
Saat ini Aku sedang berada di ruang makan istana Pantai Selatan. Tentu saja ruangan ini sangat megah sekali karena ruangan ini hanya digunakan untuk menjamu tamu tamu penting kerajaan.
Aku duduk bersebelahan dengan Maja yang terus menelan ludahnya memandangi makanan makanan yang sudah disajikan di atas meja.
Aroma daging paus bertanduk yang dibakar dan disiram saus yang terbuat dari rempah rempah yang berasal dari alam gaib ini membuat Maja hampir tidak bisa mengontrol sikapnya.
Beragam hidangan berupa sup, steak, dan barbeque yang bahan bahannya termasuk langka bahkan di alam gaib ini sangatlah mewah sekali.
Aku sendiri pun jarang sekali merasakan kuliner mewah seperti ini. Hanya ketika perayaan tertentu saja Kakek akan meminta Nenek untuk memasakkan hidangan seperti ini.
Lucy yang duduk bersebrangan denganku pun terlihat sangat tertarik dengan hidangan yang ada di depan matanya itu. Karena setiap daerah memiliki ciri khas makanannya masing masing seperti dunia manusia biasa.
" Maaf telah membuat kalian menunggu lama disini. " Suara yang lemah lembut itu sangat pelan namun terdengar jelas oleh semua yang berada di ruangan ini.
Pandangan kami semua langsung tertuju pada seorang wanita cantik yang memakai mahkota dan berbaju layaknya seorang Ratu itu.
Paras cantik dan setiap gerakannya yang sangat elegan itu membuat siapapun yang melihatnya terkagum kagum.
Sang Ratu pun duduk di kursi utama dan tersenyum pada kami semua.
" Aku harap kalian bisa menikmati jamuan yang telah kami siapkan. "
***
" Aahh.. coba kalo tiap hari bisa makan enak kaya gitu yak " Maja bergumam sambil berjalan santai. Ekspresi nya seperti seperti seseorang yang tidak ingin bangun dari mimpi indahnya.
Tentu saja Aku tidak bisa menyangkal bahwa memang sajian yang kami makan sebelumnya sangatlah menakjubkan. Bukan hanya dari segi rasanya saja, perasaan ketika dirimu dipenuhi energi dan tenaga dalam setelah menyantap sajian itu sangatlah luar biasa.
Hal tersebut bisa membantu kita meningkatkan jumlah tenaga dalam yang kita miliki dan bahkan bisa membantu seseorang menembus batas dan meningkatkan tingkatan kultivasinya.
Namun hal tersebut hanya berlaku untuk seseorang yang baru saja memulai kultivasinya. Seseorang seperti kakek yang sudah memiliki tingkatan tinggi tidak bisa semudah itu untuk meningkatkan kultivasinya.
" Bangkrut lah si Kakek kalo tiap hari kaya gitu Ja "
" Haha.. Tinggal nyari bahannya sendiri aja kali "
" Iya, udah lama Kakek ga jalan jalan. Jadi ya sabar aja Ja, nanti juga kalo si Kakek jalan jalan pasti bawa oleh oleh. "
Aku dan Maja meneruskan obrolan kami diperjalanan pulang ini. Sebenarnya Maja masih ingin berjalan jalan di perkampungan yang berada disekitar kerajaan, namun Aku harus segera menemui seorang Indigo yang direkomendasikan Kakek untuk membantu kantor kami.
Meskipun pekerjaan di kantor kami terlihat tidak banyak, namun kami sangat kerepotan bila Kakek, Aku dan Maja sedang melaksanakan tugas dan tidak ada orang yang berjaga di kantor.
Kami pun sudah mencoba untuk memperkerjakan Jin di kantor kami, namun mereka tidak ingin pekerjaan yang hanya diam di kantor saja.
Banyak Jin yang menentang pendirian kantor kami, oleh karena itu beberapa Jin tidak berani untuk bekerja di kantor kami. Karena mereka tidak menginginkan adanya konflik dengan Jin lainnya.
Adapun beberapa Jin seperti Maja yang memang sepertinya bekerja di kantor kami, namun Maja sebenarnya menerima pekerjaan tersebut karena dia sudah menganggapku dan keluarga Kakek sebagai keluarganya sendiri.
Kakek berkata bahwa kantor ini hanyalah suatu langkah percobaan saja. Dia ingin melihat bagaimana situasi dan reaksi yang akan berdampak pada bangsa Jin dan Manusia.
