Junta merasa mengenal wajah dari wanita berambut ungu itu.
“Permisi..?”
“Wa-Wah!”
“Ah, maaf jika aku mengejutkan mu”
“Kau.. Yang tadi pagi”
Seperti yang Junta duga, wanita berambut ungu panjang itu adalah seseorang yang dia tolong tadi pagi, dia tidak lagi menggunakan jubah hijau, melainkan menggunakan jubah hitam dengan suatu gambar seperti logo di dada sebelah kirinya, mungkin itu adalah seragam sekolah ini.
“Aku benar-benar sangat berterima kasih atas pertolongan mu tadi pagi”
“Ah tidak, tidak apa, ngomong-ngomong aku mempunyai sesuatu untuk mu”
Junta memberikan kertas yang digulung rapi itu kepada wanita ungu di depannya.
“Ini dari Professor Barley”
Wanita itu memasang wajah seperti orang yang tidak mengharapkan hal ini terjadi sebelum akhirnya membuka kertas itu dan mulai membacanya.
“Apa kalian pernah bertemu sebelumnya?”
“Ah, ya begitulah, aku membantunya tadi pagi ketika kau masih tidur”
“Oh maafkan aku! Aku lupa memperkenalkan diri, nama ku Alicia”
“Alicia ya, aku Kou, dan ini Kakak ku Junta, jadi apa yang kau lakukan di sini sendirian? Bukankah semuanya sedang berada di dalam kelas sekarang?”
“Oh itu..”
Alicia memandang sebuah ember penuh dengan air dengan mata ungunya lalu berkata.
“Sekolah mengetahui kejadian tadi pagi, jadi sekolah menghukum ku”
“Jadi.. Kau dihukum untuk bersih-bersih?”
Wanita ungu bernama Alicia itu mengarahkan tangannya ke ember air yang tidak jauh darinya, tidak lama setelah dia mengarahkan tangannya, sebuah bola air terbentuk dari ember air itu dan perlahan bergerak ke atas sesuai dengan irama pergerakan tangan Alicia, tapi sayangnya bola itu tidak bisa bertahan lama di udara dan akhirnya tiba-tiba pecah.
“Oh”
“Itulah hukuman ku, aku diperintahkan untuk membuat bola air menggunakan air yang ada di ember ini, lalu mengangkat bola itu, dan menahannya di udara sekitar 30 detik”
Alicia menghela nafas panjang setelah mengatakan itu.
“Begitu ya, dilihat dari percobaan mu tadi, bola air yang kau angkat hanya bertahan sekitar 3 detik, sepertinya kau masih membutuhkan waktu yang lama untuk menguasai ini”
Kou mengatakan itu sambil terlihat berpikir.
“Masalahnya adalah konsentrasi, hukuman ini ditujukan untuk melatih konsentrasi mu agar dapat mengendalikan Mana dengan baik”
Setelah Junta mengatakan itu, dia mengarahkan tangannya ke arah ember air itu lalu bola air terbentuk dengan cepat, bola air itu bergerak ke atas sesuai dengan irama tangan Junta dan setelah di rasa cukup tinggi, Junta berkata.
“Di sisi lain, tidak hanya bola air, tapi kau juga bisa membentuknya seperti ini”
Setelah mengatakan itu, Junta menggerakkan jari-jarinya dan bola air itu berubah menjadi bentuk lain, yaitu seperti boneka kelinci.
“L-Luar biasa”
Setelah merubah bentuknya menjadi boneka kelinci, Junta mengembalikan kelinci itu ke bentuk asalnya, lalu bola air yang melayang itu secara perlahan dikembalikan ke dalam ember.
“L-Luar biasa! Aku tidak tahu kalau bola air itu bisa dibentuk seperti yang kau lakukan!”
“Sekarang kau tahu, tapi membentuk bola air tadi menjadi bentuk lain membutuhkan konsentrasi yang lebih tinggi daripada hanya mengangkatnya dari ember, jadi untuk sementara kau hanya perlu berfokus untuk membuat bola air lalu menahannya di udara selama 30 detik seperti yang guru mu perintahkan”
Setelah memandangi ember itu dengan ekspresi takjub, Alicia mencoba untuk melakukannya sekali lagi, bola air terbentuk dan bergerak ke atas sesuai dengan irama tangan kanannya sama seperti sebelumnya, setelah sekiranya 5 detik melayang di udara, bola air itu tiba-tiba pecah.
“Sepertinya kau masih perlu banyak berlatih Alicia”
“Kou benar, teruslah berlatih dan suatu saat aku yakin kau bisa melakukan ini dengan mudah”
“Baiklah, aku dan Kakak ku akan pergi sekarang, urusan kami di sini sudah selesai”
“Oh baiklah, apakah kalin perlu aku antarkan sampai ke pintu gerbang?”
“Tidak, tidak perlu, kami bisa pergi sendiri, terima kasih atas tawarannya Alicia”
__ADS_1
Setelah Kou mengatakan itu, Kou dan Junta pun pergi menuju jalanan kota yang ramai itu, meninggalkan Alicia sendirian di sana dengan ember airnya.