
Bukannya menjawab pertanyaannya, Rose malah bertanya balik tentang dirinya yang bisa satu kereta dengan wanita itu.
"Aku akan pergi ke wedgas untuk melihat pertambangan milik kerajaan yang baru saja dibuka "
"owh,kenapa bisa begitu kebetulan dengan jadwal keberangkatanku, dan satu bangku juga... " ucap Roselind lirih sambil melirik takut ke arah Hanz yang terus memasang wajah datar.
laki-laki itu tampak santai menikmati perjalanannya dengan membaca koran berita.
"Hubungan mu bersama Feng apa sungguh serius . Dia menjajikan apa kepadamu bocah"
Apa yang terjadi hari ini bukanlah sesuatu yang kebetulan . Seorang Kaisar seperti Hanz pasti akan menaiki kereta kelas atas untuk perjalanan bisnisnya. Tapi demi bisa berdekatan dengan Roselind, pria itu rela menaiki kereta kelas bawah yang padat penumpang serta memiliki hawa panas didalamnya.
Bohong kalau dirinya menikmati perjalanan tersebut dengan hanya membaca koran. kenyataannya bulir keringat dari dahi Hanz tidak berhenti mengalir menandakan bahwa ia sedang kepanasan pada saat itu.
Karna malas terus menjelaskan hubungan nya kepada Kaisar,Rose langsung saja menunjukkan cincin di jari manisnya"huff panas juga disini. Lihat ini Hanz "
"Hanya cincin biasa apa yang istimewa " jawab Hanz memandang remeh cincin pemberian Feng ling.
Dengan nada kesal Roselind segera memberitahu keistimewaan benda kecil itu.
__ADS_1
"memang sederhana tapi Feng memberikan nya dengan cinta yang tulus. Dibandingkan hadiah mewah darimu jelas cincin ini jauh lebih bernilai dimataku "
"Cih cinta tulus aku geli mendengar nya "
"Huh! dasar pria datar kau mana tau rasanya dicintai dengan tulus. Aku yang dulu memberikan perasaanku sepenuhnya pun tetap kau campakkan. Memang Kaisar sepertimu tidak perlu wanita dan cinta seumur hidup "
"Hahaha aku memang tidak memerlukan wanita lain disisiku karena mereka yang memujaku itulah kenyataannya Rose"
aku tidak mungkin menerima wanita lain karna yang aku inginkan hanya nona Roselind seorang.
Dengan senyum tipis Roselind mengatakan janji Feng tadi kepada Hanz, jiwa sombong nya sudah percaya diri untuk mengatakan hal itu. "Heh, setelah urusan ku selesai di wedges. Kaisar harus menyiapkan hati untuk melihat pernikahan ku bersama Feng "
Perjalanan mereka ke wedges pun di iringi pertengkaran kecil. Bahkan Rose sudah dua kali menampar pipi Hanz karena dia tidak terima kekasihnya Feng di hina oleh pria tersebut.
Hanz pastinya hanya bisa pasrah dengan itu semua. Pipinya kanannya sekarang sudah ada cap tangan kecil milik Rose akibat kesalahan nya sendiri.
"dasar pria penindas jangan samakan Feng dengan dirimu yang brengsek Hanz! "
Bug
__ADS_1
Bug
Bug
Hanz bisa merasakan dadanya cukup merasa sesak karena pukulan dari Roselind.Mau dia hentikan pun akan sulit sebab kondisi kereta yang sesak akan penumpang lain. dia mana mau keributan nya menjadi tontonan orang-orang.
"Ck dasar keras kepala aku hanya berkata jujur tapi kau malah bersikap impulsif seperti ini "
"aku bersikap impulsif!? hei...! "
Sedangkan kakek tua berwajah datar di depan mereka, Tampak sudah muak oleh pertengkaran gadis kecil dengan pria dewasa tersebut .
Dug
Akhirnya benda kayu berbentuk tumpul di tangan sang kakek memukul dahi Hanz cukup keras, orang itu lalu menasehati sikap Hanz yang tidak mau mengalah kepada perempuan.
"sttt siapa yang memukulku? "
"Hei tuan, lebih baik kau jangan memprovokasi gadis kecil ini. Sebelum tongkat ku memukul kepalamu lebih keras. seorang pria harusnya menjaga wanita bukan malah menyakitinya dengan omongan "
__ADS_1