Kantor kami masih berkembang dan berjalan merangkak secara perlahan lahan, namun Aku yakin Kakek sudah memiliki rencana tentang kantor kami kedepannya.
***
' Ahh.. jadi ini Sukabumi ya.. '
Dimanapun tempatnya masih saja sama. Mengapa mereka banyak sekali berkeliaran di sekitar manusia?
__ADS_1
Apa mereka tidak bosan melihat tingkah manusia setiap hari? . Apalagi mereka wanita centil yang suka mengikuti para pria, bukankah mereka tidak berbeda jauh dengan seorang stalker? mengikuti orang mereka sukai setiap saat adalah perbuatan seorang stalker bukan?.
Hanya karena kalian tidak terlihat kalian bisa berbuat seenaknya saja kepada manusia.
' Ahh berhenti bersikap seperti remaja yang sedang jatuh cinta seperti itu. Apa kalian itu anak sekolahan yang sangat penasaran dengan pegangan tangan? '
Heh.. sayangnya kalian tidak bisa menyentuh tangan pria itu. Hahaha… rasakan itu.
" Uwaa.. liat liat ! Aku duduk di pangkuan cowok cakep ini ! "
" Hahahah.. genit banget kamu, gantian dong! "
" Ga bisa, hari ini Aku bakal sama dia seharian !! "
" Ya udah, nanti malem giliran Aku peluk dia semalaman ! "
Lihat, betapa lucu dan mesum tingkah laku mereka. Dan Aku sama sekali tidak cemburu ataupun iri dengan mereka ! . Karena jika Aku memiliki pasangan, Aku bisa menyentuh dan merasakan kehangatannya secara langsung.
Yap, Jika...
Sialan… hentikan tawa centil kalian itu. Berhenti menggoda orang lain dan lakukan hal lain selain itu.
" Wanita itu dari tadi melirik kearah kita terus loh ! "
"Haha... mungkin dia cuma tertarik sama cowok ini"
" Hmm.. tapi ekspresinya biasa saja dan Aku merasa dia memperhatikan kita dengan diam diam... "
" Ohh, Apa dia bisa lihat kita semua? "
" Hey hey lihat sini ! mau ikutan sama kita? "
Hey hey! sekarang kalian mencoba mencium pria itu? Apa kalian waras? . Aku pikir pria itu akan merasa tidak nyaman bila dia tahu bahwa dirinya diperlakukan sebagai mainan seperti itu.
Meskipun tentu saja dia tidak bisa melihat dan merasakan apa yang mereka lakukan. Dan tentu saja bibir wanita itu terlihat aneh karena berada di dalam kepala pria tersebut. Karena manusia dan jin tidak bisa bersentuhan.
Mereka hanya akan terlihat berdempetan dan tidak bersentuhan sama sekali. Tapi tetap saja mereka selalu melakukan hal tersebut untuk bersenang senang dan bercanda.
Namun ada hal yang sedikit aneh ditempat ini, mereka tidak berpenampilan menyeramkan seperti biasanya. Aku bahkan terkejut dan hampir menyapa salah satu Jin yang kutemui di perjalanan.
Untungnya Aku belum menyapa Jin itu karena Jin itu menembus orang di depannya saat berjalan. Aku kira dia hanya memakai pakaian yang sedikit aneh saja, dan hendak bertanya mengenai lokasi kafe ini.
Biasanya mereka terlihat sangat menyeramkan dan menjijikan. Dan Aku masih mengingat saat pertama kali Aku bisa melihat mereka, melihat eksistensi mereka yang tidak bisa dilihat orang biasa..
Wujud mereka terkadang sangatlah menyeramkan dan juga menjijikan. Meskipun tidak semuanya seperti itu, namun mayoritas penampilan mereka sangatlah tidak enak untuk dipandang.
Dan mereka sering membuatku mengompol saat Aku bangun dari tidurku! . Maksudku.. Siapa yang tidak akan ketakutan ketika melihat wajah yang menyeramkan saat bangun tidur, Apalagi ketika bola mata yang tiba tiba menggelinding di atas selimutku itu membuatku trauma sekali dan takut untuk berada sendirian di rumahku sendiri.
Sialan.. Aku menjadi kesal saat mengingat kejadian itu.
Dan hey ! mengapa kau terus duduk di mejaku !. Apa kau pikir Aku ini adalah seorang hewan langka? berhenti memperhatikan ekspresi dan tubuhku!
