
Dalam setengah perjalanan, Rose menyadari bahwa dia saat ini sedang dikejar oleh pasukan kerajaan. Secepat itukah pelarian nya di ketahui pihak istana, akh ini akan sulit tetapi menggendalikan kuda sendiri lebih mudah untuk mengecoh mereka.
"berhenti! "
"kenapa nona? "tanya sang bawahan saat kereta mendadak minta diberhentikan padahal tempat yang mereka akan tuju masih jauh jarak nya.
pintu kereta dibuka , Rose langsung menghampiri salah satu pengawalnya yang Menunggangi kuda.dia menyuruh bawahannya itu untuk bertukar tempat dengan nya. "Kau, lepaskan pakaian mu dan tukar tempat lah denganku "
"ta tapi kan ... "
sambil menyilang kan kedua tangan nya didepan dada, pria itu turun dari kudanya
dengan wajah malu .
hilang sudah harga dirinya sebagai laki-laki, satu persatu ia melepaskan pakaiannya dan menyerahkan itu semua kepada Roselind. "kalian tutuplah mata jangan sampai ada yang mengintip"
Tidak butuh waktu lama Roselind telah mengganti penampilan nya layaknya seorang prajurit laki-laki, dia mengkordinasi bawahannya agar masing-masing mengambil jalur yang berbeda saat memasuki hutan.
"setelah ini kalian pergilah sejauh mungkin dari Kekaisaran, jangan pikirkan aku .karena aku akan selamat sampai ke tempat tujuanku"mereka akhirnya berpisah di dalam hutan dengan mengambil jalan yang berbeda untuk mengecoh prajurit istana.
__ADS_1
Hari mulai sore, dari kejauhan nampak seekor kuda putih berlari kencang melewati padang rumput dengan membawa seorang wanita, setiap langkah kuda nya membuat tanah yang ia pijak bergetar, hembusan angin menggoyahkan rumput ialang di sepanjang jalan setapak itu.
"huff sedikit lagi dia akan meninggalkan negeri ini untuk selamanya,
hah.. hah.. hah untuk melakukan ini semua,aku tidak menyesal"
Kata Roselind terengah engah, ia menikmati pemandangan yang ada didepan matanya hamparan padang rumput dengan panorama Sore hari itu begitu memanjakan jiwa mudanya. di atas langit terlihat sekumpulan burung terbang bermigrasi ke tempat lain.
Senyum lembut kemudian terpati di wajah Roselind mengingat keadaannya sekarang sama persis dengan nasib sekumpulan burung di atas sana.
Sama-sama pergi karna keadaan memaksa mereka untuk meninggalkan tempat lama.
Akhirnya ia pun sampai di pelabuhandengan menutup wajahnya menggunakan kain lusuh. Roselind berniat menjadi penumpang gelap pada sebuah kapal.
ia memberikan beberapa koin emas kepada pria yang akan menyelundupkan nya kedalam kapal.kekuatan uang memang tidak bisa diragukan.
"Hei kau berhenti di tempatmu!"
deg
__ADS_1
Suara berat seseorang menyuruhnya untuk berhenti . Roselind pun mendadak mengikuti instruksi tersebut dengan berdiri kaku ditempat nya.
Bodoh jangan dengarkan dia! cepat pergi dari orang itu.
Rose langsung pergi terburu-buru menjauhi si pemanggil.
"Berhenti Roselind"
"ada apa Arthur? kau bisa menangkap ku sejak tadi tapi kenapa tidak kau lakukan""sahut Roselind memberikan senyuman sinis kepada orang dibelakangnya , tentu bukan suara yang asing lagi bagi Roselind ketika mendengar nada berat dari Arthur.
" menurutmu,apa alasanku tidak melakukannya nya"ucap Arthur berbalik bertanya ,Wanita yang dia pandang hanya berdiri menatap nya bingung.
"kau harusnya mengerti kalau aku masih belum rela melepaskan mu kepada Kaisar, jadi kemana kau akan pergi? "
"Cepat masuk! atau kalian tidak bisa ikut kapal! " pria yang tadi bertugas menyelundupkan para penumpang gelap berteriak menyuruh Rose dan lainnya untuk segera masuk kedalam kapal.
suara kapal yang hendak pergi meninggalkan dermaga membuat orang-orang langsung bergegas memasuki kapal.
"tempat tujuanku adalah France! terimakasih Arthur karna kau membiarkan aku pergi...!"
__ADS_1