Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 31 Pelacakan Roh Indah


__ADS_3

Kek Soca adalah teman Kakek yang berusia lebih tua dari Kakek. Beliau memiliki keahlian dalam perihal ramalan, dan teknik spiritual lainnya.


Kakek berteman dekat dengannya sejak ia muda, mereka sering bepergian bersama dan sudah mengetahui perilaku masing masing.


Oleh karena itu Kakek sering meminta pertolongan kepada Kek Soca bila terjadi sesuatu yang membutuhkan ahli ramal ataupun teknik spiritual yang tinggi.


Aku berharap dengan bantuan dari Kek Soca, maka kami akan bisa menemukan keberadaan roh Indah yang terpisah dari tubuhnya.


Karena Kek Soca akan datang ke kantor kami hari ini, maka Aku memberi tahu Pak Indra selaku orang tua Indah untuk membawa tubuh Indah ke kediaman kami.


Pak Indra dan Istrinya pun menyetujuinya setelah Aku menjelaskan bahwa tubuh Indah akan lebih aman berada di kantor kami. Dan proses pelacakan roh Indah akan lebih mudah dilakukan di kantor kami daripada di rumah sakit.


Aku pergi ke rumah sakit tempat Indah dirawat untuk memberi tahu Pak Indra mengenai hal ini sekalian membawa tubuh Indah yang kosong itu, Akan tetapi Pak Indra dan Istrinya bersikeras ingin menemani Indah ke kantor kami.


Sebenarnya Aku tidak ingin keberadaan kantor kami ini diketahui oleh manusia biasa, namun karena hal yang menimpa Indah ada sangkut pautnya denganku, Kakek menyetujui Pak Indra dan Istrinya yang ingin menemani Indah di kantor ini.


" Terimakasih Pak Wisnu. Saya minta bantuannya, Indah ini anak kami satu satunya.. Saya mohon tolong Indah Pak. "


Pak Indra berbicara kepada Kakek yang saat ini sedang mengamati Indah. Di kamar tamu yang paling besar ini, sudah berkumpul anggota kantor kami beserta Kek Soca.


" Tentu saja kami akan berusaha agar bisa menyadarkan Indah. Tolong Bapak dan Ibu keluar dulu dari ruangan ini dan jangan mendekat. "


Kakek meminta orang tua Indah untuk keluar dari ruangan ini, karena hal yang akan kami lakukan selanjutnya tidak bisa disaksikan oleh orang biasa.


Konsentrasi energi spiritual yang pekat akan memberi dampak tertentu. Seperti tingkat sensitivitas terhadap mahluk astral, terbukanya mata batin dan lain lain.


Setelah orang tua Indah meninggalkan ruangan ini, Kami menatap Indah yang saat ini sedang terbaring di kasur. Kak Mei berada di sisi kiri Indah sambil menggenggam tangannya dan mengalirkan sedikit tenaga dalam untuk memperkuat kondisi tubuh Indah.


" Soca, kuserahkan padamu. "

__ADS_1


" Mudah sekali kau berbicara.. Bila benar yang melakukan ini adalah Iblis sejati, maka sepertinya Aku akan babak belur lagi… "


Bibir Kek Soca berkedut kedut mendengar ucapan Kakek.


" Aku adalah ahli ramal dan jarang sekali bertarung.. Tapi Aku lebih banyak terluka daripada ahli pertarungan sepertimu Wisnu.. Hah.. Aku ingin menampar diriku yang masih muda dan bangga karena memiliki bakat untuk teknik spiritual.. "


Kemudian Kek Soca mulai berbicara dengan nada penuh penyesalan. Kakek hanya tersenyum sambil bersebelahan dengan Nenek yang membuat wajah Kek Soca semakin terlihat sinis.


