Junta & Dunia Sihir

Junta & Dunia Sihir
#36 Memulai Pencarian Petunjuk


__ADS_3

Hari sudah siang, matahari bersinar dengan terang tanpa awan hari ini, dan seperti biasa ibu kota kerajaan Aruf masih terlihat sibuk meskipun panasnya seperti ini, jalanan kota dipenuhi oleh teriakan pedagang-pedagang yang mempromosikan dagangan mereka, ada juga sesekali Junta mendengar teriakan dari seseorang yang berusaha menyebarkan semacam aliran.


“Aku tidak yakin dengan ini Kakak”


Kou mengatakan itu sambil melihat serpihan kristal yang ada di tangannya.


“Sejak awal kita tidak tahu bagaimana cara kerja kristal itu, mungkin saja hasilnya memang begitu”


Junta menjawab Kou dengan nada sedikit bingung.


“Aku hanya berharap kita tidak menghancurkan sesuatu yang berharga”


“Akan jadi merepotkan jika kita tidak mendapatkan bayaran kita hanya karena kita menghancurkan kristal itu”


 


 


Setelah mengatakan itu Junta melipat kedua tangannya di dada.


“Bagaimana jika nanti ternyata kita tidak mendapatkan bayaran kita Kakak?”


Kou mengatakan itu dengan nada yang sedikit cemas.


“Ku rasa kita harus pergi ke Asosiasi untuk meminta bayaran kita yang tertunda, atau mungkin kita harus menjalankan permintaan lagi”


“Aku harap yang terakhir tidak terjadi”


“Bagaimana lagi, kita membutuhkan uang, kita tidak bisa memulai penyelidikan dengan perut kosong dan tanpa tempat tinggal”


“Lalu, jika semisal kita berhasil mendapatkan hadiah dari Ratu Rana, apa yang akan kita lakukan Kakak?”


“Tentu kita akan berfokus untuk memulai mencari petunjuk, kita harus segera tau bagaimana caranya untuk keluar dari sini, kita sudah sangat lama berada di sini dan aku mulai sedikit khawatir dengan keseimbangan alam dunia ini”


“Aku rasa semua baik-baik saja, mungkin lebih tepatnya masih baik-baik saja”


“Kita tidak pernah tau akibat dari datangnya kita ke dunia ini, jadi lebih baik kita secepatnya harus pergi dari sini, lagi pula ini bukan dunia yang ingin kita datangi kan?”


“Mari kita lihat apa yang bisa aku temukan”


Kou mengatakan itu dengan nada yang serius.


“Jangan lupakan air hitam itu, meskipun tujuan utama kita adalah keluar dari sini, tapi kita tidak akan keluar sampai kita tahu sesuatu tentang air itu”


“Sebenarnya aku sudah memikirkan ini Kakak..”


Kou mengatakan itu dengan nada ragu-ragu.


“Tapi.. Bagaimana jika semisal, air itu menuntun kita untuk menyelidiki lebih dalam, apa yang harus kita lakukan?”


Junta memegang dagunya sambil melihat ke langit.


Apa yang dikatakan Kou ada benarnya, jika ternyata air kutukan itu memberikan sebuah petunjuk yang mengharuskan Junta dan Kou untuk menyelidiki lebih jauh, apa yang harus mereka lakukan?


Air hitam itu adalah air kutukan yang Junta dan Kou ambil di sungai desa Polski, sebuah desa dimana Junta dan Kou menjalankan permintaan pertama mereka, untuk saat ini apa yang Junta dan Kou tau adalah air kutukan itu sangat mirip dengan sihir murni ciptaan ibu mereka. Sangat mirip sampai-sampai Junta dan Kou menganggap kalau air itu adalah hasil dari original magic milik ibu mereka, satu satunya perbedaan antara air kutukan itu dengan original magic milik ibu Junta adalah air kutukan itu tidak lengkap, seolah-olah sihir milik ibu mereka sedang ditiru oleh orang lain tanpa mengetahui bagaimana cara kerja sihir itu, setidaknya itulah yang dikatakan oleh Kou dulu.


