
Hembusan angin malam menyadarkan Roselind untuk tidak terlarut dalam kesedihan, setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Tetapi perpisahan itu tidak mengecewakan bila mereka memanfaatkan waktu yang ada dengan banyak kenangan positif.
"aku harap kau memang untukku. kali ini biarkan aku mendapatkan apa yang aku mau, sudah cukup mengalah demi orang lain aku tidak sebaik yang mereka kira sehingga bisa menyerahkan sesuatu yang berharga dengan mudahnya. Feng aku juga akan berjuang mempertahankan perasaanmu untukku" ucap Rose pelan sambil menahan degup jantung didadanya, perasaan ini seharusnya tidak mengecewakan aku untuk kedua kalinya kan?
"nona cepat masuk anda bisa sakit bila terus diluar! " teriak Marry didepan pintu Kastil, Rose segera beranjak dari tempat nya dan masuk kedalam kediaman.
"marry, Feng baru saja pergi meninggalkan Barron. aku sangat sedih karena harus kesepian setelah ini "
"Nona tidak seharusnya anda memberi harapan kepada pria lain sekarang disaat yang mulia belum memutuskan pertunangan kalian.kasian Feng dia pasti kecewa bila takdir memang tidak mendukungnya"
"kau benar, maka dari itu aku harus segera memastikan pertunanganku secara resmi dibatalkan. ah tapi bukankah ayah akan bertindak lebih dahulu sebelum aku mulai. yah aku lupa aku ini putri kesayangan Duke Jacob untuk apa berdebat dengan Hanz demi masalah sepele, pastinya dia tidak berani menolak keputusan ayah"
"anda begitu percaya diri tapi apa nona tidak memikirkan bila militer akan terpecah belah nantinya , karena buruknya hubungan Kaisar dengan Duke Jacob "
"itu buruk! baiklah biar aku bicara pada yang mulia sendiri. besok kita kembali ke istana"
__ADS_1
Kemudian Roselind naik ke ranjang nya yang berada didepan balkon yang sengaja dibuka lebar pintunya. kini ia susah memejamkan matanya ketika dirinya merasa Sulit sekali lepas dari Hanz, dia harus memikirkan banyak resiko bila pertunangan mereka batal.
jelas ayahku akan menjadi musuh Hanz dan pejabat terus menekan Kaisar supaya tetap menikahiku, karena aku satu satunya wanita yang paling mungkin menjadi permaisuri. kalau dia dengan lantang menolak maka seluruh Kekaisaran akan menganggapnya pengkhianat karena melawan perintah dari mendiang Kaisar, bukankah dia selalu menjadi pihak yang dirugikan.
"Arghhhh andai saja aku bisa egois seperti Hanz aku tidak perlu memikirkan hal sulit ini langsung mudah mengambil keputusan, tapi sayangnya aku tidak seegois Kaisar aku masih memikirkan nasibku, ayah dan Barron. "
"sudahlah lagipula ayah tidak mungkin pulang lebih awal kan, ada waktu untukku sampai di istana" karena lelah dengan pikirannya sendiri Rose memilih tidur dan langsung menyelami mimpi anehnya. Disana ia sedang beradu pedang dengan Anna saat memperebutkan Hanz yang duduk disinggahsananya layaknya seorang raja. Sial mimpi jelek ini kapan berakhirnya batin Rose sembari mengerutkan keningnya tapi dalam mata masih tertutup rapat.
Dugaan Roselind yang mengira ayahnya kembali di pagi hari ternyata salah , melainkan sang Jendral mempercepat kepulangan nya setelah mendengar Kaisar telah menikah dengan gadis lain. Pria tua itu diliputi rasa amarah di dada nya saat berhadapan langsung dengan Kaisar.
BUK
Teriakan marah Duke Jacob menggema di seluruh ruangan, dia memukul pria yang menjadi tunangan putrinya dengan membabi buta. Bahkan Hanz sendiri pasrah oleh serangan ayah mertuanya, bila dia membalas maka Duke Jacob akan sepenuhnya menganggap dirinya sebagai musuh.
"KAU MEMILIH MENIKAHI WANITA RENDAHAN DAN MALAH MENYAKITI PUTRIKU!PRIA MACAM APA KAU MEMBUANG BERLIANKU SEPERTI SAMPAH LALU MEMUNGUT KOTORAN UNTUK DIJADIKAN SELIR! DIMANA PIKIRAN ANDA KAISAR, KAU BENAR-BENAR MENGECEWAKAN AKU"
__ADS_1
"Benar aku memang bersalah karena mengkhianati putrimu, tapi aku tidak berniat menikahi wanita itu. Dia mengaku hamil benihku aku terpaksa mengambil keputusan tersebut Duke"perlahan Hanz menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dia tidak peduli dengan kondisi tubuhnya yang mengenaskan. Yang paling terpenting adalah mengatakan sejujurnya atas semua masalah yang terjadi beberapa hari ini.
"Tidak tau kebenarannya seperti apa, tapi sekarang juga putuskan pertunangan mu dengan putriku. " ucap Jendral Jacob dingin tangannya menggenggam kuat seolah tidak puas memberi pelajaran kepada anak muda di depan nya.
"Hahhh saya memang tidak layak bila ingin mempertahankan Roselind, dia masih muda ada banyak hal menarik yang belum dia ketahui diluar sana. Duke saya mengijinkan dia bebas untuk sekarang tanpa ada setatus sebagai tunanganku, tetapi bukan berarti aku melepaskan nya. Setelah dia sudah dewasa aku akan mengambilnya darimu secara baik baik atapun paksa. "
"sejak dia didalam perut ibunya dia sudah menjadi milikku, jangan lupa tentang hutang mu kepada keluargaku. Roselind telah kau janjikan kepada ayahku demi kedamaian Jacob.itu adalah faktanya jangan lupakan hal penting tersebut Duke,Roselind tetap milikku sampai aku mati sekalipun! "
"Kau!? "
Ckrek
Kaisar menyalakan rokoknya dengan santai tatapannya semakin dingin tat kala melihat raut wajah tidak terima dari Duke Jacob, hembusan pertama menghasilkan kepulan asap yang memiliki aroma tembakau kuat.
"silahkan keluar, keputusan ini tidak bisa kau rubah. sampaikan berita bahagia ini kepada Rose pasti dia sangat senang mendengarnya Haha biarkan otak polosnya tetap bodoh supaya dia bisa merasa senang untuk beberapa saat "
__ADS_1
####
Hanz atau Feng 🤔