
Lara mendengus marah mendengar jawaban Loveyn yang bisa saja mencari pembelaan. Dia memalingkan wajahnya muram saat sahabatnya tetap pergi menemui sang dewa basket.
"mau ninggalin dia tapi kasian, udahlah tungguin aja " gadis berwajah baby face tersebut memilih kembali duduk di bangku penonton dengan menatap punggung Loveyn dalam.
Disisi lain Leo begitu senang saat Rania datang ke pertandingan nya, dia yang mengundang gadis itu untuk datang kesini.
"minuman " Rania berkata singkat dengan memberikan sebuah botol mineral kepada mos wanted sekolah nya. Pria ini menjadi idaman semua wanita, dan ia selalu diperlakukan berbeda olehnya hal itu terkadang membuat Rania berpikir kenapa Leo tidak pernah memikirkan perasaan pacarnya itu.
dan malah selalu mendekati nya.
"makasih udah mau dateng"
"gue kesini juga mau bilang kalau besok semua anggota OSIS bakal ngadain rapat. dan lo harus dateng"
"oke " jawab Leo yang tidak berhenti memandang wajah culun Rania , dimata nya gadis itu sangat imut dan polos berbeda dengan Loveyn yang pecicilan dan bodoh.
Rania adalah anggota OSIS sedangkan Leonard sebagai ketuanya. Jadi mereka tidak hanya dekat ketika dikelas tetapi juga di kegiatan kegiatan sekolah yang lain.
__ADS_1
"Aa ! " panggil Loveyn dari kejauhan, keduanya pun memalingkan pandangan ke arah Loveyn yang berjalan setengah berlari.
Leo menatap malas kedatangan pacarnya itu, apalagi setelah melihat Loveyn yang terjatuh dengan ceroboh nya dia pun dibuat semakin malu karenanya.
"ahh jatuh kan " rintih Loveyn melihat lutut nya sedikit lecet tetapi semangat gadis itu tidak pernah berkurang apalagi didepan sana ada Leo yang terus menatap nya tajam.
"Leo bantuin dong kasian dia " ujar Rania menyadarkan Leo, dia tidak habis fikir kenapa dewa basket tersebut bisa memperlakukan Loveyn dengan dingin dan selalu mengabaikan perhatian yang Loveyn beri kepada nya.
"biarin aja lagian dia masih bisa berdiri kan "
"jahat banget lo " sahut Rania kesal dirinya juga sakit hati melihat sikap Leo yang tidak berperasaan terhadap pacarnya.
Loveyn menyerahkan minuman yang tadi sempat ia remas kepada kekasihnya . Walaupun lututnya terasa sakit Ia tidak ingin memperlihatkan kesakitan nya itu kepada Leo.
karna dia tahu mau ia sakit atapun mati Leo tidak akan pernah bersimpati kepada nya.
"gue udah minum " ucap Pria dengan kaos basket bernomor enam di punggung nya. Ketika minuman nya dikembalikan Loveyn pun tersenyum sedih, tapi karena tidak ingin terlihat melakukan didepan Rania akhirnya ia meminum minuman nya itu sendiri.
__ADS_1
Dan mengucapkan alasan bahwa sebenarnya dia juga haus tadi.
"yaudah aku minum sendiri"
Pandangan Leo terlihat datar saat tau penampilan Loveyn seperti seorang bocah dan sangat konyol dimata nya.
"Eh Rania bisa ngga pulang dulu aku pengen berduaan sama Aa Leo hum"
"em iya iya, aku pamit pulang dulu"
Ketika Rania hendak pergi tangan gadis itu tiba-tiba ditarik oleh sang dewa basket. Loveyn pun ternganga melihat pemandangan yang menyakitkan mata nya tersebut, gampang banget si culun di sentuh Leo lah gue sebagai pacarnya ajah ngga pernah diperlakukan kaya gitu.
"katanya mau bahas rapat OSIS besok. yaudah bahas sekarang aja"
"Aa... " ujar Loveyn lemah dia cemburu oleh keduanya dan merasa disini dia hanya lah orang asing. dan mereka berdua seperti sepasang kekasih sesungguhnya.
Tapi kecemburuan Loveyn tidak di angap sama sekali oleh pacarnya. dan Leo tetap berusaha menahan Rania untuk tidak pergi.
__ADS_1
"Besok juga bisa ko "
Novel baru 'Love bombing'yang kepo bisa liat langsung cerita nya