
Pandangan Roselind menajam setelah kereta yang ditumpangi Anna semakin menghilang dari penglihatannya. Dirinya masih terbayang oleh reaksi gugup Anna saat dia mengucapkan hal yang menurutnya itu belum bisa dipercaya sepenuhnya.Sebenarnya dia hanya terbawa emosi tadi sehingga mengatakan informasi yang baru saja dia dengar dari orang nya, tentang perselingkuhan Anna dengan seorang pria tua kaya raya.
"reaksinya tadi mencurigakan, sepertinya aku harus mulai menyelidik nya"
menengok ke arah timur dia sekilas melihat Kaisar tengah berdiri dibalik pohon bersama dengan seseorang,Roselind memilih mengabaikan nya dan memikirkan semua keanehan ini didalam hatinya saja.
ck aneh sekali kedua orang ini, mereka seperti sama sama menyembunyikan sesuatu dan aku pasti akan segera mengetahuinya.
Setelah urusannya selesai, Roselind kembali ke kediamannya matanya tidak berhenti menatap wajah marry yang tengah tertidur. Kenapa aku merasa kau juga menyembunyikan sesuatu dariku marry, semua surat itu tidak mungkin lenyap begitu saja tanpa ada campur tangan seseorang.
Aku tidak ingin mencurigai mu tetapi pernah dikhianati oleh orang terdekat membuatku tidak lagi berani memberi kepercayaan kepada orang lain.Maaf , aku mungkin harus berhenti mempercayakan surat itu lagi kepadamu, aku akan melakukannya sendiri secara diam-diam .
"besok aku pergi ke kota untuk mengirim surat, sekarang bagaimana caranya supaya Marry berhenti mengikuti ku sepanjang hari. terkadang aku risih kalau dia terus menempeliku seperti lem. hem ayo berpikir rose..." Guam Roselind dengan kening berkerut, hal sepele yang terkadang sulit dipikirkan lebih menyusahkan ketimbang memikirkan angka dan huruf cantik yang ada didalam dokumen negara.
"kenapa nona?! " jantung Roselind serasa ingin copot ketika suara marry mengagetkan dirinya ditengah ia sedang sibuk dengan pikiran nya sendiri.
"Akh! ahhaha sudah bangun ternyata. besok akan turun hujan atau tidak Mary "
"apah?"
Sebuah hutan pinus terluas di Kekaisaran, menyimpan banyak misteri juga kisah kelam didalamnya. Sebagai tempat eksekusi para pemberontak yang dulu pernah dilakukan oleh pemerintahan Kaisar terdahulu , tapi semenjak Hanz yang memimpin .tempat ini dijadikan area latihan untuk militer serta menjadi jalur perhubungan antara ibukota dengan beberapa desa di pinggir sekitaran Barron.
Brak!
__ADS_1
Kening Anna terpantuk keras pada dinding besi kereta, ia meringis kesakitan sembari mengintip ke luar sana. matanya begetar takut tat kala ada banyak bandit yang telah menghalangi perjalanannya, Komandon Roxas dengan sigap melawan orang-orang itu tapi sayangnya ada salah satu dari mereka berhasil masuk kedalam kereta yang ia tumpangi.
"Aaaaaa! siapa kau, jangan mendekat! "
Pria berbaju hitam itu menyeringai dibalik maskernya, melihat wajah ketakutan dari Anna seperti yang tuannya inginkan. Dengan gerakan agresif pria tersebut berusaha menyentuh melecehkannya, tetapi pemberontakan yang dilakukan lawannya membuat ia kesusahan untuk menuntaskan tugasnya.
"Hahaha akhirnya aku bisa merasakan wanita Kaisar juga, patuhlah nona aku akan memperlakukan mu dengan lembut"
"bajin*gan aku tidak sudi disentuh oleh bandit rendahan sepertimu! " sahut Anna sarkas tangannya menghempaskan cengkeraman pria itu dari pundaknya, kakinya pun tidak tinggal diam untuk mempertahankan diri.
Plak
Anna menatap tidak percaya bahwa ia baru saja ditampar oleh seorang bandit. Dari alis tebal yang menukik tajam itu ia bisa memastikan bahwa orang didepannya telah tersinggung ucapan nya.
Bandit itu kemudian mencoba membuka kaki Anna dan dengan lancang menyentuhnya, air mata Anna pun luruh membayangkan tubuhnya dinikmati oleh seorang sampah sepertinya.
"hiks hiks maafkan aku, tolong jangan sentuh aku... aku sedang hamil hiks aku mohon... "
"Cih "sang Bandit hanya berdecih acuh , dia tetap memaksakan keinginan bajatnya kepada wanita Kaisar. Saat tangan pria itu mencoba membuka pakaiannya, muncul komandan Roxas dengan pedang berlumuran darah ditangan nya.
Tanpa menunggu apapun,padangnya langsung menusuk dada orang yang ingin melecehkan selir kaisar hingga menembus badan.
Menutup mulutnya terkejut, Anna tercengang oleh pemandangan sadis yang baru saja dia lihat tak terasa tubuhnya bergetar hebat tanpa bisa dia kendalikan.
__ADS_1
"hah.. keluar lah orang yang dikirim Kaisar telah datang"ucap Duke Roxas tanpa menatap keadaan Anna yang menyedihkan. Bawahan Kaisar memang tidak memiliki sifat belas kasihan, tidak heran Duke Roxas di kenal sebagai orang yang tidak memiliki hati mau wanita atapun pria tetap ia perlakuan sama.
" bagaimana keadaan nya "
"dia baik baik saja"
"untunglah, bawa mayat bandit itu ke markas untuk kita perlihatkan pada Kaisar"
"lalu sisanya? "
"mereka sedang dalam pengejaran, serahkan semuanya padaku. sekarang antar dia dengan selamat ke istana lama"
"hem aku heran kenapa banyak orang bisa mengatakan bahwa Kaisar mencintai wanita itu, padahal dia bisa melakukan hal sekejam ini kepadanya"
"hustt sebaiknya kau diam saja "
"yyy"
Percakapan tersebut samar samar terdengar oleh Anna, tapi dia lebih dahulu kehilangan kesadaran sebelum mendengarkan semuanya.
####
🙁
__ADS_1