
“Hey Junta! Kau terlambat 12 menit!”
“Ah.. Ya.. Maaf”
Yui membuat ekspresi kesal dan membuang mukanya agar tidak bertatapan dengan Junta, di sisi lain, Junta bingung harus bagaimana karena dia tidak pernah di marahi oleh wanita sebelumnya, kecuali Bu Layla.
“Uh.. Aku benar-benar minta maaf Yui, ada hal yang harus aku kerjakan tadi sehingga aku tidak bisa datang tepat waktu”
Yui yang tadinya membuang muka sekarang memutar tubuhnya membelakangi Junta, siapapun bisa tau kalau Yui masih marah dengan Junta karena Junta terlambat 12 menit dari waktu yang di janjikan, yaitu pukul 13.00, kerumunan orang yang ada di sekitar mulai menatap mereka berdua dengan sedikit tertawa dan hal ini membuat Junta sedikit tidak nyaman.
Stasiun kereta hari ini lebih ramai dari biasanya karena hari ini adalah hari minggu dan di hari ini juga Junta menepati janji yang dia sepakati dengan Yui, yaitu untuk pergi ke toko buku yang ada di Distrik 14, Yui membuat janji ini karena dia tidak bisa menemukan buku yang dia cari di perpustakaan sekolah beberapa hari yang lalu.
Junta yang masih dengan wajah kebingungannya mencoba untuk mencari jalan agar Yui mau memaafkannya, tiba-tiba dia teringat dengan sebuah tips untuk meminta maaf kepada wanita yang dia dengar dari pembicaraan seseorang.
“Uh.. Aku minta maaf Yui, aku tau aku yang salah, dan aku benar-benar meminta maaf karena hal ini”
Junta mengatakan itu dengan nada yang sangat menyesal, Yui yang mendengar ini menolehkan sedikit kepalanya ke belakang untuk melihat ekspresi Junta.
“Dan kau tau? Baju yang kau pakai itu sangat cocok dengan mu, sebuah gaun berwarna putih dengan sebuah rok panjang se lutut berwarna biru laut, kau benar-benar terlihat cocok dengan pakaian itu”
Yui yang mendengar ini langsung mengembalikan pandangannya ke depan agar Junta tidak dapat melihat wajahnya, lalu berkata dengan nada yang terbata-bata.
“A-Aku pikir tidak apa jika hanya terlambat 12 menit, Ta-tapi jangan kau ulangi lagi!”
“Tentu tentu! Aku akan berusaha tidak mengulanginya lagi”
Yui mendengar ini dengan jelas jadi dia memutar tubuhnya menghadap Junta dan tersenyum kepadanya.
“Baiklah, mari kita pergi”
Yui berjalan melewati Junta dan Junta segera mengejarnya, mereka berdua melewati banyak kerumunan orang sebelum akhirnya sampai di jalan yang ada di luar stasiun, lokasi toko buku yang ingin mereka datangi tidak terlalu jauh dari tempat mereka berdua bertemu, jadi seharusnya tidak akan membutuhkan waktu yang lama untuk sampai di tempat itu.
Sambil melihat Yui yang memimpin perjalanan ini di depannya, Junta memikirkan kembali apa yang di katakan Yui di perpustakaan sekolah beberapa hari yang lalu, waktu itu Junta menjawab pertanyaan Yui dengan sebuah kalimat sederhana yang berbunyi ‘aku tidak tau’, tapi sekarang ketika Junta memikirkannya lagi, Junta teringat dengan rasa cinta Ayahnya terhadap kota ini.
Tidak hanya itu, Junta juga teringat dengan pesan terakhir Ayahnya sebelum meninggal, yaitu bersembunyi, Junta di perintahkan oleh Ayahnya untuk menyembunyikan diri dari dunia ini, dan perintah itu masih di jalan kan dengan baik oleh Junta, Junta berusaha sekuat tenaga agar tidak ada yang tau siapa orang tua Junta atau siapa Junta sebenarnya, perintah Ayahnya Junta sangat bisa di pahami karena pembunuh orang tua Junta pastilah bukan sembarangan orang karena dia dapat membunuh orang tua Junta yang identitas aslinya adalah pahlawan di kota ini, dan tidak ada jaminan bahwa pembunuh itu hanya mengincar orang tua Junta.
