Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#42 Menara Tua


__ADS_3

Di bawah sinar matahari yang bersinar terang, terdapat sebuah kereta kadal yang melaju dengan kencang, kereta itu tidak terlalu besar, tapi juga tidak terlalu kecil, kereta itu sekilas terlihat seperti sebuah gerobak besar dengan atap yang ditarik oleh 2 kadal berukuran besar, yang duduk di depan sebagai kusir ada 2 orang perempuan yang terlihat hampir seumuran, keduanya memakai semacam kain berukuran besar yang menutupi seluruh bagian tubuh mereka kecuali tentu saja kepala mereka, kain besar yang mereka pakai umumnya disebut jubah dan mereka memakai jubah yang berbeda warna, yang satu memakai jubah berwarna hitam dan yang satu memakai jubah berwarna hijau tua.


Wanita yang berjubah hitam itu memiliki rambut pendek blonde sepundak, matanya yang berwarna merah terlihat fokus memandang jalan yang ada di depannya, dan tangannya menggenggam erat tali yang sepertinya menjadi kendali atas kadal-kadal itu, di sisi lain, wanita berjubah hijau yang duduk di sampingnya mengamati wanita itu dengan mata ungunya, rambut ungu nya yang panjangnya se punggung itu tertiup angin yang cukup kencang sehingga membuat rambutnya sedikit berantakan, tidak lain lagi mereka berdua adalah Zonya dan Alicia.


Dan tentu yang ada di dalam kereta adalah sosok berambut biru dengan jubah cokelat yang selalu dia gunakan, untuk seukuran laki-laki rambut birunya mungkin tergolong panjang, terutama rambut di bagian depan yang menutupi mata biru kanannya, dan yang duduk di samping laki-laki itu adalah seorang perempuan berambut merah sepunggung yang menggenakan jubah yang berwarna cokelat juga, matanya yang berwarna merah menatap fokus ke arah buku yang dia baca, tentu saja Junta tau buku apa yang dibaca Kou, itu adalah buku yang mereka pinjam dari Professor Barley, semenjak perjalanan ini dimulai, Kou terlihat sangat fokus untuk membaca buku itu, Junta sebenarnya tidak ingin adiknya itu terlalu memaksakan diri, tapi melihat Kou yang fokus seperti ini juga membuat Junta tidak ingin mengganggunya.


Setelah tidak tahu harus berbuat apa dengan Kou, Junta mengalihkan pandangannya menuju sekumpulan box kayu berukuran besar yang ada di sekitarnya, sebenarnya kereta ini cukup luas jika hanya untuk mereka berempat, tapi terima kasih untuk box-box kayu besar yang ada di sini yang akhirnya membuat kereta ini sedikit sempit.


“Hei Zonya, apakah kau harus membawa barang sebanyak ini?”


“Junta, ini sudah berapa kalinya kau bertanya seperti itu kepada ku?”


“Karena kereta ini menjadi sedikit sempit dengan box-box yang kau bawa, tidakkah kau berpikir ini terlalu banyak?”


“Junta, kita akan pergi menuju kerajaan elf, dan kita akan melewati 2 kerajaan yaitu kerajaan Slyn dan Varka, aku hanya tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk menjual barang-barang yang bisa aku dapatkan selama perjalanan ini berlangsung”


“Sejak kapan kau menjadi seorang pedagang?”


“Hei, tidak ada salahnya untuk membeli barang di suatu tempat lalu membawanya dan menjualnya di tempat lain, lagi pula kita punya kereta dan kita akan berkunjung ke berbagai tempat di perjalanan kita, kerajaan elf adalah kerajaan yang jauh Junta, tidak ada salahnya kan kita memanfaatkan perjalanan ini untuk mendapatkan uang lebih”


“Yang aku permasalahkan adalah banyaknya box di sini yang membuat kereta ini sedikit sempit”


“Mau bagaimana lagi, ini semua adalah barang yang menarik dengan harga yang tidak bisa aku hiraukan”


“Su-Sudahlah Junta, aku rasa Zonya ada benarnya..”


Alicia mengatakan itu dengan nada seperti orang yang tidak tahu harus berkata apa.


“O-Oh ya, Junta, ngomong-ngomong kenapa kau mengejar orang ini? Kerajaan elf adalah kerajaan yang jauh, kenapa sampai repot-repot ke kerajaan itu hanya demi orang ini?”


