
“Kita akan bertemu dengan pihak dari sekolah Rose di sebuah restoran bernama La Liyu yang ada di distrik 14”
“Hey! Itu restoran milik keluarga ku! Jangan membuat masalah di sana!”
“Ngomong-ngomong dia siapa Tuan Junta?”
“Ah.. Perkenalkan, dia Yui, dia adalah… Uh.. Teman ku”
“Ah.. Yui ya, kalau begitu Yui, kau tenang saja, ini hanyalah acara pertemuan biasa untuk menandatangani sebuah perjanjian, aku jamin tidak akan ada masalah”
“Tentu jika kau tidak suka dengan kehadiran Kenya dan preman dari sekolah Rose, kau boleh menolak kami Yui”
Yui menatap Junta dengan ekspresi kebingungan, Yui ingin menolak acara pertemuan ini karena dia takut kalau preman-preman itu akan mengacaukan restoran milik keluarganya, tapi di sisi lain, dia tidak bisa menolak permintaan Kenya karena Kenya adalah teman Junta, dan entah bagaimana sepertinya Junta terlibat dalam acara ini dan memainkan peranan penting, hal ini membuat Yui semakin bingung dalam memutuskan keputusannya.
“Baiklah, aku tidak masalah, tapi mari kita buat perjanjian”
“Perjanjian? Aku rasa aku setuju jika Tuan Junta setuju”
“Aku tidak masalah dengan itu, katakan saja Yui”
“Aku akan memberikan makanan dan minuman secara gratis kepada 4 orang yang terlibat dalam acara ini, masing-masing orang akan menerima 1 minuman dan 1 makanan gratis, apa pun yang mereka pesan, tapi sebagai gantinya, aku ingin kalian tidak membuat masalah sekecil apa pun itu, bagaimana?”
“Bagaimana menurutmu Kenya? Kau setuju dengan perjanjian ini?”
“Aku tidak masalah dengan perjanjian ini Tuan Junta”
“Baiklah, aku terima perjanjian ini Yui, Kenya, kau kabari pihak dari sekolah Rose tentang perjanjian ini”
“Baiklah Tuan Junta”
“Pukul berapa acara ini di mulai Kenya?”
“Sekitar pukul 15.00 Tuan Junta”
“Baiklah, temui aku di stasiun kereta di distrik 14 nanti, kita akan berangkat ke restoran La Liyu bersama-sama”
Setelah Junta mengatakan itu, Kenya mengangguk dan pergi meninggalkan ruang kelas.
Waktu cepat berlalu, hari sudah sore dan Junta sedang menunggu Kenya di stasiun kereta di distrik 14, waktu menunjukkan pukul 14.20 dan Kenya masih belum terlihat, sambil menunggu Kenya, Junta memutuskan untuk pergi ke mesin minuman terdekat untuk membeli satu kaleng kopi panas, setelah mesin itu mengeluarkan sebuah kaleng, Junta mengambilnya dan meminumnya, tidak lama setelah Junta meminum kopi itu, Kenya datang menghampiri Junta.
“Tuan Junta, maaf menunggu”
Kenya datang dengan memakai kemeja hitam dan celana panjang berwarna hitam, bahkan sepatu dan kaos kakinya juga berwarna hitam, tidak ada yang tidak hitam di pakaiannya, bisa di bilang dia memakai pakaian seperti layaknya orang yang ingin pergi ke pemakaman.
“Tidak apa, aku baru saja sampai”
Sedangkan Junta hanya memakai pakaian biasa, sebuah celana panjang berwarna biru dengan kaos berwarna putih bertuliskan ‘Hey!’.
“Bisa kita pergi sekarang Tuan Junta?”
“Tentu, tunjukkan jalannya pada ku”
Setelah mengatakan itu, Junta dan Kenya mulai pergi meninggalkan stasiun dan berjalan menuju restoran La Liyu, Junta membuat ekspresi ingin muntah ketika mengingat nama restoran itu, hal ini dikarenakan dia masih ingat dengan makanan yang dia pesan waktu dia menemani Yui beberapa hari yang lalu, karena tidak ingin merasakan hal yang sama, dapat di pastikan Junta akan memesan makanan yang berbeda nanti.
Setelah beberapa menit berjalan dalam keheningan, Kenya membuka suara untuk memecah keheningan.
“Preman yang datang dari sekolah Rose nanti adalah pemimpin mereka”
“Aku rasa itu sudah jelas, apa kau tau namanya Kenya?”
“Namanya adalah Daska, dia adalah seorang pria”
“Daska ya.. Apa kau tau bagaimana orangnya?”
