
“Apa kau yakin tidak ingin beristirahat dulu Zonya?”
“Sebentar lagi kita akan sampai di desa tujuan kita Junta, lebih baik kita beristirahat di desa itu daripada di luar sini”
“Tapi ini sudah malam, apa masih ada orang desa yang belum tidur? Apakah kita tidak mengganggu mereka?”
“Jika perkiraan ku tepat, berdasarkan kecepatan kita sekarang, seharusnya kita akan sampai di desa itu tidak lama lagi, hari memang sudah malam tapi aku rasa belum terlalu larut, jadi ku rasa pasti masih ada beberapa penduduk desa yang belum tidur”
Dan dengan begitu kereta yang dikendarai Zonya tetap melaju dengan kencang walaupun langit sudah gelap, terima kasih kepada awan-awan yang tidak hadir di malam hari ini yang akhirnya membuat bulan dapat menyinari dunia ini tanpa hambatan, memang cahaya bulan tidak lah terlalu terang tapi cahaya ini sudah cukup bagi Zonya untuk menerangi jalan mereka.
Saat ini, Junta dan timnya sedang menuju ke sebuah desa untuk menjalankan permintaan, sebelum memulai perjalanan, Junta berbicara kepada Maggie untuk memberikannya beberapa permintaan yang sejalan dengan perjalanannya, dan Maggie memberikan beberapa permintaan kepada Junta yang salah satunya adalah permintaan ini.
Permintaan yang dijalankan Junta saat ini sebenarnya cukup sederhana, yaitu mereka hanya perlu mengalahkan monster yang mengganggu desa itu, Junta memang tidak tau detailnya karena dia masih belum bisa membaca tulisan dunia ini secara lancar, tapi itulah yang dikatakan Kou kepadanya, permintaan ini dikategorikan sebagai permintaan class 3 yang itu artinya rekomendasi class untuk menerima dan menyelesaikan permintaan ini adalah class 3, tentu saja hadiahnya tidak terlalu besar, tapi besarnya hadiah itu sudah cukup untuk membantu keuangan tim Junta dalam melakukan perjalanan ini.
Mengenai permintaan class 3 ini, Junta jadi teringat dengan permintaan pertama mereka, permintaan waktu itu juga merupakan permintaan yang dikategorikan sebagai permintaan class 3, hanya saja permintaan itu memiliki hadiah yang besar karena sudah ada beberapa tim class 4 yang gagal dalam menyelesaikan misi itu, jika diingat-ingat lagi bisa dikatakan Junta dan Kou waktu itu beruntung karena dapat menerima permintaan itu sebelum ada yang menyelesaikannya, selain hadiahnya yang tidak biasa untuk sekelas permintaan kategori class 3, permintaan itu pula yang membuat Junta dan Kou menemukan air hitam yang sekarang ini mereka bawa.
Kereta yang dikendarai Zonya masih berjalan dengan cepat di bawah sinar bulan, karena hari sudah malam, Aya, Kou dan Alicia sudah tidur di dalam kereta, yang ini artinya hanya Junta dan Zonya yang masih terjaga, agar suasana di malam ini tidak sepi Junta memutuskan untuk berbincang-bincang ringan dengan Zonya.
Waktu berlalu dan hari semakin malam, setelah mengendarai kereta itu entah berapa lama akhirnya Junta dapat melihat sesuatu yang terang, yang Junta yakini adalah cahaya lampu yang berasal dari desa tujuan mereka.
Setelah memasuki area desa itu, penerangan bulan tidak lagi dibutuhkan karena sudah tergantikan dengan penerangan yang ada di desa itu, desa itu menggunakan semacam lentera terang yang digantungkan di sebuah tiang kayu yang tertancap di dalam tanah, meskipun cahaya dari lentera itu tidak terlalu terang, tapi cahaya itu sudah cukup untuk menerangi area yang ada di desa itu.
