
"astaga nona! bagaimana anda tidak mengetahui resleting bajunya terbuka sejak tadi"
Ucap Marry gemas dia membenarkan gaun yang dikenakan Roselind, pelayan itu tidak habis pikir bila nonanya berjalan disepanjang lorong istana dengan punggung yang terpampang polos tanpa ada penutup.
"ugh aku tidak tau marry, apa aku bisa merasa tenang besok tanpa takut ada gosip buruk tentang kelakuanku yang tidak sopan"
Gadis berkulit putih pucat itu menutupi raut wajah cemas nya dengan kedua tangannya.
"nona aku akan menyelesaikan masalah ini percayalah kepadaku, anda hanya perlu bersikap biasa saja besok "
Roselind mengangkat wajahnya pelan dia matanya yang tadi redup seketika berbinar saat melihat ada aura pahlawan dibelakang punggung pelayannya. Bukan pelayan tapi dia 'kesatria serba bisa milikku' dan aku adalah orang yang beruntung karena menjadi tuannya.
"terimakasih marry kau yang terbaik, aku tidak peduli bagaimana caramu menyelesaikan masalahnya. yang terpenting aku masih memiliki wajah besok"Roselind yang masih berada di atas kasur itu langsung memeluk erat Marry yang ada disamping nya. Ia lalu mendongakkan wajahnya dengan senyuman cerah kearah Marry yang membalas nya dengan wajah datar.tapi kedua buah melon milik marry membuat Roselind tersipu malu pipinya yang putih pucat seketika bersemu merah, saat menyadari bahwa wajahnya dibawah persis dua gumpalan lembut milik pelayannya yang ternyata cukup besar.
sexy..
__ADS_1
"semua untuk nonaku yang tersayang..." jawab marry dengan senyum mengerikan diwajahnya dan tatapan sadis diarahkan kepada Roselind yang begitu menikmati keindahan tubuhnya. dia tidak tau ternyata selain pria ,wanita juga bisa bersikap mesum ketika melihat kedua aset kebangangan nya itu.
"hehe kau jangan salah paham marry, aku hanya terkejut saat melihat nya dari jarak yang begitu dekat ternyata memang cukup emm"
"cukup !sebaiknya anak kecil segera tidur "
Roselind tertawa kecil saat ucapannya dipotong oleh marry, dia tau pelayan nya itu pasti sedang merasa malu atau kesal karena tingkah nya. daripada membangkitkan sisi buas marry lebih baik ia menurut saja seperti anak baik .
Gadis belia yang hampir di perko*sa oleh Kaisar itu. merebahkan tubuh nya dengan tenang diranjang, seolah kejadian yang hampir merenggut keperawanannya tadi bukanlah beban yang harus dia pikiran sehingga kini Roselind masih bisa tidur dengan nyaman.Sebelum akhirnya kamar menjadi gelap saat sang pelayan keluar dari kamar tersebut .
waktu sudah menunjukkan tengah malam, sebagian lampu di istana pun mulai dipadamkan hanya area tertentu saja lampu masih nyala dengan terang.
"Jim buatkan aku kopi"
"baik tuan "
__ADS_1
Kaisar duduk dimeja kerjanya dengan posisi kaki yang mengang*kang, untuk menyembuhkan adiknya hingga sembuh total butuh satu minggu untuk menunggu nya. Dan Hanz sedikit bingung bagaimana caranya supaya dia berjalan normal saat ada rapat istana, oh dirinya tidak mau berita pusakanya yang dilumpuhkan Roselind terbesar luas di Kekaisaran.Akan sangat sulit mengangkat wajah dengan wibawa didepan pejabat dan rakyatnya nanti.
"apa aku batalkan saja seleksi untuk memilih pejabat istana yang baru besok , tapi kursi di pemerintahan tidak boleh terlalu lama kosong tugasnya pasti akan berantakan karena tidak ada yang memegang"
Kaisar berwajah tegas itu berguam sendiri saat menimbang nimbang keputusannya. Sudut ekor matanya melirik kearah kertas pendaftaran yang hanya tersisa satu buah kuota pendaftaran untuk masuk kedalam seleksi.
"tidak buruk juga memberinya sebuah kesempatan, aku ingin lihat sekeras apa usahanya saat ini "ucap Hanz sembari tersenyum miring begitu mudahnya dia mempermainkan seorang wanita,tanpa memikirkan karma seperti apa yang akan dia dapat nanti.
Memang Anna diberi kesempatan oleh Kaisar untuk mengikuti seleksi pejabat baru istana yang dibebaskan untuk umum. asal saja dia bisa melewati segala ujian yang sudah disiapkan langsung oleh Hanz dan beberapa mentrinya. Tanpa sedikitpun kecurangan didalamnya, ambisi Anna yang begitu besar membuat gadis itu selalu menghabiskan sebagian waktu nya untuk belajar itu sebabnya Kaisar tidak berat hati ketika memberikan kuota terakhir untuk Anna. karena dia merasa kerja keras wanitanya itu sepadan dengan hadiah yang dia berikan.
Apakah Anna bisa masuk kedalam istana dengan setatus yang baru tanpa melakukan kecurangan sedikitpun atau ada orang lain yang membantunya.
###
😏
__ADS_1