“Hm.. Jika boleh jujur, ini pertama kalinya aku bertemu dengan pemimpin sekolah Rose Tuan Junta”
“Oh? Jadi dia tidak pernah terlihat walaupun sekolah kita sering bentrok dengan sekolah mereka?”
“Betul Tuan Junta, aku bahkan tidak tau apakah si Daska ini adalah pemimpin baru atau pemimpin lama”
“Aku harap pertemuan ini akan berjalan dengan lancar dan menghasilkan hasil yang bagus”
“Aku juga berharap seperti itu Tuan Junta, semoga saja Daska bisa di ajak untuk bekerja sama”
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di restoran La Liyu, restoran itu masih terlihat megah dan ramai, tidak ingin membuang waktu, mereka segera masuk setelah pintu terbuka, setelah memasuki restoran itu, Junta dan Kenya di sambut oleh pelayan pria yang berdiri dekat pintu masuk.
“Apa ada yang bisa saya bantu?”
“Uh.. Kami ingin memesan meja untuk 4 orang”
Bingung harus bagaimana, Junta menjawab pertanyaan pelayan itu secara spontan.
Setelah mendengar jawaban dari Junta, pelayan itu menatap Junta dan Kenya dengan teliti, seolah-olah pelayan itu sedang melihat orang yang mencurigakan.
“Mohon maaf sebelumnya.. Apakah anda yang bernama Junta dan Kenya?”
“Um.. Iya itu kami, apa ada masalah?”
“Ah.. Nona Muda sudah menyiapkan meja untuk kalian, mari, ikuti saya”
Pelayan itu membungkuk lalu mengantarkan Junta dan Kenya ke meja yang sudah di persiapkan, setelah sampai di meja mereka, Junta dan Kenya melihat ada 2 orang yang sedang duduk di sana, dan 2 orang itu adalah orang yang tidak di kenal Junta atau pun Kenya, setelah mereka berdua duduk, pelayan itu pergi meninggalkan mereka ber empat, dan suasana menjadi hening sejenak sebelum Kenya membuka pembicaraan.
“Apakah Anda adalah pemimpin sekolah Rose, Daska?”
“Tepat sekali”
Daska adalah seorang pria berambut kuning, rambutnya panjang se bahu dan matanya berwarna oranye, dia memiliki sedikit janggut di dagu nya dan dia tidak memiliki kumis, rambutnya yang berwarna kuning terang terlihat mencolok karena kulit tubuhnya berwarna cokelat muda.
“Ah kalau begitu perkenalkan, Saya adalah Kenya, dan ini adalah pemimpin kami, Tuan Junta”
Junta hanya mengangguk kepada Daska setelah di perkenalkan oleh Kenya.
“Junta? Kalau tidak salah ingat nama pemimpin kalian ada Gilda kan? Di mana orang itu?”
__ADS_1
“Karena beberapa alasan Tuan Gilda tidak dapat hadir di sini, sehingga posisi nya di gantikan oleh Tuan Junta”
“Begitu ya.. Sangat di sayangkan, padahal aku ingin bertemu dengan pemimpin kalian si Gilda itu, aku cukup penasaran karena rumor mengatakan dia cukup kuat, dan aku rasa rumor itu benar karena dia cukup kuat untuk menyatukan sekolah kita dalam bentuk aliansi”
“Mungkin suatu saat Anda akan bertemu dengan Tuan Gilda jika waktu mengizinkan”
Setelah Kenya dan Daska berbincang-bincang ringan, keadaan menjadi hening kembali.
“Ah aku lupa mengenal kan kepada kalian, dia adalah Cyla, sekretaris ku”
“Salam kenal”
Cyla adalah seorang wanita yang cukup cantik dengan kulit yang putih, dia memiliki rambut se pundak berwarna ungu dan memiliki mata berwarna ungu juga, dia memakai pakaian seragam sekolahnya, sama seperti Daska.
“Baiklah setelah perkenalan ini, rasanya kita harus memulai acaranya”
Tepat setelah Daska mengatakan itu, seorang pelayan datang menghampiri meja Junta dan memberikan menu daftar makanan kepada mereka, kali ini Junta memesan apa yang di pesan oleh Yui kemarin, yaitu daging panggang dengan segelas jus jeruk.
Setelah memesan, pelayan itu membungkuk dan dengan cepat pergi meninggalkan mereka, setelah pelayan itu pergi, Daska mengeluarkan sebuah kertas dari kantong baju nya dan memberikan kertas itu kepada Junta dan Kenya.