Tidak hanya lentera-lentera itu saja yang menarik perhatian Junta, suasana di desa itu juga menjadi perhatian Junta dan Zonya, meskipun hari sudah malam tapi penduduk desa yang ada di sana sepertinya masih belum tidur, mereka masih mengerjakan aktivitas-aktivitas mereka layaknya hari masih siang, Junta tidak tahu apakah memang hal seperti ini sudah biasa di desa ini tapi berdasarkan pengetahuan Junta tentang dunia ini, kebanyakan penduduk desa mengerjakan aktivitasnya di pagi atau siang hari yang mana hal ini menurut Junta memang masuk akal dan terkesan wajar, tapi melihat desa ini yang penduduknya bekerja di saat malam hari membuat Junta sadar kalau pengetahuannya tentang dunia ini mungkin masih belum cukup.
Setelah memberhentikan keretanya, Zonya dan Junta dihampiri oleh seorang pemuda dewasa yang memakai topi jerami.
“Selamat malam, ada urusan apa anda sekalian datang ke desa kami di malam hari yang sangat dingin ini?”
“Kami datang untuk menyelesaikan permintaan”
Zonya mengatakan itu sambil menunjukkan kalungnya kepada pemuda itu.
“Oh! Betapa beruntungnya desa ini karena class 5 lah yang akan menyelesaikan permintaan kami, mari ikuti aku”
Junta turun dari kereta dan Zonya tetap berada di atas, mereka berdua mengikuti pemuda itu berjalan menuju sebuah rumah yang sangat sederhana, setelah Zonya mengikat kadal miliknya ke sebuah pohon, Zonya berjalan menuju Junta dan pemuda itu yang sedang berdiri di depan pintu masuk menunggunya.
Setelah masuk ke dalam, Junta dan Zonya dipersilahkan duduk di tempat yang sudah ada, setelah duduk Junta dan Zonya diminta untuk menunggu beberapa saat sebelum akhirnya pemuda itu kembali sambil membawa 2 cangkir.
“Kami benar-benar merasa terhormat karena ada class 5 yang mau meluangkan waktu sibuknya untuk menyelesaikan masalah kecil kami”
Pemuda itu meletakkan cangkir yang dia bawa sambil berkata seperti itu.
“Tidak masalah, jangan terlalu dipikirkan”
Zonya mengambil cangkir yang ada di depannya lalu meminumnya sedikit.
“Ngomong-ngomong kalian memiliki kebiasaan unik di sini ya, aku tidak tahu ada desa nokturnal di sini”
Junta mengatakan itu sambil mengambil cangkir yang ada di depannya.
“Ah, sebenarnya kami juga tidak ingin bekerja di malam hari, kami melakukan ini karena terpaksa”
“Seperti yang aku duga, apa ini ada kaitannya dengan permintaan kalian?”
Zonya mengatakan itu dengan serius sambil meletakkan cangkirnya di meja.
“Aku percaya kalian sudah tahu kalau permintaan kami adalah membunuh monster kan? Monster itu datang ke desa ini ketika matahari terbit dan menghilang ketika matahari terbenam, jadi hanya di malam hari desa ini terasa aman”
“Tunggu dulu, apa kau tadi bilang menghilang?”
Entah mengapa Junta merasa kalau dia sebaiknya menyerahkan percakapan ini kepada Zonya, jadi Junta hanya duduk diam di samping Zonya sambil meminum minumannya.
“Ya.. Monster itu tiba-tiba muncul dan tiba-tiba menghilang, itu bukanlah monster yang memiliki wujud yang nyata”
“Begitu ya, bisa kau jelaskan lebih rinci pada ku seperti apa bentuknya?”
“Uh.. Monsternya tidak memiliki bentuk yang bisa dijelaskan secara rinci, apa yang aku lihat adalah monster itu mirip seperti sekumpulan asap hitam, dia tidak memiliki tangan dan kaki sehingga dia bergerak dengan cara melayang di udara, aku juga tidak melihat ada tanda-tanda dia memiliki mata atau telinga”
Zonya melipat kedua tangannya lalu bersandar di kursi yang ia duduki.
