
Sebuah bar mewah di tengah kota, kini menjadi tempat yang selalu di kunjungi oleh Arthur. Berat badan nya turun drastis dengan penampilan yang sudah tidak terurus, semua ini karena Roselind menolak cintanya dan memilih menikah dengan Kaisar nya sendiri.
"Rose... aku akan menikahimu bila kau meminta nya uh nona Jacob memang wanita liar hahaha dia sangat kejam ugh"
berbagai jenis menimuan telah Arthur tenggak secara frustasi . bayang bayang kebersamaannya dengan Roselind selalu berputar di memori nya, membuat perasaan cinta itu tidak bisa dia lupakan.
"Roselind... "
"aku sangat mencintaimu asal kau tau stt sial!"Zax sebagai tangan kanan Arthur berinisiatif membawa beberapa wanita malam untuk di hadiahkan kepada tuannya.
dia pikir melampiaskan hasrat kepada para wanita malam itu bisa meredakan sakit hati yang Tuannya rasakan.
" cepat masuk dan layani dia dengan baik"satu persatu wanita berjumlah lima orang itu memasuki ruang vip Arthur,mereka pun mulai melakukan tugasnya yaitu menggoda pria dengan tarian ero*tis dan sentuhan manja lainnya.
"Tuan lihat aku ... lupakan Roselind dia tidak pantas menyakiti anda yang sempurna ini" ucap salah satu wanita disana yang melancarkan aksinya dengan menunjukkan bagian menonjol dari dirinya. ketika Arthur di sodorkan dua benda bulat berbentuk buah plum itu,dia tidak tergoda sama sekali, malah langsung mendorong bagian boko*ng tesebut kasar hingga sang wanita terjatuh ke lantai.
"Menjijikkan! pergi kalian darisini! "
__ADS_1
"tapi tuan tugas kita belum selesai "para wanita yang tadinya kekuh ingin tetap menemani Arthur langsung ketakutan saat pria itu mengeluarkan pedang nya yang tajam.
" keluar atau kalian mati didalam disini juga"
mereka bergegas keluar dari ruangan itu dengan wajah ketakutan tidak peduli lagi tentang uang yang Zax janjikan.yang mereka oleh pikirkan sekarang adalah keselamatan diri sendiri "kami keluar maafkan kami tuan "
"Zax" ketika namanya di panggil Zax hanya bisa meneguk ludah nya sendiri kasar, apakah malam ini dia akan dijadikan daging cincang oleh tuannya.
keesokan harinya.
Persiapan pernikahan sudah sembilan puluh persen , tapi hari ini Roselind tampak lebih sibuk mengurus berkas berkas di mejanya. Disana terlihat surat pengalihan kekuasaan serta catatan kecil tentang sebuah negeri yang terkenal karena produksi wine terbaik di benua.
"semuanya sudah siap nona, saya pastikan besok lancar sesuai harapan anda "
Tidak tau mengapa hari ini Roselind sedikit merasa sensitif tiba-tiba dia menangis dan langsung memeluk Clark erat.
"hiks hiks aku lelah, terimakasih selalu ada disamping ku Clark hiks disaat yang lain berkhianat kepadaku kau malah menjadi kekuatan bagiku hiks hiks"
__ADS_1
Clark yang memahami perasaan Roselind mengelus punggung wanita itu dengan lembut .
"gadis yang menyedihkan aku harap ada kehidupan baik di masa depan untukmu. "
tok
tok
tok
"nona kami ingin mengantarkan gaun pengantin nya ke dalam " mendengar suara kepala pelayan diluar kamar, Roselind segera mempersilahkan mereka masuk dia baru saja merombak gaun pernikahan nya menjadi lebih sederhana.
"besok makanan yang aku pesan datang jam delapan jadi semua orang bersiaplah untuk menata makanannya di tempat"
kepala pelayan menggangguk patuh sambil tersenyum lembut . "baik nona apa ada hal lain lagi "
"gerbang belakang kastil besok bukalah karna orang dari pabrik wineku akan datang mengirim stok minuman. supaya tidak terlihat banyak tamu maka mereka masuk lewat gerbang balakang saja"
__ADS_1
"baik nona saya mengerti"