“Itu karena aku perlu bertemu dengannya Alicia, mungkin dia memiliki suatu informasi yang ingin aku miliki”


“Kelihatannya dia memiliki informasi yang sangat berharga…”


“Tentu, tapi ada kemungkinan kalau dia adalah orang yang berbahaya, saat keadaan menjadi di luar kendali, Zonya, aku mengandalkan mu untuk menjaga Alicia”


Zonya yang dari tadi fokus ke arah jalanan yang ada di depannya mulai menolehkan kepalanya sedikit ke belakang untuk melihat Junta.


“Berbahaya? Aku harap kau tidak ikut campur dalam urusan The Fingers Junta”


Zonya mengatakan itu dengan nada dan raut wajah yang serius.


“Tenanglah, aku tidak ikut campur dalam urusan The Fingers”


“Aku harap kau mengatakan yang sebenarnya”


Zonya mengatakan itu sambil menolehkan kepalanya kembali untuk melihat jalanan yang ada di depannya.


“Oh ya Junta”


Zonya kembali menolehkan kepalanya sedikit ke belakang sambil mengatakan itu.


“Ngomong-ngomong dari mana kau mendapatkan obat yang waktu itu?”


“Obat?”


“Yang waktu itu, ketika kita berhadapan dengan laba-laba besar, kalau tidak salah waktu itu kau sedang menjalankan permintaan dari seseorang”


Junta mencoba mengingat obat yang dimaksud oleh Zonya, dan apa yang Junta bisa ingat adalah obat mahal tidak berguna yang dia beli sewaktu akan berangkat ke desa Polski untuk menjalankan permintaan Ratu Rana.


“Oh, obat itu, ada apa?”


“Darimana kau mendapatkannya?”


“Aku mendapatkannya dari seorang pedagang di ibu kota”


“Ibu kota?”


“Apa ada masalah?”


“Hmmmm”


Zonya kembali menolehkan kepalanya untuk melihat jalanan yang ada di depannya.


“Obat itu seharusnya mahal dan tidak mudah ditemukan, bahkan Asosiasi juga tidak punya banyak, jadi aku hanya penasaran dari mana kau mendapatkan obat itu”


“Aku tidak tau ke mana pedagang itu, jadi jangan tanya aku”


“Uh.. Sebenarnya aku sudah sejak lama ingin mengatakan ini..”


“Apa yang ingin kau katakan Alicia? Meskipun aku class 5 tapi kau tidak perlu merasa tidak enak, anggap saja aku ini teman mu, aku juga lebih suka seperti itu”

__ADS_1


”Zonya dan Junta terlihat cukup dekat.. Sudah berapa lama kalian saling mengenal?”


“Uh… Junta apa kau mengingatnya?”


“Tentu saja tidak, kenapa aku harus mengingat hal seperti itu?”


“Hmm aku tidak bisa mengingatnya dengan jelas Alicia, tapi aku yakin itu sudah cukup lama, memangnya kenapa?”


“Ah tidak apa-apa… Aku hanya masih terkejut bagaimana seorang class 0 seperti Junta bisa menjadi teman class 5 seperti mu Zonya”


“Hmmm, aku tidak tahu bagaimana aku harus menjawab itu, tapi aku tidak masalah berteman dengan Junta meskipun dia class 0, ya kan Junta?”


“Ya begitulah”


“Tunggu dulu, apa-apaan dengan nada bicara mu yang seperti pasrah itu”


Setelah mengendarai kereta kadal itu cukup lama, langit mulai berubah warna menjadi oranye, menandakan malam akan segera tiba, setelah mengetahui waktu mereka tidak banyak, Zonya segera melihat ke sekelilingnya, dan dia melihat semacam menara yang tinggi tidak jauh dari posisi mereka.


Setelah sampai di menara itu, ternyata menara itu adalah menara yang berbentuk bundar, menara itu cukup tinggi dan terlihat seperti telah ditinggalkan dalam waktu yang cukup lama, siapapun pasti akan berpikir seperti itu jika mereka melihat bagaimana dinding batu menara itu ditumbuhi oleh tanaman merambat yang cukup panjang, belum lagi dinding batu menara itu terlihat sangat kusam dan rapuh, Junta yang ragu dengan kekuatan menara itu pun akhirnya mengetuk dinding menara itu untuk memastikan bangunan tua itu tidak akan roboh selagi mereka tidur di dalam.