“Sejauh ini aku mengerti, terima kasih sudah menjelaskannya”
“Kau terlihat memikirkan sesuatu, apa yang kau pikirkan Zonya?”
“Junta, ini adalah permintaan kategori class 3 kan?
“Ya, kenapa memangnya?”
“Hmm, aku sudah dapat memperkirakan monster apa yang menyerang desa ini, tapi aku masih ragu, jadi aku akan memeriksanya sendiri nanti”
“Baguslah kalau kau sudah dapat mengira monster apa yang akan kita lawan, seperti yang diharapkan dari pengetahuan class 5, karena monsternya muncul di pagi hari, aku rasa malam ini kita tidak memiliki kegiatan apapun, kalau begitu aku akan membangunkan Kou dan yang lainnya”
“Ah, kalian bisa tidur di sini, rumah ku memiliki banyak kamar yang kosong”
“Terima kasih”
Dan dengan begitu Junta berjalan keluar rumah untuk membangunkan Kou dan yang lainnya untuk menyuruh mereka tidur di dalam rumah.
Malam itu terasa lebih dingin dari biasanya, tapi untungnya di kamar Junta dan Kou disediakan selimut yang cukup hangat, tempat tidur itu jujur saja tidak terlalu besar dan terasa sedikit sempit untuk 2 orang, tapi Junta merasa kalau dia tidak bisa komplain terhadap pemuda itu yang telah menyediakan tempat tidur untuk mereka.
Setelah mendapatkan tidur yang cukup, matahari mulai menampakkan dirinya dan udara dingin perlahan-lahan menjadi hangat, Junta yang berada di dalam selimut merasa sedikit kepanasan jadi dia terbangun dan menggerakkan tubuhnya untuk duduk di tempat tidurnya.
Melihat Kou yang masih tidur pulas, Junta memutuskan untuk pergi keluar sendiri, hari memang masih sangat pagi tapi entah mengapa Junta mendapatkan firasat kalau Zonya sudah siap untuk bertarung.
Setelah keluar dari kamarnya dan menuju ruang tamu, Junta dapat melihat Zonya dan pemuda itu yang sedang menatap ke arah jendela yang ada di samping pintu.
“Oh Junta, tidak biasanya kau bangun pagi seperti ini”
“Dan kau juga Zonya, apa yang kau lakukan di pagi hari seperti ini? Menunggu parade?”
“Tentu saja menunggu monsternya muncul”
“Ah, itu dia monsternya”
__ADS_1
Setelah pemuda itu berbicara dengan pelan, Junta melihat ke arah luar jendela dan benar saja muncul sekumpulan asap hitam yang datang entah dari mana, asap hitam itu berkumpul di satu tempat lalu membentuk sesuatu seperti bola berbulu yang lonjong, setidaknya itulah pendapat Junta terhadap monster asap itu, jumlah monster asap itu secara perlahan bertambah dan terus bertambah, monster-monster itu berkeliaran di dalam desa layaknya mereka adalah penduduk desa itu, mereka melayang di ladang-ladang, jalanan desa, atau bahkan ada yang terlihat di atas pohon.
“Sudah ku duga”
Zonya mengatakan itu dengan nada yang lirih.
“Sepertinya kau tau monster ini Zonya, kalau begitu kau pasti tau cara mengalahkannya kan?”
“Tentu aku tau, dan juga aku rasa kita beruntung”
“Beruntung?”
“Asosiasi sialan, mereka seharusnya menempatkan permintaan ini di kategori class 4, monster yang ada di luar sana tidak bisa dikalahkan dengan cara yang biasa, monster-monster itu tidak mempan terhadap serangan fisik dan sihir-sihir tertentu”
“Terdengar sangat merepotkan, lalu bagaimana kita mengalahkan monster itu?”