Dengan adanya sihir murni ciptaan ibu mereka, tentu Junta dan Kou tidak bisa begitu saja meninggalkan dunia ini tanpa mengetahui secara pasti mengapa sihir ciptaan ibunya bisa berada di sini, terlebih lagi dunia ini bukanlah dunia yang Junta dan Kou ingin datangi, mereka tiba di dunia yang salah dan menemukan ada sihir yang sangat mirip dengan sihir asli ciptaan ibu mereka ada di dunia ini, hal aneh apa lagi yang bisa terjadi?


“Kita masih belum mengetahui apa-apa tentang air itu Kou, jadi saat itu adalah saat itu, ketika saat itu tiba,  barulah kita akan memikirkan langkah selanjutnya”


Kou mengerti apa yang dimaksud Kakaknya, untuk saat ini dia hanya harus mencari petunjuk, apapun itu, yang dapat membantunya mencari jawaban tentang air hitam yang dia bawa, Kou juga setuju dengan Kakaknya bahwa mereka tidak bisa pergi dari dunia ini, meskipun mereka bisa, tanpa mengetahui mengapa original magic milih ibu mereka bisa berada di sini.


Setelah berjalan entah berapa menit melalui jalanan kota yang ramai itu, Junta dan Kou sampai di depan gerbang istana Ratu Rana, seorang penjaga yang sepertinya mengenal Junta dan Kou langsung bergegas membukakan pintu istana untuk mereka.


Setelah melewati gerbang itu, Junta bergegas menuju pintu masuk istana yang dijaga oleh 2 orang, kedua orang itu sepertinya mengenal Junta dan Kou dan langsung membukakan pintu besar itu untuk mereka, setelah melewati pintu itu Junta dan Kou berjalan lurus mengikuti karpet merah yang menuntun mereka dan sampailah mereka di ruang tahta.


“Oh, Junta, Kou”


Ratu Rana yang terlihat sedang membaca sesuatu di singgasana miliknya mengalihkan pandangannya ke arah Junta dan Kou yang baru saja membuka pintu ruang tahta, ruang tahta terlihat sepi, Hako yang biasanya berdiri menemani Ratu Rana hari ini tidak ada di sana, tentu saja Junta dan Kou masuk ke ruang tahta tanpa mengumumkan nama mereka seperti biasa, dan sepertinya penjaga yang ada di ruang tahta sudah terbiasa dengan itu.


“Kalian bisa menyebutkan nama kalian terlebih dahulu ketika ingin memasuki ruang tahta, dan para penjaga akan membukakan pintu untuk kalian”


Ratu Rana mengatakan itu sambil berjalan menuju Junta dan Kou yang berdiri tidak jauh dari pintu ruang tahta.


“Kami bisa membukanya sendiri, pintu itu tidak terlalu berat”


Junta mengatakan itu sambil mengarahkan tangannya ke arah Kou, gerakan tangannya itu seperti mempersembahkan sesuatu kepada Ratu Rana.


“Kami sudah menyelesaikan permintaan mu Ratu Rana, hanya saja..”


Ratu Rana melihat serpihan-serpihan kristal yang berada di genggaman tangan Kou.


“Oh, aku sudah menduga ini akan terjadi”


“Jadi.. Seharusnya tidak seperti ini?”


Kou mengatakan itu dengan nada sedikit khawatir.


“Tidak, kristal itu setelah diaktifkan seharusnya masih tetap utuh, tapi karena kekuatan kalian yang tidak biasa, aku sudah memperkirakan kalau kristal itu akan hancur”


“Jika Ratu Rana mengetahui itu kenapa Ratu Rana tidak memberikan kristal lain yang jauh lebih kuat?”