Dapat di katakan jika Junta membocorkan informasi tentang siapa dirinya yang sebenarnya, maka hal itu dapat mengancam keselamatan Junta, pembunuh itu masih belum di temukan dan siapa tau itu adalah orang yang ada di sekitar Junta, di tambah pembunuh itu cukup berani dan kuat untuk membunuh orang tua Junta di tengah-tengah kerumunan saat malam natal yang itu berarti pembunuh itu sangat berbahaya karena dia tidak takut ketahuan.
Junta tau dengan baik kekuatan sihir orang tuanya dan karena orang tuanya telah terbunuh oleh seseorang, maka dapat di pastikan bahwa orang itu memiliki kekuatan yang sangat kuat, dan hal ini yang membuat Junta sangat berhati-hati dalam menjaga informasi agar persembunyiannya tidak terbongkar.
Tidak lama setelah Junta memikirkan banyak hal, dia telah sampai di suatu bangunan yang cukup besar, ada sebuah buku berukuran raksasa di atas bangunan satu lantai itu yang menandakan bahwa itu adalah toko buku, Yui dan Junta berjalan mendekati pintu dan pintu itu secara otomatis terbuka dengan sendirinya, jika di bandingkan dengan perpustakaan yang ada di sekolah Junta maka toko ini jauh lebih besar dan juga jauh lebih ramai, banyak orang-orang berdiri dekat dengan rak buku untuk mencari buku yang mereka inginkan, ada yang berbincang-bincang dengan temannya sambil menunjuk-nunjuk suatu buku, ada juga yang membaca buku dengan tenang sambil duduk di sebuah kursi yang telah di sediakan di pojok ruangan.
Tidak lama setelah Yui dan Junta masuk, mereka di sambut oleh seorang wanita muda yang sepertinya adalah pegawai di toko itu, Yui dan pegawai itu membicarakan sesuatu yang tidak bisa di dengar oleh Junta, setelah pembicaraan itu selesai, pegawai itu menuntun Yui pergi ke suatu tempat yang berada tidak jauh dari tempat mereka berdiri, tentu Junta mengikuti mereka di belakang.
Setelah sampai di tempat tujuan, pegawai itu tersenyum pada Yui dan meninggalkan mereka berdua, tidak lama setelah pegawai itu pergi, Yui mengambil suatu buku di sebuah rak berukuran besar yang berada di depannya.
“Apa buku itu yang kau cari?”
“Ya! Buku ini cukup susah di temukan, jadi aku cukup senang dapat menemukannya di sini!”
“Kalau begitu apa yang kita lakukan sekarang? Pulang?”
“Eh? Apa kau tidak ingin melihat-lihat dulu Junta? Mungkin ada buku yang membuat mu tertarik?”
Junta melihat-lihat buku yang ada di sekitarnya, kebanyakan buku di tempatkan di sebuah rak yang berukuran besar, tapi tidak sedikit juga buku yang di letakkan di sebuah rak berukuran kecil, sejujurnya Junta tidak terlalu tertarik dengan buku yang ada di sini karena yang dia cari adalah buku tentang sihir.
“Aku rasa aku tidak tertarik dengan buku-buku yang ada di sini, jadi sebaiknya kita kembali saja sebelum hari semakin panas”
“Kau ini ya.. Tidak mengerti sama sekali apa artinya momen-momen ini bagi ku..”
Yui mengatakan itu dengan nada yang sangat lirih.
“Apa kau mengatakan sesuatu?”
“Tidak, bukan hal yang penting”
Yui menghela nafas panjang, lalu berkata.
“Kalau begitu bagaimana kalau kita makan siang terlebih dahulu?”
“Uh.. Aku rasa aku akan menolaknya, aku tidak membawa banyak uang”
Yui menghela nafas panjang, lebih panjang dari sebelumnya.
“Jangan khawatir Junta, di sekitar sini ada sebuah restoran yang bernama La Liyu, itu adalah restoran milik keluargaku jadi kita tidak akan di kenakan biaya di sana”
“Kalau begitu ayo pergi!”