" Salahmu sendiri, Kau sudah tahu bahwa Gurumu pun tidak pernah menikah, dan Kau masih saja berguru padanya. Seharusnya kau mencurigai bahwa ilmu yang Gurumu berikan melarangmu untuk memiliki hubungan dengan seorang wanita.. "


Wajah Kek Soca membeku, dia membuka mulutnya lebar lebar, namun tidak ada kata kata yang keluar lagi dari dalam mulutnya.


" Sial kau Wisnu.. "


Maja telah membuka mulutnya dan terlihat akan berbicara sesuatu, namun Kek Soca memberinya tatapan tajam yang membuat Maja menutup mulutnya.


Setelah Kakek dan Kek Soca selesai beradu mulut, Kek Soca mulai berwajah serius dan mendekati Indah.


Aku memberikan secarik kertas yang berisi nama lengkap Indah dan orang tuanya, tanggal lahir beserta hal lain tentang Indah yang kuketahui.


Kemudian Kek Soca mengeluarkan sebuah mangkok kecil dari balik jubah miliknya. 


" Darah yang penuh energi spiritual.. "


Kemudian Kek Soca menatap kami satu persatu, namun Aku mengulurkan tanganku ke arah Kek Soca dengan cepat.


" Hmm.. baik. Maaf Aku tidak bisa menggunakan darahku sendiri untuk ritual ini. Bila lawanku bukanlah Iblis sejati, Aku tidak perlu melakukan hal serumit ini.. "


Aku menganggukkan kepalaku dan Kek Soca menyentuh pergelangan tanganku setelah Aku memfokuskan untuk memenuhi seluruh darahku dengan energi spiritual.

__ADS_1


" Hah.. Sayang sekali… Ini bisa dijual mahal kalau dijual ke kaum penghisap darah.. "


Kek Soca menggelengkan kepalanya sambil melihat darahku yang sudah memenuhi setengah mangkuk itu. Aku mengacuhkan kata kata terakhirnya dan menarik tanganku.


Kemudian Kek Soca mengambil beberapa botol yang berisi cairan dan serbuk yang tidak kuketahui. Dia menambahkan bahan bahan itu ke dalam mangkok yang saat ini terlihat berkilauan.


Kemudian Kek Soca melakukan gestur menyayat dan keluar lah satu tetes darah dari dalam dada Indah yang melayang dan masuk kedalam mangkok tersebut.


Cairan yang berada di dalam mangkuk tersebut mulai berkilauan dan mengeluarkan asap.


" Kalian semua bersiap untuk pergi ke lokasi setelah Aku menemukan lokasinya. Kalian tidak boleh terlambat. "


" Serahkan pada kami "


Kakek menganggukkan kepalanya, dan Nenek bersiap siap untuk melakukan teleportasi yang akan membawa mereka yang berada di lingkaran teleportasi yang telah Nenek siapkan.


Kemudian Aku dan Maja ikut masuk kedalam lingkaran teleportasi dan telah mengalirkan tenaga dalam di dalam tubuh kami agar siap untuk bertahan ataupun menyerang.


" Hah… Ini akan sangat menyakitkan.. "


Kek Soca merapatkan kedua tangannya sambil menatap mangkok kecil yang melayang di depannya dengan mata yang terbuka lebar.


Mata Kek Soca bersinar dan membuat kilauan cahaya yang berasal dari mangkok kecil itu semakin besar.


" Ah… Kalian menemukanku.. "


Kami semua mendengar suara pria, dan Kek Soca langsung menatap Nenek sambil memproyeksikan tempat dimana roh Indah berada.


Kami mengacuhkan suara itu dan Nenek langsung menyelesaikan teknik teleportasinya dan membawa kami semua untuk pergi menuju tempat itu.

__ADS_1


" ……………... "


Hal yang terakhir kami lihat adalah Kek Soca yang mengeluarkan darah dari sekujur tubuhnya sambil berteriak, untung saja kami tidak mendengar kata kata kotor yang sepertinya dia ucapkan.


__ADS_2