Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#6 Setelah Penyergapan


__ADS_3

 


 


“Para pemirsa, ini adalah detektif yang bertugas dalam penyelidikan kasus kematian misterius yang terjadi di dekat taman di distrik 14, jadi detektif apa sudah ada perkembangan?”


“Untuk saat ini kita hanya menemukan buku kecil yang ada di saku celana korban, untuk bukti yang lain masih kami cari”


“Lalu apakah mayat korban sudah di makamkan?”


“Untuk saat ini mayat korban masih ada di ruang autopsi, meski pun kematiannya sudah jelas karena kepalanya terpenggal, tapi kami masih mencari bukti-bukti kekerasan lain”


“Lalu apa yang-”


Secara tiba-tiba televisi itu mati, tidak hanya televisi tapi seluruh benda elektronik yang ada di rumah Junta juga mati, lampu-lampu juga tidak menyala membuat keadaan rumah Junta menjadi gelap gulita.


“Hey! Aku sudah membayar tagihan bulan ini! Kenapa listrik nya padam?!”


Junta memutuskan untuk pergi ke pintu masuk dan melihat keadaan rumah yang ada di sekitarnya, saat membuka pintu itu, Junta di tiup angin kencang yang sangat dingin, cipratan air hujan yang deras juga mengenai baju putihnya yang polos, langit malam terasa lebih menyeramkan dengan kilatan cahaya putih yang sesekali muncul, setelah pintu itu terbuka, Junta melihat rumah yang ada di sekelilingnya, dan tidak ada lampu yang menyala, seluruh rumah yang ada di sekitar Junta tidak ada yang menyalakan lampu, sepertinya listrik memang di padamkan karena cuaca yang buruk.


Setelah mengetahui bahwa Junta tidak sendirian dalam kegelapan, Junta membuat bola api kecil yang melayang di atas kepalanya dan kembali masuk ke dalam rumah, lalu dia duduk di sofa yang ada di ruang tengah, setelah duduk dia mengambil secangkir kopi yang berada di atas meja dan mulai meminumnya, sudah sekitar 3 hari Junta tidak keluar dari rumahnya, ini semua karena insiden penyerangan yang terjadi beberapa hari yang lalu, selama ada di rumah, Junta memikirkan bagaimana Pria Kuning itu dapat mengetahui keberadaannya.


Junta sangat yakin bahwa informasi tentang ayahnya yang memiliki keluarga sangat minim, bahkan sering di kisah kan bahwa Pahlawan Putih tidak memiliki keluarga, hal ini lah yang membuatnya bingung kenapa Pria Kuning itu bisa mengetahui keberadaannya, selain bersembunyi di rumahnya selama 3 hari, Junta juga memasang beberapa pelindung sihir di sekitar area rumahnya untuk berjaga-jaga jika ada serangan susulan, tapi sepertinya pelindung itu tidaklah berguna karena selama 3 hari ini keadaan di rumah Junta sangatlah tenang seperti biasanya.


Setelah sadar kopi yang di minumnya habis, Junta pergi ke dapur sambil membawa cangkir yang kosong itu, sambil membuat kopi, Junta kembali memikirkan bagaimana Pria Kuning itu bisa mengetahui keberadaannya, Junta sangat yakin dia tidak pernah bilang ke siapa pun kalau dia adalah anak dari Pahlawan Putih, tentu Paman Ji tidak termasuk, karena Paman Ji sudah mengetahui keluarga Junta jauh sebelum Junta lahir.


Dia juga tidak pernah memberikan informasi tentang keluarganya kepada pihak sekolah, jadi tidak mungkin Pria Kuning itu mengetahui hal ini dari sekolah Junta, satu-satunya orang yang mengetahui kalau Pahlawan Putih mempunyai anak adalah Paman Ji, dan Paman Ji tidak mungkin membeberkan informasi ini, Junta sangat mengenal Paman Ji dan ayahnya sendiri juga sangat mempercayai Paman Ji.


Lagi pula jika memang Paman Ji berkhianat, Paman Ji bisa saja membunuh Junta kapan pun dia mau, bahkan dengan cara apa pun, tapi buktinya, Junta dapat hidup selama ini karena bantuan dari Paman Ji, jadi Junta sangat yakin bahwa Paman Ji tidak berkhianat kepadanya.