“Sihir pemurnian adalah sihir yang efektif untuk melawan monster itu, dan beruntungnya aku membawa sesuatu yang dapat mengeluarkan sihir itu di kereta kita”
“Begitu, sejauh ini aku paham dengan situasinya”
Kou yang datang entah sejak kapan tiba-tiba mengatakan itu, di belakang Kou juga ada Alicia dan Aya yang terlihat baru saja bangun tidur.
“Alicia tetap di sini untuk menjaga Aya, Kou dan Junta ikutlah dengan ku keluar untuk membersihkan desa ini”
“A-Aku mengerti!”
“Mohon berhati-hatilah Zonya”
Setelah Aya mengatakan itu, Zonya membalasnya dengan anggukan dan mereka bertiga pun keluar dari rumah.
Setelah keluar dari rumah, Zonya pergi menuju keretanya untuk membuka salah satu box kayu besar yang ia bawa, dan setelah dibuka ternyata isinya adalah semacam bola-bola kecil berwarna putih.
“Jadi ini yang kau bilang sesuatu yang dapat mengalahkan monster-monster itu? Ini terlihat seperti mutiara bagi ku”
“Yang perlu kau lakukan adalah melempar bola kecil ini ke tanah yang berada di bawah monster itu, setelah bola ini pecah, sihir akan otomatis bekerja, tentu saja alirkan Mana kalian dulu ke bola ini sebelum melemparnya”
Zonya mengatakan itu sambil memberikan kantung kecil yang sudah terisi beberapa bola putih itu kepada Junta dan Kou.
“Meskipun monster ini terdengar merepotkan, tapi ternyata solusinya cukup mudah”
“Hey, solusinya mudah karena aku membawa barang ini, jujur saja aku membawa barang ini karena aku ingin menjualnya, bukan untuk memakainya”
“Kau ingin menjualnya? Lalu kenapa kita tidak mengalahkan monster ini menggunakan sihir kita sendiri?”
“Jika aku bisa melakukan itu akan aku lakukan Kou, masalahnya aku tidak bisa memakai sihir itu dan aku percaya kalian juga tidak bisa memakai sihir pemurnian kan?”
“Jika sihir pemurnian yang kau maksud adalah sihir pemurnian yang aku gunakan untuk memurnikan air sungai di permintaan pertama yang dulu kita jalankan, maka aku bisa menggunakannya”
“Tidak Kou, sihir pemurnian yang aku maksudkan berbeda dari sihir yang kau pakai waktu itu”
Karena Junta dan Kou tidak mengerti dengan sihir apa yang diinginkan oleh Zonya, jadi mereka memilih untuk mengikuti cara yang Zonya tawarkan.
“Ini juga menjadi hal yang sedikit mengejutkan bagi ku, aku kira kau sebagai class 5 dapat melakukan apapun”
“Begitu ya, menutupi kelemahan mu sendiri memang adalah dasar dari setiap pertarungan”
“Tunggu, kau tadi mengatakan kalau permintaan ini setidaknya berkategori class 4 kan Zonya? Apa ini berarti setiap class 4 dapat memakai sihir ini?”
“Tidak, tidak setiap class 4 dapat memakai sihir ini, tapi biasanya class 4 lah yang bisa memakai sihir ini, sebaiknya kita simpan percakapan ini nanti, jika kita terus membiarkan monster itu di sini terlalu lama, maka akan terjadi hal yang sangat merepotkan, kita harus bergegas”
Setelah mengatakan itu Zonya memberikan sekantung kecil bola putih kepada Kou.
“Dilihat dari jumlah monster-monster itu, seharusnya ini sudah cukup, baiklah, kalian sudah tau cara memakai barang ini, mari kita berpencar agar pembersihan ini menjadi lebih cepat, sekarang ayo bergegas”
Dan dengan begitu Zonya, Kou dan Junta pergi berpencar untuk mengalahkan monster itu, monster itu ternyata tidak disangka Junta memiliki kecepatan yang cukup cepat, apa mungkin mereka bisa secepat itu karena mereka melayang di udara? Setelah melempar salah satu bola kecil yang mirip mutiara itu, Junta akhirnya tahu bagaimana cara kerja dari bola itu.