“Aku tidak tahu ada menara di sini”


Alicia mengatakan itu sambil mendongak ke atas untuk melihat betapa tingginya menara ini.


“Sepertinya ini adalah menara yang dulunya digunakan untuk mengawasi daerah ini”


“Mengawasi?”


“Kalau aku tidak salah ingat, dulunya daerah ini adalah daerah yang dekat dengan perbatasan kerajaan, banyak monster yang aktif di sekitar sini, jadi Ratu Rana mendirikan menara ini untuk mengawasi lingkungan sekitar”


“Be-Begitu ya.. Menara ini cukup hebat karena masih bisa berdiri hingga saat ini”


“Begitulah, aku hanya berharap menara ini tidak akan roboh ketika kita tidur”


Zonya mencoba membuka pintu masuk menuju menara, tapi kelihatannya pintu itu tidak mau terbuka.


“Hm? Apa pintunya macet?”


Zonya mencoba lagi untuk membuka pintu itu, tapi pintu itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan terbuka, setelah lelah mencoba untuk membuka pintu itu, Zonya mengeluarkan sesuatu dari balik jubahnya lalu melakukan sesuatu terhadap pintu itu, Junta, Kou dan Alicia tidak bisa melihat nya karena mereka berada di belakang Zonya sekarang, tidak perlu waktu lama bagi Zonya untuk memunculkan suara seperti sesuatu yang terbuka.


“Pintu itu terkunci?”


Junta yang dari tadi diam berdiri di samping Kou mulai angkat bicara.


Zonya mengatakan itu sambil membuka pintu kayu tua itu.


Setelah masuk ke dalam, Junta dan Kou melihat-lihat sekeliling mereka, jujur saja tidak ada apa-apa di sana, hanya lantai batu yang beberapa di antara lantai itu sudah mulai rusak dan selain lantai yang rusak ada juga tangga yang menuju lantai atas, selain itu, tidak ada apa-apa.


“Aku rasa kita bisa bermalam di sini”


Zonya mengatakan itu sambil berjalan keluar dari menara.


“A-Ah, aku akan membantu Zonya membawa barang”


Dan setelah mengatakan itu Alicia pergi mengikut Zonya keluar dari menara, meninggalkan Junta dan Kou berdua di dalam menara.


“Kakak”


“Jadi kau juga merasakannya?”


Kou mengangguk menandakan jawaban iya.


“Aku tidak yakin apakah dia adalah monster atau bukan, tapi yang jelas kita tidak sendirian di menara ini, aku merasakan ada hawa keberadaan sesuatu yang lain walaupun hawa keberadaannya sangat lemah”


”Terlebih lagi ketika kita masuk tadi, aku sama sekali tidak bisa mencium aroma debu, sangat aneh bagi sebuah menara tua yang sudah lama ditinggalkan tidak memiliki aroma itu”


“Oh, karena Kakak mengatakan itu aku pikir ada benarnya, lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?”


Tepat setelah Kou mengatakan itu, Zonya dan Alicia masuk ke dalam sambil membawa box kayu yang mereka ambil dari kereta, mereka meletakkannya di lantai sebelum akhirnya membukanya.


“Zonya”


Junta berjalan sambil memanggil Zonya.


“Ada apa?”


“Sepertinya kita tidak sendirian”


Dengan cepat Zonya memasukkan tangannya ke dalam jubah.


“Dimana?”

__ADS_1


Kou dan Junta menatap tangga secara bersamaan lalu Junta berkata.


“Sepertinya berada di lantai atas”


Setelah Junta mengatakan itu, Kou pun berkata.


“Aku harap tidak ada sesuatu yang berbahaya yang dikunci di sini”


“Baiklah, kita akan memeriksanya, tidak lucu sama sekali jika kita diserang ketika kita sedang tidur”


Dan dengan begitu Zonya, Junta, Kou dan Alicia pergi menyelidiki menara itu, karena menara itu memiliki sedikit jendela, alhasil menara itu sedikit gelap, untungnya matahari belum sepenuhnya terbenam jadi Junta masih bisa melihat walaupun sedikit kesusahan.


Setelah selesai menaiki tangga, hal pertama yang dilihat Junta adalah 3 pintu kayu, tidak jauh dari posisi mereka juga ada tangga lagi yang menuju ke atas, Zonya memberi isyarat kepada mereka untuk berpencar dan membuka masing-masing pintu di saat yang bersamaan, setelah Zonya memberikan aba-aba, mereka pun membuka pintu di waktu yang bersamaan dan mendapati bahwa semua ruangan yang ada di sana adalah ruangan kosong.


