Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#56 Pulangnya Aya


__ADS_3

 “Jangan lupa apa yang aku katakan”


“Aku akan mengingatnya Zonya, terima kasih”


“A-Aku akan merindukan mu Aya!”


Alicia berkata seperti itu sambil memeluk Aya.


“Kami benar-benar sangat berterima kasih karena sudah membantu kami dengan ladang desa ini Zonya”


“Tidak masalah pak kepala desa, jangan terlalu dipikirkan”


“Mungkin ini tidak banyak, tapi bawa lah”


Pak kepala desa itu memberikan sekantung kecil berisi sesuatu yang terlihat seperti kacang-kacangan berbentuk bulat.


“Ah, ini pasti enak, terima kasih pak kepala desa”


“Maaf hanya bisa memberi sebanyak ini, kami tidak punya apa-apa lagi”


“Tidak tidak, sungguh tidak apa-apa pak kepala desa”


Zonya mengatakan itu sambil memberikan kantung kacang yang ia pegang kepada Junta.


”Kalau begitu mungkin ini sudah waktunya kami pergi, terima kasih atas segala hal yang kau berikan kepada kami selama kami di sini pak kepala desa”


“Semoga bahaya menjauhi mu dan kau bisa mencapai tujuan mu dengan selamat”


“Tunggu”


Kou yang dari tadi berdiam di samping Junta tiba-tiba berkata seperti itu sambil berjalan mendekat ke arah Aya.


Setelah Kou sudah semakin dekat dengan Aya, Kou meletakkan telapak tangan kananya di atas tangan kirinya lalu munculah sebuah gelang yang bermotif bunga yang terbentuk dari es. Andai saja gelang bunga itu tidak terbuat dari es, pasti semua orang yang melihatnya akan mengira kalau motif bunga itu dipahat dengan sangat baik oleh orang yang sangat ahli.


“Indah sekali..”


“Anggap saja ini adalah kenang-kenangan dari kami, es itu tidak akan mencair, tapi masih tetap bisa pecah ataupun rusak, jadi jagalah dengan baik Aya”


“Terima kasih Kou!”


Aya mengatakan itu sambil memeluk Kou dengan erat.


“Aku rasa kalau begitu ini sudah semuanya, kami pamit undur diri pak kepala desa”


“Berkunjunglah kapan pun kalian mau”


Aya melepaskan pelukannya setelah pak kepala desa berkata seperti itu, lalu dia menatap ke arah Kou, Alicia, Zonya dan Junta lalu berkata.


“Berhati-hati lah kalian di mana pun kalian berada, jika kalian ada waktu bermain lah ke desa ini”


“Te-Tentu saja!”


“Aku akan mampir jika aku berada di sekitar sini”


“Jaga diri mu baik-baik Aya, aku yakin Kakak ku juga berpikiran seperti itu”


Setelah mengatakan itu Kou menolehkan kepalanya ke belakang untuk melihatnya Kakaknya yang mengangguk setuju setelah mendengar perkataan Kou.


Setelah itu mereka berempat berjalan menuju kereta milik Zonya dan masuk ke dalam.


Setelah semua sudah masuk, Zonya menghentakkan tali yang ia pegang di kursi kusir dan kereta itu mulai berjalan dengan cepat. Di kejauhan, Junta dan Kou dapat melihat Aya dan warga desa lain yang ikut melambaikan tangan ke arah mereka.


Angin dingin bertiup cukup kencang hari ini, ditambah suasana yang mungkin masih terlalu pagi membuat angin-angin yang bertiup terasa sangat dingin. Langit mungkin masih berwarna ungu kehitaman dan bintang-bintang masih terlihat dengan jelas, tapi matahari sudah terlihat dan sinarnya sudah mulai dipancarkan, setidaknya udara dingin ini tidak akan bertahan lama. Atau setidaknya itulah yang diharapkan Junta.


Kereta yang dinaiki Junta seperti biasa melaju dengan cepat, tapi ada yang terasa kurang karena kereta itu tidak lagi ramai seperti biasanya. Zonya dan Alicia yang duduk di kursi kusir hanya terlihat terdiam sambil menatap langit pagi. Tujuan dari kereta itu mungkin masih tetap sama, tapi suasana kereta itu mungkin sedikit berbeda dari biasanya. Kondisi kereta saat ini kembali ke masa awal-awal Junta memulai perjalanannya, yaitu dimana tidak ada Aya di dalam tim, melainkan hanya ada Junta, Kou, Zonya, dan Alicia.


Melihat Kou yang sudah mulai membaca buku seperti biasa sambil bersandar, Junta memutuskan untuk duduk di sampingnya lalu berkata.


