Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#38 Festival


__ADS_3

Kota Fern, sebuah kota yang terlihat besar dan ramai, ini adalah pertama kalinya Junta dan Kou datang ke kota ini, atau setidaknya itulah yang Junta ingat, selagi berjalan menuju pintu gerbang kota di siang hari yang cerah, Junta dan Kou berulang kali melihat banyak orang berlalu lalang masuk dan keluar melalui pintu gerbang itu, tidak hanya orang, tapi juga banyak gerobak-gerobak dan kereta kuda yang ikut meramaikan suasana, ditambah dengan penjaga yang menjaga pintu gerbang itu terlihat sedikit lebih banyak daripada kota-kota yang lain membuat Junta berpikir apakah ini adalah situasi normal.


“Kota ini terlihat ramai, penjagaannya terlihat sedikit lebih ketat, apa kau yakin kalau salah satu pemimpin The Fingers ada di sini Kou?”


Kou yang berjalan di samping Junta mulai melihat-lihat sekitar dengan wajah seperti sedang memikirkan sesuatu.


“Itulah informasi yang aku dapatkan Kakak, harus aku akui kalau kota ini lebih ramai daripada kota-kota yang pernah kita datangi, apa situasi seperti ini adalah hal yang biasa..?”


Kou terlihat memikirkan sesuatu.


Tidak terasa langkah kaki Junta dan Kou telah membawa mereka sampai ke depan pintu gerbang kota, setelah melangkahkan kaki mereka masuk ke dalam kota, suasana ramai yang dirasakan Junta dan Kou diluar semakin kuat, jalanan penuh sesak karena banyaknya orang-orang yang berada di sana, mereka semua memakai sebuah topeng setengah wajah yang hanya menutupi dahi hingga hidung mereka, topeng-topeng yang mereka kenakan memiliki berbagai ekspresi seperti sedang menangis, marah, atau semacamnya.


Tidak hanya orang-orang yang membuat jalan terlihat ramai, tapi adanya kios-kios berukuran kecil hingga sedang yang berdiri di sepanjang jalan juga memenuhi jalan kota, kios-kios itu terlihat seperti dibuat dari bahan yang mudah untuk dibongkar pasang, terlihat seperti bahan plastik, tapi kokoh seperti kayu, kios-kios yang ada di sana menjual berbagai macam barang yang belum pernah Junta lihat sebelumnya, Junta hanya bisa mengetahui kalau kebanyakan kios yang ada di pinggir jalan ini menjual semacam makanan.


“Baiklah, sekarang aku benar-benar ragu apakah ini adalah hal yang biasa di kota ini atau tidak”


Junta berkata seperti sambil melipat kedua tangannya di dada.


“Ini terlihat seperti sebuah festival, kenapa kita tidak bertanya kepada pedagang yang menjaga kios itu?”


Kou menunjuk ke arah kios yang sepertinya menjual banyak topeng.


Karena Junta tidak tau lagi harus bertanya kepada siapa, maka Junta mengikuti langkah Kou berjalan menuju kios itu yang dijaga oleh seorang laki-laki yang terlihat seperti berumur 37 tahun.


“Selamat datang! Pilihlah topeng yang ada sesukamu!”


Sambutan yang penuh semangat dan riang adalah hal pertama yang Junta dengar setelah dia sampai di kios kecil itu.


“Kami baru sampai di kota ini setelah perjalanan yang jauh, apa yang sebenarnya terjadi di sini?”


Kou berkata seperti itu sambil melihat-lihat topeng yang ada di depannya.


“Oh, kalian pasti berasal dari negeri yang jauh! Hari ini kota Fern merayakan sebuah festival yang biasa kami sebut Festival 1 Hari, ya orang-orang menyebut festival ini adalah festival yang bertujuan untuk mengusir roh jahat, tapi siapa peduli dengan latar belakang festival ini selama orang-orang yang berpartisipasi dapat menikmatinya?”


“Aku rasa kau benar, festival ya”


Kou mengambil salah satu topeng yang berekspresi marah.


