
Hari ini juga merupakan hari yang panas.
Suara burung dan roda kereta yang berputar adalah suara-suara yang Junta dengar selagi dia berbaring di dalam kereta.
Perjalanan mereka kali ini adalah menuju Desa Mori, yaitu desa tempat tinggal Aya. Zonya berkata kalau perjalanannya tidak akan memakan waktu lama, tapi nyatanya sampai siang ini juga masih belum sampai.
Junta merasa dengan kepergian Aya dari kelompok ini, pastinya akan membuat suasana sedikit berubah, terlebih lagi untuk Alicia dan Zonya. Karena yang paling dekat dengan Aya di kelompok ini adalah mereka berdua.
Seperti biasa, karena Junta tidak ada hal yang bisa dilakukan, akhirnya Junta memutuskan untuk bangun dan berjalan menuju kursi kusir, di sana juga seperti biasa ada Zonya, Alicia dan Aya yang sedang membicarakan sesuatu.
“Jadi, kapan kita akan sampai?”
Zonya menghentikan percakapannya lalu menjawab.
“Sebentar lagi Junta, Desa Mori tidak jauh dari sini”
Setelah mendengar respon Zonya, Alicia tersenyum sedih sambil berkata.
“Ra-Rasanya akan sedikit sepi jika Aya pergi”
“Jangan sedih Alicia, kau bisa mengunjungi ku kapan saja”
Alicia tiba-tiba memeluk Aya dengan erat sambil tersenyum.
“Apa kau yakin tidak ingin berpetualang dengan ku dan yang lainnya Aya?”
“Untuk saat ini mungkin tidak Zonya, aku merasa kalau desa ku sedang membutuhkan ku, aku tidak bisa meninggalkan desa ku begitu saja, tapi aku akan memikirkan tawaran mu lagi di masa depan”
Aya tersenyum setelah mengatakan itu.
“Begitu, kalau begitu aku akan menunggu hari dimana kau akan menjadi anggota Asosiasi”
“A-Aku juga!”
“Aku akan memikirkannya”
“Ngomong-ngomong kita sudah sampai, itu adalah Desa Mori”
Di kejauhan, memang tampak ada rumah-rumah dan ladang-ladang layaknya desa pada umumnya, tapi jujur saja menurut Junta desa itu terlihat sedikit lebih kecil daripada desa-desa yang ada di Kerajaan Aruf, atau mungkin bisa saja ukuran desa seperti Desa Mori ini adalah suatu hal yang umum di kerajaan ini.
Sewaktu berjalan menuju Desa Mori, Junta dan yang lainnya melihat ada sebuah kereta yang bergerak cepat menuju ke arah mereka, kereta itu membawa banyak sekali karung-karung dan box-box kayu dan dikendarai oleh seorang kusir yang terlihat sangat rapi dan elegan pakaiannya.
Kereta itu melewati kereta Junta dan tetap bergerak cepat menjauh dari kereta yang Junta naiki, dilihat dari banyaknya barang yang dibawa oleh kereta itu, Junta berasumsi mungkin kereta itu adalah milik seorang pedagang. Karena Junta ingat betul bagaimana penuhnya kereta milik Tuan Sam kemarin. Tapi hal yang mengganggu Junta adalah kusir dari kereta itu, Junta sama sekali tidak yakin kalau seorang pedagang mempunyai kusir yang sangat rapi dan berkelas seperti tadi.
Atau mungkin kusir tadi adalah pedagang itu sendiri?
Selagi Junta memikirkan itu semua, tanpa sadar mereka sudah sampai di Desa Mori.
Hal pertama yang Junta lihat adalah sebuah keramaian. Entah kenapa ada orang-orang yang berkumpul di suatu titik di desa itu, seolah-olah mereka sedang berdiskusi tentang sesuatu. Setelah melihat keramaian itu Junta mengalihkan pandangannya ke arah lain, dan hal ke dua yang Junta lihat adalah ladang-ladang yang kering dan banyak tanaman yang rusak ataupun layu.
Tidak hanya itu, Junta juga baru sadar kalau ada beberapa orang yang sedang duduk di atas tanah sambil bersandar dan menundukkan kepala mereka dengan lesu.
