
Roselind menatap curiga jawaban yang Feng berikan kepadanya. Untuk hal seperti ini dia harus menyimpan kecurigaannya dan tidak menunjukkan nya secara terang-terangan . Cukup menyelidiki nya sendiri dan diam diam menemukan Marry.
"kau tidak berbohong kan? "
sekali lagi Feng menyakinkan kebohongannya dihadapan Roselind. "Untuk apa aku berbohong, aku juga sudah tidak memperdulikan nya"
"baiklah aku percaya padamu. Feng besok aku akan pergi ke wedges, jadi apakah kamu bisa secara mengantarkan kepergian ku di stasiun "
Permintaan nya sungguh sederhana, Rose hanya ingin tidak melewatkan perpisahannya dengan Feng. Sebab dia belajar di wedges tidak hanya sebentar tapi ia akan menghabiskan waktu tiga tahun disana.
"Tentu, besok aku pasti menjadi orang pertama yang kau temui di stasiun "
Gadis itu tidak bisa menahan rasa harunya yang bercampur kesedihan dia lalu berkata.
"wah... memikirkan cara perpisahan kita yang seperti ini membuatku terharu karena kamu selalu mendukung keputusanku Feng "
"jangan menangis, aku tau kamu wanita mandiri jadi aku tidak mau membatasi kebebasan mu dalam berkarir "
Feng segera memeluk erat tubuh Roselind yang bergetar karna menangis . Mereka baru saja resmi menjadi sepasang kekasih tetapi sekarang harus dipisahkan karena tujuan hidup Masing-masing.
__ADS_1
"hem,sekali lagi terimakasih Feng sudah menjadi bagian dalam hidupku"
Apakah bisa bertahan hubungan jarak jauh seperti itu.
Hari yang diliputi rasa sedih itupun berakhir. Kini hari baru saja dimulai, kedua pasangan di stasiun tersebut menjadi salah satu orang yang akan memulai hubungan dengan cara berbeda.
Mereka berdua sejak tadi saling berdiam diri , Roselind masih setia menundukkan wajahnya dihadapan sang kekasih.
Sedangkan Feng dengan pakaian kasual nya terlihat lebih menawan dari biasanya. Orang-orang yang menyadari ada sosok tampan didekat mereka, tidak berhenti melepaskan perhatian nya kepada Feng ling.
"pakai cincin ini dan ingat aku selalu Rose "
Sebuah cincin sederhana disematkan kepada jari manis Roselind.Hembusan lembut sang angin lalu mengiringi senyum sumringah Rose dibarengi pipi bersemu diwajahnya.
Puk
kepala Roselind kemudian diusap oleh Feng dan menjawab singkat. "aku bahagia kalau kamu menyukai nya "
Ditengah kebahagiaan mereka dari salah satu jendela dikabin kereta ada orang yang menatap tak suka dengan pemandangan romantis tersebut
__ADS_1
"Cih hanya cincin biasa saja kenapa reaksi Roselind harus begitu berlebihan "
Beberapa saat kemudian terdengar suara kereta yang akan segera berangkat dari tempat itu.
Sebelum melepaskan kepergian Rose sepenuhnya . Feng dengan wajah serius menjajikan sesuatu yang berharga untuk Roselind.
"Rose ingatlah janjiku ini ,setelah kamu selesai mengembangkan karirmu di wedges . Aku Feng ling akan menikahimu di depan paus dan semua orang dibarron ingat itu "
"yah aku pasti mengingat nya " jawab Rose memberikan senyum bahagia nya kearah Feng, sebelum akhirnya dia memasuki gerbong kereta.
Perasaan apa ini aku begitu bahagia dengan apa yang Feng katakan tadi. Janjinya sungguh kah? dia tidak akan mengingkarinya kan. astaga aku telah menjatuhkan hatiku ke orang yang tepat kali ini, Feng terlihat serius tadi.
Roselind tidak berhenti tersenyum sendiri saat sudah masuk ke dalam kereta. ketika menemukan kursi yang sesuai nomor miliknya dia langsung duduk disana . Tanpa melihat orang disamping tempatnya duduk yang ternyata adalah.
"Apa yang pria tengkik itu janjikan kepadamu?sampai kau menjadi terlihat bodoh seperti ini"
"Hah? "
Mendengar suara berat yang tidak asing di telinga nya, Rose dengan gerakan kaku memutar leher nya ke samping dan melihat siapa orang yang berbicara kepada nya tadi.
__ADS_1
Kaisar!?
"kenapa diam! jawab pertanyaanku Rose "