
Seberkas cahaya masuk begitu saja kedalam kamar dan berhasil membuat Roselind yang masih tertidur tersentak kaget dan segera bangun dari ranjang nya, walau kepalanya pusing tetap ia paksakan dirinya membuka mata untuk menyesuaikan pencahayaan . Bisa dilihat matahari sudah cukup naik serta semua orang telah sibuk dengan aktifitas masing-masing.
"Akh malas sekali mata ini untuk bangun lebih awal, sekarang semuanya sudah terlambat. Kaisar dan ayah pasti sudah saling memberikan ancaman satu sama lain karena masalah itu " gerutu Rose pada dirinya, kebisaan buruk tidurnya kini membuat dia kehilangan misi penting, betapa tidak bergunanya dia.
Tak lama datang marry dari arah pintu, wajah pelayannya sejak kemarin selalu datar tidak seperti biasanya. Marry pun kini lebih sedikit bicara dan menjadi pribadi yang penutup.Rose mulai frustasi oleh sikap semua orang yang bisa berubah kapan saja tanpa alasan yang jelas. tapi dia tidak berkeinginan mencari tahu lebih dalam karena pasti tidak menemukan jawabannya.
sudahlah Marry pasti akan kembali seperti semula, tidak ada yang perlu aku khawatirkan.
"Nona, jenderal Jacob sudah menunggu anda diruang makan" mendengar hal tersebut Rose langsung keluar dari kamarnya untuk bertemu sang ayah, dia mengkhawatirkan kondisi ayahnya setelah pria itu mengetahui Kaisar menikahi wanita lain dan telah mencampakkan putri kesayangannya ini .
Senyum sinis tersungging di bibir sang pelayan ketika Nona Jacob tersebut melewatinya dengan terburu-buru.
"Cih dasar kekanak-kanakan"guamnya pelan.
Belum sepenuhnya turun dari anak tangga, Rose disambut dengan wajah sedih sang ayah. Pria yang selalu menggetarkan hati para musuh dimedan perang, kini menatapnya dengan tatapan penuh rasa bersalah.hatinya terluka oleh tatapan itu.
"Ayah"
__ADS_1
"Kemarilah, apa kau merasa sedih sekarang." pertanyaan jendral Jacob mengacu pada masalah kemarin, Rose pun dengan tegas menjawabnya.
"tidak ,aku rasa hatiku merasa lega setelah dia akhirnya memilih salah satu dari kami" sahut Roselind kemudian menarik kursi yang ada lalu duduk dideket ayahnya, duke Jacob mengusap lembut rambut putrinya. kini ia melihat anaknya jauh lebih dewasa dan tegas daripada sebelumnya.Mungkin pengalaman cinta yang gagal telah merubah pandangan Roselind tentang arti cinta dikehidupan nya.
"Kau tidak menyesal melihat mereka bersama, katakan sesuatu kalau kau ingin menyingkirkan pela*cur itu ayah pasti akan mengabulkan nya "
tawaran mengerikan dari Duke Jacob terdengar serius , Rose sendiri sudah merinding membayangkan ayahnya turun tangan menangani Anna sebagai musuhnya.
"Hah mereka pasangan yang cocok untuk apa dipisahkan aku sudah menerimanya dengan segenap hati ayah. jangan mengusik kebahagiaan pengantin baru"
Ah aku melupakan sesuatu, Petro sang kakak tempramen nya jauh lebih buruk ketika sudah tidak terkendali. Bisa saja saat ini Anna dalam bahaya karena menjadi target kakak tirinya.
"Dimana dia ayah"
"Ayah tidak tau petro dimana .dia hanya izin kepada ayah untuk mengurus sesuatu di luar sana"
"pertunangan mu dengan Kaisar telah resmi dibatalkan, Ayah sudah berjanji akan melepaskanmu darinya .sekarang nikmati kebebasanmu nak"
__ADS_1
ujar Duke Jacob sembari menepuk punggung Roselind , Pria itu kemudian meninggalkan nya sendiri dimeja makan.Sedangkan Rose masih terdiam otaknya mencerna ucapan ayahnya, apa aku benar-benar bebas sekarang? kenapa masih ada yang mengganjal di hatiku . Kesepakatan apa yang dilakukan ayah dan Hanz sehingga Kaisar dengan mudah memutuskan pertunangan kami.
"hem pasti ini bukan sekedar keputusan biasa, aku yakin baji*ngan itu memiliki rencana licik. "ucap Roselind yang masih belum sepenuhnya percaya . dia tau Hanz adalah pria ambisius dan tidak mudah melepaskan sesuatu yang telah lama menjadi miliknya mungkin saja ini hanya jebakan semata mata untuk membuatnya lengah.
Di sisi lain Marrry yang mendengar berita tersebut merasa tidak suka, bila Roselind bukan tunangan kaisar lagi maka kesempatan Feng menjadikan Nona nya kekasih jauh lebih mudah. Jelas dia tidak terima pria yang pernah menjadi masa lalu itu nya mengejar cinta wanita lain, sedangkan dia masih berharap bisa memperbaiki hubungannya dan kembali seperti dahulu.
"Menyebalkan sekarang kau ingin berhubungan dengan Feng kekasihku kan ,maka aku tidak akan membiarkanmu merebut priaku begitu saja. lihat nanti setelah dia kembali ke Barron dia hanya melihatku seorang dan kau pasti dilupakan."
Memang dahulu Feng dan Marry pernah menjadi sepasang kekasih tapi gadis itu meninggalkan Feng tanpa alasan yang jelas, dan pada akhirnya mereka berpisah cukup lama lalu .kemudianmereka dipertemukan lagi tapi kali ini Feng menjadi orang yang berbeda dihadapan Marry.
Pria tersebut seolah tidak pernah mengenalnya dan selalu mengabaikan keberadaannya yang selalu dilihat Feng hanya Roselind saja.
Sakit hati tentu saja, berbulan-bulan lamanya sikap Feng masih saja dingin. Bahkan pria itu sekarang jatuh cinta kepada majikannya mengakibatkan perasaan iri hati dan cemburu tumbuh di hatinya.
###
😌
__ADS_1