Setelah bola itu pecah karena menghantam tanah, sebuah cahaya tiba-tiba muncul dari tempat bola itu pecah dan mengarah langsung tepat ke atas, monster yang terkena cahaya itu terlihat bergetar dan akhirnya perlahan-lahan menghilang entah ke mana, sekarang Junta tahu mengapa Zonya menyuruhnya untuk melempar bola putih yang ia bawa ke arah tepat di bawah monster asap ini.
Setelah mengalahkan beberapa monster asap, Junta melihat keadaan di sekitarnya, dia melihat Kou yang sangat cepat dan lincah dalam mengalahkan monster-monster itu, beberapa kali Junta melihat Kou melompat dan melempar sekitar 3 atau 4 bola sekaligus dan tidak jarang juga cahaya-cahaya muncul secara bergantian dalam tempo yang singkat di tempat Kou berada.
Beralih ke tempat Zonya, bisa dikatakan semuanya terkendali, Zonya dapat mengalahkan monster-monster itu dengan cepat dan efisien, memang tidak secepat Junta ataupun Kou, tapi dengan kecepatan dan keefektifan itu sudah cukup membuktikan kalau dia adalah class 5 yang sangat berpengalaman dalam pertarungan.
Setelah sekitar 15 menit melempar bola-bola itu, akhirnya seluruh monster yang ada di desa itu sudah menghilang, jujur saja Junta merasa kalau pertarungan hari ini tidak bisa disebut sebagai pertarungan, ini lebih mirip seperti permainan melempar bola bagi Junta.
“Kerja bagus, jika aku sendiri yang mengalahkan semua monster di sini maka tidak mungkin bisa sesingkat ini”
Zonya mengatakan itu sambil berjalan menuju Junta.
“Kerja bagus kalian berdua! Ka-Kalian terlihat sangat keren tadi!”
Tiba-tiba Alicia datang entah dari mana dan mengatakan itu, dia datang bersama Aya dan pemuda bertopi jerami itu.
“Itu tadi cukup menyenangkan, terasa seperti bermain melempar bola”
Dan yang terakhir datang secara tiba-tiba adalah Kou.
“Terima kasih banyak! Berkat kalian desa ini kembali tenang!”
“Tidak, masih belum”
Zonya tiba-tiba mengatakan itu yang membuat Alicia dan Aya terlihat kebingungan.
“Bu-Bukankah monsternya telah menghilang Zonya?”
“Memang benar Alicia, tapi sumber masalahnya belum selesai, Aya, sebaiknya kau kembali bersama pemuda ini, sisanya ikut bersama ku”
“Aku mengerti, berhati-hati lah”
Setelah mendengarkan respon Aya, Zonya pergi bersama Junta, Kou dan Alicia menuju hutan terdekat yang berada tidak terlalu jauh dari desa itu.
Tidak butuh waktu lama bagi Zonya dan yang lainnya untuk sampai di hutan itu karena memang jaraknya sangat dekat, setelah masuk ke dalam, Alicia yang berjalan di belakang Kou mulai mempercepat langkahnya agar bisa berjalan di samping Zonya yang berada di depan, tidak hanya Alicia, Kou pun mempercepat langkahnya agar bisa berjalan di samping Kakaknya.
“Kakak, apa kau merasakannya?”
__ADS_1
“Tentu, aku mengira nuansa berat ini karena monster-monster yang berkeliaran di desa, tapi walaupun setelah monster itu hilang nuansa ini ternyata masih ada, dan sepertinya Zonya tahu sesuatu tentang ini”
Semakin mereka masuk ke dalam hutan, semakin lebat pohonnya, sampai-sampai sinar matahari kesusahan untuk menembus hutan itu, selain semakin terkesan gelap, muncul juga kabut tipis yang datang entah dari mana, Junta merasa kalau hari ini tidaklah sepagi itu sampai-sampai kabut muncul, kabut biasanya muncul ketika dini hari dan akan menghilang ketika matahari sudah mulai menampakkan seluruh wujudnya, dan matahari sekarang sudah menampakkan seluruh wujudnya yang itu berarti seharusnya tidak ada lagi kabut yang tersisa.
