Kaisarku Kau Egois!

Kaisarku Kau Egois!
Keputusan seperti apa


__ADS_3

"Kaisar" sambut jendral Jacob yang sedang menyiapkan strategi perang untuk besok. Daerah yang ingin dikuasi terkenal karena memiliki banyak emas dibawah tanah gersang nya.


"Bagaimana , kapan kita bisa menyerangnya "


tanya Kaisar kepada salah satu jendral terkuat dibarron tersebut.


"mereka masih menggunakan alat sederhana kita bisa langsung melawannya besok tapi semua kembali kepada persiapan kita malam ini "


"Baik kita lakukan besok sekarang periksa persenjataan masing masing .sebenarnya bila mereka mau bekerjasama kita tidak perlu melakukan kekerasan tapi inilah pilihannya,pilihan yang buruk jangan harap awal musim semi menjadi hari yang indah untuk mereka"ujar Kaisar Barron menatap tajam ke arah peta yang menunjukkan wilayah tandus tapi memiliki banyak emas didalam nya.


Tanah yang tidak pernah dilirik oleh Kerajaan mana pun padahal memiliki nilai yang menguntungkan saat dimanfaatkan dengan benar.


"hufffh saya kira masalah dibarron akan menghambat yang mulia untuk memperluas kekuasaan kita, tapi anda lebih hebat daripada yang saya kira dalam waktu sebulan bencana kelaparan yang hampir menimpa Barron bisa Kaisar selesaikan dengan baik" ucap Jendral Jacob memuji kepintaran calon tunangan putrinya itu sambil mmenghirup tembakau yang sudah dibakar. pulang nanti dia akan bertanya kepada putrinya tentang hubungan nya dengan Kaisar apakah membaik atau keputusan untuk membatalkan pertunangan akan tetap dilanjutkan.


"semua itu tidak terlepas dari jasa putrimu dia banyak membantuku untuk masalah kemarin"

__ADS_1


"haha benarkah saya merasa terhormat karena Roselind bisa menjadi wanita yang diandalkan disisi anda yang mulia"


"karena itu aku ingin mempercepat pernikahanku dengan Roselind,dia sudah dewasa bagiku dan Barron butuh seorang ratu untuk mengayomi rakyat nya" perkataan Hanz membuat jendral satu itu terdiam, kenapa Kaisar terburu buru ingin menikahi putrinya padahal umur Rose baru akan genap tujuh belas tahun saat bulan depan.


"masalah ini sebaiknya dibicarakan di istana , kaisar kita juga perlu pendapat para menteri disana tidak bisa sesuka hati" sahut ayah Roselind yang tidak ingin membuat keputusan sendiri, sedangkan didalam hati Duke Jacob dia berniat membatalkan pertunangan putrinya.


"saya akan kembali ke tenda saya dulu,Kaisar"


.


Pria tua itu ingin kembali ke tendanya sayangnya ucapan Kaisar membuat Duke Jacob berhenti sebentar dan kembali menghembuskan nafasnya kasar dia benar benar dihadapkan dengan penuh pilihan yang sulit.


"saya tau "


Musim semi harusnya menjadi cuaca yang indah bagi semua orang tetapi tidak dengan orang-orang suku barber, mereka harus berusaha mempertahankan wilayah nya disaat prajurit Barron menyerangnya menggunakan alat alat yang lebih canggih daripada tombak sederhana milik mereka.

__ADS_1


Untuk perang kali ini Hanz hanya membawa dua puluh ribu pasukan untuk menyerang suku barber yang jumlahnya lebih banyak ketimbang pasukan nya. Tapi Hanz begitu percaya diri bisa menaklukkan wilayah yang dia incar saat ini. karena segi apapun perajurit Barron lebih unggul ketimbang orang orang tradisional tersebut.


"sebaiknya menyerah saja kau tidak kasihan melihat rakyatmu itu" ucap Hanz tegas sambil mengacungkan pedang nya di bawah dagu milik anak kepala suku barber yang sudah lebih dulu kalah melawan nya.


"cih kalian hanya akan mengambil sumber daya alam kami tanpa memikirkan orang orang lemah seperti kita , bunuh saja aku sekarang,daripada harus menjadi budak orang barat seperti kalian! "


Jawab anak kepala suku tersebut berani dia lebih baik mati terhormat daripada menyerah dan menjadi budak kearajaan Barron.


"Bodoh! "umpat Hanz sinis melihat sikap tidak bijaksana dari pemuda yang nyawanya berada diujung pedang nya.


Tanpa belas kasih Kaisar itu mengambulkan permintaan sang pemuda, satu tusukan langsung membuat orang didepan nya mati tanpa bisa mengeluarkan suara. Padang tersebut menembus leher hingga terlihat ujung pedang yang bermandikan darah segar dari anak kepala suku barber.


Hanz mengusap sudut bibir nya yang terkena cipratan darah dengan tertawa miring , orang bodoh hanya bisa memikirkan harga dirinya ketimbang menerima sesuatu yang lebih baik daripada yang mereka pertahankan. itu yang Hanz suka ketika melawan orang orang seperti mereka sangat mudah dibodohi dan dihasut.


Sebenarnya Hanz sudah memikirkan keuntungan apa yang diterima oleh suku barber yang menempati wilayah tersebut, dia akan membuat mereka menjadi pekerja tambang tapi dengan imbalan yang sesuai. Dan Hanz juga berpikir akan membangun pemukiman suku barber menjadi pemukiman kelas menengah sehingga para pekerja dari Barron bisa bekerja dengan nyaman .

__ADS_1


__ADS_2