Kaisarku Kau Egois!

Kaisarku Kau Egois!
Hanya tertunduk malu


__ADS_3

Kompetisi seleksi calon para pejabat istana yang baru sudah masuk babak ke tiga, tersisa tinggal enam peserta saja. salah satu diantara mereka harus di eliminasi nantinya, ke enam orang yang beruntung tersebut ada Anna juga didalamnya. berkat dirinya menjadi pela*cur pribadi orang besar diistana, membuat dia mudah melewati ujian yang ada .jalannya benar-benar dimudahkan oleh orang besar itu dan Anna sangat senang karna satu langkah lagi dia bisa memasuki istana dengan rasa hormat sebagai seorang pejabat pemerintah.


"Dia tidak berbohong atas ucapkan nya setelah hubungan ini selesai aku pastikan menjaga tubuhku baik baik ,hanya yang mulia saja yang boleh menyentuhnya"


Anna memeluk tubuhnya sendiri menjadi gadis dari kalangan bawah membuatnya harus mengorbankan sesuatu yang berharga bagi dirinya. Dia sangat mencintai Kaisar, dulu dia berpikir menyukai Hanz karena dia seorang Kaisar Barron tapi kini Anna sadar dia betul-betul menyukai pria itu. Tapi Anna begitu sulit memantaskan diri disamping Kaisar yang merupakan Pria terhormat sedangkan dirinya hanyalah pelayan rendahan.


"Sayang, bawa ini nanti kau pasti membutuhkan nya"


Pundak Anna tersentak pelan saat ada sepasang tangan melingkar dipinggang nya , nafas laki laki tua dibelakang nya membuat perasaan Anna merinding takut sekaligus jijik.jari lentiknya meraih kertas yang ternyata berisi kunci jawaban dari soal yang akan keluar nanti.


"Terimakasih" sahut Anna dengan manja, kemudian punggung polosnya dikecup mesra oleh kekasih gelapnya tersebut.


"Kau tidak boleh mengecewakan aku sayang"


Jawaban dari Tuannya datar tapi memberikan tuntunan khusus bagi Anna yang mendengarkan nya.seperti ada niat tersembunyi dari pria misterius tersebut sehingga mau membantunya secara sukarela hingga sampai tahap ini.


Brak!


Meja yang ditempati Anna saat ujian tiba-tiba di gebrak keras oleh salah seorang pengawas. Anna yang tadinya begitu serius dengan segala kecurangan nya ,harus dibuat terkejut karena perbuatannya diketahui oleh sang pengawas seleksi.


"BUKA LENGAN BAJU KAMU! KAU PASTI MENYEMBUNYIKAN SESUATU DISANA!! "

__ADS_1


"Tidak tuan aku hanya sibuk menggaruk tanganku yang gatal, aku tidak berbuat curang"


"menggaruk tangan sampai begitu lamanya apa kau pikir aku bodoh"


"aku berkata yang sesungguhnya tuan "


"KAU INGIN BERBOHONG, BAIKLAH SEKARANG TUNJUKKAN BUKTINYA"


Ucapan dari sang pengawas membuat Anna tidak bisa berkutik, apalagi saat semua pandangan semua orang tertuju kearahnya . Sengaja dirinya memakai gaun dengan lengan panjang supaya bisa menyembunyikan kertas bocorannya tapi ternyata semua gerak geriknya sudah diawasi sejak kemarin oleh pengawas dan sekarang ia sudah tertangkap basah.


"Tidak bisa... aku memiliki penyakit kulit apa anda tidak akan jijik melihatnya"


"Itu bukan masalah bagiku ,yang terpenting aku harus memastikan semua seleksi terakhir ini tidak ada kecurangan di dalam nya"


elakkan yang dilontarkan Anna seketika membuat sang pengawas semakin dibuat naik pitam, yang lainnya juga hanya bisa menahan nafas saat Anna begitu berani menyinggung pengawas yang dikenal tegas tersebut.


"aku sudah sering menghadapi banyak pembohong dan semuanya mengelak sepertimu... pelayan tolong geledah pakaian nona ini! "


"baik tuan"


Anna kemudian digiring ke sebuah ruangan untuk digeledah, para pelayan itu tidak memperdulikan Anna yang terus memberontak . satu persatu pakaian dilepaskan dan akhirnya satu buah kertas lusuh ditemukan didalam bra , Anna begitu buru buru menyembunyikan contekannya di dalam bra saat melihat tatapan intimidasi pengawas seleksi kearah nya.

__ADS_1


"Masih mau mengelak? "


"dasar licik dia berbuat curang sedangkan yang lain berusaha dengan sunguh-sungguh"


"heh tampang polos memang lebih mengeringkan"


"Cih dia memalukan" Gunjingan gunjingan kian terdenga bising di telinga Anna, gadis yang selalu mengandalkan penampilan polosnya itu harus tertunduk malu karena perbuatannya diketahui oleh semua orang. Anna tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk membela diri dia merasa sudah terlalu banyak masalah di hari yang sial ini.


"SANGAT MEMALUKAN ORANG YANG CURANG SEPERTI DIA BISA BISANYA LULUS UJIAN YANG SULIT BEGITU MUDAHNYA. Untung pengawas Hugo memperhatikan nya bila tidak kita akan kecolongan dan Kaisar akan sangat marah bila mengetahuinya. "


Pengawas Hugo hanya mendengarkan ucapan ketuanya dia merasa sudah sangat benar atas tindakannya tadi dan semuanya berkat Nona Jacob yang memberinya sebuah informasi tentang Anna .


Anna yang hakikatnya hanya seorang pelayan tanpa memiliki prestasi dalam akademis bisa mengikuti seleksi dengan baik adalah hal yang cukup membuat Hugo curiga. Gadis itu hanya belajar dalam waktu kurang dari sebulan tentunya tidak mungkin dia menjadi pintar dalam waktu singkat, sedangkan riwayat pendidikan nya dibilang kurang.


"Keluarkan gadis itu dari seleksi segera dan buat laporan kepada Kaisar tentang colon peserta yang berhasil lolos "


"Baik ketua"


###


😏

__ADS_1


happy 600like 😍


__ADS_2