
Kepulangan Kaisar dan rombongan nya disambut meriah oleh rakyat, dan bertepatan dengan pesta panen raya yang diadakan setahun sekali saat musim panen.
Kaisar melemparkan banyak koin emas sepanjang perjalanan menuju gerbang istana. Sebagai bentuk menghargai para petani yang sudah bekerja keras merawat tanaman mereka. Banyak anak -anak kecil berlarian mengikuti Kaisar yang begitu gagah diatas kuda hitamnya.
Hanz tersenyum tipis saat mendengar banyak doa yang diucapkan oleh rakyat yang menyambut dirinya. Sesulit apapun keadaannya dimedan perang semua rasa lelah itu terbayar dengan melihat senyum cerah rakyatnya.
"semoga Kaisar dilimpahkan kesehatan dan, kesejahteraan"
"dimata musuh dia adalah iblis tapi dimata kami sebagai rakyatnya dia adalah dewa pelindung bagi Barron "
"Kaisar sudah memberikan yang terbaik untuk kami, kita hanya bisa membalasnya dengan doa. sungguh dia pria yang murah hati"
"Kaisar berbahagialah selalu ! "
"yang mulia mereka sangat mencintai anda, apa anda akan menghadiri pesta perayaan panen raya nanti malam ? " tanya panglima Arron yang berada disamping nya. ucapan Arron mengingatkan Hanz akan Roselind yang dia tinggal dengan amarah, mungkin nanti malam dia bisa mengajak gadis itu untuk berkencan.
"aku akan menghadiri nya tapi tidak ingin berpenampilan terlalu mencolok, karena aku berniat membawa Roselind untuk berkencan"
"anda tenang saja yang mulia, semua itu bisa diatur"
"terimakasih panglima Arron"
"yang mulia sungguh-sungguh ingin menikahi putri Duke Jacob ? apa rumor tentang anda yang memiliki wanita lain selain nona rose benar atau hanya rumor belaka"
"Panglima Arron sepertinya kau begitu banyak bicara aku tidak suka kau ikut campur dalam masalah pribadiku,sebaiknya kembali saja ke Barber untuk tugas baru yang kuberikan kepadamu" sahut Hanz dengan pandangan lurus kedepan , nada bicaranya yang datar adalah peringatan untuk Arron supaya berhenti mencari tau tentang hubungan Kaiser dengan para wanitanya.
shi*t mulutku benar-benar kesialan tersendiri untukku. belum juga sampai didepan gerbang istana, aku harus dikirim kembali ke wilayah gersang itu.
"maaf kelancangan saya Kaisar, saya akan kembali lagi ke Barber" jawab Panglima Arron pasrah, pria berpakaian besi tersebut menarik kembali kudanya dan berbalik arah ke belakang meninggalkan rombongan prajurit yang habis berperang tersebut.
__ADS_1
Para prajurit yang berada dibelakang berbisik bisik melihat panglima mereka berputar arah tidak melanjutkan perjalanan.
Sampai digerbang Hanz disambut Rose dengan wajah datar, gadis itu benar-benar marah untuk masalah kemarin Kaisar menghela nafas kasar sepertinya dia memang harus membujuk Roselind nanti.
Kaisar langsung memeluk tubuh ramping tersebut erat dan menghirup dalam wangi cengkeh dari tubuh Roselind. aroma rempah? sejak kapan selera Rose berubah dari yang dulu menyukai wangi wangian elegan menjadi wangi cengkeh.
"aku merindukanmu, apa tugas di istana menyulitkanmu? "
ujar Hanz menatap wajah cantik sang tunangan, sepertinya Roselind baik baik saja selama dia tinggal hal itu sudah cukup untukku.
"tidak lagipula aku sudah terbiasa bekerja sendiri, dulu kau juga sering meninggalkan istana demi Anna"
ucap Rose sembari menatap sinis pria yang tampak semakin gagah dengan baju besi yang melekat ditubuhnya dan beberapa sayatan kecil diwajah tegas Hanz. Aku pikir dia akan pulang dengan wajah jelek setelah berperang tapi kenapa malah semakin terlihat hot.