“Uh.. Ki-Kita akan pergi kemana?”
Alicia mengatakan itu dengan nada ketakutan.
“Kita akan segera sampai”
Meskipun cahaya matahari tidak bisa menyinari hutan itu secara penuh, tapi setidaknya cahaya yang berhasil menembus lebatnya pohon-pohon di sini sudah cukup bagi Junta dan yang lainnya untuk bisa melihat-lihat keadaan di sekitar, setelah berjalan sekitar 10 menit, akhirnya Zonya sampai di tempat yang ingin dia tuju.
Alicia yang tidak kuat melihat dan menahan bau yang menyengat di sini mulai berlari ke sebuah pohon terdekat dan muntah di sana, di sisi lain Junta dan Kou yang tadinya berada di belakang Zonya mulai berjalan untuk mendekati Zonya.
“Apa.. Apa maksudnya ini”
Kou mengatakan itu sambil melihat ke atas.
“Sudah ku duga”
Zonya mengatakan itu dengan nada serius.
Tepat di depan mereka, terdapat banyak sekali mayat yang digantung di atas pohon-pohon, mayat-mayat itu beberapa di antaranya terlihat seperti mummy, beberapa di antaranya juga masih memakai pakaian biasa, dan beberapa lagi diantaranya terlihat memakai sesuatu yang mirip seperti yang dipakai Aya.
“Sepertinya kau tau sesuatu tentang ini Zonya”
Junta mengatakan itu sambil melihat Alicia yang masih muntah di pohon terdekat.
“Monster yang kita lawan tadi bukanlah monster yang biasanya muncul di permukaan, monster-monster itu biasanya muncul di dalam reruntuhan atau bangunan yang berada di bawah tanah, orang-orang di sini biasa menyebutnya Dungeon”
“Lalu, apa hubungannya monster yang biasa muncul di bawah tanah ini dengan mayat-mayat ini?”
Zonya melihat Alicia yang masih berusaha menahan muntahnya dan berjalan menuju dia sambil berkata.
“Apa kau tau orang-orang yang disebut Penjelajah Junta? Mereka adalah anggota Asosiasi yang sangat suka menjelajahi dungeon, tentu saja tidak semua dari mereka bisa kembali ke permukaan setelah masuk ke dalam dungeon, sama hal nya dengan menjalankan permintaan, kematian adalah resiko yang tidak bisa dipisahkan”
Sambil mengelus pelan punggung Alicia, Zonya melanjutkan.
“Monster-monster itu terbentuk dari emosi negatif seseorang sebelum mereka mati, semakin banyak dan kuat emosi negatif itu maka semakin besar kemungkinan monster itu muncul, dan dungeon adalah tempat yang biasanya mengandung emosi ini”
“Tunggu, bukankah medang perang juga bisa menjadi tempat monster ini muncul? Dalam medan perang ada banyak prajurit yang gugur kan?”
“Ya, itu memang bisa terjadi Kou, tapi di medan perang tidak semua prajurit memiliki emosi negatif sebelum mereka gugur, jika komandan atau pemimpin mereka dapat mengubah semangat bertarung mereka, maka kebanyakan dari para prajurit tidak akan mati sambil membawa emosi negatif”
“Begitu ya, semangat juang untuk mempertahankan tanah mereka dan kemauan untuk mengorbankan diri sendiri demi tanah yang mereka cintai bukanlah termasuk emosi negatif”
“Zo-Zonya, bisakah kita pergi dari sini? A-Aku tidak ingin berada di sini..”
Alicia mengatakan itu dengan nada yang lemah dan ketakutan.
“Jadi, bagaimana kita menghilangkan emosi negatif ini Zonya?”