Setelah kereta itu sampai di dekat kerumunan orang tadi, Aya segera turun dari kereta dan berlari menuju kerumunan itu.
“Oh! Aya! Syukurlah kau bisa kembali dengan selamat!”
“Semua ini berkat mereka pak kepala desa”
Aya menghadap ke arah Zonya dan yang lainnya yang sedang berjalan ke arahnya.
“Ohh! Terima kasih banyak wahai pengembara!”
“Tidak perlu dipikirkan pak kepala desa, ngomong-ngomong apa yang sedang terjadi di sini?”
Pak kepala desa melihat ke arah orang-orang yang ada di belakangnya sebelum berkata.
“Hanya sesuatu yang dialami oleh desa lain, hanya saja entah mengapa belakangan ini tanah kami tidak bisa menumbuhkan tanaman dengan baik, dan kami harus tetap memenuhi permintaan besar dari tuan tanah untuk memberikan hasil panen desa ini, sehingga tidak ada lagi makanan yang tersisa untuk kami”
Setelah pak kepala desa mengatakan itu, orang-orang yang ada di belakangnya mulai terlihat cemas. Memang jika dilihat-lihat, keadaan warga di desa ini terlihat tidak baik, banyak yang kurus di sini tidak peduli itu orang yang sudah tua ataupun anak kecil.
“Tidak bisa kah tuan tanah menunda ini?”
Pak kepala desa itu menggelengkan kepalanya sebelum berkata.
“Kau mengerti keadaannya Aya, perang tidak hanya membutuhkan senjata, tapi juga makanan”
“Berapa lama ini sudah terjadi pak kepala desa?”
Zonya bertanya sambil terlihat memikirkan sesuatu.
“Aku tidak mengingatnya… Mungkin sekitar 1 bulan yang lalu”
Zonya terlihat memikirkan sesuatu setelah mendengar tanggapan dari pak kepala desa. Sambil berpikir, Zonya berjalan menuju ladang kering yang tidak jauh dari posisinya.
“Apa mungkin warga desa lupa untuk mengairi ladang mereka?”
Junta mengatakan itu ketika dia berhenti di samping Zonya.
“Aku rasa tidak, bagaimana kau menjelaskan ladang yang ada di sana jika permasalahannya adalah air?”
Zonya menunjuk ke arah ladang yang terlihat memiliki cukup air, tapi meskipun ladang itu terlihat memiliki air yang cukup, tanaman yang ada di sana rusak semua, anehnya, semua tanaman yang ada di desa ini memiliki warna yang unik. Jika umumnya warna tanaman yang layu adalah cokelat, maka tanaman yang layu di desa ini sedikit berwarna keunguan.
“Tapi tidak ada salahnya untuk memeriksa air di sini”
Zonya mengatakan itu sambil melihat ke arah sumur yang tidak jauh dari posisinya.
Tentu saja ketika Zonya berjalan menuju sumur itu, Junta dan Kou mengikutinya di belakang.
Dan setelah sampai di sumur itu, Zonya semakin terlihat memikirkan sesuatu.
“Sumur ini memang sudah kering sekitar 1 minggu yang lalu”
Pak kepala desa tiba-tiba muncul entah dari mana.
“Kami juga tidak tau mengapa, tapi seluruh sumur di desa ini kering di saat yang bersamaan”
“Jadi, apakah memang masalahnya ada di pengairan?”
Pak kepala desa itu menggelengkan kepalanya lalu berkata.
“Bahkan ketika sumur ini masih berisi air, ladang-ladang kami sudah bermasalah, tidak peduli seberapa bayak kami memberikan air, beberapa ladang tetap kering atau tanaman kami tetap selalu rusak”
Zonya terlihat lebih berpikir lagi ketika pak kepala desa menanggapi pertanyaannya.
Selagi Zonya terlihat berpikir keras, Kou menarik-narik lengan jubah Junta sedikit.
“Ada apa Kou?”
Junta bertanya dengan nada yang pelan.
“Entah mengapa aku merasakan suatu aura dari dalam hutan itu.. Apakah Kakak tidak bisa merasakannya?”
