Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 21


__ADS_3

Menjadi pusat perhatian banyak orang membuat sebagian orang merasa terganggu, ada pula sebagian orang yang merasa senang menjadi pusat perhatian banyak orang.


Namun saat menjadi pusat perhatian, semua tingkah laku kita akan diawasi sehingga kita harus berhati hati dalam setiap tindakan yang kita lakukan.


" ….  "


Saat Aku mencoba membuka mulutku, Amel langsung mengambilkan gelas yang berisi air putih kepadaku. Kemudian Kakek mengeluarkan sebutir pil berwarna hijau dengan wajah yang serius, kemudian dia merapatkan giginya dan mengulurkan pil itu kepadaku.


" Minum dulu Arya.. "


" Ini pil penyembuh yang Kakek simpan dari dulu, ini bisa nyembuhin semua luka fisik dan mental, kamu minum lagi biar aman… "


Kakek berbicara dengan nada yang berat, namun matanya masih tertuju kepada pil yang berada di genggaman tangannya yang bergetar itu.


" …. "


Hah.. Aku sudah meminum pil itu sebelumnya dan Aku merasa tidak enak bila harus meminumnya lagi. Aku hanya terpaksa meminum pil sebelumnya agar Kakek dan yang lainnya merasa tenang.


Sebenarnya Aku hanya merasa lemas dan sedikit kesulitan menggerakkan tubuhku saja. Gerakan yang ingin kulakukan seperti terlambat untuk dieksekusi oleh tubuhku, rasanya seperti bermain gam dengan jaringan yang jelek.


Kakek berkata bahwa anak panah itu merupakan panah pemusnah jiwa yang dikhususkan untuk membunuh roh ataupun jiwa seseorang yang terkena anak panah tersebut.


Tentu saja hal tersebut tidak berlaku untuk semua mahluk, orang ataupun Jin yang memiliki jiwa yang kuat tidak akan langsung mati dan hanya akan mengalami cedera yang seperti kualami saat ini.


Namun kebanyakan orang yang terkena anak panah tersebut akan langsung kehilangan roh nya, mereka hanya akan meninggalkan tubuh yang hidup tanpa adanya roh.


Efeknya akan seperti orang yang koma dan tidak akan pernah sadar kembali secara normal. Oleh Karena itu Kakek dan Nenek sebelumnya tidak mencoba memberi pertolongan kepadaku karena tidak ada yang bisa dilakukan untuk mengembalikan roh yang telah hancur.


" Aku.. udah baik baik aja, tinggal lemesnya aja kok. Aku mau istirahat dulu Kek, Mel. "


Aku berbicara dengan pelan kepada mereka, Kemudian Aku menatap atap langit langit kamarku ini. Sudah lama Aku tidak berbaring dan diam seperti ini, biasanya Aku hanya bermeditasi untuk menggantikan aktivitas tidurku.


" Syukur deh. Ayo Mel biar Arya istirahat dulu. "


" Iya cepet sembuh ya Arya. "


Setelah Amel dan Kakek meninggalkan kamarku, Aku mencoba untuk memeriksa seluruh tubuhku sambil memejamkan mataku ini.


Aliran energi ataupun tenaga dalam di tubuhku bergerak secara normal, tidak ada sedikitpun gangguan dalam aliran tenaga dalamku. 


Sepertinya hanya koneksi antara roh dan tubuhku saja yang terpengaruh untuk saat ini. Untungnya nenek sedang pergi mencari obat yang bisa menyembuhkan roh yang terkena gangguan.


Maja saat ini sedang mencari informasi di sekitar TKP dan bertanya tanya kepada Jin yang berada di dekat wilayah penyerangan kepadaku terjadi.

__ADS_1


Sejujurnya Aku pun tidak mengetahui apa yang terjadi, karena anak panah itu melesat secara cepat dan ketika Aku tersadar bahwa ada sesuatu yang mengarah kepadaku, pandangan mataku langsung menggelap.


Namun saat Aku tidak sadarkan diri, Aku merasa melihat beberapa peristiwa yang sedikit aneh. Tetapi ketika Aku terbangun, Aku tidak bisa mengingat apa yang kulihat sebelumnya dengan jelas.


Mungkin itu hanya mimpi biasa yang mudah untuk dilupakan oleh manusia dan bukanlah sesuatu yang penting.


***


Hal apakah yang bisa membuat manusia merasa putus asa? merasa depresi dan membuat mereka ingin lari dan pergi dari dunia ini? Haha.. Banyak sekali cara yang bisa dilakukan.


Namun Aku sangat menyukai ekspresi manusia ketika mereka kehilangan semuanya. Seperti orang yang sedang kuperhatikan ini.


Orang itu sudah terlilit oleh hutang, dia kehilangan semua hartanya karena berjudi dan bermain perempuan. Ketika hartanya sudah habis dan asetnya telah disita, satu persatu teman dan keluarganya pun telah mengacuhkan dia.


Menurutku itu adalah hal yang wajar, orang ini tidak pernah memperdulikan keluarganya ketika dia berjaya, namun saat dia terpuruk dia berharap bantuan orang lain? Haha… Menakjubkan, pemikiran manusia yang seperti ini benar benar membuatku terkagum.