" Hmm.. auranya stabil tapi mengapa Aku bisa merasa sedikit kekesalan dari aura wanita ini. Apa mungkin wanita ini sedang memikirkan orang yang mencampakkannya? "
" Ahh pelayan, bisa pesan lagi Jus jeruknya? "
Sialan… hampir saja pria ini mengelus kepalaku. Untung Aku bisa berpura pura menghindarinya saat ini.
__ADS_1
" Hmm.. kebetulan? "
Dan tolong hentikan sikap penasaranmu itu. Ahh.. Sampai kapan Aku seperti ini.. Aku berharap Aku tidak pernah memiliki kemampuan seperti ini..
" Tenang saja, Aku tidak akan menyentuhmu, Aku hanya ingin mendekatkan tanganku untuk merasakan auramu lebih jelas saja. "
Kau pikir Aku akan menurutimu? Kau hanya menguji jika Aku bisa melihatmu atau tidak bukan? Haha.. Aku tidak akan tertipu dengan trik murahan seperti ini.
Biasanya Aku hanya akan membiarkan mereka, namun para Jin disini berpenampilan hampir mirip seperti manusia biasa saja yang membuatku terkadang tidak bisa membedakan mereka dengan manusia biasa.
Dan melihat mereka mencoba menyentuhku akan membuatku sangat tidak nyaman sekali.
Hah.. Aku tidak tahu harus merasa bersyukur atau kesal dengan penampilan mereka yang tidak menakutkan ini.
" Ahh dia pergi sekarang.. "
Lebih baik Aku pergi ke toilet untuk mencuci mukaku saja, sebelum dia bertindak lebih jauh dan merasa lebih curiga kepadaku.
***
Baguslah dia tidak mengikutiku sampai ke toilet. Akan sangat aneh bila Aku bertemu dengan bangsa mereka saat mereka berwujud mirip seperti manusia biasa.
Aku yakin Aku tidak akan bisa melakukan kegiatanku di toilet jika mereka memperhatikanku dengan wujud yang mirip seperti manusia.
Bahkan pakaian yang mereka kenakan sangatlah mirip dengan manusia.
Apa mereka benar benar bangsa Jin?... Atau semua ini hanya ilusiku saja?
Ahh … kepalaku sangat pusing sekali. mungkin rasa stress ini membuatku berhalusinasi?
Apakah kejadian sebelumnya membuatku depresi berat sampai seperti ini..?
***
" Maap Amel, Kamu sepertinya tidak cocok dengan pekerjaan ini. "
" Maaf Pak! Saya hanya… "
" Cukup Amel, Menampar atasanmu adalah hal yang sangat serius! Kami sudah berbaik hati untuk tidak menuntutmu secara hukum karena Kamu direkomendasikan oleh salah satu Manajer di perusahaan ini. Namun bahkan dia pun tidak akan bisa berbuat apa apa mengenai hal ini. "
" Tapi dia mencoba melakukan pelecehan kepada saya Pak.. "
" Pak Reno hanya mengajakmu makan setelah pulang kerja. Apakah itu adalah sebuah pelecehan seksual? "
" Tapi dia berniat.. "
" Cukup Amel. Kamu tidak mempunyai bukti dan itu semua hanya khayalanmu saja. Pintu keluar ada disebelah sana. "
Ahh.. kau berpikir Aku harus mengikuti orang yang berniat untuk memberiku obat perangsang yang akan dicampurkan ke dalam minumanku dan berniat membawaku ke dalam hotel seperti itu..
Bila Aku tidak mendengar rencana Pak Reno dari Jin yang sedang bergosip bahwa Pak Reno sering melakukan hal tersebut pada karyawan wanita yang membuatnya tertarik, dan Aku akan menjadi korban selanjutnya, mungkin Aku akan kehilangan kesucianku malam itu.
Dan didalam hatiku, Aku berterimakasih pada Jin yang mengikuti Pak Reno. Aku bersyukur karena terkadang mereka selalu bergosip tentang manusia yang selalu mereka ikuti itu.
" Surat pemberhentian kerja kamu Akan diurus besok atau lusa oleh HRD. Silahkan keluar dari ruangan ini. "
" Baik.. Pak.. "
__ADS_1
Aku, Amelia. 25 tahun. Dan itu adalah kesekian kalinya Aku dipecat dari tempatku bekerja.