Kou yang merasakan sedikit keanehan pun melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan yang baru saja dia buka, tentu Junta yang berada di dekatnya langsung mengikuti Kou masuk ke dalam.


“Ada apa Kou?”


Tidak memedulikan pertanyaan Kakaknya, Kou berfokus untuk melihat-lihat yang ada di sekitarnya, ruangan itu sebenarnya adalah ruangan sederhana yang hanya berisi 3 rak buku, jumlah buku yang ada di dalam rak itu juga bisa dihitung dengan satu tangan, setelah melihat ketiga rak buku itu, Junta akhirnya paham apa yang membuat Kou masuk ke dalam ruangan ini.


Rak-rak buku itu terlalu bersih untuk sesuatu yang sudah lama ditinggalkan, tidak ada sarang laba-laba ataupun debu tebal, memang sedikit kotor tapi mempertimbangkan berapa lama menara ini sudah ditinggalkan, tentu hal ini tergolong bersih.


“Sepertinya kita bukan yang pertama kali datang ke menara ini setelah menara ini ditinggalkan entah untuk berapa lama”


Kou mengatakan itu sambil mengambil buku yang ada di depannya.


“Bahkan buku ini juga tidak terlalu kotor..”


“Apakah mungkin prajurit Ratu Rana datang ke sini untuk mengambil sesuatu?”


Junta mengatakan itu ambil berjalan menuju adiknya.


“Aku ragu apakah mereka masih meninggalkan barang yang berharga setelah memutuskan untuk meninggalkan menara ini”


“Entah itu mereka memang memutuskan untuk meninggalkan menara ini atau mereka tidak punya pilihan lain, kita tidak memiliki pengetahuan sejarah yang cukup untuk memikirkan hal ini, kenapa kita tidak pergi ke lantai atas dan melihat apa yang bisa kita temukan?”


Kou memandang buku yang dia pegang sebelum akhirnya meletakkannya kembali ke dalam rak, setelah meletakkan buku itu kembali ke tempatnya, Junta dan Kou berjalan keluar ruangan dimana Zonya dan Alicia sedang menunggu mereka.


Setelah itu mereka berjalan menaiki tangga menuju lantai selanjutnya, setelah sampai di lantai selanjutnya, Junta hanya melihat ada 1 pintu kayu di lantai itu, dan di tidak jauh dari posisi mereka, ada tangga lagi yang menuju ke atas, Zonya segera memberikan aba-aba kepada Junta dan Kou untuk bersiap-siap, mengerti dengan apa yang harus mereka lakukan, Junta dan Kou dengan cepat tapi senyap menempelkan tubuh mereka ke dinding yang berada di samping kiri pintu itu, lalu Zonya dan Alicia mengikuti langkah mereka menempelkan tubuhnya ke dinding yang ada di samping kanan pintu itu, setelah melihat Junta memberikan isyarat berupa anggukan kepala, Zonya yang terlihat siap bertarung pun membuka pintu itu dan langsung menggerakkan tubuhnya untuk berdiri tepat di depan pintu dengan pose siap menyerang.


Tapi ternyata ruangan itu juga kosong, kali ini ruangan ini berisi beberapa kendi berukuran besar dan beberapa box kayu yang besarnya sama seperti box kayu yang dimiliki oleh Zonya, setelah Junta dan Kou masuk ke dalam, Kou segera melihat isi kendi-kendi berukuran besar itu, dan tentu saja di dalam kendi itu hanya ada sarang laba-laba, tidak ada apa-apa lagi di dalam sana.


“Ruangan apa ini”


Alicia mengatakan itu sambil membuka beberapa box kayu yang ada di sana.


“Aku tidak tahu, mungkin ini ruangan untuk menyimpan barang-barang, Junta, Kou, apakah kalian yakin kalian merasakan ada orang lain di sini?”


“Aku sangat yakin Zonya”


“Kalau begitu ayo kita pergi ke lantai selanjutnya, tetap berhati-hati dan waspada”


Setelah Zonya mengatakan itu, mereka pun bergerak menuju lantai selanjutnya.