“Sepertinya kemampuan membentuk sesuatu milik mu sudah meningkat”


Kou tersenyum bangga kepada Kakaknya sebelum berkata.


“Aku ingin mencoba sesuatu, jadi aku mengasah kemampuan ku”


“Apa ada sihir baru yang kau ciptakan?”


“Kakak bisa beranggapan seperti itu, dan Aya adalah salah satu orang yang menerima kehormatan untuk melihat sihir baru ku pertama kali”


“Oh? Jangan bilang gelang bunga yang kau buat tadi adalah sihir baru mu?”


Kou mengangguk bangga sebelum berkata.


“Sihir ku masih dalam tahap uji coba dan masih berupa konsep, apa yang aku berikan kepada Aya adalah uji coba pertama, sederhanya itu adalah bentuk purwa rupa”


“Oh, itu bagus, aku yakin Ayah dan Ibu pasti akan sangat bangga mendengar hal ini”


Kou tersenyum sedih sebelum melanjutkan.


“Sederhananya sihir ini adalah sihir yang berfokus untuk melindungi penggunanya, gelang yang aku berikan kepada Aya akan bereaksi jika Aya berada dalam bahaya yang mengancam hidupnya, lalu akan pecah dan membuat semacam perisai pelindung tingkat tinggi yang akan melindungi Aya dari serangan fisik ataupun serangan sihir”


“Itu sangat menarik, seberapa kuat perlindungan ini?”


“Secara teori, seharusnya kekuatan itu setara dengan kekuatan normal sihir kita Kakak, aku ingin mencoba untuk memasukkan kekuatan sihir kita secara penuh agar perlindungan yang Aya terima jauh lebih kuat, tapi seperti yang aku katakan, sihir ini masih belum sempurna, masih ada banyak hal yang harus aku teliti dan kerjakan”


Junta meletakkan tangannya di dagu sebelum berkata.


“Walaupun masih purwa rupa, sihir ini sangat menarik Kou, jika kau bisa mengembangkan sihir ini dengan baik, bukankah ini sama saja seperti kita memakai 2 armor atau semacamnya?”


Kou mengangguk terhadap respon kakaknya, lalu berkata.

__ADS_1


“Memang itu ide dasarnnya, aku ingin membuat sesuatu yang dapat menyelamatkan nyawa kita ketika kita dalam keadaan yang sangat buruk, itu lah kenapa aku harus menemukan cara bagaimana kita bisa memasukkan kekuatan kita secara penuh ke dalam sihir ini”


“Tidak perlu terlalu terburu-buru Kou”


“Aku tau itu, untuk sekarang aku berfokus untuk membuat sihir ini multifungsi atau semacamnya, gelang yang aku berikan kepada Aya tadi memang akan pecah ketika ada bahaya, tapi gelang itu akan pecah 2 kali”


“Pecah 2 kali? Apa maksud mu?”


“Itu adalah gelang bermotif bunga kan? Motif bunga yang terlihat seperti dipahat itu adalah es yang berbeda dari gelangnya, jadi mudahnya itu seperti menyatukan es ukiran bunga dengan gelang polos menggunakan lem”


“Oh, sekarang aku mengerti”


Kou mengangguk sebelum berkata.


“Yang hancur terlebih dahulu ada motif bunganya, dan jika ada bahaya lagi di masa depan, barulah gelangnya yang hancur, jadi Aya mendapatkan 2 kali perlindungan. Aku pikir itu menarik jika aku bisa membuatnya 3 atau 4 kali”


"Aku rasa itu bisa, kenapa kau tidak membuat ukiran 3 bunga kecil? Dan untuk setiap kali sihir itu aktif, maka akan menghancurkan 1 bunga, begitu terus sampai akhirnya bunga itu habis dan akhirnya gelangnya lah yang hancur”


Kou terlihat berpikir setelah mendengar Kakaknya lalu berkata.


“Kakak benar, tapi aku rasa akan sedikit menyusahkan jika aku harus membuat banyak ukiran seperti itu, lagi pula ini masih konsep, jika motif bunganya yang pecah terlebih dahulu, itu akan membuat gelangnya semakin tipis sehingga semakin rentan rusak, mungkin aku harus memikirkan juga cara mengatasi hal itu”


“Sepertinya masih ada banyak hal yang harus dipikirkan”


“Begitu lah, jika aku tidak membaca buku ini mungkin aku tidak akan mendapatkan ide seperti itu”


“Kalian terlihat sibuk di belakang sana, apa yang kalian bicarakan?”