Secara tiba-tiba Junta menjadi sangat bersemangat dan mengatakan itu dengan nada yang berapi-api, tidak bisa di pungkiri bahwa kulkas kosong yang berada di rumah Junta membuat kepala Junta sakit beberapa hari ini, jadi wajar saja jika Junta sangat bersemangat ketika dia mendengar ada makanan gratis.
“Ya ya.. Biarkan aku membayar ini dulu di kasir”
Yui pergi menuju kasir di ikuti oleh Junta, setelah membayar buku yang di inginkan, Yui mengucapkan terima kasih kepada pegawai yang ada di belakang mesin kasir dan berjalan keluar bersama Junta yang berada di belakangnya.
Jarak restoran itu tidaklah terlalu jauh, sehingga tidak butuh waktu lama Junta dan Yui telah sampai di restoran La Liyu, kesan pertama Junta terhadap restoran ini adalah kemewahan, sebuah restoran yang besar dan sangat ramai, terdapat tulisan ‘La Liyu’ di atas pintu masuk yang di tulis dengan tulisan yang bergaya cina, Yui berjalan masuk ke dalam restoran di ikuti oleh Junta, setelah mereka berdua masuk, seorang pegawai wanita yang berdiri di dekat pintu berjalan mendekat ke arah Junta dan Yui.
“Nona Muda, apa ada yang bisa saya bantu?”
Pegawai itu menyapa Yui dengan sedikit membungkuk.
“Apakah ada meja untuk 2 orang?”
“Tentu pasti ada Nona Muda, tolong ikuti saya”
Setelah mengatakan itu, pegawai itu pergi di ikuti oleh Yui dan Junta, sepanjang perjalanan, Junta melihat-lihat desain restoran itu lebih teliti lagi, jika Junta di perintahkan untuk mendeskripsikan restoran itu maka Junta akan bilang bahwa itu adalah restoran cina, hampir semua yang ada di dalam restoran itu berwarna merah dan di dinding-dindingnya terdapat gambar naga yang di warnai dengan warna emas, bahkan meja tempat pelanggan makan pun di tutupi oleh kain berwarna merah cerah, setelah sampai di meja yang di tunjukkan oleh pegawai itu, Junta dan Yui duduk saling berhadap-hadapan.
__ADS_1
“Hari ini Anda mau makan apa Nona Muda?”
Pegawai itu memberikan daftar menu kepada Yui, tetapi Yui menolaknya dan berkata.
“Ah.. Seperti biasanya saja”
“Baiklah, lalu bagaimana dengan Anda?
Pegawai itu memberikan daftar menu yang di bawanya kepada Junta, Junta menerima daftar itu dengan kedua tangannya dan mulai membaca apa yang di sediakan oleh restoran itu, meskipun Junta membaca daftar menu itu berulang kali, Junta tetap tidak mengerti makanan apa yang di sediakan, seluruh nama makanan yang ada di sana adalah nama-nama makanan yang tidak pernah Junta dengar sebelumnya, hal ini membuat Junta kebingungan dan akhirnya dia menutup daftar makanan yang di pegangnya dan mulai menatap pegawai itu.
“Apa kau punya rekomendasi?”
“Saya merekomendasikan menu populer hari ini yaitu Rotska”
“Bagus, terdengar lezat bagi ku, aku pesan itu”
“Baiklah silahkan menunggu di sini dan pesanan kalian akan segera tiba”
Pegawai itu pergi dengan cepat dan dalam sekejap Junta tidak dapat melihatnya lagi.
“Aku tidak tau kau suka makanan seperti itu Junta”
“Ya… Aku rasa tidak ada salahnya mencoba makanan baru kan?”
“Oh? Jadi kau tidak pernah memakan makanan itu sebelumnya? Memangnya apa yang sering kau makan?”
Junta tiba-tiba teringat dengan kulkas kosong yang ada di rumahnya.
“Ya…. Mie instan”
“Eh? Hanya itu?”
“Yap”
“Uh.. Apa orang tua mu tidak pernah memasak Junta?”
“Orang tua ku bekerja jauh di luar negeri, jadi mereka hanya bisa mengirimkan uang kepada ku”
“Ah.. Aku rasa aku mengerti kenapa kau tidak bisa mengupas kentang di kelas memasak beberapa hari yang lalu…”
“Hey, aku berusaha memberikan yang terbaik kau tau?”
