Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 15


__ADS_3

Aku menatap ke arah Maja dengan tatapan mata yang kosong disertai ekspresi datar khas milikku.


" Eeh.. Cuma becanda lah Ya, haha.. "


Maja yang merasa tidak nyaman dengan tatapanku mulai berbicara dengan nada yang canggung.


" Oke.. Sori lah Ya, Mel. Silakan teruskan saja, Aku gak ada maksud ganggu kalian. Hahaha.. "


Maja semakin canggung karena melihatku yang mulai mengerutkan dahi. Namun pandangan mataku menembus tubuh Maja dan melihat salah satu Jin yang merupakan agen lapangan dari kantor kami berlari ke arah kami dengan terburu buru.


" Bos! ada kejadian bunuh diri lagi, menurut saksi Qorinnya tiba tiba hilang!. Gak ada tanda tanda Iblis dan sekutunya di tkp. "


Agen itu menggunakan jubah berwarna hitam dan raut wajahnya terlihat panik dan pucat. Kemudian dia mulai menjelaskan apa yang telah ia dengar dari para Jin yang berada di sekitar tkp.


" Hah… " 


Aku menghela napas dan menutup mataku. Namun Aku mulai merasa kehadiran Jin lain yang masuk ke dalam rumah kami ini.


" Bos, kecelakaan di jalan xxxx xxxx, Qorin korban menghilang. Menurut saksi setelah korban meninggal tidak ada Qorin yang muncul… "


Agen yang baru saja datang itu pun menceritakan tentang deskripsi kecelakaan menurut para saksi di sekitar tkp.


Aku mulai memijat dahiku dan memikirkan kejadian aneh yang mulai terjadi belakangan ini.


Biasanya ketika seseorang meninggal, maka akan ada Qorin yang keluar dari dalam tubuhnya. Qorin adalah makhluk yang merupakan kembaran yang terlahir bersama manusia.


Namun Qorin sering di salah artikan sebagai Roh manusia tersebut. Sehingga banyak orang yang menganggap bahwa manusia itu mati tidak tenang, tidak diterima oleh alam dan sebagainya.


Qorin memiliki sifat yang hampir sama dengan manusia selama hidupnya. Namun mereka tidak sepenuhnya sama, mereka menunjukan sifat sifat yang sengaja kita sembunyikan dari orang lain selama hidup kita.


Namun biasanya Qorin akan kembali ke alamnya. Mereka memiliki alam tersendiri yang bisa melindungi mereka dari kejahatan para Jin ataupun Iblis yang bisa memanfaatkan mereka.


Akan tetapi adakala kejadian ketika Qorin tersebut merasa shock dan tinggal di alam manusia. Seperti orang yang meninggal ketika kecelakaan, dibunuh, bunuh diri dan kejadian lainnya yang bisa membuat si Qorin terjebak dalam peristiwa kematiannya.


Sehingga banyak pihak yang bisa memanfaatkan Qorin tersebut. Mereka bisa menggunakan Qorin sebagai budak, media ritual, ataupun mengkonsumsi Qarin untuk meningkatkan suatu ilmu tertentu.


Biasanya para Jin yang baik akan menuntun mereka agar tersadar dan bisa kembali ke alam Qorin yang tersembunyi. Dan hanya Qarin lah yang bisa masuk kedalam alam tersebut, ketika mereka menyadari bahwa dirinya adalah Qorin dan bukan manusia yang kini sudah tiada, maka mereka akan menghilang secara misterius menuju alam Qorin.

__ADS_1


Lamunanku terhenti ketika pintu kantor ini terbuka.


" Hal ini sangat berbahaya… "


Kakek berbicara sambil mengerutkan dahinya setelah dia membuka pintu. Raut wajahnya sangat serius dan membuat ruangan ini semakin hening.


Amel yang baru pertama kali mendengar hal ini pun terdiam dan tidak tahu harus berbuat apa.


' Uh.. Semuanya jadi serius.. Aku jadi gugup.. '


Amel pun merasa bahwa mood di dalam ruangan ini menjadi lebih serius. Karena tidak ada satu orang pun yang berbicara setelah Kakek masuk kedalam ruangan ini.


" Hmmm… "


Kakek pun bergumam dan berjalan menuju papan tulis yang berada di ruangan ini.


Tangannya mengambil spidol dan mulai menggambar titik titik yang menurutku adalah salah satu lokasi.


Titik titik itu menjadi semakin banyak dan membentuk suatu lingkaran dan didalamnya terdapat garis garis lainnya.