Setelah Kou mengatakan itu, Junta lebih memfokuskan diri untuk mencoba merasakan apa yang dirasakan oleh Kou. Junta memang sudah merasakan kalau ada sesuatu di dalam hutan itu, tapi setelah Kou mengatakan kalau dia juga bisa merasakannya, Junta menjadi lebih waspada.
__ADS_1
“Aku tidak bisa menjelaskan aura itu.. Tapi aku yakin Kakak juga bisa merasakannya kan?”
“Ya, aku mengerti maksud mu”
“Ini seperti aura yang mengancam, tapi tidak dalam artian yang jahat… Ini aura yang sulit dijelaskan..”
Kou mengatakan itu dengan ekspresi berpikir keras layaknya Zonya.
Kurang lebih Junta paham apa yang coba Kou katakan, memang aura ini terkesan aneh, tidak seperti aura jahat, tapi masih mengancam dan memberikan tekanan. Mungkinkah ada monster di dalam sana?
“Pak kepala desa, apakah warga desa juga kesulitan dalam mencari binatang buruan?”
Junta sedikit membalikkan badannya untuk bertanya kepada pak kepala desa yang ada di belakangnya.
“Oh, untungnya tidak terlalu, walaupun memang tidak banyak binatang buruan yang kami dapatkan, tapi setidaknya terima kasih berkat itu kami bisa bertahan”
“Dan di mana biasanya warga desa berburu?”
“Di hutan itu”
Pak kepala desa menunjuk ke arah hutan yang tadinya ditunjuk oleh Kou.
“Apakah selama berburu kalian tidak menemukan monster?”
“Ah, sekarang karena kau mengatakannya.. Memang belakangan ini area di sekitar jauh lebih aman…”
Ini semakin membuat Junta bingung, memang aura yang dirasakan Junta terasa bukan seperti aura jahat, tapi aura ini juga terasa menekan dan mengancam di saat yang bersamaan, dan bagaimana bisa ada aura seperti ini sedangkan area di sekitar aman?
“Mungkin masalahnya ada di tanah, walaupun sebenarnya aku sedikit ragu”
Zonya mengatakan itu sambil berjalan mendekat ke arah Junta dan Kou.
“Pak kepala desa, bisa tolong kau ambil kan cangkul? Atau alat sejenis yang bisa digunakan untuk menggali tanah”
“Oh, tentu tentu”
Dan dengan cepat pak kepala desa itu berlari untuk mengambil alat yang diminta Zonya.
“Bukankah untuk memeriksa tanah kau hanya perlu mengambilnya? Apa yang ingin kau cari di dalam sebuah ladang? Batu pertama?”
“Aku mempunyai suatu dugaan Junta, dan sebenarnya dugaan ku bukan tanahnya, tapi apa yang ada di dalam tanah..”
Zonya mengatakan itu sambil terlihat berpikir.
“Terlebih lagi tadi pak kepala desa bilang kalau area ini jauh lebih aman, ini semakin membuat ku curiga”
Tepat setelah Zonya mengatakan itu, pak kepala desa datang sambil membawa sebuah cangkul, lalu menyerahkannya kepada Zonya.
“Junta, kau yang menggali”
“Eh? Kenapa aku?”
“Sudah lakukan saja”
Dengan ekspresi seperti kebingungan, Junta menerima cangkul dari Zonya dan mulai menggali dengan cepat dan kuat.
Dan tidak butuh waktu lama sampai akhirnya lubang yang dibuat Junta akhirnya memperlihatkan sesuatu, cangkul Junta berbunyi seperti menghantam sesuatu yang keras tapi bukan batu. Jadi Junta mencoba untuk menggali lubang itu lebih luas untuk melihat apa yang dia hantam di dalam tanah itu.
“Sebuah… Akar?”
Kou berkata seperti itu sambil memiringkan kepalanya kebingungan.
“Akar ini terlalu besar untuk seukuran tanaman ladang, ini mirip seperti akar pohon yang besar dan tua”
“Hmmm, sepertinya dugaan ku semakin kuat”
Zonya mengatakan itu ketika dia menyentuh akar yang besar itu dengan tangannya, setelah itu dia melihat ke arah hutan.