Junta yang menerima kertas itu langsung membukanya dan dia menaruh kertas itu di atas meja agar Kenya dapat melihat isi perjanjian nya juga, di kertas itu terdapat banyak sekali tulisan-tulisan dan angka yang membuat kepala Junta terasa pusing ketika melihatnya, berbeda dengan Junta yang pusing, Kenya terlihat serius dalam membaca setiap kalimat yang tertulis di kertas itu, setelah melihat keseriusan Kenya dalam membaca isi perjanjian itu, Junta memutuskan untuk memberikan kertas itu padanya.
“Aku harap kita dapat menjaga aliansi ini untuk keuntungan bersama”
Daska membuka pembicaraan karena dia merasa Kenya akan membaca isi kertas itu dalam waktu yang lama.
“Tentu, aku juga berharap kita dapat saling membantu di saat salah satu dari kita membutuhkan bantuan”
Junta menjawab pernyataan Daska karena dia terlihat sedang berbicara dengannya, di sisi lain sekretaris yang cantik itu hanya menutup matanya dan diam seribu bahasa, Kenya juga terlihat sibuk membaca isi perjanjian itu, yang mana itu berarti keadaan saat ini berada di tangan Junta.
“Ah.. Ya tentu, aku sangat mengharapkan itu, terlebih lagi di saat-saat yang menegangkan ini dimana para preman dari sekolah Violet sedang gencar-gencar nya ingin memperluas pengaruh mereka”
“Sekolah Violet? Bukankah itu sekolah yang berada di distrik 10?”
“Apa kau belum mendengar ini Junta?”
“Aku akan sangat berterima kasih jika kau menjelaskan nya kepada ku, Daska”
“Belakangan ini, sekolah Violet terlihat sangat agresif, mereka sering kali bentrok dengan sekolah lain karena alasan yang tidak jelas, dan aku berpendapat bahwa saat ini, sekolah Violet ingin memperluas daerah kekuasaannya”
“Apa kau tau mereka bentrok dengan sekolah mana saja?”
“Aku tidak dapat mengingatnya lagi karena mereka bentrok dengan banyak sekolah, mungkin mereka bentrok dengan 3 sampai 4 sekolah dalam waktu 2 minggu”
Setelah mendengar jawaban Daska, Junta membuat ekspresi serius.
“Apakah mereka memang se agresif ini?”
“Hm.. Sebetulnya aku juga kaget dengan kejadian ini Junta, tidak biasanya sekolah Violet suka melakukan bentrok, aku curiga ada masalah di dalam sekolah itu sendiri, lebih tepatnya ada masalah internal yang membuat mereka menjadi agresif”
“Jadi.. Saat ini kau takut kalau sekolah Violet akan bentrok dengan sekolah Rose?”
“Tentu Junta, mungkin sekolah Violet adalah sekolah yang pasif, mereka sangat jarang melakukan pertarungan, tapi bukan berarti mereka adalah sekolah yang lemah”
“Apa kau pernah bentrok dengan sekolah ini sebelumnya Daska?”
“Lalu kenapa kau takut? Apakah sekolah Violet memang sekuat itu?”
“Aku tidak tau secara pasti kekuatan sekolah Violet, tapi orang-orang mengatakan bahwa sekolah Violet sangat kuat, sehingga banyak sekolah yang menghindari konflik dengan mereka”
“Begitu ya.. Aku mengerti, kau hanya ingin melakukan langkah antisipasi kan?”
“Tepat sekali, oleh karena itu aku berharap perjanjian ini bisa di teruskan karena ini membawa keuntungan bagi kedua sekolah kita”
Setelah Daska mengatakan itu , Kenya menaruh kertas yang dia baca di atas meja.
“Aku sudah selesai membacanya Tuan Junta”
“Bagaimana menurut mu Kenya?”
“Aku sepakat dengan perjanjian ini Tuan Junta, berdasarkan kondisi kita sekarang, dan perkiraan kondisi kita di masa depan.. Aku sepakat jika kita memperpanjang perjanjian aliansi ini, jujur saja, ini perjanjian yang sangat menarik”
Setelah mendengar jawaban dari Kenya, Junta mengangguk-anggukan kepalanya yang menandakan bahwa dia juga setuju dengan pendapat Kenya, walaupun sebenarnya dia tidak tau apa isi perjanjian itu.. Tapi jika Kenya, tangan kanan Gilda, berkata bahwa perjanjian itu bagus, maka Junta percaya bahwa perjanjian itu pasti bagus
“Kalau begitu aku akan menandatangani perjanjian aliansi ini”
“Aku senang sekolah ku masih bisa melanjutkan perjanjian ini dengan sekolah Lily”
Setelah Daska mengatakan itu, Junta mengeluarkan pena dari saku nya dan menandatangani perjanjian itu secepat kilat, setelah selesai menandatangani kertas itu, datanglah seorang pelayan membawa makanan dan minuman yang mereka pesan.
