Kaisarku Kau Egois!

Kaisarku Kau Egois!
pengacau


__ADS_3

Seperti sinar bulan malam ini, senyum Feng ling pun begitu cerah setelah mendengar jawaban dari wanita impiannya tersebut. Mereka sama sama lajang tentu kedepannya mereka akan menjadi pasangan serasi yang membuat banyak orang melihat nya pun merasa iri.


Pria itu tidak bisa mengendalikan reaksinya dan langsung mengangkat tubuh Roselind tinggi layaknya seorang ayah yang tengah menggendong putri nya. Jarak wajah keduanya sangat dekat, Feng bisa melihat wajah wanita nya merah padam layaknya sebuah tomat.


"Kau sungguh menerima lamaranku? "


"yah t turunkan aku cepat "


kata Rose memeluk leher Feng erat, jantung serasa ingin keluar saat benda hangat yang tidak asing mengecup sudut bibir nya mesra.


"aku tidak berani menyentuh yang lain ,kecupan ini harusnya membuat mu tenang dan aku tidak akan berbuat lebih Rose. aku sungguh menghormati kesucian mu"


Mendengar pangkuan Feng sudut mata nya pun mulai basah karena merasa terharu oleh perkataan pria yang kini sangat dekat dengan nya. Cara Feng menghormatinya begitu lembut dan tidak menurunkan harga dirinya sama sekali sebab selama ini pria itu yang mengejarnya dan terus bertahan disamping nya walaupun dia memberikan keputusan yang tidak pasti.


"hiks aku merasa beruntung karena kau masih bertahan disini dan selalu memilihku walaupun di luar sana banyak wanita cantik yang bisa menurunkan pakaian mereka untuk dirimu"


"aku sungguh beruntung bisa bertemu denganmu hiks"


Mereka kemudian saling berpelukan berbagi setiap energi positif di dalam tubuh mereka. Hingga akhirnya Feng menunjukkan hadiah terakhirnya.

__ADS_1


"Xu ambilkan cincin nya "


Xu berkontribusi besar pada keberhasilan Feng malam ini. dia seharusnya mendapatkan bonus khusus dari bos nya. Xu lalu memanggil pelayan yang bertugas membawa cincin berhias berlian dan orang itu adalah Marry yang secara tiba-tiba bisa menggantikan tugas pelayan suruhan Xu.


"Kenapa kau yang membawa nya!? "


tanya Xu dengan raut wajah tidak suka, dia hendak mengambil cincin nya tapi segera diamankan oleh Marry.


"ini acara nonaku, memang nya kenapa kalau aku yang membawanya "


"serahkan cincin nya! "


"Arghh! "


"Marry! "


"Hati-hati cincinnya...! "


Sebuah batu yang ia pijak membuat langkah nya tidak seimbang sehingga Marry terjatuh tengkurap kemudian cincin yang seharusnya menjadi bukti cincin Feng ling menggelinding ke sela sela jembatan dan akhirnya jatuh ke dalam kolam itu.

__ADS_1


Roselind tersentak oleh kejadian tersebut dia menutup mulutnya tidak percaya bahwa berlian mahal itu harus terjatuh ke dalam kolam.


Sedangkan Feng dengan wajah kakunya merasa lemas di area kaki, sebab hadiah yang dia persiapkan begitu lama tersebut hilang begitu saja karena Marry yang ceroboh .


"Cincinnya, b bagaimana ini!? tuan maafkan kecerobohan saya s saya akan mengambil nya di danau " ujar Marry bersiap siap turun ke dalam danau tetapi aksi itu dihentikan Roselind.


"Tidak perlu Marry aku bisa mengganti nya, tidak apa apa Feng kita bisa mencarinya lagi besok" sayangnya ucapan Roselind itu tidak bisa meredakan amarah Feng ling, bukan masalah berlian nya tetapi tulisan di cincin tersebut yang terukir nama ibunya.


"Kau tidak mengerti arti cincin itu bagiku "


Cincin nya ia dapat setelah ibu nya mempercayai bahwa dirinya kini sudah dewasa dan dapat mencari pasangan hidup. dia ingin sematkan cincin itu di jari Roselind karena berharap bahwa mereka memang ditakdirkan bersama .


"Feng"


Plak!


"Kenapa kau bisa ada disini! siapa yang mengijinkan mu membawa cincin itu hah!? "


Yah Feng baru saja menampar Marry mantan kekasihnya, dia sungguh merasa muak karena kehadiran Marry di sekitar nya pasti akan berujung menghancurkan hidup nya. entah itu di masa lalu atapun masa depan seperti sekarang ini.

__ADS_1


__ADS_2