Zonya yang dari tadi terdiam tiba-tiba berbicara dari kursi kusir, Junta melihat ke arah Kou terlebih dahulu dan sepertinya Kou menyerahkan hal ini kepada Kakaknya.


“Tidak ada, hanya masalah sihir dan buku yang dibaca Kou, ngomong-ngomong berapa lama lagi kita akan sampai di kota terdekat?”


“Kita baru berangkat…”


“A-Aku rasa tidak terlalu lama, Mu-Mungkin kita akan sampai sebelum sore hari, Be-Benar kan Zonya?”


“Benar, setidaknya kita akan sampai saat sore hari untuk kemungkinan terburuknya, aku tidak tau kalau kau cukup mengenal daerah kerajaan ini Alicia”


“Itu karena Aya memberi tahu ku kemarin malam”


Alicia mengatakan itu sambil tersenyum sedih.


“Kita akan bertemu dengan Aya lagi, jika ada waktu aku akan menemani mu bertemu dengan Aya”


“Terima kasih Zonya”


“Setelah kita sampai di kota, mungkin kita sebaiknya beristirahat terlebih dahulu kemudian pergi ke gedung Asosiasi, aku ingin tau apakah Asosiasi sudah mengkonfirmasi informasi yang Kou dapatkan”


“A-Ah, tentang monster class 8?”


Zonya mengangguk sebelum berkata.


“A-Aku rasa Asosiasi pasti memikirkan sesuatu.. Ma-Maksud ku aku tidak percaya kalau Asosiasi akan diam saja ketika ancamannya sebesar ini..”


“Memangnya kira-kira apa yang akan dilakukan Asosiasi untuk menghentikan The Fingers?”


“Aku tidak tau Junta, mungkin sesuatu untuk memperlambat operasi mereka atau semacamnya, Asosiasi harus menghentikan ini dan diwaktu yang bersamaan Asosiasi harus melakukan ini secara rahasia, aku tidak berpikir Asosiasi cukup bodoh untuk melawan The Fingers secara terang-terangan”


“Ta-Tapi Zonya, ji-jika The Fingers berhasi.. A-Apa yang akan terjadi?”


Alicia berkata seperti itu dengan anda ketakutan.


Setelah mendengar perkataan Alicia, Zonya terlihat seperti orang yang sedang sakit kepala, lalu berkata.


“Aku tidak tau Alicia, sungguh, mungkin Asosiasi bisa mengalahkan kedua monster class 8 itu, tapi akan ada harga yang mahal untuk mencapai tujuan itu. Dan mungkin aku termasuk dalam harga itu”


“Zo-Zonya! Ja-Jangan berkata seperti itu!”


“Itu karena aku benar-benar tidak tau apa yang akan terjadi nanti jika The Fingers berhasil, kemungkinan terbaik yang bisa aku pikirkan adalah tidak ada yang mati dan semua hanya mengalami luka berat atau mungkin dalam keadaan kritis”


“Sepertinya ini akan menjadi bencana jika benar-benar terjadi”


“Benar-benar bencana Junta, aku sama sekali tidak mengerti apa yang dipikirkan oleh The Fingers”


“Ingatkan aku, bukankah The Fingers ini adalah organisasi yang berusaha mengumpulkan kekuatan untuk membantu raja ataupun ratu kerajaan Zokavia untuk merebut kembali kerajaannya? Atau sesuatu semacamnya?”


“Sepertinya kau mengingat dengan baik apa yang aku ceritakan kepada mu dulu Junta”


“Apakah kalian tidak berpikir mengapa The Fingers tiba-tiba membangkitkan sesuatu yang luar biasa seperti ini?”


“Maksudmu tugas The Fingers sebentar lagi akan dimulai? Membantu raja ataupun ratu Zokavia?”


“Itu hanya apa yang aku pikirkan, rasanya sedikit aneh untuk suatu organisasi membangkitkan sesuatu yang terlihat sangat kuat seperti ini jika hanya untuk simpanan”


“Ada yang benar dan ada yang salah dalam pemikiran mu Junta, yang benar adalah memang mungkin The Fingers membangkitkan monster class 8 karena sebentar lagi mereka akan menjalankan tugas mereka, mereka butuh kekuatan itu masuk akal”


“Kurang lebih memang itu yang aku pikirkan”


“Dan yang salah dalam pemikiran mu adalah kau terlalu meremehkan The Fingers, aku yakin dengan kekuatan The Fingers yang sebesar itu, mereka mampu menyimpan monster class 8 yang mereka bangkitkan hingga waktu untuk menjalankan tugas mereka telah datang”


“A-Apa pun yang dipikirkan The Fingers, A-Aku rasa tetap saja berbahaya”


“Alicia benar, tidak ada gunanya kita berpikir kenapa The Fingers melakukan ini atau hal semacamnya, ancaman tetaplah ancaman, dan aku harap Asosiasi melakukan sesuatu terhadap hal ini”


“Kalau begitu kita lihat saja nanti, aku akan tidur sebentar, seperti biasa jika ada sesuatu bangunkan aku”


“Ba-Baiklah!”