__ADS_1


Junta mengatakan itu sambil melipat kedua tangannya di dada.


“Aku tidak punya yang lebih kuat lagi Junta, tapi tidak apa-apa, berikan serpihan itu kepada ku”


Kou menuangkan serpihan itu ke tangan Ratu Rana yang sudah siap menerima pecahan-pecahan itu.


“Apa Ratu Rana masih bisa memanfaatkan itu?”


Kou bertanya dengan ragu.


“Tentu saja, kristal ini tidak rusak, hanya pecah saja, serpihan-serpihan ini masih menyimpan informasi yang seharusnya disimpan, jadi yang dibutuhkan hanyalah menyatukan serpihan-serpihan ini”


Ratu Rana mengatakan itu sambil memasukkan serpihan yang ada di tangannya ke dalam sebuah kantung kain kecil.


“Maafkan kami Ratu Rana”


Kou mengatakan itu dengan nada menyesal.


“Tidak apa, kalian tidak merusaknya, lagi pula aku sudah tau ini akan terjadi, kalau begitu ini hadiah kalian”


Ratu Rana memberikan sekantung kain kecil penuh dengan koin emas kepada Junta.


“Kami masih mendapatkan bayaran kami?”


“Tentu saja Kou, kalian berhasil menyelesaikan permintaan yang aku berikan kepada kalian, bukankah aku sudah bilang kalau kalian tidak merusaknya? Kristal itu dibuat dengan sangat hati-hati oleh orang-orang yang ahli dalam bidangnya, kejadian ini sudah diperhitungkan oleh mereka dan itulah mengapa kristal itu masih bisa menyimpan informasi ke dalam dirinya walaupun kristal itu pecah sekali pun.”


“Ngomong-ngomong apa yang kau baca tadi Ratu Rana”


Junta berusaha mengalihkan topik.


“Oh, hanya laporan tentang perang dan buku tentang racun”


“Racun?”


“Aku berencana untuk membuat senjata baru yang melibatkan racun untuk peperangan, entah berhasil atau tidak, tapi yang perlu aku lakukan adalah mempelajarinya terlebih dahulu”


Ratu kelinci itu memegang dagunya dan terlihat berpikir dengan keras.


Secara tiba-tiba, Junta berpikir mungkin Ratu Rana tau sesuatu tentang air kutukan itu, dia adalah ratu, pendidikan yang dia dapat pasti lebih baik dari siapapun yang ada di kerajaan ini, bertanya kepada Ratu Rana mungkin bisa membuka pintu petunjuk.


Setelah memutuskan untuk bertanya kepada Ratu Rana, Junta mengisyaratkan kepada Kou untuk menunjukkan air kutukan itu kepada Ratu Rana.


“Ratu Rana, apakah kau tau sesuatu tentang ini?”


Kou menunjukkan botol berisi air hitam itu kepada Ratu Rana.


“Ini..”


“Aku tidak pernah melihat ini sebelumnya, tapi aku rasa ini adalah semacam air kutukan?”


“Jadi Ratu Rana juga tidak tau ya”


Junta melipat kedua tangannya di dada.


“Jika kalian mau aku akan mencari tau sesuatu tentang air ini, tapi seperti yang kalian lihat kerajaan ini masih sibuk dengan peperangan yang terjadi, jadi aku tidak bisa menjamin kapan akan selesai”


Ratu Rana mengatakan itu sambil terlihat memikirkan sesuatu.


“Tidak perlu Ratu Rana, kami hanya ingin meminta bantuan mu untuk menyelidiki air itu, kami tidak memintamu untuk menyelidikinya”


“Membantu ya..”


Ratu Rana terlihat memikirkan sesuatu setelah mendengar perkataan Junta.


“Apa yang kalian inginkan sekarang adalah mengetahui apa sebenarnya air ini kan?”


Junta melihat Kou terlebih dahulu sebelum akhirnya Kou berkata.