“Junta, Kou, ikut aku”
Dan dengan gerakan cepat Zonya berjalan menuju hutan yang tidak jauh dari desa itu, tentu saja Junta dan Kou mengikutnya di belakang kebingungan dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Hutan itu ternyata lebih besar dan rindang dari kelihatannya, dan juga sedikit lembab jika kalian bertanya kepada Junta. Ada banyak jamur yang tumbuh sepanjang mata memandang, ditambah tumbuhan-tumbuhan lain yang menutupi tanah yang akhirnya membuat kesan kalau hutan ini sangat lebat.
Selama perjalanan, Junta sibuk melihat ke kiri dan ke kanan, Junta sedikit khawatir dengan serangan mendadak jika ada monster di sekitar sini, mengingat banyaknya tumbuhan-tumbuhan besar dan berdaun lebar di hutan ini, membuat para monster dapat menyembunyikan keberadaan mereka dengan mudah.
Junta dan Kou memang tidak mengerti ke arah mana mereka berjalan, tapi yang jelas, mereka sekarang sedang berjalan menuju arah aura yang dirasakan oleh Junta dan Kou tadi, aura itu semakin kuat dan semakin kuat ketika Junta berjalan mengikuti Zonya.
”Sebenarnya apa dugaan mu Zonya?”
“Area yang aman, akar yang besar, sumur yang kering bersamaan, tanaman yang rusak walaupun sudah cukup diberi air, dan aura menekan yang aku rasakan ketika mendekati hutan ini membuat ku berpikir, mungkin ini adalah ulah suatu monster yang aku ketahui”
”Monster? Apa hubungannya dengan akar? Monster tanaman?”
Tepat setelah Junta mengatakan itu, tiba-tiba Zonya berhenti lalu menghadang Junta yang ada di belakangnya dengan tangan kanannya.
“Pelankan suara kalian”
Setelah mengatakan itu, Zonya mengisyaratkan Junta dan Kou untuk berjalan di belakangnya.
Mereka berjalan sedikit berhati-hati sampai pada akhirnya berhenti di belakang suatu pohon untuk bersembunyi.
“Apa itu?”
Kou terlihat sedikit terkejut dengan apa yang ada di depannya.
“Sudah aku duga, ini adalah ulah monster pelindung hutan”
“Pelindung? Monster?”
Junta tidak berpikir kata-kata monster ditambah dengan bentuknya yang besar dan terlihat seperti terbentuk dari pohon seperti ini bisa dianggap sebagai pelindung. Ini lebih tepat dikatakan sebagai monster kuno yang sedang tertidur entah berapa ribu tahun lamanya.
“Itu karena monster ini tidak agresif, monster ini hanya akan menyerang ketika dia merasa terancam, Asosiasi memanggilnya pelindung karena monster-monster lain akan menjauh dari area hanya karena adanya keberadaan monster ini”
Zonya melihat ke arah monster itu lalu ke sekitarnya dan berkata.
“Ya walaupun sebenarnya itu juga memberikan ancaman lain karena monster ini dikategorikan sebagai monster class 6”
“Jadi, dia mengusir semua monster hanya dengan keberadaannya? Termasuk monster class 6?”
“Hanya class dibawahnya saja, itu kenapa area hutan ini menjadi aman”
“Jika dia melindungi, kenapa dia membuat ladang di desa menjadi seperti itu?”
Zonya menghela nafas pendek sebelum akhirnya berkata.
“Kau bisa bilang itu adalah kekurangannya atau semacamnya, monster ini melindungi hutan ini, dan sebagai gantinya, akan merugikan area yang ada di sekitar hutan ini, aku tidak tau kenapa, tapi akar yang kau lihat tadi adalah akar yang mengarah langsung ke monster ini, dan akar itu menyerap semua kesuburan tanah dan semua air sehingga tanaman lain tidak bisa tumbuh di tanah itu”
Zonya terlihat memikirkan sesuatu sebelum berkata.
“Tapi yang menjadi pertanyaan terbesar ku adalah bagaimana bisa ada monster class 6 di sini.. Aku tidak ingat kalau area di sekitar sini adalah area yang sangat berbahaya..”
“Jadi, apa yang akan kita lakukan? Kau tidak bisa membunuh monster ini sendirian kan?”
__ADS_1
“Tidak, aku punya cara yang baru-baru ini aku temukan, mungkin ini waktu yang tepat untuk uji coba”
Setelah mengatakan itu Zonya berbalik dan berjalan dengan hati-hati menjauh dari monster yang sedang tertidur itu.