Dan dengan begitu seperti biasa Junta tidur di dalam kereta, ditemani Kou yang ada di sampingnya yang sedang membaca buku.

__ADS_1


Selama Junta tidur, tidak ada sesuatu yang aneh atau berbahaya yang terjadi, semua berjalan seperti biasanya, hanya saja mungkin di kursi kusir tidak lagi seramai biasanya. Selain itu semua tetap sama, ada Alicia dan Zonya yang berbincang-bincang dan tertawa sesekali dan ada Kou yang hanya duduk diam di sana sambil membaca buku dan sesekali ikut ke dalam pembicaraan Zonya dan Alicia untuk beristirahat.


Junta memang berangkat dari Desa Mori pagi-pagi, dan Zonya berkata kalau mereka akan sampai ketika hari sudah sore. Itu berarti perjalanannya hampir memakan waktu 1 hari, dan jarak dari Desa Mori menuju desa terdekat bisa dikatakan sedikit jauh. Tapi untungnya karena Junta tertidur, Junta jadi tidak perlu merasakan perjalanan mereka yang panjang itu.


Waktu berlalu dengan cepat ketika seseorang tertidur, dan hari sudah siang ketika Junta membuka matanya karena panasnya udara di siang hari. Hal pertama yang ia lihat ketika dia bangun dari posisinya adalah sebuah kota, sebuah kota yang sepi. Gaya arsitektur kota ini memang berbeda dari kota-kota yang ada di kerajaan Aruf, bangunan-bangunan yang ada di sini terlihat lebih berwarna dan memiliki bentuk yang unik. Semisal saja bangunan yang ada di sebelah sana, atap yang umumnya berbentuk segitiga di bangunan itu berbentuk lingkaran, ditambah dengan sesuatu yang berbentuk seperti tanduk besar di kedua sisi bangunan itu, hal ini membuat Junta penasaran isi bangunan unik itu.


Bangunan unik seperti itu rasanya akan jauh lebih menarik ketika jalanan kota yang ada di sini terasa ramai, sayangnya jalanan kota yang dilalui Junta terlihat sepi, jika saja tidak ada beberapa pedagang yang menjual dagangannya di pinggir jalan, maka Junta pasti akan beranggapan kalau kota ini adalah kota mati. Beberapa bangunan juga terlihat ditutup rapat pintu dan jendelanya, dan hanya beberapa saja yang terlihat terbuka, beberapa orang yang berjalan di jalanan itu juga terlihat lesu dan tidak semangat, mirip seperti orang yang sedang sakit.


Di jalanan itu juga tidak banyak juga pedagang-pedagang yang berteriak mempromosikan dagangan mereka, ada pun hanya beberapa dan bisa dihitung dengan tangan. Ini adalah kota pertama yang Junta kunjungi di kerajaan Slyn dan sepertinya peperangan yang sedang terjadi benar-benar memberikan dampak kepada kerajaan ini. Junta jadi mengerti betapa hebatnya Ratu Rana dapat tetap menjaga kondisi perkotaan di kerajaannya.


Setelah berjalan sedikit lama melalui pintu gerbang masuk, akhirnya kereta yang ditumpangi Junta berhenti di depan suatu bangunan yang kelihatannya adalah penginapan.


“Semua penginapan di sepanjang jalan tutup, ini adalah penginapan yang terdekat”


Zonya berkata seperti itu sambil turun dari kereta.


“A-Aku tidak mengira kalau keadaannya bisa seperti ini”


Dan disusul oleh Alicia yang juga turun dari kursi kusir.


“Apakah kota ini memang biasanya sepi seperti ini?”


Junta berkata seperti itu sambil turun dari kereta, dan tentu Kou mengikutinya di belakang.


“Tentu saja tidak, biasanya kota ini ramai seperti kota-kota yang ada di kerajaan Aruf, justru kota ini aku rasa adalah salah satu kota yang paling ramai karena ini adalah kota yang berdekatan dengan perbatasan antara kerajaan Slyn dan kerajaan Aruf””


Zonya mengatakan itu sambil berjalan memasuki penginapan.