Mundur sedikit beberapa hari yang lalu, atau lebih tepatnya setelah Junta membunuh Pria Kuning itu, Junta langsung pergi ke kedai Paman Ji dan berbicara kepadanya, Junta memberitahu Paman Ji jika dia di serang secara tiba-tiba oleh si Pria Kuning itu dan Junta bertanya apakah Paman Ji tau tentang Pria Kuning yang di lawan Junta.


Tentu Paman Ji menggelengkan kepalanya dan berkata akan membantu Junta mengumpulkan informasi tentang Pria Kuning itu, Junta yang mendengar hal ini mengangguk dan meminta bantuan kepada Paman Ji untuk menjalankan rencana rahasia jika dia tidak kembali ke kedai Paman Ji dalam waktu seminggu.


Itu artinya, jika dalam waktu seminggu Junta tidak kembali ke kedai milik Paman Ji, maka rencana yang dia susun dengan sangat hati-hati itu akan terlaksana dan entah apa yang akan terjadi terhadap dunia ini, setelah kopi panasnya siap di minum, Junta berjalan kembali menuju ruang tengah dan duduk di sofa.


Tidak lama setelah dia duduk, listrik kembali menyala dan seluruh lampu yang ada di rumah Junta mulai menerangi tempat tinggalnya, televisi yang sebelumnya menampilkan sebuah acara berita, sekarang menampilkan sebuah acara tentang memasak, karena Junta tidak tertarik dengan acara yang di tayang kan, Junta memutuskan untuk mematikan televisi nya dan menghabiskan kopi panas yang telah dia buat.


Setelah kopi itu habis, Tiba-tiba Junta teringat dengan poin yang dia punya dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke sekolah besok, jika Junta tidak salah ingat, poin nya berada di sekitar angka 40 atau 50, dan dia sudah membolos selama 3 hari berturut-turut, itu artinya ketika dia bertemu dengan Bu Layla di sekolah besok, maka tidak ada seorang pun yang dapat menjamin keselamatannya.


Badai berlalu dan hari berganti, cuaca hari ini mungkin sedikit mendung tapi matahari masih bisa bersinar terang menerangi bumi, angin yang berhembus masih terasa dingin tapi Junta terlihat tidak masalah dengan itu, saat ini dia sedang berjalan menuju sekolahnya, waktu masih menunjukkan pukul 06.25 tapi jalan menuju sekolah Junta sudah di penuhi oleh murid-murid yang rajin, sejujurnya Junta tidak pernah berangkat se pagi ini sebelumnya, tapi khusus hari ini dia berangkat pagi-pagi karena Junta ingin menghindari Bu Layla yang biasanya berdiri di pintu masuk sekolah.


Tidak butuh waktu lama pintu masuk dapat dilihat, dan Junta melihat seseorang yang dia hindari sedang berdiri di sana, Junta berusaha bersembunyi di balik kerumunan murid-murid lain, tapi usahanya itu sia-sia karena mata Bu Layla lebih tajam daripada mata burung elang.


“Oho! Halo Junta, sudah berabad-abad aku tidak melihat mu”


“Kenapa Anda berada di sini Bu Layla?”


“Kenapa? Karena ini tugas ku”


“Maksudku kenapa Anda berdiri di sini walau hari masih pagi..?”


“Kau saja yang sering terlambat, jadi kau tidak tau kalau aku lah yang bertugas untuk membuka pintu ini dan menutupnya”


“Kalau begitu aku harus pergi sekarang, ada banyak tugas yang belum aku kerjakan”


“Hey!”


Bu Layla memegang pundak Junta yang berusaha kabur darinya.


“Apa kau pikir kau bisa kabur semudah itu? Ikut aku!”


Bu Layla memegang tangan kiri Junta lalu menyeret nya menuju ruang konseling, di ruang konseling, Junta duduk seperti tahanan yang akan di interogasi, sedangkan Bu Layla duduk seperti seorang polisi yang siap menghajar tahanan nya demi informasi.


“Baiklah Junta, aku memberikan mu waktu selama 1 menit untuk menjelaskan maksud dari absensi mu selama 3 hari yang lalu”


“Uh.. Ya.. Sebenarnya aku sakit”


“Sakit? Baiklah, kau punya surat dari dokter yang menerangkan kalau kau sakit selama 3 hari?”