“Melihat dari banyaknya mayat di sini dan beratnya nuansa di sekitar, sepertinya kita tidak memiliki banyak waktu untuk menghilangkan emosi negatif di area sini”
“Kenapa kau terlihat terburu-buru Zonya?”
“Emosi negatif yang terlalu banyak dan kuat tidak hanya akan membentuk monster-monster seperti tadi, tapi juga akan membentuk monster lain yang lebih kuat dan merepotkan, aku pernah membaca beberapa laporan yang mengatakan kalau emosi negatif yang terlalu banyak dan kuat akan memunculkan monster class 6”
“Baiklah, sekarang itu terdengar sangat merepotkan”
“A-Apa?! Class 6?! Bu-Bukankah kita membutuhkan setidaknya 2 orang class 5 untuk membunuh monster tingkat itu?!”
Alicia mengatakan itu sebelum akhirnya muntah lagi.
“Itu kenapa aku mengatakan kita tidak memiliki waktu lagi, kita tidak bisa memakai cara normal, itu terlalu lama ditambah mayat yang ada di sini terlalu banyak, jadi yang akan kita lakukan adalah membakar mayat-mayat ini”
“Apa kau yakin Zonya? Kita sekarang di dalam hutan, membakar area ini akan menyebabkan kebakaran hutan”
“Tidak ada cara lain, mayat-mayat ini adalah sumber emosi negatifnya, cara tercepat saat ini adalah menghancurkan sumber dari emosi negatifnya dan aku akan berusaha untuk mengalirkan emosi itu ke dalam pohon-pohon yang ada di sini lalu setelah itu akan aku alirkan ke dalam tanah, dengan kata lain aku akan berusaha meredam emosi negatif ini dengan sihir ku”
“Kalau begitu aku akan membantu”
Kou mengatakan itu sambil berjalan menuju Zonya yang masih bersama Alicia.
“Aku akan mengurung area di sekitar sini dengan es agar api tidak menyebar, boleh kan Kakak?”
"Tentu saja"
“Terima kasih Kou”
Dalam sekejap setelah Kou mengatakan itu, area di sekitar mereka dibekukan dengan kekuatan Kou, setelah menemukan apa yang dia cari dari dalam jubahnya, Zonya melemparkan beberapa benda kecil seperti peluru ke arah pohon-pohon di sekitar, benda yang mirip seperti peluru itu adalah pemantik api yang biasa Zonya gunakan untuk menyalakan api unggun, setelah benda kecil itu menyentuh pohon, api mulai muncul dan dengan cepat menjalar ke pohon-pohon sekitar.
Sambil melihat pohon-pohon dan mayat-mayat itu terbakar, Zonya meletakkan tangannya ke tanah dan tubuhnya mulai mengeluarkan sinar ungu redup.
“Menurutmu kenapa mayat-mayat itu bisa ada di sini Zonya?”
Junta mengatakan itu sambil berjalan menuju Zonya yang berada sedikit di depannya.
“Aku tidak tahu, tapi pakaian itu..”
Zonya mengarahkan tatapannya ke arah mayat yang memakai pakaian yang mirip seperti pakaian Aya.
“Itu mirip dengan pakaian yang Aya kenakan saat kita menemuinya pertama kali di menara tua”
“Kau benar Junta, Aya masih memakai pakaiannya yang sama semenjak kita menemukannya, jadi aku ingat betul bagaimana pakaiannya”
“Mungkinkah The Fingers adalah pelakunya?”
“Itu adalah kemungkinan, sungguh, jika memang pelakunya adalah The Fingers, apa yang sebenarnya mereka rencanakan? Membunuh orang sebanyak ini lalu menggantungnya di sini..”
Zonya berhenti sejenak sambil melihat mayat-mayat lain yang mulai terbakar.
“Jika memang The Fingers adalah pelakunya, maka andai kata kita tidak menemukan Aya waktu itu, mungkin dia akan berakhir di sini seperti mayat-mayat yang lain”
__ADS_1