Kaisarku Kau Egois!

Kaisarku Kau Egois!
Kesepian


__ADS_3

"m maaf Nona saya tidak sengaja... maaf saya benar-benar ceroboh tadi! "


Marry yang tersadar segera meminta maaf, tetapi saat dia berusaha memperbaiki tatanan rambut Nona nya tangannya langsung ditepis oleh Roselind.


Jawaban pelayannya dibalas tatapan tajam oleh Rose, dia hampir mengira itu adalah perbuatan yang disengaja tetapi Roselind tidak ingin menunjukkan perasaan tersebut terang terangan di hadapan marry.


"huh! sudahlah kau hampir saja mengelupas kulit kepalaku .tapi tidak apa apa, kau keluarlah marry"


kata Rose yang sekarang sedang merasakan denyut serta rasa panas di kulit kepalanya. rasa ini jauh lebih buruk daripada dicakar oleh kucing.


"Nona tidak mempercayai ucapanku? saya harus bagaimana supaya Nona mau memafkan ku" sahut Marry sambil melirik ke arah sisir yang dipenuhi oleh rontokan rambut Roselind, itu bukanlah hal sedikit bahkan cukup banyak untuk sesuatu yang dilakukan secara tidak sengaja.


bagaimana rasanya Nona? pft aku tidak sengaja melakukannya hahaha


"Kau cukup keluarlah darisini, maka aku bisa memaafkan mu" kata kata Roselind dengan nada rendah membuat Marry sedikit takut, apalagi wajah yang tadinya ramah kini menjadi datar tanpa ekspresi.

__ADS_1


"Permisi Nona " Marry yang tidak ingin diintimidasi terus oleh Roselind memilih keluar meninggalkan kamar mewah milik Nona mudanya.


Pelayan tersebut tetap tidak merasa terima oleh perlakuan intimidasi dari Nona nya, sebab dia menjadi tidak merasa nyaman untuk mencari lebih banyak informasi Feng selama didekat Roselind.


"Menyebalkan setelah ini akan kuhancurkan semua surat milik Feng! supaya kau tidak pernah menerima nya Rose..! "


Sepeninggal Marry dari kamarnya, Rose beranjak dari duduknya menuju meja disamping ranjang . Dia membuka laci dan mengambil sepucuk surat berisi tulisan singkat dari Feng.


"Aku datang lebih awal ke Barron harusnya malam ini aku sudah sampai ke pelabuhan "


Roselind mulai gelisah dengan perasaannya sendiri, dia merasa lelah sekarang karna energinya dibuang sia sia untuk membuat rencana konyol itu.


Tapi disisi lain hatinya tergerak untuk menemui pria yang berhasil menyentuh hatinya tersebut.


"Aku akan tidur disana bila perlu, Feng kau berhasil membuatku harus berjuang seperti ini"

__ADS_1


Tangan Rose meraih topi dan mantel berwarna coklat susu itu digantungan lalu memakainya. Dia sudah bersiap meninggalkan waktu istirahat miliknya demi Feng.


Pelabuhan di malam hari suasana nya begitu dingin dan dipenuhi kabut , perasaan sepi terkadang menggangu Roselind dia hanya beberapa kali melihat orang ditempat itu. selebihnya lagi hanya terdengar bunyi desiran angin yang menyapu air laut.


dirinya menunggu di sebuah rumah kayu keci dekat pelabuhanl yang telah disiapkan oleh petugas, hanya secangkir teh dan roti kering sebagai fasilitas tambahan.


"em aku merasa menyesal telah datang kesini, suasana macam apa ini? aku harus takut atau pura-pura mengabaikan' mereka' "


Yah ini mungkin hanya halusinasi Roselind saja, dia merasa banyak mata yang tengah mengawasinya dari jarak jauh. tidak mungkin itu hantu kan? pasti tetaplah para manusia suruhan beberapa orang.


"tiga orang yang paling mungkin menyuruh mereka hanyalah Kaisar, ayahnya atau mungkin Feng. Kalau ketiganya benar-benar menyuruh orangnya masing-masing, ada berapa banyak jumlah mereka di balik kegelapan itu "


Roselind merinding membayangkan ketiga kelompok berbeda itu saling bertengkar dan tidak sangaja muncul dihadapan nya.


"mereka pasti mirip segerombolan monyet hitam yang ada dihutan "

__ADS_1


__ADS_2