Junta kurang lebih mengerti apa yang dipikirkan oleh Kou, Kou pasti berpikir untuk menggunakan topeng ini dan berbaur dengan orang-orang agar tidak terlihat mencurigakan, memang ada beberapa orang yang tidak mengenakan topeng, tapi mayoritas orang yang ada di jalanan ini semua memakai topeng, lagi pula memakai topeng dan berbaur dengan suasana festival tidaklah menyakitkan, jadi apa yang perlu Junta pikirkan?


“Berapa harga topeng ini?”


Junta mengambil topeng dengan ekspresi menangis.


“Karena ini adalah pertama kalinya kalian datang ke festival ini, maka aku berikan harga spesial! Bagaimana jika 10 koin perak untuk 2 topeng di tambah kalian akan mendapatkan ini”


Pria itu mengambil sesuatu dari bawah dan memberikannya kepada Junta dan Kou.


“Itu semacam kalung yang dipercaya dapat mengusir roh jahat, atau setidaknya itulah yang orang-orang pikirkan”


Kalung itu terlihat sangat sederhana, terlihat terbuat dari tali berwarna hitam yang sedikit tebal dan kuat, kalung itu memiliki semacam kulit kerang yang berwarna ungu mencolok, Junta memeriksa benda yang terlihat seperti kulit kerang itu lalu meniupnya, tidak disangka suara yang dihasilkan mirip seperti peluit, hanya saja lebih lemah dan lembut.


“Bagaimana? Jika kalian membayar dengan harga normal, kalian seharusnya membayar 20 koin perak, tapi untuk kalian, 2 topeng dan 2 kalung, aku berikan harga 10 koin perak!”


Junta melihat Kou terlebih dahulu untuk meminta pendapatnya, dan sepertinya Kou setuju untuk membeli ini karena dia sudah memakai topengnya yang berekspresi marah sambil melihat Junta.


“Baiklah, kenapa tidak”


Junta memberikan 10 koin perak kepada pedagang itu lalu memakai topeng yang ia pilih yaitu topeng yang berekspresi seperti sedang menangis.


”Terima kasih! Jangan lupa untuk menikmati festival ini!”


Junta pergi menjauh dari kios itu sambil mengangkat tangannya hingga sejajar dengan kepalanya untuk memberikan isyarat dia berterima kasih atas saran yang diberikan oleh pedagang itu.


Tujuan utama Junta dan Kou datang ke kota Fern adalah untuk menangkap dan menginterogasi salah satu dari pemimpin The Fingers, Kou berpendapat bahwa orang bertopeng yang mereka lawan di hutan Sorz adalah caster atau penyihir dari air hitam yang mereka selidiki saat ini, karena orang bertopeng yang Junta dan Kou lawan waktu itu adalah salah satu dari 10 Fingers, maka Junta dan Kou berencana untuk menanyakan tentang musuh mereka waktu itu kepada orang yang akan mereka tangkap di kota ini.


Tapi, melihat situasi dan kondisi kota ini yang sedang merayakan sebuah festival, membuat Junta berpikir untuk merubah rencana awalnya, untuk saat ini Junta akan memantau situasi terlebih dahulu dan merancang taktik berdasarkan situasi yang ada.


“Kou, apa kau melihat target kita?”


Junta berangkat ke kota ini bersama Kou tanpa mengetahui wajah atau sosok dari orang yang akan mereka interogasi.


Kou terlihat melihat-lihat sekitar lalu berkata.


“Aku belum melihatnya, atau setidaknya itulah yang aku harapkan”


“Aku ingin memastikan ini Kou, apakah kau mengetahui sosok dari 10 Fingers ini?”


“Tentu saja aku tau, bagaimana bisa aku mengajak Kakak untuk menculik atau menangkap seseorang sedangkan aku sendiri tidak tau siapa yang akan aku tangkap?”


“Aku hanya memastikan”


“Aku berharap dia masih berada di kota ini”

__ADS_1


“Akan sangat merepotkan jika target kita tidak ada di sini”


Kepala Junta dan Kou berulang kali menoleh ke kanan dan ke kiri, sesekali mereka melihat ke belakang untuk mencari keberadaan target mereka, untungnya kota sedang merayakan sebuah festival, jadi jika dilihat secara sekilas Junta dan Kou terlihat seperti sedang menikmati festival ini, sama sekali tidak terlihat mencurigakan.


