
Dengan langkah lebar Hanz berjalan menuju Feng yang masih menatap nya tanpa rasa takut. Kaisar Barron itu berdecih sinis melihat sikap Feng yang tidak takut kepada nya.
Roselind melirik resah kebelakang saat Hanz berjalan ke arah Feng ling, dia merasa tidak enak melihat tatapan kedua pria tersebut membuat hawa dikediaman Jacob berubah mencengkam.
"dari asia" pertanyaan itu terlontar dengan nada datar dari Hanz, Feng mengiyakan ucapan Kaisar Barron yang tengah memandang nya dingin.
"benar saya Feng ling pedagang dari Tiongkok , salam kenal Kaisar "
"sebaiknya jauhilah tunangan saya, sebelum hal buruk terjadi kepada bisnismu.bisnis yang kau bangun bertahun-tahun bisa aku hancurkan dalam sekejap bila sampai kau berani mendekati tunangan ku lagi."
"Hanz! " bentak Roselind marah dia tidak suka Kaisar mengusik Feng apalagi mengancamnya, ck menggunakan kekuasaan untuk menindas orang lain dimana harga diri Kaisar.
"apa? kau berani membela pria lain dihadapan ku! " jawab Hanz dengan sarkas nafasnya kian berat saat menahan emosi yang bergejolak panas.
"Cih apa kau tidak ingat saat kau membela Anna dihadapan ku sekarang aku ingin membela temanku seperti yang kau lakukan dulu,memang nya apa yang salah.kau jangan picik Hanz.. "
"heh jadi kau ingin membalasku Rose , tenang saja walaupun aku menyukai Anna tetap yang akan menjadi Ratuku hanya nona Jacob saja yang pantas "sahut Kaisar Barron santai tanpa tau ucapannya itu menyakiti hati gadis berkulit putih pucat tersebut.
ssstt
__ADS_1
perkataan Hanz berhasil menguris hati Rose kembali yang bahkan belum sepenuhnya sembuh. Tersenyum miris karena tau dihadapan Kaisar angkuh itu dirinya tetaplah dipandang rendah Rose hanya bisa tertawa pedih untuk dirinya sendiri . bahkan gelar Ratu Kekaisaran Barron yang digadang-gadang akan diberikan kepadanya terasa seperti penghinaan bagi Roselind. Untuk apa gelar yang begitu dihormati tersebut ia miliki, bila kenyataan ja*lang lebih dihargai oleh Kaisar.
Dengan pandangan yang buram karena air mata Roselind menghirup nafas panjang ketika merasakan dadanya yang semakin terasa sesak.
"Benarkah?maka aku pastikan bahwa bukan diriku yang menempati posisi itu .Hanz kau begitu angkuh saat menjadi Kaisar. kau bukan lagi pria yang aku idam idamkan sejak kecil tapi kau bajingan yang beruntung mendapatkan posisi tertinggi di Kekaisaran. "
"sebaiknya bajingan sepertimu pergi saja kau membuat udara disini kotor, aku tidak bisa mentoleransi sikapmu lagi "
semua ucapan Roselind seperti pukulan besar untuk Hanz tapi pria itu terlanjur buta karena cemburu, dia merasa sikap nya egois karena tidak rela melihat Rose berdekatan dengan laki laki selain dirinya dia memang egois seperti mendiang Kaisar sebelumnya.
"Rose kau begitu tergila gila dengan pria yang baru saja kau kenal, kau memang tidak ada bedanya dengan wanita di luar sana! "
"bukankah itu benar,kau wanitaku Rose berhenti bermain main dengan laki laki seperti mereka atau aku perlu mengurung mu supaya tidak bisa keluar, menurut lah"
dengan emosi yang sudah tidak dapat dikendalikan, Roselind mengangkat tangannya yang bergetar dan menampar Kaisar egois tersebut.
PLAK
Satu tamparan keras terdengar ditelinga semua orang, berhasil membukam Hanz yang syok dengan tindakan tidak terduga dari tunangan nya yang lugu. Hanz menatap mata Roselind yang merah tatapannya begitu datar tidak gentar saat menatapnya balik.
__ADS_1
"keluar dari kediamanku Hanz aku butuh waktu sendiri maaf" ujar Rose lirih, gadis itu melangkah pergi dari halaman yang telah menjadi saksi pertengkaran mereka berdua . Dengan pundak yang lemas dua pria yang memiliki tempramen berbeda menatap punggung roselind dengan pandangan berbeda-beda .
Khususnya Hanz yang bersalah atas segala ucapan nya tadi, rasa cemburu memang menakutkan bisa membuat siapun gelap mata dan merasa diri sendiri paling benar .
"aku minta maaf untuk segala ucapan ku tadi tapi mengubah sikap ku yang keras akan sulit, kau butuh waktu kan aku akan lama meninggalkan Barron kau bisa bebas tanpa adanya aku Rose "
Hanz~
tulis surat singkat yang dibuat oleh Hanz sebelum akhirnya berangkat berperang. Rose membaca sekilas lalu kembali melanjutkan tidurnya, kejadian itu membuat Rose merenungkan dirinya terus didalam kamar.
"aku punya tugas untukmu, bakar kapal milik keluarga ling yang ada di dermaga tripadvisor itu hanya peringatan kecil untuknya karena berani mendekati tunangan ku"
Ucap Hanz sembari melemparkan sekantung koin emas ke arah anak buahnya, dia menyalahkan Feng atas pertengkarannya dengan Roselind .
sepertinya Hanz adalah tipe pria pendendam walaupun sudah diperingati oleh Rose, dia tetap memberi Feng pelajaran dengan menyuruh anak buahnya membakar kapal yang baru bisa bergerak saat salju berubah menjadi musim semi.
###
cemburu ☺
__ADS_1