
Perjalanan pulang Feng menghabiskan waktu satu hari, sepanjang jalan pikiran nya terus berkelana karna wasiat Joe. Dia bukanlah orang yang mudah percaya akan hal yang belum jelas, tetapi setelah dirinya diam diam menanyakan surat ini kepada istri Joe.
Wanita itu mengaku kalau surat tersebut memang joe yang buat. Selama mereka bertiga berpisah, Joe selalu menulis surat tentang ia dan marry untuk mengobati rindu yang begitu lama.
Menulis kenangan lama masa kecil kata joe bisa mengurangi rasa depresi akibat pekerjaan. itu mengapa ia senang menulis dikala waktu senggang.
Suatu hari Marry datang berkunjung ke kampung halamannya dan istri joe yang mengetahui Marry adalah sahabat suaminya.ibu muda itu segera menitipkan surat tersebut kepadanya.
"argh! joe kau membuatku dalam pilihan yang sulit . aku benar-benar tidak bisa melakukannya maaf"
Langkah kakinya begitu tidak semangat saat hendak masuk kedalam rumah nya sendiri . Sapaan singkat , membuat Feng mengangkat kepala nya yang sejak tadi tertunduk lemah.
"Feng"
"Rose! "
Senyum menenangkan Roselind dalam sekejap membuat ia terbius. Gadis itu mendekat kearah nya lalu memeluk tubuhnya sebentar, Feng hanya bisa terdiam linglung sebab tidak percaya dengan kehadiran Rose di kediaman nya.
__ADS_1
"tubuhmu bau parfum perempuan "
"A apa!? " sontak Feng panik dengan ucapan kekasihnya. Perfum siapa yang menempel ditubuh nya, Marry kah. Karna di kereta Marry tidak sengaja bersender di bahu Feng akibat ketiduran, mungkin itu penyebab nya.
"Haha kenapa panik ,aku cuma menciumnya sedikit. aku tau kau bertemu banyak orang ketika sedang berbisnis wajar kalau ada banyak wangi perfum yang menempel dipakaian mu" Roselind masih percaya dengan alasan Asa waktu itu. sehingga dia tidak mempermasalahkan hal kecil seperti wangi parfum .
"ah iya aku merasa panik ,karena takut kamu salah paham tapi ternyata nona Rose begitu mengerti kondisiku"
"owh"
Plak
Gadis itupun terkejut dengan reaksi aneh kekasihnya.
"ada apa? kenapa menolak niat baikku untuk membuang daun dirambut mu " tanya Roselind heran ketika melihat tingkah tak biasa Feng.
"maaf ... maaf Rose pikiran ku tadi sedang kacau jadi aku sedikit sensitif dengan gerakan gerakan kecil"
__ADS_1
"Maafkan aku sekali lagi, apa tanganmu baik baik saja "Arghh aku pikir Roselind menemukan hal aneh lagi di tubuh ku .Ck kepergianku dengan Marry secara diam diam. Membuat aku merasa bersalah sekaligus takut bila sampai Roselind mengetahui nya.
" oke aku mengerti Feng, kamu pasti stress dengan pekerjaan mu kan "
"iya, lebih baik kita masuk saja kedalam Rose, disini terlalu panas " tangan Feng merangkul pinggang kekasihnya mesra. Hatinya masih berdetak kencang karena masalah parfum , untung saja Roselind tidak berfikiran buruk tentang nya.
huff
Di ruang tamu
Tanpa basa basi Roselind segera menanyakan sesuatu yang berkaitan dengan Marry. Kemarin orang suruhan nya bilang, setelah kepergian Marry dari kediaman Jacob .pada malam yang sama ada seorang warga yang melihat wanita berperawakan persis seperti Marry.
yang memasuki kastil milik Feng ling. Ini hanya informasi kecil juga belum pasti, oleh karena itu Rose ingin bertanya langsung kepada Feng.
"Feng apa kau pernah kedatangan Marry disini. saat kamu belum melakukan perjalanan bisnis dan masih berada dibarron"
Mendengar hal itu Feng pun berbohong kepada Rose, dia ragu bila harus mengatakan kejadian yang sebenarnya terhadap Roselind.
__ADS_1