“Mungkin lebih tepatnya kami ingin tahu asal usul dari air ini, karena kurang lebih kami sudah tahu air apa ini”


“Begitu kah? Kalau begitu aku dapat membantu kalian dengan cara meminjamkan perpustakaan raja kepada kalian”


Junta dan Kou saling melihat satu sama lain sebelum akhirnya Junta berkata.


“Oh, itu terdengar sangat membantu, terima kasih Ratu Rana”


“Tapi”


Ratu Rana mengangkat telunjuk tangan kanannya hingga sejajar dengan lehernya setelah mengatakan itu.


“Aku hanya bisa mengizinkan 1 di antara kalian untuk masuk ke sana, itu adalah perpustakaan yang sebenarnya hanya diperuntukkan untuk para raja atau ratu yang sedang atau pernah memimpin Kerajaan Aruf, perpustakaan itu mengandung banyak sekali pengetahuan dan informasi sensitif tentang kerajaan ini, jadi aku harap kalian bisa mengerti mengapa aku membuat keputusan seperti ini”


“Diperuntukkan para raja atau ratu? Jadi Hako tidak pernah masuk ke sana?”


“Tidak pernah, bahkan untuk Hako sekalipun”


Junta bisa memahami keputusan Ratu Rana, perpustakaan itu memang terdengar sangat spesial dan sangat tertutup, Junta merasa bahwa mereka sudah seharusnya merasa berterima kasih kepada Ratu Rana karena memberikan mereka akses ke perpustakaan itu.


Junta melihat ke arah Kou yang merupakan sinyal untuk dia agar pergi bersama Ratu Rana, syarat yang diajukan Ratu Rana sebenarnya tidak memberatkan Junta sama sekali, karena sejak awal yang akan melakukan penyelidikan adalah Kou.


Kou yang mengerti arti tatapan Kakaknya mulai berjalan maju ke depan mendekati Ratu Rana.

__ADS_1


“Baiklah, kalau begitu Kou, ikuti aku”


Setelah mengatakan itu Ratu Rana berbalik dan berjalan menjauh, Kou melihat ke arah Junta sekali lagi untuk memastikan bahwa dia menerima izinnya untuk memulai penyelidikan ini, Junta membalas tatapan itu hanya dengan senyuman dan anggukan kepala, hanya dengan balasan yang sederhana seperti itu, Kou sudah mengerti maksudnya dan mulai berjalan bersama Ratu Rana.


Setelah melewati lorong-lorong yang tidak pernah Kou lewati sebelumnya, akhirnya Kou sampai di sebuah pertigaan lorong, jalan yang mengarah ke kiri sepertinya menuntun mereka untuk masuk lebih jauh, begitu juga dengan jalan yang mengarah ke kanan, tapi, Kou dan Ratu Rana tidak mengambil kedua jalan itu, melainkan berhenti tepat di pertigaan lorong.


Tentu saja tidak ada jalan di depan Kou sekarang ini, hanyalah sebuah dinding dengan dua vas bunga, sama sekali tidak ada yang aneh di sini, tapi entah mengapa Ratu Rana mulai mengeluarkan pisau kecil yang entah dari mana, dan mulai melukai jari telunjuknya.


Darah yang mengalir dari luka itu jatuh ke tanah, mengotori karpet mewah yang mereka injak sekarang, setelah melukai dirinya sendiri, Ratu Rana berjalan ke arah salah satu vas bunga itu dan meneteskan darahnya ke arah bunga itu.


Setelah memberikan darahnya, Ratu Rana berjalan menuju vas yang lain dan mulai mengangkat vas itu, lalu meletakkannya lagi, dia melakukan itu sebanyak 3 kali sebelum akhirnya dinding yang tadinya terlihat biasa saja mulai bergetar dan bergerak ke samping, dan ternyata dinding yang ada di hadapan Kou itu adalah sebuah pintu, pintu itu bergerak ke samping dan secara perlahan menunjukkan apa yang ada di baliknya.


