Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 34 Keris Hitam


__ADS_3

Saat ini Aku sedang memegang keris berwarna hitam dan menatap roh Indah yang terlihat ketakutan.


" Aku.. Gak bakal kenapa-napa kan? "


Indah membentangkan kedua tangan dan membuka satu matanya sambil melihat keris yang kugenggam.


" Uh… Semoga gak apa apa Dah. "


Kini ukuran tubuh roh Indah kembali normal seperti ukuran tubuh aslinya. Namun Aku masih sedikit khawatir dengan apa yang akan kulakukan ini.


Semua orang yang berada disini pun menatap kami berdua dengan serius. Mengingat ketidaktahuan kami dengan apa yang akan terjadi bila Aku mengambil benih Iblis itu menggunakan keris ini.


" Ayolah. Jangan ragu ragu, kau pasti bisa melakukannya Arya. "


Iblis itu mengangkatkan satu tangannya sambil bersorak padaku. Ya, hanyalah dia yang terlihat santai dan bersenang senang dalam keadaan seperti ini.


" Hah.. Aku mulai ya.. "


Aku menghela nafas panjang dan memusatkan tenaga dalamku pada keris ini.


" Aku siap… Arya… pelan pelan ya.. "


Indah menutup kedua matanya dengan tubuh yang gemetaran.


" Uh… Mengapa terdengar aneh.. "


Maja menatap kami dengan senyuman yang sedikit aneh..


Keris hitam yang semula hanya berukuran sepanjang 10 cm ini membesar dan berkilauan, auranya sangat besar dan membuat konsentrasi energi spiritual yang seharusnya sangat tipis itu bertambah dan memenuhi ruangan ini.


Aku mendekatkan keris ini secara perlahan kepada Indah dan mengabaikan sorakan dari Iblis yang sedang bertepuk tangan itu.


*Zzzztt*


Keris yang memiliki gagang kepala naga ini semakin bergetar ketika mendekati benih Iblis didalam roh Indah. Kemudian benih Iblis itu seperti terhisap oleh sesuatu, namun benih Iblis itu terlihat berdetak lebih kencang.


Seakan akan mencoba bertahan dari hisapan keris milikku. Namun saat mata naga yang berada di gagang keris ini menyala,  benih Iblis itu terlepas dari dalam roh Indah dan terhisap masuk kedalam gagang keris milikku.

__ADS_1


" Ahh….! "


Aku mengacuhkan suara orang yang sedang mengunyah yang terdengar ditelingaku dan mengamati Indah yang terduduk menatapku sambil memeluk tubuhnya sendiri.


" Sakit.. Arya.. tapi Aku ngerasa lega banget sekarang, Kenapa ini.. "


Aku dan yang lainnya mengamati roh Indah, kami berusaha menemukan kejanggalan yang terjadi akibat penarikan benih Iblis ini. Setelah mengamatinya dengan seksama, Aku bisa bernafas lega karena tidak menemukan apapun yang bisa membahayakan roh milik Indah.


" Hahaha.. Selamat Arya. Sudah kubilang kau akan berhasil, semuanya sangatlah mudah bukan. Kau hanya perlu mendekatkan keris itu dan semuanya selesai. "


Iblis itu bertepuk tangan dan tertawa melihatku yang saat ini sedikit pucat.


" Hah.. Syukurlah kau benar.. "


Aku tersenyum kecil kepada Iblis itu. Aku bersyukur semuanya berjalan dengan lancar. Saat ini Nenek sedang memeriksa roh Indah yang tidak sadarkan diri secara langsung.


Nenek membuat Indah kehilangan kesadarannya dan berniat untuk menghapus ingatannya mengenai apa yang terjadi padanya disini.


Karena apa yang terjadi kepadanya sangatlah berbahaya, bahkan membiarkan Indah mengingat Iblis ini pun sangat berbahaya. Oleh karena itu kami semua sepakat untuk menghapus ingatan Indah tentang semuanya ini.


" Baiklah, saat ini Aku akan mempercayaimu dan mengizinkan kamu berkeliaran disini selama kamu tidak mengganggu manusia. Namaku Wisnu. "


" Haha.. Terimakasih banyak. Karena Aku sedang berada di Indonesia, Aku akan memakai nama lokal. Kalian bisa memanggilku Ipul. "


Iblis yang ingin dipanggil Ipul itu pun menyambut tangan Kakek dan mereka berdua berjabat tangan untuk menandai bahwa Iblis itu bisa berkeliaran di wilayah kami dengan bebas.