Awalnya keluarganya telah mencoba membantunya, namun hutangnya telah menumpuk dan bertambah. Saat ini dia hanyalah pria yang sebatang kara dengan hutang menumpuk yang terus menghantuinya.


Lihat saja, saat ini dia sedang membaca pesan dari para penagih hutang dan keluarganya dengan mata yang berkaca kaca. 


Ah.. Sangat indah sekali. Dia menatap tali tambang yang telah menggantung dari kayu yang berada di langit langit gudang kosong ini sambil menahan tangisnya.


Aku sudah memasang lingkaran sihir di sekitar tempat ini, kini Aku hanya menunggu manusia itu untuk menyerah dan tugasku disini akan selesai.


Aku melakukan sebuah trik agar manusia itu semakin membayang hal hal buruk yang terjadi, saat saat keluarganya meninggalkannya, saat saat istri dan selingkuhannya saling beradu mulut dan meninggalkannya, saat saat anaknya yang masih kecil itu menangis ketika dibawa oleh ibu mereka. Kemudian ketika dia dipukuli dan diancam oleh para penagih hutang.


Ah.. Bagus. Kau mulai menangis huh?.


Hahaha.. Aku tidak bisa menahan tawaku ketika dia mulai menaiki bangku kecil dan menempatkan lehernya di dalam lingkaran tali itu.


Sangat indah, sungguh sungguh menawan. Berapa kali pun Aku melihat hal seperti ini, melihat saat saat manusia melakukan hal seperti ini sangat membuatku tersentuh.


Seluruh tubuhku pun bergetar seiring lidahnya yang semakin menjulur itu.


Ah.. Terima kasih manusia, Kau benar benar indah dan menawan sekali. Aku pun tersenyum puas ketika melihat tubuhnya yang tidak bergerak lagi.


Ayunan tali yang menggoyangkan tubuhnya itu sangat menenangkan sekali bagiku.


Aku pun bertepuk tangan dengan semangat untuk menghormati pertunjukan yang memuaskan ini.


Tak lama kemudian, lingkaran sihir yang melingkari bangunan ini pun menyala dan menyerap sesuatu dari dalam tubuh yang sudah tak bernyawa itu.


Sempurna. 

__ADS_1


Semuanya berjalan lancar tanpa kendala. Sepertinya cara seperti ini benar benar tepat untuk membuat manusia putus asa.


Sepertinya Kami harus mencari lebih banyak manusia untuk bekerja sama agar bisa membuat lebih banyak orang seperti ini.


Menggunakan manusia untuk menyesatkan manusia lainnya benar benar memuaskan sekali. Kalian saling memanfaatkan dan mengacuhkan, saling menghina dan membenci.


Kalian menolong untuk mendapatkan keuntungan dan membuatnya semakin terpuruk. Namun kalian tidak merasa bersalah sama sekali ketika melihat dampak dari perbuatan kalian yang semakin membuat bangsa kalian semakin terpuruk.


Keburukan yang memakai topeng kebaikan. Kalian benar benar indah, Aku sangat mengagumi kalian. Haha…


" Sepertinya.. Aku terlambat.. "


Aku terbangun dari lamunanku ketika melihat seorang pria tua yang hanya memakai kaos dan celana pendek.


" Heh.. Kau bisa melihatku? Kau ingin mencegahku? Semuanya sudah terlambat manusia bodoh. Aku tidak mau tahu bagaimana kau bisa menemukan tempat ini, namun kau tidak akan bisa hidup lagi setelah bertemu denganku! hahaha! "


Pria tua itu tidak menatapku dan hanya melihat tubuh manusia yang tergantung itu.


" Bagaimana? Indah bukan? "


Aku menjilat kuku panjangku sambil menatap pria tua yang masih berdiri di dekat pintu gudang ini.


" Hah… Bila ini adalah hal yang natural, Aku tidak akan menyalahkanmu. Namun karena kamu telah ikut campur… Sepertinya Aku harus melakukan sesuatu. "


Pria tua itu berbicara dengan nada yang datar, matanya terlihat tenang, namun Aku tahu dia pasti sangat murka dengan kejadian ini. Haha..


Aku bukan iblis rendahan yang bisa kau remehkan, Aku ingin melihat bagaimana wajahmu saat kau merasa lemah dan tidak bisa melakukan apapun. 


Sudah lama Aku tidak bertarung dengan manusia, Aku sangat ingin menyiksa manusia yang bergaya kuat seperti ini, Haha.


Ketika Aku mengambil kuda kuda untuk melompat ke arahnya, tubuh pria tua itu menghilang dari pandanganku.


Aku hanya bisa  melihat telapak tangannya yang semakin membesar dan menuju ke arahku, Aku tidak sempat melakukan apapun dan hanya bisa terdiam merasakan tubuhku yang hancur.


Haha.. Dasar bodoh, apa dia tidak tahu bahwa iblis sepertiku tidak bisa mati, meskipun kau menghancurkan tubuhku, jiwaku telah terkait pada sesuatu dan tetap aman.


Bahkan Aku bisa membuat tubuh baru dan membalaskan dendam ini, haha.. 


" Musnahlah…"


Tawaku terhenti ketika Aku merasakan koneksi antara diriku dan jiwa utamaku.


Kemudian semuanya menggelap.

__ADS_1


__ADS_2