Junta merogoh saku celana nya dan mengeluarkan sebuah amplop berwarna cokelat lalu meletakkan nya di atas meja, dengan cepat Bu Layla mengambil amplop itu dan membukanya dengan ekspresi curiga, setelah amplop itu terbuka, Bu Layla mengeluarkan isi dari amplop itu dan mulai membaca nya.


“Hm… Baiklah, ini cukup valid, ku rasa aku akan membebaskan mu dari hukuman skor karena poin yang melebihi batas”


“Uh.. Terima kasih?”


“Tapi ini tetap mencurigakan, selama aku menjadi guru konseling mu, baru kali ini aku menerima surat dari dokter yang menerangkan bahwa kau sakit”


“Hey Bu Layla, Anda pikir aku ini apa? Monster?”


Bu Layla hanya menatap Junta dengan ekspresi curiga.

__ADS_1


“Ya baiklah, kau boleh kembali sekarang”


“Baiklah, terima kasih Bu Layla”


Setelah mengatakan itu, Bu Layla mengangguk dan Junta pergi meninggalkan ruangan, dalam perjalanannya menuju kelas, Junta berterima kasih lagi kepada Paman Ji dalam hatinya, sebelum berangkat ke sekolah pagi ini, Junta pergi terlebih dahulu ke kedai Paman Ji untuk meminta bantuannya, dan tidak lain adalah bantuan untuk membuat sebuah surat dokter palsu.


Junta tidak mengerti dari mana Paman Ji mempunyai kemampuan seperti itu, tapi berkat Paman Ji lah Junta dapat bersekolah tanpa harus pusing memikirkan bagaimana cara menyembunyikan identitas orang tuanya atau identitas tentang dirinya..


Setelah sampai di kelas, Junta membuka pintu dan dia melihat Yui yang sedang berlari ke arahnya dan tiba-tiba memeluknya.


“Ke mana saja kau?!”


“Uh.. Ada apa ini? Apa kau terkena suatu hukuman atau semacamnya?”


Yui melepaskan pelukannya dan menatap Junta dengan mata yang menangis.


“Bodoh! Ke mana saja kau 3 hari ini?!”


Suasana ruang kelas memang sepi karena hari masih pagi, tapi bukan berarti di ruangan itu tidak ada siapa-siapa, beberapa anak yang sedang berbincang-bincang mendadak menghentikan aktivitasnya dan mulai menatap ke arah pintu masuk kelas, mereka melihat Junta dan Yui secara sekilas untuk mengecek apa yang sedang terjadi, setelah selesai melihat keadaan, mereka kembali melanjutkan aktivitasnya, di sisi lain, Junta masih bingung apa yang sebenarnya terjadi.


“Uhm.. Aku hanya tidak masuk selama 3 hari.. Ya bisa di bilang aku sakit”


“Lalu kenapa kau tidak mengabari ku?!”


“Uh.. kenapa aku harus mengabari mu?”


“Ya.. I-itu.. Karena…”


Yui yang kebingungan akhirnya menjawab pertanyaan Junta dengan nada yang terbata-bata.


“Kau.. Kau pasti terkena masalah kan?! Jika kau mengabari ku mungkin saja kau tidak perlu di panggil ke ruang konseling!”


“Ah ya.. Sejujurnya aku tidak masalah masuk ke ruang konseling.. Entah bagaimana aku sudah terbiasa dengan hal itu”


“Bo-Bodoh!”


Setelah mengatakan itu, Yui membalikkan tubuhnya membelakangi Junta, Junta yang melihat ini hanya bisa membuat ekspresi bingung dan memutuskan untuk pergi menaruh tas yang dia bawa di bangkunya yang berada di belakang ruangan, Yui yang sadar dia di hiraukan akhirnya mengikuti Junta yang sedang berjalan menuju bangku miliknya.


Setelah Yui duduk di bangku miliknya yang berada di depan bangku Junta, Yui membuka tas nya dan mengambil beberapa buku, lalu memberikan buku-buku itu kepada Junta.


“Kau pasti membutuhkan ini”


“ini adalah catatan ku, kau sudah tidak masuk 3 hari kan, kau pasti membutuhkan ini jika kau ingin nilai akhir semester mu bagus”


Junta mengambil salah satu buku yang di letakkan Yui di meja nya dan mulai membukanya, setelah beberapa lembar dia balik, Junta menaruh kembali buku itu di atas meja dan menghela nafas kecil.