“Rasanya sedikit di sayangkan kalau kita pergi sekarang, bagaimana kalau kita mengobrol dulu sebentar?”
Kenya membuka pembicaraan setelah makanan-makanan itu di taruh di meja.
“Ide yang bagus, aku juga ingin mencoba makanan di restoran yang terkenal ini”
Sambil memakan makanan mereka, Junta dan Kenya terus mencoba menghidupkan suasana agar keadaan tidak menjadi hening, tentu yang aktif menjawab hanyalah Daska, sedangkan Cyla hanya diam memakan makanannya dengan tenang.
“Ya.. Aku rasa kita semua memang pernah mengalami pertarungan yang buruk Kenya”
“Kau benar Daska, terkadang kita mengalami hari yang buruk, baiklah itu tadi adalah cerita ku tentang pertarungan sekolah Rose di tepi sungai, apa kau punya cerita yang bisa di bagikan Daska?”
“Pertarungan ya…”
Daska menjawab itu dengan nada yang dalam, seolah-olah dia mengingat sesuatu yang sudah lama terjadi.
“Mungkin aku tidak ingin membicarakannya sekarang..”
“Apa kau baru saja mengalami kekalahan Daska?”
“Bukan begitu Kenya.. Hanya saja… Aku masih sedih karena kematian kakak ku”
“Ah.. Maafkan aku”
__ADS_1
“Tidak apa Kenya..”
Junta yang dari tadi hanya menyimak cerita Kenya sambil memakan makanannya mulai mencoba untuk mengikuti pembicaraan yang sedang berlangsung.
“Jika boleh tau.. Kapan kakak mu meninggal Daska?”
“Itu terjadi sekitar 3 hari yang lalu Junta…”
Junta yang merasakan firasat buruk mencoba untuk bertanya lagi.
“Aku turut bersedih Daska, atas nama sekolah Rose kami turut berduka cita”
“Terima kasih Junta”
“Apa dia meninggal karena suatu penyakit yang berbahaya Daska?”
“Sejujurnya dia meninggal dengan keadaan yang tragis.. Kalian tahu korban pembunuhan yang terjadi 3 hari yang lalu?”
“Pembunuhan yang terjadi di dekat taman sekitar sini?”
Kenya menjawab pertanyaan Daska dengan nada penasaran.
“Benar Kenya, dan korban itu adalah kakak ku”
Junta membuat ekspresi terkejut ketika mendengar pernyataan Daska, jika orang yang di bunuh oleh Junta adalah seorang penyihir dan Daska adalah adik nya, maka besar kemungkinan Daska adalah seorang penyihir juga.
“Aku masih tidak menyangka hal ini…, aku bahkan masih ingat waktu itu kakak ku ingin pergi ke suatu tempat, tapi dia tidak bilang ingin pergi ke mana, lalu ketika dia tidak kunjung pulang, kami menerima kabar dari polisi bahwa dia sudah meninggal”
“Aku turut berduka cita Daska”
Kenya menjawab keluhan Daska dengan nada yang sangat sedih, di sisi lain, Junta sedang menggunakan sihirnya untuk melihat Daska.
Dia menggunakan sihir yang di ajarkan ayahnya untuk melihat kemampuan sihir seseorang, sebetulnya Junta tidak ingin menggunakan sihir ini karena sihir ini memakan Mana yang tidak sedikit, kali ini dia terpaksa menggunakannya karena dia tidak ingin membunuh seseorang yang belum jelas status bahayanya, terlebih lagi dia terikat dengan perjanjian yang dia buat dengan Yui, setelah selesai melihat Daska dengan sihir nya, Junta menghela nafas lega karena tidak ada tanda-tanda Mana di tubuh Daska, yang itu berarti Daska tidak memiliki Mana dan dia bukan seorang penyihir.
“Walaupun dia bukan kakak kandung ku, tapi tetap saja aku merasa sedih”
“Jadi dia bukan kakak kandung mu Daska?”
“Bukan Junta, aku tidak tau bagaimana ceritanya, tapi dia bukan kakak kandung ku”
“Begitu ya.. Sabarlah Daska, dia pasti sudah tenang di alam sana”
“Aku berharap begitu Junta, sebetulnya aku juga ingin meminta bantuan kalian, apa kalian bisa membantu ku?”