Itu tadi adalah pertama kalinya Junta melihat sebuah monster yang besar dan terlihat seperti terbuat dari pohon yang sangat besar, bahkan monster itu mirip seperti pohon jika kalian lengah saat melihatnya. Selama berada di dunia ini, Junta tidak mengingat ada monster yang terbentuk dari atau seperti tumbuhan layaknya monster itu tadi, mungkinkah ada monster lain yang sejenis?
Setelah berjalan cukup cepat layaknya orang yang terburu-buru, akhirnya Zonya, Junta dan Kou sudah berada di luar hutan, Zonya mengambil sesuatu dari jubahnya dan menebarkan biji yang dia ambil dari dalam kantung kain yang ia pegang.
Zonya terus menebarkan biji-biji itu sambil berjalan lurus, sepertinya Zonya ingin membuat semacam tembok yang menghalangi hutan itu dengan Desa Mori, dan benar saja, tidak lama setelah Zonya selesai, biji-biji yang disebar tadi menumbuhkan tanaman kecil berwarna hijau kekuningan.
“Jadi… Apakah ini semacam tembok?”
“Kau bisa menganggapnya seperti itu”
“Uh, aku tidak berpikir tanaman yang setinggi lutut ini bisa menahan monster besar tadi”
“Tidak Junta, ini bukan untuk menahan monster itu, setidaknya tidak secara fisik”
Setelah Zonya mengatakan itu, dia berjalan menuju desa, dan tentu saja lagi-lagi Junta dan Kou mengikutinya di belakang, Junta merasa sepertinya Zonya benar-benar mengenal monster ini karena dia terlihat mengerti dengan apa yang harus dia lakukan, tentu saja mungkin itu juga karena faktor pengetahuannya sebagai class 5.
“Lalu untuk apa tanaman-tanaman tadi?”
Junta bertanya sambil berjalan di belakang Zonya.
“Tanaman-tanaman itu adalah tanaman yang beracun, dan monster tadi hanya memilih tempat yang aman dan bersih”
“Ah, aku mengerti, jadi kau menempatkan tanaman-tanaman tadi untuk membuat semacam tembok racun untuk monster itu? Sehingga dia akan berpikir kalau tanah yang ada di belakang tanaman mu tadi itu adalah tanah yang beracun?”
Kou tiba-tiba mengatakan itu dengan nada seperti orang yang akhirnya paham akan sesuatu.
“Kurang lebih memang seperti itu, mungkin aku perlu menyebar beberapa juga di desa jika akar yang kita temukan tadi masih ada di sana”
“Tunggu, apa akar itu bisa bergerak?”
“Bisa, itu kenapa harapan ku ketika menggunakan tumbuhan beracun tadi, monster yang ada di dalam hutan itu akan menarik akarnya dari ladang yang ada di desa”
“Tidak, tidak, lupakan masalah desa, jika akarnya bisa bergerak, bukankah itu artinya tadi aku melakukan sesuatu yang berbahaya? Ketika aku memukul akar itu dengan cangkul?”
Zonya tidak menjawab pertanyaan Junta dan hanya berkata.
“Aku harap cara ini berhasil”
“Tunggu dulu, itu tidak menjawab pertanyaan ku”
“Tapi Zonya, bukankah jika kau menyebar tanaman mu di sekitar desa, maka bukankah itu akan merusak ladang mereka?”
“Tentu saja aku akan menyebarnya sedikit jauh dari desa Kou, atau setidaknya jauh dari ladang dan sumber air”
Zonya melipat kedua tangannya sebelum berkata.
“Tetap saja, hal ini masih membuat ku bingung”
Zonya melihat ke arah langit yang cerah sebelum melanjutkan.
“Pak kepala desa tadinya berkata kalau kejadian ini dimulai sekitar 1 bulan yang lalu kan? Lalu air sumur mulai mengering sekitar 1 minggu yang lalu, itu berarti jauh sebelum itu, tidak ada masalah seperti ini”
“Jadi kau mencoba mengatakan kalau kemunculan monster itu tadi adalah sebuah keanehan?”