Junta tidak tau seperti apa sosok target mereka, jadi yang Junta lakukan hanyalah melihat-lihat ke sekelilingnya mencari seseorang yang terlihat mencurigakan, jujur saja sedikit susah bagi Junta untuk menemukan seseorang yang terlihat mencurigakan di tengah-tengah keramaian festival ini, terlebih lagi mayoritas orang yang ada di jalanan ini memakai topeng, membuat Junta tidak bisa membaca ekspresi mereka secara penuh.


Setelah berjalan sambil melihat-lihat sekitar cukup lama, Kou menarik-narik jubah Kakaknya secara perlahan tapi kuat, Junta yang mengerti maksud Kou mulai mengarahkan pandangannya ke arah yang sama dengan yang Kou lihat.


Junta melihat seseorang laki-laki yang terlihat berumur 32 tahun, badannya tinggi dan besar, dia memakai pakaian sederhana tapi terlihat elegan dan mewah, rambutnya pendek berwarna hitam dan dia sedang menghisap sesuatu yang berasap di mulutnya.


Pria itu baru saja keluar dari sebuah gang sempit dan mulai berjalan menjauh dari gang itu, tentu saja Junta dan Kou mempercepat langkah kaki mereka agar mereka tidak tertinggal.


Sambil berjalan mencoba untuk mengikuti pria itu, Kou merangkul lengan kiri Kakaknya sambil melihat-lihat kios yang ada di jalanan itu, Junta mengerti maksud Kou, ini adalah salah satu taktik Kou untuk berbaur dengan orang-orang yang ada di sini agar tidak terlihat mencurigakan.


Kou mungkin terlihat fokus terhadap barang-barang aneh yang dijual oleh kios-kios yang ada di pinggir jalan, tapi sesekali ia melihat ke arah pria itu yang sedang mereka ikuti, begitupun dengan Junta, dia terlihat melihat-lihat kios lain yang berada jauh dari mereka, tapi sebenarnya Junta juga berfokus kepada pria itu.


Semua itu hanyalah pengalihan semata agar Junta dan Kou terlihat tidak mencurigakan, tentu mereka menjaga tempo langkah kaki mereka agar tidak terlalu dekat dengan pria itu sambil bersembunyi di dalam kerumunan orang yang sedang berjalan di jalanan itu, sejauh ini pria itu terlihat tidak menyadari Junta dan Kou, jadi Junta merasa kalau sejauh ini aman.


Melihat keramaian yang ada di jalanan ini, Junta berpikir untuk merubah rencananya menjadi mengikuti pria itu untuk mengetahui kemana dia ingin pergi, Junta merasa membuat kekacauan dengan cara membius orang itu di tengah-tengah keramaian kota seperti ini bukanlah sesuatu yang bagus, tentu Junta memberi tahu apa yang dia pikirkan kepada Kou melalui isyarat tangan, Kou memahaminya dan terlihat mengikuti apa yang Junta pikirkan.


Setelah berjalan mengikuti pria itu entah berapa lama, pria itu tiba-tiba berhenti di sebuah kios, secara spontan Kou menarik lengan Kakaknya ke sebuah kios terdekat, seolah-olah Kou menemukan sesuatu yang menarik dan ingin melihatnya, jujur saja Junta sedikit terkejut ketika Kou menarik lengannya, tapi terima kasih karena itu, reaksi Junta terlihat natural sehingga tidak terlihat mencurigakan, meskipun Junta dan Kou terlihat sedang melihat-lihat barang yang ada di sebuah kios, tapi mereka tetap mencoba fokus untuk memantau pergerakan pria itu.