”Aku tidak tau harus berkata apa… Ya.. Untuk saat ini rasanya aku harus berterima kasih padamu”


“Kau ingin berterima kasih pada ku? Kalau begitu berikan handphone mu pada ku”


“Eh? Untuk apa?”


“Sudah berikan saja”


Masih bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi, Junta memutuskan untuk memberikan handphone miliknya kepada Yui dengan ekspresi bingung, setelah Yui menerima handphone milik Junta, Yui langsung dengan cepat mengoperasikan perangkat itu dengan kecepatan yang membuat Junta kagum.


Sambil menunggu Yui yang meminjam handphone miliknya, Junta kembali memikirkan tentang bagaimana si Pria Kuning itu bisa tau kalau dia adalah anak dari Pahlawan Putih.


Untuk saat ini Junta yakin pasti ada seseorang yang tau keberadaan Junta. dan orang itu membocorkan informasi tentang keberadaan Junta kepada si Pria Kuning itu, Junta lalu berpikir siapa sebenarnya orang yang mengetahui keberadaan Junta, lalu dia mencurigai orang-orang yang selama ini dekat dengannya.


Dari seluruh orang yang dia tahu, tidak ada seorang pun yang terlihat mencurigakan baginya, kecuali satu orang.


Seseorang yang secara tiba-tiba mendekati Junta, seseorang yang secara tiba-tiba akrab dengan Junta, dan hanya satu orang yang terlintas di pikirannya.


“Baiklah aku sudah selesai, ini, aku kembalikan handphone mu”


Tidak lain orang yang cocok dengan kriteria itu adalah Yui.


“Hey.. Kenapa kau menatapku dengan tatapan penuh kecurigaan? Aku tidak merusak handphone milik mu Junta, aku hanya ingin melihat nomor mu saja agar aku mudah menghubungi mu di kemudian hari”


“Katakan Yui, kenapa secara tiba-tiba kau sangat dekat dengan ku?”


“E-Eh? Ke-Kenapa tiba-tiba Ber-Berbicara seperti itu?”


Yui menjawab pertanyaan Junta dengan nada seperti orang gugup, jawabannya yang terbata-bata membuat Junta semakin curiga.


“Jika bisa, aku sangat ingin kau menjawab pertanyaan itu”


“Eh? Ah.. Ya.. Itu..”


Mungkin orang lain tidak bisa melihatnya, tapi Junta tau kalau muka Yui menjadi merah, keringat bercucuran dari dahi nya menandakan dia sangat gugup, ekspresinya yang kebingungan juga menambah rasa curiga Junta terhadap Yui.

__ADS_1


“Bi-Bisakah kita berbicara tentang topik lain?!”


Yui dengan kegugupan nya berakhir menjawab pertanyaan Junta dengan nada sedikit berteriak.


Junta yang melihat respon Yui memutuskan untuk melihat Yui dengan tajam tepat di matanya, Yui yang menerima tatapan tajam dari Junta hanya bisa berkata sesuatu yang acak dengan nada yang terbata-bata, jika seseorang yang melihat ini di perintahkan untuk mendeskripsikan seperti apa ekspresi yang ada di wajah Yui saat ini, maka pastilah orang itu akan menjawab bahwa wajah Yui sekarang menjadi merah dan matanya seperti orang yang sangat gugup, keringat nya bercucuran semakin deras dan rasanya dia bisa saja pingsan seketika.


Junta yang melihat ini memutuskan untuk sementara waktu dia akan menyingkirkan kecurigaan nya terhadap Yui, hal ini dikarenakan Yui mampu melihat mata Junta secara langsung saat Junta menatap mata nya dengan tajam, ini menandakan bahwa Yui tidak memiliki niat jahat di hatinya.


“Hm.. Baiklah aku rasa kau aman”


“A-Apa maksudmu?! Kenapa kau tiba-tiba melakukan itu pada ku?!”


“Tidak ada apa-apa”


Yui memutuskan untuk membalik badannya ke arah papan tulis, hal ini dia lakukan agar Junta tidak bisa melihat mukanya yang masih berwarna merah, tidak lama setelah Yui membalik badan, ada seseorang yang masuk ke ruang kelas.


“Ah Tuan Junta”


“Kenya?”


