
Malam tiba beberapa penjaga mondar-mandir didepan tempat yang dijadikan penjara sementara untuk orang barber yang masih tersisa. Kondisi mereka memprihatinkan banyak wanita yang menggendong bayinya sendiri ditengah ruangan yang begitu sempit, membuat mereka harus menjaga anaknya sambil berdesak-desakan.
Alexander Hanz berjalan menuju ruangan itu saat dirinya tiba penjaga dengan sigap membukakan pintu kayu yang tergembok . Pintu kayu tua itu berderit saat dibuka, menampilkan tempat yang lembab juga gelap hanya sedikit cahaya yang masuk dari celah celah dinding yang retak.
Hanz juga ditemani seorang panglima untuk mengecek keadaan disana.Pengawal yang dibelakang nya membawa banyak roti gandum didalam keranjang, lalu membagikan nya ke para orang orang malang tersebut.
para orang berkulit hitam itu tersenyum sumringah karena mendapatkan makanan yang layak setelah sekian lama. Saling berebutan membuat kondisi berubah menjadi rusuh, sang penjaga segera membentak dengan keras lalu menertibkan nya.
"Diam! jangan berebut semua akan mendapatkan nya!"
Melihat kerusuhan yang berhasil dipadam kan, panglima yang disamping Kaisar mengutarakan pendapat nya tentang nasib para orang tersebut yang rata rata adalah wanita.
"Yang mulia wanita seperti mereka tidak akan berguna untuk bekerja ditambang . apa yang bisa mereka lakukan? "
__ADS_1
"jangan meremehkan wanita yang hidupnya bahkan lebih keras daripada kita. Mereka hanya perlu dilatih sedikit untuk menjadi sesuatu yang berguna, lihatlah wajah tegas dan fisik mereka yang terlihat kuat akan sangat cocok menjadi pasukan rahasia kita "
"maksud Kaisar anda ingin merekrut mereka kedalam pasukan kita"
"benar apa kau siap untuk melatih para wanita yang akan menggetarkan hati musuh"
"walaupun saya tidak yakin, tapi saya akan mencoba melatih mereka supaya menjadi manusia yang lebih berguna "
Perasaan wanita wanita suku barber kembali hidup saat mendengar tawaran dari panglima Arron. Mereka yang awalnya sudah pasrah dengan nasib, mendapatkan angin segar saat tau mereka akan direkrut menjadi pasukan dibawah kepemimpinan Barron.
Sudah hampir tiga minggu Hanz berada di tanah jajahannya itu. Dia mengawasi pelatihan keras yang dilakukan panglima Arron kepada para wanita barber yang disiapkan menjadi pasukan Barron, untuk menguatkan pertahanan wilayahnya di timur.
"Kaisar memang benar tanah dibawah sana banyak sekali menggandung emas didalamnya, saya yang meneliti nya pun sangat terkejut dengan penemuan yang saya temukan. ini sungguh luar biasa kita mendapat harta untuk jangka panjang "
__ADS_1
"itu bagus, tambang bisa segera dioperasikan aku harap emas disini dapat menambah devisa negara untuk mengganti kerugian saat bencana kelaparan kemarin"
Malamnya Hanz keluar dari tenda dengan jubah yang melekat dipunggung lebar nya. Dia mendekati api unggun yang belum padam, sambil menghangatkan badanya Pikiran Kaisar menerawang jauh mengingat dua wanita yang membuatnya tertarik bahkan jatuh hati.
Dia ingin segera menikahi Roselind, mengikat gadis itu kedalam hidupnya lalu menyingkirkan laki laki yang pernah membuat gadis itu senang,seperti Feng ling pria yang bisa menjadi saingan beratnya bila terus dibiarkan.tapi mungkin sulit karena Roselind sudah terlanjur membencinya. Tapi kebencian Rose bukan penghalang untuk Hanz meresmikan hubungan mereka ,yang pastinya akan banyak dukungan dari banyak pihak.
Roselind tidak bisa menolakku karena dia sudah memiliki perjanjian pernikahan denganku sejak kecil dan ayah Kaisar sendiri yang memilih gadis kecil itu untuk menjadi Ratuku.
Sedangkan untuk Anna , Hanz tidak memiliki alasan untuk menikahinya dia juga masih ingin bersenang-senang dengan perempuan yang sekarang dia pandang sebagai pemuas nafsunya . Jahat? tapi dia pria yang berkuasa dirinya bukan hanya mengandalkan wajahnya untuk memikat wanita , Dia memilki pesona tersendiri, seperti kewibawaannya sebagai seorang raja yang selalu dia junjung tinggi, kemampuan bertarung yang tidak bisa diremehkan dan ketegasan nya saat berada di kursi pemerintahan membuat semua orang tunduk dibawah nya dan membuat banyak wanita tergila-gila oleh nya.
"sebenarnya aku merindukannya, tapi ada yang lebih penting dari sebuah perasaan seperti menggali kekayaan di wilayah yang baru saja aku menangkan "
Hanz mungkin belum merasakan cinta sebenarnya dia selalu berpikir secara logika bahkan dalam hal yang menyangkut perasaan. Sulit membuat pria itu sadar tentang perasaannya kepada dua wanita yang sering dia permainkan. Sungguh malang nasib keduanya karena sudah menjatuhkan hatinya kepada pria yang bodoh dalam percintaan.
__ADS_1