Meskipun pandangan Junta terhalang oleh kerumunan orang yang ada di jalanan itu, tapi Junta dapat memastikan bahwa dia melihat pria itu memberikan sesuatu kepada penjaga kios yang ia hampiri, pria itu terlihat berbicara sesuatu kepada penjaga kios itu lalu setelah selesai dia pergi melanjutkan perjalanannya, tentu Junta dan Kou menggerakkan kaki mereka untuk mengikuti pria itu lagi, Junta mencoba untuk melihat kios yang dihampiri oleh pria itu, dan kios itu terlihat seperti kios biasa, kios itu terlihat menjual makanan dan sama sekali tidak terlihat mencurigakan, lalu apa yang diberikan pria itu kepada penjaga kios makanan ini? Apapun yang diberikannya, penjaga kios ini sepertinya memiliki koneksi dengan pria itu, yang itu berarti penjaga kios makanan ini bisa saja adalah salah satu anggota dari The Fingers.


Yang itu berarti Junta harus berhati-hati dalam mengikuti pria itu, siapa yang tahu ada berapa anggota The Fingers yang berada di dalam festival ini, lagi pula kenapa anggota The Fingers ikut ke dalam festival ini? Terlebih lagi menjadi seseorang penjaga kios, apakah The Fingers sedang merencanakan sesuatu? Atau mungkin ada hal lain?


Junta mengikuti pria itu dengan hati-hati sambil memikirkan banyak hal, semakin mereka jauh berjalan masuk ke dalam kota, semakin ramai suasana yang ada, hiasan-hiasan berupa lentera yang mengambang di atas jalanan kota mungkin akan terlihat bagus jika dinyalakan di waktu malam, kain berwarna warni juga terlihat membentang melewati jalanan kota yang membuat suasana semakin menarik.


Setelah berjalan melewati kerumunan orang untuk mengikuti pria itu entah sudah berapa lama, pria itu terlihat memasuki sebuah gedung yang terlihat seperti sebuah bar, tentu Junta dan Kou mengikuti pria itu masuk ke dalam.


Di dalam, yang Junta lihat adalah sekumpulan orang yang sedang makan dan minum, bar itu terlihat ramai sampai-sampai Junta merasa sedikit sesak di dalam sana, Junta melihat targetnya, pria itu sedang duduk di sebuah meja yang berada di pojok ruangan, dia duduk sambil menikmati minuman yang dia pesan sendirian di sana, Junta dan Kou memutuskan untuk duduk di meja bartender agar tidak berada terlalu dekat dengan pria itu.


“Selamat datang, ingin minum apa?”


“Sesuatu yang dapat menyegarkan tenggorokan kami di tengah-tengah sesaknya jalanan kota”


“Haha, sepertinya kalian benar-benar kewalahan di luar sana ya”


Bartender itu adalah seorang pria muda, suaranya terdengar dalam dan ramah, karena Junta tidak mengerti nama-nama minuman yang ada di sini, jadi Junta sepenuhnya menyerahkan apa yang akan mereka minum kepada bartender itu.


Bartender itu kembali dengan cepat sambil membawa 2 gelas berisi cairan berwarna biru muda.


“Cobalah, kalian akan menyukainya”


Junta meminum sedikit minuman itu dan tidak disangka rasanya sangat nikmat, minuman itu tidak memiliki es atau apapun tapi terasa dingin dan menyegarkan, rasa dari minuman itu tidak bisa Junta jelaskan sepenuhnya tapi yang jelas minuman itu terasa manis dan segar.


Bartender itu tertawa kecil sebelum akhirnya berkata.


“Aku senang kalian menyukai itu, jika kalian ingin tambah bilang saja”


“Tentu, terima kasih atas minuman ini, berapa harganya?”


“30 koin perak”


Junta memberikan uangnya kepada bartender itu sebelum akhirnya meminum kembali minumannya, selagi Junta berbincang-bincang santai dengan bartender itu, Kou terlihat masih fokus mengamati targetnya, posisi Junta dan Kou saat ini berada di depan, dan pria itu duduk sedikit jauh di belakang Junta dan Kou, tepatnya pria itu berada dekat dengan pintu masuk, untuk mempermudah pengawasannya, Kou duduk menghadap Junta sambil sesekali menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan seperti seolah-olah sedang melihat-lihat sekitar.


