Kaisarku Kau Egois!

Kaisarku Kau Egois!
Perasaan meledak ledak


__ADS_3

Pagi yang menegangkan itu semakin dibuat mengerikan ketika Kaisar datang dengan aura membunuh nya. Terutama para pelayan disana, mereka sangat takut dihukum sebab lalai dalam menjaga tugas sang selir.


Tidak seperti dibayangkan, Kaisar malah pergi mendekat kearah Roselind yang sedang terduduk dengan wajah gelisah di sebuah bangku panjang.


Kemudian Kaisar ikut duduk disamping nya, sambil memandang lurus ke wajah cantik mantan tunangan nya.adanys kehadiran Hanz, Roselind memilih menjaga jarak ia merapatkan duduknya ke ujung kursi.


bukannya menyadari ketidaknyamanan yang Rose rasakan, pria itu malah tetap setia memandang dirinya dengan tatapan aneh.


ck dari tatapannya terlihat jelas kalau pria ini sudah tau penyebab Anna tiba-tiba mengalami kontraksi, haruskah aku mengalihkan perhatiannya?


"Ck jangan terus menatapku, ada apa! "


"Menurutmu kenapa aku tetap diam ? "Sebuah gerakan tangan yang cepat meraih pinggang gadis itu hingga menimbulkan benturan kecil saat dia berada dekat disisi Hanz. Hal itu berhasil membuat ekspresi lucu di wajah Rose.


Deg


Semburat pipi memerah dan perasaan terkejut mengisi hati Roselind saat ini.


Sekarang wangi maskulin dari pria disamping nya semakin tercium jelas. setelah Hanz memaksa nya untuk duduk lebih dekat dengan dirinya.


"aku tidak nyaman biarkan aku duduk seperti semula " pinta Rose saat lengan besar Kaisar merangkul nya mesra, Hanz lalu terkekeh kecil melihat tingkah ciut Roselind ketika mereka bersentuhan lebih intim lagi .

__ADS_1


"Kenapa Rose... aku suka posisi kita sekarang , aku seperti merasa tidak pernah kehilanganmu"Ujar Hanz berucap lirih didekat leher Roselind, terlalu dekat !aku bisa merasakan bulu bulu halus dari dagu Hanz yang mengenai leherku .


" ucapan mu tidak jelas,tolong jangan bersikap kurang ajar Hanz! "


Cup


satu kecupan singkat dileher berhasil membuat Roselind merinding, merasa Kaisar bertindak ketraluan tangan nya segera menjauhkan wajah Kaisar dari area sensitif nya.


"apa maksud mu sebenarnya! "


"sebagai ganti rugi, karena kau telah membuat selirku mengalami kontraksi hebat didalam" Kaisar tanpa diduga-duga langsung mengatakan siapa orang yang bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa Anna saat ini.


Kaisar menambahkan sesuatu di akhir ucapan nya. Tidak disangka, Hanz akan memanfaatkan kesalahan nya demi berbuat kurang ajar seperti tadi kepada dirinya.


Ingin mengelak pun Rose tidak bisa, karena dia memang salah satu penyebab utama Anna harus melahirkan secara prematur.


Hanz yang melihat Roselind melamun akibat ucapannya, dia kembali menenangkan hati Rose supaya tidak perlu khawatir karena masalah sepele ini.


Kaisar sendiri sudah menyingkirkan segala bukti atapun jejak yang berkaitan dengan Roselind di kasus tersebut. jujur saja dia hanya berniat menggoda gadis itu sebentar, dan Hanz sendiri tidak bisa mengendalikan diri saat berada di dekat Roselind.


ugh aku sangat brengsek sialan! batin Hanz bergejolak kesal karena perbuatan nya sendiri tapi tidak bisa menutupi bahwa dia merasa senang ketika melakukannya .

__ADS_1


puk


puk


Dia Ingin menghilangkan rasa bersalah nya. dengan memberikan gerakan kecil di kepala Roselind beberapa kali. Pria itu berharap apa yang dia lakukan bisa menenangkan hati Rose.


Sayangnya Roselind bukanlah anak kecil lagi.


"tenang saja kau tidak akan dihukum karna hal itu, aku yakin kamu pasti tidak sengaja kan"


"ugh aku memang sengaja melakukannya Hanz..." jawab Roselind sembari memberikan senyuman manis kepada Kaisar, dan itu langsung membuat Hanz menjadi salah tingkah karena nya.


"aku mengerti !Rose kau cukup bersikap baik kedepannya aku yang akan membereskan semua masalah mu"


Belum sempat Kaisar mengendalikan perasaan meledak ledak di hatinya. Datang dokter yang tadi bersama Rose dengan seorang pelayan yang membawa bayi di gendongan nya.


"bayi laki-laki atau perempuan"tanya Hanz langsung ke intinya, sebab dia tidak mau menerima bayi perempuan di istana bila laki laki maka bisa di asah menjadi senjata yang berguna untuk nya.


"bayinya perempuan Kaisar"


"kalau begitu singkirkan bayi itu sekarang aku tidak ingin melihat nya berada di istana"

__ADS_1


__ADS_2