Setelah mengatakan itu datanglah seorang pegawai laki-laki membawa makanan ke meja Junta, pegawai itu meletakkan makanan yang di bawanya di atas meja lalu membungkuk dan pergi secepat kilat.
“Uh…”
Junta sedikit bingung melihat makanan yang ada di depannya.
“Apa ini?”
“Lobster, apa lagi?”
Junta melihat makanannya lagi, di sana ada 4 lobster yang di letakkan di atas piring dan lobster-lobster itu di kelilingi oleh es batu, Junta mengambil satu lobster dan mencium aromanya.
“Uh.. Apa ini masih mentah Yui?”
Yui berhenti mengunyah daging panggang yang ada di mulutnya lalu menjawab.
“Itu adalah menu yang kau pesan, sebuah lobster segar”
“Uh.. Apa itu berarti ini masih mentah?”
“Tentu saja, es batu yang ada di piring itu berfungsi untuk menjaga kesegaran lobster, dan yang kau perlu lakukan adalah memakannya”
Junta masih membuat ekspresi bingung walaupun sudah mendengar penjelasan Yui, Junta sama sekali tidak mengerti kenapa orang-orang yang ada di sini bisa memakan makanan mentah itu, sesekali Junta melihat orang-orang yang duduk di sampingnya, Junta melihat bagaimana para pelanggan yang ada di sana memakan makanan mentah itu, dan ketika paham apa yang harus di lakukan, Junta memakan lobster mentah itu dan mulai mengunyahnya secara cepat dan menelannya.
“Jadi… Bagaimana?”
“Aku… Sama sekali tidak ingin membicarakannya”
Yui terlihat ingin tertawa, tapi dengan cepat dia menutup mulutnya dengan tangan kanannya, di sisi lain, Junta tetap memejamkan matanya dan membuat ekspresi yang sulit di jelaskan, dia melakukan itu sambil terus memakan lobster-lobster yang ada hingga habis tak tersisa.
“Uh…..”
“Hihihihi, senang melihat mu suka dengan makanan yang ada di restoran La Liyu”
“Uh…..”
Junta masih dengan ekspresi yang sulit di jelaskan memejamkan matanya dan menidurkan kepalanya di atas meja.
“Apa kau ingin minuman yang manis Junta?”
“Tidak… Saat ini mulut ku benar-benar tidak ingin memakan atau meminum apa-apa lagi”
“Hihihi, oh ya, terima kasih ya sudah menemaniku membeli buku ini”
“Tidak apa… Aku juga berterima kasih atas makanan ini”
“Hihihi, kalau begitu ayo pergi”
Yui berdiri dari kursinya di ikuti oleh Junta, lalu mereka berdua berjalan menuju pintu keluar.
“Anda sudah selesai Nona Muda?”
“Ah ya, terima kasih atas makanannya”
__ADS_1
“Tidak usah berterima kasih Nona Muda, dan juga mohon maaf jika ini mengganggu, tapi Saya memiliki pesan dari Tuan Besar”
“Dari Ayahanda?”
“Ya, Tuan Besar berkata bahwa dia ingin bertemu dengan Anda di kantornya hari ini pukul 16.00”
Yui menghela nafas setelah mendengar perkataan pegawai wanita itu.
“Baiklah, aku mengerti, katakan kepada Ayahanda bahwa aku akan sampai dalam waktu 15 menit lagi”
“Akan saya sampaikan”
Setelah mendengar jawaban dari pegawai itu, Yui mengangguk dan berjalan keluar dari restoran, setelah tidak jauh berjalan, Yui berhenti dan menghadap ke Junta.
“Hey Junta, sebetulnya aku ingin berjalan lebih lama lagi dengan mu tapi maafkan aku, aku harus pergi sekarang”
“Tentu, tidak masalah, apa perlu aku antar ke stasiun?”
“Tidak, tidak perlu, aku akan naik taksi”
Yui melambaikan tangannya dan dengan cepat sebuah taksi menghampiri Yui.
“Maafkan aku Junta, tapi aku benar-benar harus pergi”
“Tidak apa, jangan di pikirkan, jika ingin berjalan-jalan lagi maka kau boleh mengajak ku”
“Eh? Benarkah?!”