Ketika Junta melewati pintu masuk penginapan itu, itu adalah nuansa baru bagi Junta, penginapan itu terkesan mirip seperti bar malam yang tenang dan damai. Mungkin jika Zonya tidak mengatakan kalau itu adalah penginapan, mungkin Junta akan mengira kalau mereka memasuki bangunan yang salah.


“Sepertinya kota sedang dalam kondisi yang tidak bagus”


Itulah hal pertama yang Zonya katakan terhadap penjaga penginapan yang sedang membersihkan gelas dengan sebuah kain putih.


“Tidak banyak yang bisa aku ataupun warga kota ini lakukan, karena nuansa yang sepi, jadi aku memutuskan untuk mengubah nuansanya menjadi seperti bar, bagaimana menurut mu Zonya?”


“Seperti biasa masih jelek”


Dan setelah Zonya mengatakan itu, Zonya dan penjaga penginapan itu tertawa bersama-sama.


“Sudah lama kau tidak ke sini, apakah ada permintaan yang harus kau jalankan?”


“Kurang lebih, aku tidak akan berada lama di sini, mungkin hanya sampai besok atau besoknya lagi”


“Dan kau pasti membutuhkan kamar, beruntung sekali dirimu karena aku punya 4 kamar kosong hari ini”


“Aku tidak berpikir kalau penginapan mu akan penuh di kota yang sepi ini, tapi tidak, aku hanya butuh 2 ruangan saja”


“Oh? Begitu rupanya, baiklah aku mengerti”


“Seperti biasa?”


“Tentu seperti biasa, tidak ada yang berubah”


Setelah penjaga penginapan mengatakan itu, Zonya memberikannya 2 koin emas.


“Ngomong-ngomong apakah keadaan kota sudah parah seperti ini semenjak perang dimulai?”


Zonya mengatakan itu sambil memasukkan kembali kantung koinnya ke dalam jubah.


“Kau bisa mengatakannya seperti itu, atau mungkin tidak juga”


Dan penjaga penginapan itu berkata seperti itu sambil memberikan kunci kamar kepada Zonya.


“Pada awalnya memang kota terlihat berkurang keramaiannya, tapi semakin lama rasanya semakin parah, banyak para pedagang yang menutup tokonya dan pindah ke kerajaan Aruf, ada juga yang ke kerajaan Varka. Penduduk yang ada di sini juga hampir semuanya berpindah tempat, banyak rumah-rumah dijual dan kau tidak bisa membayangkan betapa sepinya penginapan ku selama ini”


Pria penjaga penginapan itu bercerita menggunakan nada seperti orang yang melalui masa-masa yang sulit.


“Kenapa kau tidak pindah juga? Kerajaan Aruf masih baik-baik saja, aku juga bertemu dengan seorang pedagang yang pergi ke sana”


“Aku merasa berat meninggal kan penginapan milik ku ini”


“Lalu bagaimana kau bisa bertahan hidup di kota yang terlihat hampir mati ini?”


“Biasanya aku melakukan beberapa pekerjaan acak yang aku temukan, masih ada orang di kota ini dan tenaga tambahan selalu menjadi hal yang dibutuhkan di kota mana pun”


Zonya mengambil sekantung koin lagi dan meletakkan 2 koin emas di atas meja resepsionis itu.


“Anggap saja ini adalah bantuan dari salah satu teman mu”


“Terima kasih Zonya, sepertinya kehidupan mu berjalan dengan baik”


“Tidak terlalu baik, tapi kau bisa menggapnya seperti itu, kalau begitu aku akan naik ke atas, kabari aku jika ada sesuatu”


“Tentu tentu, beristirahatlah”


Dan dengan begitu Zonya naik ke lantai atas bersama dengan Junta, Kou dan Alicia.


“Hari masih siang, apakah kau tidak ingin pergi ke Asosiasi untuk melaporkan keberadaan monster class 6 di Desa Mori?”


Junta mengatakan itu ketika dia menerima kunci yang diberikan oleh Zonya.


“Aku memang berencana untuk pergi ke Asosiasi setelah memberikan mu kunci ini, tapi aku hanya akan pergi untuk melaporkan keberadaan monster class 6 saja, aku ingin tidur dengan tenang malam ini, jadi aku akan bertanya besok masalah The Fingers dan rencana mereka”


“Begitu, baiklah, kalau begitu aku dan Kou akan beristirahat di dalam kamar”


“Kau juga sebaiknya beristirahat Aya, lagi pula aku tidak akan pergi lama-lama”


“A-Aku mengerti, berhati-hati lah”

__ADS_1


Zonya mengangguk dan memberikan kunci yang dia pegang kepada Alicia sebelum akhirnya dia pergi menuruni tangga dan menghilang setelah berbelok..


__ADS_2