“Kau harus tenang Kou, minumlah minuman mu, kau akan suka”


Junta mengatakan itu sambil menolehkan kepalanya ke kanan untuk melihat adiknya.


“Posisi kita tidak menguntungkan, tapi aku akan mencoba untuk tidak terlihat mencurigakan”


Kou meminum minumannya setelah mengatakan itu, tidak lama setelah Kou meminum minumannya, pria itu berdiri dan berjalan menuju tangga yang tertutupi oleh kerumunan orang yang ada di dalam bar itu, sebelum pria itu berdiri untuk berjalan menuju tangga, sebelumnya ada seorang berjubah yang berjalan menuju lantai atas, sepertinya target Junta dan Kou mengikuti orang itu, tentu saja Kou bergegas mengikuti orang itu dengan hati-hati, untungnya tidak hanya Kou yang berjalan menuju tangga itu, jadi Kou bisa berbaur dengan orang-orang yang kebetulan berjalan menuju lantai atas.


Junta memilih untuk memanggil bartender tadi untuk menanyakan lantai atas.


“Ada apa di lantai atas bartender?”


“Penginapan, apa kau ingin beristirahat?”


“Kebetulan sekali, kalau begitu aku sewa 1 kamar untuk 1 malam, berapa?”


“10 koin perak”


Junta memberikan uangnya kepada bartender itu lalu bartender itu memberikan kunci kamar kepada Junta.


“Kamar paling ujung sebelah kanan”


“Terima kasih”


Bartender itu menjawab Junta dengan sebuah senyuman yang ramah, setelah mendapatkan kunci itu, Junta bergegas menuju lantai atas dan menemukan Kou berdiri di sebuah pintu sambil kebingungan seolah-olah sedang mencari sesuatu.


“Apa yang kau lakukan?”

__ADS_1


Junta berjalan mendekati Kou sambil mengatakan itu.


“Apa Kakak membawa kuncinya?”


“Tentu, kamar kita ada di sebalah sana”


Junta menuntun Kou berjalan menuju kamar mereka, membuka pintu itu dengan kunci yang Junta pegang lalu masuk dan mengunci pintu itu lagi.


“Aku melihat target kita masuk ke dalam ruangan yang tidak jauh dari kamar kita, aku rasa Kakak juga melihatnya tadi kan?”


Kou mengatakan itu sambil menggerakkan tangannya di udara seolah-olah sedang menulis sesuatu.


“Secara sekilas aku melihat ada seseorang berjubah yang naik ke sini sebelum akhirnya target kita juga ikut berjalan menuju tangga, kau pikir target kita mengikuti orang berjubah ini?”


Setelah Junta selesai mengatakan itu, Kou selesai dengan sihirnya dan sebuah lingkaran kecil muncul di dinding kamar yang mereka sewa.


“Aku memiliki firasat kalau mereka sedang membicarakan sesuatu, dan kita harus mendengarkannya”


Kou mengatakan itu sambil menempelkan telinganya ke arah lingkaran sihir itu, tentu Junta mengikuti gerakan Kou, tidak lama kemudian, Junta dan Kou dapat mendengar suara 2 orang pria sedang berbicara.


“Bagaimana lagi, itu sudah terjadi”


“Aku masih tidak percaya kalau Ei gagal dalam misinya, benar-benar sangat disayangkan”


“Daripada itu, aku lebih tertarik dengan lawan Ei, siapapun dia sepertinya dia cukup kuat untuk memaksa salah satu dari 10 Fingers mundur”


“Lawan Ei merupakan ancaman yang harus kita waspadai, dan sebagai pemimpin The Fingers kita harus mempertimbangkan ini untuk merancang rencana selanjutnya”


“Apa kau punya sesuatu dipikiran mu?”


“Ei gagal dalam misinya untuk menangkap laba-laba itu memang sangat disayangkan, tapi di sisi lain aku dengar rencana kita yang lain berjalan lancar”


“Maksudmu uji coba kekuatan monster laba-laba itu terhadap class 5?”