“Tentu Daska, selama kami bisa melakukan itu maka kami akan membantu mu”
“Sebetulnya Kakak ku memiliki sebuah buku kecil yang selalu dia bawa ke mana pun dia pergi, sekarang buku itu ada di kantor polisi dan aku ingin mengambilnya secara diam-diam”
“Kau ingin mencuri buku itu dari kantor polisi?!”
Kenya bertanya dengan nada sedikit terkejut.
“Secara teknis aku tidak mencurinya, sejak awal itu adalah buku milik kakak ku, dan kakak ku adalah keluarga ku, aku hanya ingin melihat isi buku itu, mungkin di dalam buku itu ada beberapa petunjuk”
“Apa kau ingin membalas kematian kakak mu Daska?”
“Aku ingin melakukannya Junta, tapi tanpa adanya petunjuk, aku tidak bisa berbuat apa-apa”
“Apa kau tidak bisa meminta secara baik-baik Daska? Maksud ku kau pasti tau rasanya berurusan dengan polisi kan?”
“Ya Kenya, aku tau maksud mu, aksi ini memang sangat berbahaya, aku sudah mencoba untuk meminta buku itu secara baik-baik, tapi polisi yang ada di sana menolak untuk memberikan buku itu kepadaku dengan alasan bahwa buku itu adalah barang bukti penyelidikan”
Junta merasa panik karena dia lupa tentang buku kecil itu, jika tidak salah ingat, Pria Kuning yang di bunuh Junta menuliskan semua hal tentang penyelidikannya terhadap keluarga Rayka di buku itu, sehingga jika buku itu jatuh ke tangan orang lain, maka informasi itu akan bocor, dan sekarang buku itu berada di tangan polisi, yang mana itu artinya Junta berada dalam bahaya.
“Aku akan membantu mu Daska”
“Terima kasih Junta, tapi.. Apa kau yakin?”
“Aku sangat yakin”
Junta berencana untuk membantu Daska karena dia ingin melihat sendiri isi buku itu, jika memang buku itu berbahaya maka Junta akan menghapus buku itu dari dunia ini dan akan menyusun rencana untuk menghilangkan informasi yang sudah terlanjur menyebar.
“Aku sangat berterima kasih Junta, kalau begitu kita akan memulai rencana ini besok, temui aku di depan stasiun yang ada di distrik ini yaitu distrik 14 sekitar pukul 01.00 dini hari, apa kau bisa Junta?”
“Baiklah, bagaimana dengan rencana nya?”
“Aku akan menjelaskan rencana nya besok”
“Baiklah, aku akan datang besok”
“Kalau begitu aku harus pergi sekarang, aku harus menyiapkan semuanya agar besok tidak terjadi masalah yang tidak di inginkan”
Setelah Daska mengatakan itu, Junta dan Kenya mengangguk menandakan bahwa mereka mengizinkan Daska untuk pergi, dengan cepat, Daska dan sekretarisnya pergi meninggalkan restoran, sehingga yang tersisa di restoran itu hanya lah Junta dan Kenya.
“Kau tau Kenya, setelah melihat sekretaris dari sekolah Rose, aku juga menginginkan satu”
“Maksud mu kau menginginkan kita punya sekretaris juga Tuan Junta?”
“Begitulah..”
“Ya.. Kita bisa membuat hal itu terjadi.. Aku akan coba untuk menghubungi Locus nanti, tapi Tuan Junta.. Apakah kau yakin akan membantu Daska?”
“Tentu”
“Tuan Junta, aku tau kalau kau adalah orang yang kuat, tapi jika kau berpikir dapat mengalahkan polisi, maka aku sangat sarankan untuk membatalkan rencana mu”
“Aku tau betul apa yang sedang aku lakukan Kenya, lagi pula akan bagus jika kita bisa mempererat hubungan dengan sekolah Rose kan?”
Tentu saja tujuan Junta yang sebenarnya bukanlah untuk mempererat hubungan dengan sekolah Rose, tapi untuk melihat isi dari buku itu, Junta juga sudah memikirkan beberapa rencana cadangan untuk berjaga-jaga, saat ini pikirannya penuh dengan perhitungan-perhitungan dan kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi di masa depan.
“Itu memang bagus.. Tapi kita tidak harus mempererat hubungan dengan cara ini Tuan Junta”
“Tidak apa, percayalah pada ku, jika sesuatu terjadi, maka aku jamin aku tidak akan menyusahkan kalian”
__ADS_1
“Meskipun begitu..”
“Tenang saja Kenya… Aku yakin semua akan berjalan dengan mulus”