" Oh iya, satu saran dariku untukmu Arya. Benda pusaka yang kuat membutuhkan pemilik yang kuat. Benda pusaka yang kuat akan menarik seseorang yang kuat pula, semoga kau bijak dalam menggunakannya. Aku tidak ingin tempat tinggalku sementara ini menjadi medan pertarungan, haha.. "


Iblis itu tersenyum padaku sambil membetulkan kacamata miliknya. 


***


" Ah Indah! Syukurlah kamu baik baik aja.. "


Saat ini kami sedang menyaksikan Indah yang sedang dipeluk oleh kedua orang tuanya yang menangis. Indah masih terlihat kebingungan dengan apa yang terjadi dan hanya bisa memeluk balik orang tuanya.


" Makasih banyak Pak Wisnu. Saya benar benar gak tahu harus gimana kalau anak Saya satu satunya ini kenapa kenapa.. "

__ADS_1


Pak Indra mengusap air matanya dan berbicara kepada Kakek dengan girang.


" Kalian harus berterima kasih pada Arya. Arya lah yang berperan penting dalam hal ini. "


Kakek yang sudah kembali berpenampilan seperti biasa hanya tersenyum menanggapi mereka dan melemparkan semua perhatian keluarga Indah padaku.


" Ah iya, Nak Arya! Makasih banyak! Kamu bener bener anak yang baik dan perhatian sama Indah! Ayo Indah bilang makasih sama Arya. "


" Uh.. Makasih Arya… "


Indah yang masih linglung itu pun tersipu malu dan berterima kasih padaku. Matanya penuh dengan sesuatu yang membuatku kurang nyaman, Aku tidak tahu harus menanggapi Indah seperti apa.


Aku juga tidak berniat mendengarkan apa yang ada didalam pikiran Indah untuk saat ini. Begitu pula dengan apa yang berada di pikiran Amel yang saat ini sedang memperhatikan Indah dengan seksama.


" Sama sama. Sebaiknya kamu istirahat dulu Dah. Aku juga kecapean dan pamit mau istirahat dulu. "


Aku tersenyum kecil dan berpamitan kepada keluarga Indah. Kakek menyuruh mereka untuk bermalam di kantor kami dan kembali kerumah mereka esok hari saja.


Aku berjalan dengan perlahan menuju kamarku dan berniat untuk beristirahat. Setelah menggunakan keris itu, tubuhku mulai terasa lemas dan tenaga dalam yang ada di tubuhku terasa habis.


Aku pun terus berpikir tentang apa yang dikatakan oleh Iblis yang bernama Ipul itu sepanjang waktu.


Keris ini Aku dapatkan ketika Aku masih kecil. Saat itu Aku sedang bermain di alam gaib dan tersesat. 


Keris ini menancap di suatu batu karang yang berada di wilayah Pantai Selatan, dan tidak ada satu orang pun yang diperbolehkan untuk mendekati tempat keris ini tertanam.


Saat itu Aku tidak tahu bagaimana Aku bisa sampai ke tempat itu. Aku yang masih kecil pun menggenggam dan mencabut keris hitam ini karena penasaran, dan saat itu membuatku langsung dikepung oleh para penjaga di Pantai Selatan.


Untung saja saat itu Sang Ratu segera datang dan menyuruh para penjaga yang membuatku panik itu pergi.


Saat itu adalah saat pertama kali Aku bertemu dengan Sang Ratu, senyuman dan setiap tingkah lakunya bisa membuatku tenang.


Semenjak saat itu, Aku sering menghabiskan waktuku untuk bermain di Pantai Selatan. Dan tentu saja Sang Ratu memperbolehkanku untuk memiliki keris ini dengan catatan Aku tidak boleh menggunakannya secara asal.


Oleh karena itu Aku tidak pernah menggunakan keris ini karena selalu mengingat ucapan Sang Ratu, namun Aku terpaksa menggunakannya saat melawan Iblis yang kuhadapi.


Untung saja kekuatan keris ini sangat kuat dan bisa mengalahkan Iblis itu dengan sekejap.

__ADS_1


Semoga konflik yang terjadi dengan bangsa Iblis ini cepat selesai. Aku sangat lelah dan hanya ingin beristirahat dengan damai.


__ADS_2