Setelah melihat posisi Junta, Kenya langsung berjalan menuju Junta yang sedang duduk di bangku belakang, saat Kenya masuk ke dalam kelas, murid-murid yang ada di sana memandang Kenya dengan tatapan takut, ada juga yang memandang Kenya dengan tatapan amarah, hal ini rasanya wajar jika kita mengingat Kenya adalah bagian dari para preman yang menguasai sekolah ini.


“Ada apa Kenya? Kau butuh sesuatu?”


“Tuan Junta, aku sudah mencari mu selama 3 hari ini, ke mana saja dirimu?”


“Ya.. Aku sakit, jadi ada masalah apa?”


“Sebetulnya aku ingin mengajak mu untuk pergi bersama ku ke suatu tempat”


“Apa ada masalah Kenya?”


“Mungkin.. Sebenarnya ini bukanlah masalah yang besar, aku tidak tau harus menjelaskan nya dari mana…”


Kenya terlihat berpikir sejenak setelah mengatakan itu, Yui yang mendengar percakapan ini mulai membalikkan badannya lagi ke arah Junta untuk ikut mendengarkan apa yang mereka bicarakan.


“Mari aku mulai dari awal”


“Baiklah, akan aku dengarkan”


“Apakah Tuan Junta tau tentang sekolah yang bernama Rose? Sekolah itu terletak di distrik 14”


“Ah sekolah itu, ya tentu aku pernah mendengarnya”


“Baguslah jika Tuan Junta tau, pembicaraan akan menjadi lebih singkat, aku akan mulai bercerita jauh sebelum Tuan Gilda menyatukan kami”


“Baiklah… Lanjutkan”


“Dahulu, sekolah ini dengan sekolah Rose memiliki hubungan yang sangat buruk, bentrok antara sekolah ini dengan sekolah Rose sering kali terjadi dan hal ini sangat di ketahui di kalangan para Preman yang ada di kota ini”


Kenya berhenti sejenak untuk mengambil nafas lalu melanjutkan.


“Tapi semenjak Tuan Gilda menyatukan kami, hubungan dengan sekolah Rose berubah dari musuh menjadi teman, Tuan Gilda membuat perjanjian aliansi dengan mereka dan bentrokan tidak pernah terjadi semenjak perjanjian itu di tanda tangani”


“Jadi… Kau ingin aku untuk melakukan sesuatu dengan perjanjian itu?”


“Lebih tepatnya aku ingin Tuan Junta untuk memperbarui perjanjian itu, perjanjian itu sudah hampir habis masa waktu nya dan pihak dari sekolah Rose sudah mengajukan permintaan untuk mengadakan pertemuan antara kedua belah pihak”


“Hm.. Singkat nya, kau ingin aku datang ke tempat pertemuan itu untuk menandatangani ulang perjanjian aliansi nya, ya kan?”


“Tepat sekali”


“Sebelum aku menerima tawaran mu itu, aku membutuhkan lebih banyak informasi tentang perjanjian ini, seperti, apa keuntungan nya bagi kita dan alasan kenapa aliansi ini terbentuk”


“Hm.. Sebetulnya hampir tidak ada keuntungannya bagi kita jika kita meneruskan aliansi ini Tuan Junta, dan tidak ada keuntungan bagi pihak sekolah Rose untuk tetap mempertahankan aliansi ini”


“Lalu, kenapa aliansi ini terbentuk?”


“Mungkin Tuan Gilda ingin mendamaikan sekolah kita dengan sekolah Rose, atau mungkin bisa juga karena alasan lain…”


“Itu artinya kau tidak tau secara pasti kenapa aliansi ini terbentuk Kenya?”


“Maafkan aku Tuan Junta, pihak yang membuat perjanjian itu dan menandatangani nya adalah Tuan Gilda dan pemimpin preman yang ada di sekolah Rose, kami tidak mengetahui secuil informasi apa pun dari isi perjanjian itu”


“Itu artinya aku harus membaca isi perjanjian itu dan memutuskannya sendiri”


“Maafkan aku Tuan Junta”


“Tidak apa, ini bukan kesalahan mu, jadi, di mana kita akan bertemu dengan pihak dari sekolah Rose?”


“Kita akan bertemu dengan pihak dari sekolah Rose di sebuah restoran bernama La Liyu yang ada di distrik 14”

__ADS_1


__ADS_2