
Pernikahan antara Kaisar dengan Anna dilakukan secara tertutup hanya orang penting saja yang bisa menghadiri nya. Semuanya terlihat sederhana, Anna hanya memakai gaun yang sebenarnya adalah milik Roselind. Tapi dengan setulus hati Rose memberikan nya kepada orang yang telah merebut tunangannya tersebut .
"tidak apa-apa Anna, kau bisa memakainya gaun ini dibuat oleh disainer terkenal. dia hanya akan membuat gaun setidaknya 3 kali dalam setahun dan Hanz berusaha memberikan pakaian terbaik untukku dihari pernikahan kami. Dia sangat bekerja keras untuk hal ini, maka pakailah bila kau menghargai nya "
Anna tersenyum masam mendengarkan cerita Rose yang terdengar membanggakan. Sebegitu sayangnya Hanz kepada tunangan nya sampai dia selalu memberikan barang barang terbaik untuk Roselind. Sedangkan dirinya hanya mendapat hal yang biasa tidak bisa dibanggakan kepada siapapun.
"Aku ingin memakai gaun mendiang permaisuri, ini sederhana cocok denganku" sahut Anna sambil menyentuh baju peninggalan permaisuri terdahulu yang masih tersimpan rapi diruang khusus yang menyimpan gaun formal dan bersejarah milik keluarga kerajaan. Jari lentiknya mengelus payetan indah di gaun berwarna putih elegan tersebut. Tapi tangan Anna segera dihentikan oleh Rose, dengan alis yang menukik tajam, Rose memberikan batasan batasan kepada Anna selama dirinya hanya bersetatus selir.
"jangan menyentuh gaun ibu suri sembarangan, apalagi dengan tangan telanjang. kau bisa merusak payetannya nanti , sebaiknya pakai gaunku saja. pakaian ini terlalu mewah untuk seorang selir"
"baiklah, maafkan aku Rose"ucap Anna disertai senyum sinis dibibirnya, marah sekaligus malu karena Roselind bersikap seperti Ratu di hadapan nya dan merendahkan statusnya sebagai selir kaisar.
"Hem, cepat Hanz tidak bisa menunggumu lama lama"
__ADS_1
Di aula utama kuil dewa, Hanz menjelaskan semua masalah yang terjadi dia juga membujuk penasehat Zen untuk tidak merubah keputusannya.
"Rasa egoismu bisa membuatmu kehilangan segalanya Kaisar ,kelak dimasa depan. menikahi gadis lain saat kau masih punya tunangan adalah penghinaan besar bagi seorang jenderal sebagai ayah dari tunanganmu"
"aku tahu , aku akan menjelaskan nya kepada Duke Jacob setelah dia kembali ke Barron. sebenarnya aku tidak ingin menikahinya terburu-buru sebelum orang-orangku mengumpulkan informasi tentang Anna, tapi Roselind dengan kekeh memaksaku untuk menikahi wanita itu. Aku terpaksa menurutinya dan karena rasa bersalah dihatiku yang pernah mempermainkan Anna membuatku harus memilih keputusan ini"
"mungkin Duke Jacob akan kehilangan rasa percaya nya kepadamu dan Kaisar sekarang belajarlah dari kesalahan jangan kecewakan nona Rose lagi . lihat dia masih bisa tersenyum disamping pengantin mu , bukankah dia gadis yang istimewa"
dia memberikan gaun itu untuk Anna,hah aku pastikan akan memberikanmu gaun yang lebih indah daripada itu Rose , aku janji.
"nona Rose adalah malaikat yang tidak memiliki rasa marah di hatinya, dia masih bisa tersenyum tulus disaat Kaisar menikahi pelayan"
"hiks kenapa malah aku yang menangis disini. jala*ng seperti dia harusnya mati saja jangan menyakiti nona Roselind ku "
__ADS_1
"wajahnya benar-benar tebal , aku saja malu melihatnya cih"
Roselind berjalan dengan senyum lebar ketika mendengarkan ucapan semua orang. Yah dia ingin Anna tertekan oleh tanggapan orang terhadapnya supaya dia merasakan rasanya dibenci satu Kekaisaran, seperti waktu dirinya diangkat menjadi tunangan Kaisar banyak yang mencemooh dia karena dianggap jahat dan tidak pantas untuk Hanz. Tentu reputasi buruknya itu karena Anna membuat masalah dengan nya didepan banyak orang tapi gadis itu bersikap seolah dialah korbannya.
Serangkaian upacara pernikahan dilaksanakan keduanya berdiri dihadapan patung dewa dan penasehat Zen mulai mengucapkan kalimat suci untuk memulai pernikahan.
terasa bibir Kaisar mengecup dahinya rasanya dingin tidak ada kehangatan lagi dipria itu.
"Sekarang kalian telah resmi menjadi sepasang suami-istri, dihadapan dewa kalian sudah mengucapkan janji suci janganlah kecewakan Tuhan karena kalian melanggarnya "
Roselind yang memlihatnya dari jauh mengusap kedua sudut matanya yang basah. semua khayalan yang dia impikan sejak kecil tidak akan pernah terjadi itu semua adalah yang terbaik untuk nya.
akhirnya... aku bisa melanjutkan hidupku tanpa bayang bayangan mu Kaisar.
__ADS_1