Setelah melalui beberapa lantai yang hanya berisi ruangan kosong dengan barang-barang tidak berguna yang terlihat sangat tua, Junta, Kou, Zonya dan Alicia akhirnya sampai di lantai ke 10, lantai yang sepertinya adalah lantai teratas di menara ini, tidak ada lagi tangga yang terlihat menuju ke lantai lain, hanya ada tangga sederhana yang terbuat dari tali menempel di dinding, jika Junta memanjat tangga tali itu, dia akan bertemu dengan sebuah papan kayu yang sepertinya merupakan pintu menuju puncak menara.


Di lantai yang ke 10 ini, hanya terdapat 1 pintu, karena lantai-lantai sebelumnya hanya berisi ruangan kosong, maka sudah pasti ada sesuatu di balik pintu itu, Zonya dengan cepat mengisyaratkan Junta untuk bersiap di posisinya, sama seperti sebelumnya, mereka menempelkan tubuh mereka ke arah dinding yang berada di samping pintu itu, setelah semua siap, Zonya membuka pintu kayu itu dan ternyata pintu itu tidak mau terbuka.


Sadar kalau posisi mereka pasti sudah ketahuan, Junta bersiap dengan pedang yang selalu dia bawa di pinggannya, Kou yang berada di belakang Junta juga sudah bersiap untuk langsung menyerang demi membantu Kakaknya, setelah Zonya berhasil membuka kunci pintu itu, dengan cepat Zonya membuka pintu kayu itu dan tentu saja dengan cepat berdiri di depan pintu untuk bersiap menyerang.


Di dalam ruangan yang gelap itu, Junta dapat melihat ada seseorang di sana, meskipun hanya mengandalkan sinar matahari sebagai penerangan yang sebenarnya tidak terlalu membantu, Junta tau kalau sosok itu adalah seorang perempuan, perempuan itu menggunakan semacam kain polos yang terlihat sudah rusak, kain itu hanya menutupi tubuh nya dari pundak sampai lutut, yang mana memperlihatkan tangan dan kakinya yang terkena luka sayatan dan tusukan, tidak hanya itu, Junta juga melihat tangan dan kakinya di rantai yang membuat Junta yakin kalau dia ini semacam tahanan, ditambah lantai di ruangan itu di dominasi oleh semacam cairan berwarna merah yang tidak salah lagi adalah darah.


Zonya yang melihat situasi ini langsung melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan, tapi belum sampai kakinya bergerak, Junta menghentikan Zonya, lalu Junta mengambil pecahan batu dari lantai yang rusak kemudian melemparnya pelan ke dalam ruangan, dan tidak ada yang terjadi, setelah dirasa ruangan itu tidak memiliki jebakan, Zonya dan Alicia segera berlari ke arah sosok itu.


“Hei! Apa kau bisa mendengar ku?!”


Zonya mengguncang punda sosok perempuan itu secara perlahan, tapi sosok perempuan itu hanya terdiam memejamkan matanya, setelah tidak menerima respon dari Zonya, Zonya dengan cepat meletakkan tangannya di leher perempuan itu.


“Denyut nadinya lemah, Kou bisakah kau menggunakan sihir penyembuhan?”


Kou yang dari tadi berdiri di pintu bersama Junta akhirnya berjalan menuju sosok perempuan itu setelah menerima izin dari Junta, setelah itu Kou memegang tangan sosok perempuan itu dan kemudian tubuh Kou bersinar hijau secara redup.


Junta yang ingin mengamati lebih dekat mulai berjalan dari pintu masuk menuju sosok perempuan itu.


“I-Ini..”


Kou memandangi luka-luka yang ada di tubuh perempuan itu dengan tatapan terkejut.


“Ada apa Kou?”


“Ti-Tidak.. Hanya saja sepertinya ini akan memakan waktu”

__ADS_1


Sepertinya Kou mengalami masalah dalam menyembuhkan luka perempuan ini, yang mana bagi Junta itu merupakan sesuatu yang langka, memang kekuatan Kou dalam kondisi ini tidak lah sekuat seperti kondisi Kou ketika menggunakan Full Potential miliknya, tapi tetap saja kemampuan Kou dalam kondisi ini sudah lebih dari cukup jika hanya untuk menyembuhkan luka seperti ini, tapi fakta Kou mengalami kesulitan membuat Junta bertanya-tanya, apa yang sebenarnya terjadi dengan perempuan ini?


__ADS_2