“Tepat sekali, jika saja Ei berhasil menangkap laba-laba yang dapat mengeluarkan air hitam itu, mungkin rencana kita akan berjalan jauh lebih lancar dari yang kita rencanakan”


“Jadi apa langkah selanjutnya?”


“Kita harus menunggu rapat yang akan diadakan tidak lama lagi, aku tidak tau apa yang dipikirkan oleh 10 Fingers lain jadi aku tidak bisa memprediksi langkah selanjutnya, lagipula bagaimana dengan barang-barang itu? Apakah kau berhasil memasukkan semua itu ke dalam kota ini?”


“Tentu, aku sudah berbicara dengan kurir kita, aku rasa aku harus berterima kasih terhadap festival ini karena dengan adanya festival ini, barang-barang kita tidak dicurigai”


“Bagus, kau lakukan tugasmu dan aku lakukan tugas ku”


“Karena bagian ku hampir selesai, aku rasa aku akan menyerahkan sisanya kepada mu”


“Tentu saja, serahkan kepada ku”


“Kalau begitu aku akan pergi dulu ke lantai bawah, aku ingin meminum sesuatu yang segar”


“Nikmati minuman mu, aku akan beristirahat di sini”


Setelah itu, Junta dan Kou mendengar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki.


Karena percakapan selesai, Kou mengakhiri sihirnya.


“Informasi yang sangat menarik”


Kou mengatakan itu sambil berjalan menuju kasur dan duduk di sana.


“Aku percaya Ei yang mereka bicarakan adalah orang bertopeng yang kita lawan waktu itu”


Junta membalas ucapan Kou sambil berjalan ke arahnya.


“Aku juga memiliki pikiran yang sama dengan mu Kakak, ini berarti lawan kita waktu itu, si orang bertopeng, dia melawan kita bukan karena dia ingin melindungi monster itu”


“Melainkan untuk merebutnya”


Kou melepaskan topeng yang ia kenakan dan menaruhnya di atas kasur yang ia duduki, setelah itu dia berkata.


“Ini berarti orang bertopeng yang merupakan lawan kita waktu itu bukanlah caster atau penyihir dari air hitam yang kita selidiki”


“Aku rasa ini adalah jalan buntu, jika bukan 10 Fingers casternya, lalu siapa penyihir yang mengeluarkan sihir original magic milik ibu kita?”


“Aku tidak tahu, tapi mengingat lagi percakapan 2 orang itu, aku rasa 10 Fingers juga tidak mengetahui siapa caster dari air hitam itu, maksud ku kenapa mereka terlihat sangat menyayangkan misi mereka yang gagal dalam menangkap laba-laba itu jika mereka tahu siapa penyihir yang menanamkan air hitam itu kepada monster laba-laba yang mereka incar?”


“Atau mungkin mereka tidak tahu kalau air kutukan itu adalah hasil dari sihir yang ditanam?”


“Jadi maksud Kakak 10 Fingers tidak tahu kalau laba-laba yang mereka incar tidak bisa memproduksi racun?”


“Itu bisa saja sebuah kemungkinan, 10 Fingers tidak tahu kalau laba-laba yang mereka incar tidak bisa memproduksi racun atau semacam kutukan, jadi mereka tidak tahu kalau air kutukan itu adalah hasil dari sihir yang ditanam oleh seseorang terhadap laba-laba itu, jadi mereka berpikir kalau laba-laba yang dapat mengeluarkan air hitam itu merupakan jenis langka atau semacamnya, tapi itu hanya sebuah kemungkinan”


“Fakta bahwa 10 Fingers bukanlah caster atau penyihir dari air hitam yang kita selidiki adalah sebuah petunjuk baru yang menarik, tapi di saat yang bersamaan petunjuk ini tidak membuahkan hasil”

__ADS_1


“Sepertinya mencari caster dari sihir original magic milik ibu kita akan menjadi hal yang cukup menyusahkan, apa kau tidak memiliki cara atau petunjuk lain Kou?”


“Aku akan coba pikirkan, mari kita lihat apa yang bisa aku temukan”


__ADS_2