Setelah mereka masuk ke dalam, pintu itu secara otomatis menutup dirinya sendiri, apa yang dikatakan perpustakaan itu bukanlah perpustakaan menurut Kou, itu adalah sebuah dunia buku dengan skala yang besar, perpustakaan itu memiliki 10 lantai jadi bisa dibayangkan seberapa jauh atapnya jika Kou melihat langit-langit ruangan itu dengan matanya, ruangan ini dipenuhi oleh buku, bahkan dinding ruangan ini terlihat seperti terbuat dari buku, Kou sama sekali tidak bisa melihat celah sedikitpun karena rapatnnya tatanan-tatanan buku yang ada di sana, buku-buku itu diletakkan di dinding-dinging yang ada di sini seolah-olah dinding yang ada di ruangan ini adalah rak bukunya.


Tidak lupa juga dengan lampu besar yang ada di atas ruangan ini sudah cukup untuk membuat perpustakaan ini terang, ditambah ada beberapa buku yang bergerak mengambang di udara membuat perpustakaan ini terlihat seperti hidup, Dengan banyaknya buku yang ada di sini, hal pertama yang muncul dipikiran Kou adalah, ini akan menjadi pencarian yang sangat memakan waktu.


“Ikuti aku”


Ratu Rana mengatakan itu dan mulai berjalan dengan tempo yang cepat, Ratu Rana dan Kou melewati tangga-tangga yang ada dan akhirnya sampai di lantai 3.


“Seharusnya sesuatu yang berhubungan dengan racun ataupun kutukan, ada di lantai ini”


“Di lantai ini?”


Kou mengatakan itu sambil melihat-lihat di sekelilingnya, itu adalah jumlah buku yang mungkin bisa membuat orang sakit kepala hanya dengan melihatnya.


“Karena aku sendiri tidak tau apa air hitam itu, jadi aku tidak bisa membantu banyak, mungkin kau ingin mulai dari sini Kou”


Ratu Rana mengatakan itu sambil berjalan dan melihat-lihat buku yang ada.


“Segala sesuatu yang berhubungan dengan kutukan kurasa ada di sini”


Ratu Rana menunjukkan kepada Kou sebuah dinding yang dipenuhi dengan buku-buku.


“Jika kau tidak menemukan jawabannya di rak buku ini, maka silahkan kau mencari jawabannya di rak buku yang lain, meskipun aku tidak menjamin kalau kau pasti akan menemukan jawabannya di perpustakaan ini, tapi setidaknya hanya inilah yang bisa aku berikan untuk membantu kalian”


“Terima kasih Ratu Rana, aku tidak tau harus berkata apa”


“Tidak apa, kalian sudah menyelamatkan kerajaan ini, sudah sepantasnya kerajaan ini berhutang besar kepada kalian”


Kou tiba-tiba teringat sesuatu setelah Ratu Rana mengatakan itu.


“Ratu Rana, mungkinkah kau juga mengetahui tentang semacam sihir kuno atau sihir yang hilang?”


“Apa yang ingin kau ketahui?”


“Sebenarnya aku sedang mencari sebuah sihir yang dapat membuat seseorang berpindah dunia”


Ratu Rana membuat ekspresi bingung lalu berkata.


“Aku tidak pernah tahu ada sihir seperti itu, tapi mungkin itu karena keterbatasan pengetahuan ku, kau bisa lihat sendiri betapa banyaknya buku yang ada di sini, dan kau bisa bayangkan betapa beratnya untuk mencoba menguasai semua pengetahuan yang ada di sini “


Ratu Rana berjalan menjauhi Kou sambil melihat-lihat buku yang ada di sampingnya.


“Mungkin aku tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan mu Kou, tapi mungkin perpustakaan ini memilikinya”


 


 


”Dimana aku bisa menemukan buku seperti itu?”


