
Sepanjang malam Rose terus memasang raut wajah datar hingga makan malam pun berakhir. Hanz yang tidak tahan dengan sikap Rose, meletakkan garpu nya ke atas piring hingga terdengar bunyi gesekan dari kedua benda tersebut .
Ting
"aku tau kau marah, tapi kamu juga harus mengerti letak kesalahan mu Rose .memang bukan kamu yang menampar Anna tapi karena sikap mu yang keras sehingga para pelayan itu melampiaskan rasa geramnya kepada Anna dan kamu malah tersenyum senang melihatnya,apa benar kau memang tidak memiliki rasa simpati sekarang."jelas Hanz panjang lebar , pria ini memang masih terlalu sayang kepada simpanannya . Kau pikir dengan perubahan sikapnya ke Anna yang menjadi kasar bisa menjamin pria itu sudah tidak mempunyai rasa sayang untuk gadis kesayangannya tersebut?secara dia begitu tergila-gila kepada gadis itu sejak kecil.
"Cukup! aku lelah bila harus menjelaskan semuanya kepadamu karena itu semua akan sia-sia . ini sebabnya aku tidak ingin menjadi gadis baik seperti yang kamu inginkan karena dimata mu aku tetaplah orang yang dipandang buruk mau aku sebaik apapun itu. "
"Kaisar sangat bangga saat melindungi wanitanya sekalipun wanitamu lah yang sebenarnya salah. Hah.. hah hatiku merasa sesak saat kau tidak pernah bisa percaya kepadaku, apa aku perlu meninggalkan istana ini supaya kita bisa menangkan diri.payah aku mulai lelah menghadapi wanita mu yang licik sungguh aku sangat lelah? "jawab Rose dengan mata yang memerah juga tangan yang terus menepuk dadanya sendiri yang terasa sesak. Rose menatap nanar kearah Hanz yang berwajah dingin, lihatlah tunangannya yang seperti patung bahkan dia juga tidak peduli dengan segala kesakitan nya .
" Mungkin kau memang perlu istirahat besok berkunjung lah ke rumahmu dan manfaatkan waktunya dengan baik disana"ucap Hanz sembari mengelap sudut bibirnya, dia juga bisa merasakan kesulitan yang Rose alami tetapi egonya sendiri menyuruhnya untuk bersikap tegas kepada Rose.
__ADS_1
"terimakasih Kaisar, anda berhasil membuat saya kecawa lagi.mungkin memang seharusnya saya melepaskan anda sejak dulu dan membiarkan Kaisar menikahi wanita yang anda sukai supaya saya tidak perlu terluka terus menerus"
"saya butuh sosok permaisuri bukan seorang pelayan sebagai pendamping jadi berhenti berbicara omong kosong "
Setelah mengucapkan hal itu Hanz meniggalkan Rose dengan raut wajah menahan marah. Ucapan yang roselind lontarkan belum siap Hanz dengar, Hanz sendiri masih berharap bisa menjadikan Rose sebagai permaisurinya.
Pagi pagi buta Rose keluar dari istana dengan baju blezer biru tua . Dan topi bulu hitam sederhana sebagai hiasan. Hanz melihat pemendangan itu dari kaca ruang kerjanya, menyentuh kaca didepan nya seolah tidak rela melihat Rose meninggalkan istana.
Anna terus memberikan sentuhan menggoda ke tubuh Kaisar dia terlihat murahan saat bersama Hanz.
"dasar ja*lang" umpat Hanz gemas dengan membopong tubuh Anna ke atas meja .Disingkirkan nya benda benda yang ada dimeja untuk memberikan ruang untuk Anna tiduri. Dan mulailah Kaisar menyentuh tubuh seksi Anna dimulai memberikan kec*upan kecupan di leher gadis itu.
__ADS_1
"Akh Kaisar... " desah Anna merasakan tangan Hanz menyentuh selang*kan nya, Kaisar terus mel*mat bibir wanitanya yang masih menjadi candu baginya.
Ditempat lain
"Nona jangan terus melamun makanlah sesuatu karena perjalanan masih cukup jauh" ujar Marry khwatir melihat nonanya yang melamun sejak kepergian mereka.Beban apa yang sedang dipikul nonanya secara masalah untuk pasokan makanan mulai membaik atau Kaisar kembali menyakiti nonanya.
"aku ingin istirahat saja maryy" sahut Rose menyandarkan kepalanya kebelakang kursi, maryy mengangguk paham nonanya memang terlihat lelah dan butuh banyak istirahat.
####
🐷
__ADS_1