Kaisarku Kau Egois!

Kaisarku Kau Egois!
Tidak menerima kematiannya


__ADS_3

Tiga hari berlalu sekarang Anna tengah berhadapan langsung dengan kematian nya,Sebuah alat bernama Guillotine sudah biasa digunakan untuk mengakhiri hidup para penjahat serta pengkhianat, dengan cara cepat dan 'manusiawi'.


"hiks aku menyesal...! aku menyesal! hiks hiks aku tidak bisa mati sebelum melihat bayiku. Izinkan aku melihat nya sebentar , aku mohon! "


Hati Anna semakin terasa sasak ketika permintaannya tidak digubris. ia juga ingat keputusan Kaisar yang tetap tidak mengizinkannya untuk menemui bayinya.


Sedangkan Bayi mungil tersebut sudah dititipkan ke salah satu tempat panti asuhan dibarron, bahkan sampai sekarang belum ada nama yang disematkan untuk bayi itu.


Anna lalu hanya bisa menangis di pojokkan sel tahanan, dengan memakai gaun lusuh kesayangannya . Ya,gaun itu pernah membuatnya menjadi wanita berharga dimata Kaisar.


Gaun sederhana yang selalu dia pakai secara khusus ketika dirinya dan Hanz bertemu secara diam-diam dibelakang Roselind.


Dipanti asuhan sang pengarus panti dengan rasa sedih kemudian memberikan sebuah nama untuk bayi Anna . Tiga hari yang lalu dua orang berpakaian khas prajurit istana serta seorang pelayan tiba-tiba saja menitipkan bayi mungil di pantinya.


Mereka tidak banyak menitipkan pesan tapi sang pelayan memberikannya sekantung emas dan berkata kepada nya untuk menjaga bayi tersebut dengan baik.


"Moana Rogers"ucap pelan dari mulut pengurus panti di dekat telinga si bayi, kata pertama yang bayi Moa dengar sejak dirinya lahir.

__ADS_1


Eksekusi


Kali ini hukuman Anna dilakukan di dalam penjara khusus , hal tersebut bisa terjadi karena Hanz masih ingin selirnya mendapatkan kematian yang manusiawi dibanding kedua pejabat bodoh kemarin.


Dia dan Roselind melihat nya dari luar. bersama beberapa pejabat khusus yang telah mendukung kepemimpinan Hanz selama ini


Pria itu juga mau menunjukkan kepada mereka yang merasa memiliki kekuasaan .Agar mereka tau bahwa dia tidak segan segan menghukum siapapun yang mengkhianati nya atau memberontak dari peraturan nya .


Dengan badan bergetar, Anna mulai pasrah saat mendengarkan perintah dari algojo.


Dia sebelumnya telah diberi obat tidur sebagai syarat pertama dalam eksekusi, lalu sekarang Anna disuruh tidur tengkurap dan leher ditaruh di antara dua balok kayu di mana di tengah ada lubang tempat jatuhnya pisau.


Sleb


Pada ketinggian tujuh meter, pisau dijatuhkan oleh algojo dan kepala Anna yang terbungkus kain goni jatuh di sebuah keranjang di depannya.


Selesai sudah ceritamu Anna .

__ADS_1


"kamu puas? " tanya Kaisar sambil menggengam salah satu tangan Roselind. Mereka berdua saling bertatapan dan seperkian detik , Rose pun kembali memberi sebuah Hanz senyuman manis penuh dengan kelegaan.


Malam sunyi datang menggantikan hari cerah dibarron .


Wanita menggunakan mantel hitam terlihat berjalan tergesa-gesa menuju ke sebuah penjara biasa . Kini dia berdiri didepan salah satu sel yang berisikan pelayan setia milik Anna.


Lara gadis yang baru saja bekerja sebagai pelayan pribadi sang selir, sekarang berakhir mengenaskan didalam penjara sama seperti yang nonanya alami.


tapi sayang sekali sang selir telah mati, sekarang dia seorang diri didunia kotor ini.


Setelah pintu terbuka Lara dengan perasaan marah segera mencecar sikap acuh Roselind ketika Anna dihukum mati.


Dia sangat marah kepada wanita itu.


dan begitu muak dengan sikap dingin perempuan dari keluarga militer tersebut.


"Kenapa! kenapa kamu tidak menghentikannya!? "

__ADS_1


"Dimana hati nuranimu Rose...! Arghh kau membiarkan dia menderita didunia in!? karena kau merasa dendam kepadanya hah"


"A aku tidak bisa menerima kematiannya! Roselind kau adalah wanita iblis, aku sangat membencimu! "


__ADS_2