"hah iya aku akan bertanggungjawab kepada tugasku sebagai kaisar ,lebih serius mulai sekarang"
Kaisar lebih memilih mengalah daripada harus berdebat dengan Rose. laki-laki dewasa itu merangkul pinggang tunangan nya mesra, keduanya berjalan seperti pasangan yang harmonis padahal kenyataannya banyak masalah yang disembunyikan diantara keduanya.
"Rose aku akan membicarakan pernikahan kita dengan ayahmu dan para tetua di istana "
perkataan Hanz membuat Rose berhenti saat membuka kancing baju milik Kaisar .
"aku belum siap menikah" sahut Roselind pelan,ia melanjutkan membuka kancing baju Hanz tapi dengan pandangan menunduk menghindari kontak mata dengan pria dewasa didepan nya.
membuat Kaisar terdiam kecewa mendengar jawaban tunangannya. Melihat Rose yang tidak berani menatap matanya ,laki laki itu terkekeh sinis mengetahui alasan kenapa roselind menolaknya.
sial laki-laki asing itu memang tidak bisa aku biarkan, dia sudah membuat Rose banyak berubah.
"apa aku peduli dengan pendapatmu, yang jelas kau akan segera menjadi milikku seutuhnya lalu akan kusingkirkan semua pria yang pernah dekat denganmu "
__ADS_1
"aku tau kau pasti akan memaksaku Hanz tapi setelah aku memberitahu ayahku tentang kau yang memiliki wanita lain, percayalah tidak akan ada namanya pernikahan diantara kita"
Rahang Hanz seketika mengeras melihat Rose yang berani mengancamnya, pinggang Roselind semakin dia pegang erat oleh tangan kekarnya.Rose merasakan sakit di area pinggang nya tapi berusaha tersenyum dia tidak ingin terlihat lemah didepan Hanz.
"tikus kecil mendapat keberanian darimana sampai berani mengacamku hem? "
ucap Hanz dingin, tangannya yang sudah berurat meraih paksa tengkuk Rose untuk dia beri hukuman .
saat Hanz berusaha menciumnya, Roselind langsung menghindar tentu hal itu membuat harga diri Kaisar Barron terhina. Laki-laki yang sudah terlanjur marah itu semakin memaksa untuk mencum*bu tunanganya.
"bajingan!jangan menyentuhku! " Roselind memberontak dia ingin kabur dari kamar iblis tersebut. Tapi Hanz dengan cepat mebopong tubuh Rose dan melemparkan nya keatas ranjang besar miliknya yang berselimut kain sutra.
brugh
bunyi tubuh Rose yang mendarat cukup keras dikasur, kesabaran Hanz sudah habis ditambah rasa cemburu. pria itu membuka ikat pinggang celananya dengan nafas berat ,Roselind pun bisa mendengarnya. Rasa takut akan hal buruk seketika menyarangnya saat ingin turun dari ranjang, tangan roselind langsung dicengkram kuat oleh Hanz dan di ikat dengan ikat pinggang miliknya.
"bila cara halus tidak bisa membuatmu tenang maka jangan salahkan aku mengambil hakku sekarang... "
"mawarku ini masih memiliki sari manis alias virgin ,aku menginginkan nya .kau sudah memancing gairahku sejak lama , tapi aku selalu menahannya dan memilih melampiaskan nya kepada wanita lain. " ucap Hanz yang perlahan tangannya membuka resleting gaun Rose ada berada dibelakang hingga akhirnya Hanz bisa mengusap punggung halus tunangan nya yang membuat gadis yang tengah terikat itu mendesis kecil karena sentuhan dari Hanz.
"stttth kau ketraluan Hanz"
"kau terlihat seksi saat dibawahku Rose... "
Cup
Kaisar langsung mendaratkan kecupan mesra dibibir Roselind lalu perlahan mulai menikmati daging kecil yang semanis madu itu untuk dia lum*at.
"menjijikkan" desis wanitanya yang semakin membuat Hanz gemas dan bernaf*su untuk menaklukkan nya.
__ADS_1
###
🧐apakah berlanjut