“Ah ya.. Tentu”
Yui yang senang mendengar jawaban Junta melompat-lompat kecil dan akhirnya tersenyum ke arah Junta.
“Baiklah! Aku sangat menantikannya!”
Setelah mengatakan itu, Yui tersenyum kepada Junta dan masuk ke dalam taksi, tidak butuh waktu lama, taksi itu pergi menjauh dari Junta dan hilang dari pandangannya, Junta yang masih merasakan rasa yang tidak enak di mulutnya memutuskan untuk pergi ke sebuah kedai es krim yang tidak jauh dari tempatnya berdiri.
Setelah sampai di kedai, Junta memesan sebuah es krim cokelat dan memakannya di sebuah bangku yang ada di dalam taman, meskipun cuaca hari itu cukup panas, suasana yang ada di taman itu cukup ramai, banyak anak kecil bermain di sana, belum lagi ada banyak orang yang berolahraga atau berjalan-jalan santai dengan hewan peliharaannya.
Rasa tidak enak yang ada di mulut Junta secara perlahan tergantikan dengan rasa dari es krim cokelat yang di makannya, tapi secara tiba-tiba es krim cokelat Junta di rebut oleh se ekor monyet yang entah datang dari mana, secara reflek Junta mengejar monyet itu hingga monyet itu menyerah dan menjatuhkan es krim Junta di sebuah jalan buntu berukuran kecil yang berada di antara gedung-gedung.
Kondisi jalan yang sepi itu membuat amarah Junta terdengar cukup jelas, berkali-kali dia berusaha melempar monyet itu dengan batu-batu kecil yang ada di sekitarnya, tapi monyet itu cukup gesit sehingga dia dapat menghindari semua serangan Junta.
“Hey hey, jangan kasar terhadap binatang”
Junta menoleh ke belakang untuk melihat siapa yang berbicara.
“Kau tidak mengerti, es krim yang jatuh ini adalah es krim yang aku beli dengan uang terakhir ku! Aku tidak punya uang lagi kau tau?!”
“Ahahaha! Lucu sekali”
Pria berambut kuning itu tertawa terbahak-bahak, kacamata hitam yang di pakainya membuat kesan keren secara sekilas, di tambah bajunya yang serba hitam membuat rambut kuningnya mencolok.
“Aku sama sekali tidak menyangka bahwa anak dari Pahlawan Putih akan kekurangan uang hahahahaha!”
Junta terkejut mendengar ini, tapi dia masih bisa menjaga sikapnya agar tetap tenang dan menjawab.
“Huh, Pahlawan Putih? Maksudmu aku adalah anak dari seorang pahlawan yang ada di cerita legenda?”
“Berhentilah berpura-berpura”
“Aku tidak mengerti maksudmu”
Pria berkaca mata hitam itu menghela nafas pendek.
“Kau tau? Sebenarnya aku juga tidak percaya kalau kau adalah anak dari Pahlawan Putih”
Pria berambut kuning itu mengeluarkan buku kecil dari saku celananya.
“Tapi, berdasarkan penelitian ku yang aku catat di buku ini, mau tidak mau aku harus yakin bahwa kau adalah anak dari Pahlawan Putih”
“Apa kau adalah pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa?”
“Ahahaha! Kau bisa bilang begitu, tapi mari kita luruskan ini”
Pria itu memasukkan kembali buku kecil yang dia pegang ke dalam saku celananya.
“Kau adalah ancaman bagi kota ini, dan aku akan membunuh mu di sini”
“Sepertinya kau benar-benar percaya bahwa aku adalah anak dari Pahlawan Putih ya?”
“Tidak, aku bukan percaya, tapi memang itulah kebenarannya”
Junta membuat ekspresi serius dan terlihat siap untuk bertarung.
“Sebelum aku membunuh mu wahai anak Pahlawan Putih, biarkan aku memperkenalkan diri”
“Tidak perlu”
Junta mengatakan itu dengan suara yang berat dan suaranya sedikit menggema, seolah-olah suaranya datang dari dalam gua.
“Begitu kah?”
__ADS_1
Pria berambut kuning itu membuat pose siap bertarung.
“Jangan kecewakan aku, Junta von Rayka”