“Monster tadi bukanlah monster yang bebas bergerak berjalan dari suatu tempat ke tempat yang lain kau tahu? Lupakan soal itu, monster sebesar itu ketika berjalan pasti akan membuat tanah begetar, tidak hanya itu semua orang pasti bisa melihat monster itu ketika dia sedang memasuki hutan tadi”
Zonya melipat kedua tangannya lagi sebelum berkata.
“Ada banyak keanehan yang tidak bisa aku jelaskan karena aku tidak tau bagaimana cara menjelaskannya, tapi pada intinya monster itu tidak seharusnya ada di area ini”
“Mungkinkah The Fingers ada di balik semua ini?”
Ketika Junta mengatakan itu, Zonya terlihat berpikir sejenak.
“Aku tidak berpikir kalau The Fingers mau memanfaatkan monster itu atau semacamnya… Tapi siapa yang tahu apa yang dipikirkan oleh organisasi itu? Entah ini karena The Fingers atau bukan aku akan tetap melaporkannya ke Asosiasi, karena meskipun monster ini tidak agresif, tapi tetap saja monster ini adalah class 6, jika monster ini mengamuk atau semacamnya maka tamat sudah desa ini”
“Hanya sedikit saran Zonya, mungkin kau hanya perlu memberitahu pak kepala desa dan Aya saja, untuk mencegah kepanikan”
“Kakak benar, rasanya tidak ada orang yang tidak akan panik ketika mereka tahu ada monster class tinggi di sekitar tempat tinggal mereka”
“Tentu saja, aku juga berpikiran seperti itu”
Setelah sampai di lokasi tempat Junta menggali tadi, Zonya melihat ke dalam lubang, dan benar saja akar tadi sudah hilang entah ke mana.
“Jadi bagaimana Zonya?”
Aya tiba-tiba datang entah dari mana.
“Panggil lah pak kepala desa, akan aku jelaskan”
Aya yang mengerti dengan cepat berlari menjauh dari Zonya dan kembali bersama pak kepala desa.
“Aku ingin kalian merahasiakan ini dari warga desa, di dalam hutan sana, ada monster class 6 yang sedang tertidur, aku meminta kalian untuk tidak pergi terlalu dalam di dalam hutan dan jika bisa, tidak usah pergi ke sana”
Pak kepala desa itu terlihat terkejut, dan bertanya dengan nada bergetar.
“A-Apakah desa ini akan aman?”
”Selama kalian tidak mengganggu monster itu, maka tidak ada masalah, monster itu juga yang menyebabkan ladang kalian menjadi tidak subur, dan aku sudah mengatasinya, tolong jangan membunuh tanaman kecil berwarna hijau kekuningan yang berada di dekat hutan itu, itu adalah tanaman ku yang membuat monster itu menjauh dari ladang kalian”
“Te-Terima kasih banyak pengembara!”
“Oh satu lagi, sebaiknya kau pergi bersama Aya ke kota terdekat dan melaporkannya kepada Asosiasi, aku akan membantu melaporkan juga sehingga kasus ini bisa segera ditangani oleh Asosiasi”
“Terima kasih Zonya, kau benar-benar sangat membantu!”
”Tidak masalah, jangan terlalu dipikirkan”
“Aku tau! Bagaimana kalau kalian menginap di desa ini sebentar? Mungkin untuk malam ini? Anggap saja sebagai rasa terima kasih kami sudah membantu”
Pak kepala desa itu mengangguk menyetujui perkataan Aya.
“Uh, sebenarnya kami cukup ketat dengan jadwal kami.. Kau tau sendiri bagaimana kita bergerak dengan cepat di perjalanan ini Aya”
“Ayolah, ku mohon”
“Uh..”
Zonya yang tidak kuat melihat wajah memelas Aya akhirnya mengalihkan pandangannya ke arah Junta untuk meminta pendapat.
Dan Junta melihat ke arah Kou untuk meminta pendapatnya.
“Tinggal sejenak rasanya tidak masalah, aku yakin Alicia juga akan setuju jika kita menginap di sini malam ini”
“Jika Kou berkata seperti itu maka aku menyetujuinya”
“Baiklah kalau begitu”
Aya tersenyum lalu melompat senang setelah mendengar itu.
__ADS_1