
Gadis dengan kulit pucat itu menaiki kereta kudanya untuk kembali ke kediaman Duke Jacob. Pernikahan kedua orang itu adalah penentu baginya untuk memilih kehidupan selanjutnya. Didalam benak sudah tersimpan cita cita Roselind ingin menjadi wanita berpendidikan dengan wawasan luas sehingga ia bisa meneruskan bisnis keluarganya. Apakah ,bila dia belajar di negeri orang dia akan menemui kebahagiaan tersendiri.
Didepan kediaman Duke Jacob ada Feng ling yang terus menatap kearah pintu gerbang kastilnya. Roselind kemudian turun dari kareta kudanya dan menghampiri Feng.
"Feng? "
"Rose! Akhirnya aku bisa bertemu denganmu " Tanpa disangka pria itu langsung memeluk nya erat ,Roselind yang risih segera melepaskannya.
Senyuman bodoh lagi lagi terukir diwajah tampan khas orang asia tersebut.
"Kenapa hei"
"Biarkan aku duduk dulu Rose kakiku kram, karena berdiri terus sejak tadi"
"Ayo masuk"
Keduanya memilih duduk diatas gazeba dimana berdiri diatas danau yang dihuni banyak angsa putih. Feng memasang wajah sedih didepan Roselind, rose mengerinyit heran oleh tingkah orang didepannya.
__ADS_1
"kau tau Hanz sudah menyulitkan bisnisku akhir akhir ini, sehingga aku tidak bisa menemui beberapa minggu ini.kemarin dia membakar kapalku dan kini ada peraturan baru khusus pedagang asing yang dibatasi waktunya bernanaung diBarron dan harus segera kembali ke tempat masing-masing sesuai batas waktu yang diterima "
"aku merasa sedih bukan karena mengalami kerugian besar, tapi karena aku tidak bisa bertemu denganmu, Rose aku sudah jatuh hati kepadamu"
mendengarkan penjelasan panjang lebar dari Feng, Rose akhirnya paham kenapa mereka sangat sulit untuk bertemu minggu ini. memang semuanya Hanz yang atur, laki laki itu masih bisa bersikap posesif ketika dia sudah menolak nya berkali-kali. trik apalagi yang ingin kau mainkan Hanz, dengan menjauh kan semua pria didekat ku.
"haha ucapanmu manis sekali Feng. tapi maaf aku tidak ingin mencintai laki-laki lagi untuk saat ini, aku lelah sudah menghabiskan masa mudaku demi mengejar cinta tulus dari Kaisar. aku juga ingin mengistirahatkan diri sebelum merasa siap kembali" sahut Roselind lemah tangannya dengan anggun menuangkan teh ke cangkir porselen milik Feng.
"aku tahu aku juga tidak ingin memaksamu. kau pasti merasa terpuruk setelah melihat Kaisar menikahi selingkuhannya"
ujar Rose dengan meninggikan setatus nya, memalukan baginya setelah dikalahkan oleh seorang pelayan rendahan. dia tidak ingin mengulangi nya lagi, Rose sudah menanamkan ego pada dirinya bahwa laki-laki hanya boleh mengemis dibawah kakinya.
"hebat, mungkin aku laki-laki pertama yang rela mencium kakimu menjilat pun tidak masalah"
byurr
Rose menyemburkan teh yang baru saja dia minum hingga mengenai wajah Feng ,setelah mendengar pernyataan konyol dari pengagumnya. tapi pria asia itu malah tersenyum bodoh dengan tatapan penuh damba kearahnya.
__ADS_1
"uhuk uhuk uhuk apakah itu tidak berlebihan"
"tidak ,karena aku yakin jendral Jacob akan memutuskan pertunangan kalian. maka aku bersiap untuk menjadi lebih kaya lagi supaya aku bisa segera melamarmu"
sembari Feng mengambil uluran tisu dari Roselind dan mulai membersihkan wajahnya.
"kau serius? "
"aku serius" merasa pembicaraan mereka semakin melebar Roselind memilih mengalihkannya ke topik lain.
"jadi ada apa kau kemari"
"aku akan kembali ke Tiongkok karena waktuku disini sudah habis"
####
😏
__ADS_1