" Sial…. "


" Ah…. Sial.. kenapa Aku tidak menyadarinya.. " 


Kakek mulai berjalan dengan gelisah, membuat ruangan yang hening ini hanya dipenuhi suara kakinya.


" Sepertinya kalian benar benar serius huh.. Untung Aku memiliki ingatan yang baik meskipun sudah tua, haha!.. "


Kakek mulai berbicara sendiri dan tertawa, namun tidak ada yang mengikutinya untuk tertawa. Suasana ruangan ini semakin menegangkan karena aura Kakek yang mulai membesar secara tidak sadar.


' Uh… sesak napas.. '


Amel mulai merasa sesak karena aura Kakek yang semakin membesar. Mengingat bahwa Amel hanya manusia biasa yang akan merasa tidak nyaman ketika merasakan energi dari Kakek.


" Oh dimana sopan santunku, haha. Maaf, Kakek gak sadar ada orang lain. Amelia kan? Gimana keadaan disini? Arya udah jelasin semuanya?. "


Kakek menarik semua auranya dan mulai tersenyum. Raut wajahnya yang serius telah hilang dan kini dia terlihat seperti Kakek kakek yang konyol seperti biasanya.

__ADS_1


" Ha..  haha.  Iya Pak, tadi Arya udah jelasin semuanya. Makasih udah ngasih kesempatan interview untuk Saya. "


Amel tersenyum kaku dan menjawab Kakek dengan sedikit gugup.


" Gak usah tegang dan panggil Kakek aja. Kalau kamu bersedia kerja disini kan kamu pasti tinggal disini, semua biaya sehari hari ga usah dipikirin lagi. Kalau masalah gaji kamu bisa pilih uang cash ataupun emas batangan. Terserah kamu maunya apa, disini kamu bisa santai, haha. "


Kakek mulai membujuk Amel dengan senang hati. Mengenai Gaji, Kakek memang memiliki banyak emas batangan yang merupakan harta kakek dan keluarganya yang turun temurun sejak zaman dahulu.


" Ha.. haha.. Kakek bisa saja bercandanya. " 


Amel tertawa dan menganggap pembicaraan kakek hanya basa basi saja.


" Oh iya, ini pertama kali kita ketemu. Biar Kakek kasih bonus awal masuk kerja. "


Kakek berbicara dan mulai mengambil sesuatu berbentuk kantong dari saku celananya. Kemudian dia memasukan tangannya dan mengambil emas batangan 18 karat dari dalam kantong kecil itu.


"Ini, kamu bisa jual biar jadi uang cash atau kamu bisa simpan buat investasi, hahaha. Tidak usah sungkan ambil saja, ini asli bukan tipu tipu. "


Kakek menyodorkan emas batangan itu kepada Amel yang menatap Emas itu dengan kaget.


Mulutnya menganga karena dia tidak tahu apa yang harus dia katakan. Kakek pun menaruh emas itu di atas tangan Amel yang menjulurkan tangannya secara tidak sadar.


Aku dan Maja hanya bisa terdiam melihat Kakek yang secara terang terangan menyuap Amel agar mau bekerja ditempat ini. Mulut kami berkedut kedut melihat senyum Kakek yang baik hati itu.


'Uh.. Kok bisa ada emas keluar dari kantong itu.. lebih hebat dari Pak Tarno ni si Kakek…'


Kakek tersenyum lebar dan menganggukan kepalanya melihat Amel yang kini sudah menggenggam emas batangan itu. 


" Haha.. Nanti Kakek siapin pesta penyambutan buat kamu. Kakek jamin kamu pasti suka makanannya, gak semua orang bisa makan makanan yang ada disini. "


Kakek semakin bersemangat menjelaskan rencana makan bersama sambil mengusap jenggot putihnya itu.


Amel hanya tersenyum kaku menanggapi penjelasan si Kakek. Aku dan Maja hanya bisa memasang wajah datar melihat tingkah laku Kakek.


Kakek seperti seorang penjahat yang memaksa seorang gadis melakukan pekerjaan ilegal saja dengan mengiming iminginya dengan harta.


" Bagus Kek, Aku udah rekam pembicaraan Kakek. Tinggal pijit send, langsung kekirim ke si Nenek ini. "

__ADS_1


Maja tersenyum sinis sambil memegang smartphone milikku.


Senyum Kakek terhenti dan mulutnya pun menganga mendengar perkataan Maja.


__ADS_2