Tangan Ratu Rana menunjuk ke atas.


“Ada di lantai 5, meskipun aku tidak tau mengapa kau ingin mencari sihir itu, tapi aku harap kau bisa menemukan jawabannya di perpustakaan ini”


“Terima kasih Ratu Rana”


“Tidak masalah Kou, tapi perlu kau ingat kalau perpustakaan ini mungkin memiliki jawaban yang kau cari, mungkin saja tidak, setiap buku yang ada di sini memiliki umur yang berbeda-beda dengan penulis yang berbeda-beda juga, jadi aku harap kau berhati-hati dengan buku yang kau sentuh”


“Aku mengerti”


“Kalau begitu aku akan menunggu di bawah, ada meja besar berbentuk bundar dengan kursi yang mengelilingnya di lantai 1 kan? Aku akan berada di sana jika kau butuh sesuatu”


Ratu Rana mengatakan itu sambil berjalan menjauh dari Kou, meninggalkan Kou seorang diri di lantai yang penuh dengan buku-buku itu.


Siapapun pasti bingung harus mulai dari mana jika buku yang disediakan sebanyak ini, bahkan untuk spesialis informasi seperti Kou, mencari buku yang tepat tentunya membutuhkan waktu, bahkan ketika sudah menemukan buku yang dirasa cocok pun belum tentu informasi yang diinginkan Kou berada di dalam sana.


Kou mulai berjalan secara perlahan sambil melihat-lihat buku yang ada disekitarnya, berpikir mungkin dia akan menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya.


Untungnya Kou bisa membaca tulisan di dunia ini, jika tidak, entah penyesalan sebesar apa yang akan dirasakan Kou karena melewatkan kesempatan emas seperti ini, banyak sekali buku-buku dengan judul yang sangat menarik, tapi Kou tau apa tujuan dia berada di sini, jadi dia tidak ingin terlena dengan pengetahuan-pengetahuan lain yang disediakan oleh perpustakaan ini, setidaknya Kou harus menahan keinginannya untuk membaca buku-buku lain sampai dia mengetahui sesuatu tentang sihir original magic milik ibunya itu.


Setelah berjalan entah berapa menit, Kou menemukan buku yang menarik perhatiannya, buku itu memiliki unsur racun dan kutukan dalam penulisan judulnya.


Setelah mengambil buku itu dengan sangat perlahan, Kou membuka buku itu dan dia disambut dengan debu yang terbang mengenai wajahnya, setelah mengibas-ngibaskan tangannya untuk menghilangkan debu di udara, Kou mulai membaca buku itu dengan cepat.


Matanya terlihat seperti sedang mencari sesuatu, dan tangannya dengan cepat membalik halaman yang sudah dia baca, dia melakukan itu dengan cepat sampai pada akhirnya dia menutup buku itu karena merasa bukan buku itu yang dia cari.


Setelah mengembalikan buku itu kembali ke tempat asalnya, Kou mulai berjalan lagi berpetualang mencari buku yang dapat memberikannya jawaban, misi Kou di perpustakaan ini ada 2, yaitu harus menemukan petunjuk atau apapun itu yang dapat menjelaskan keberadaan sihir original magic milik ibunya, dan, tidak lupa untuk mencari cara agar Kou dan Junta dapat pergi dari dunia ini.


Kou tidak bisa melewatkan kesempatan emas seperti ini, memang benar kalau perpustakaan ini mungkin saja tidak memiliki jawaban yang Kou cari, tapi setidaknya Kou berharap kalau perpustakaan ini dapat memberikannya petunjuk agar penyelidikan ini memiliki arah dan bisa berjalan dengan baik, dan melihat banyaknya jumlah buku yang ada di perpustakaan raja ini, mungkin pencarian ini akan memakan waktu.

__ADS_1


__ADS_2