
Maja berjalan dengan pelan sambil melihat beberapa Jin yang sedang duduk-duduk dibawah pepohonan. Mereka memiliki tubuh yang besar dan berambut panjang, mereka biasa disebut Genderuwo oleh para manusia.
" Oh si Maja sama Arya ! Sini ikut ngobrol dulu sama kita " Mereka tertawa dan menyapa kami berdua. Gigi dan taring mereka terlihat dengan jelas ketika mereka tertawa.
Meskipun manusia akan merasa takut dengan mereka, namun penampilan asli mereka memang seperti itu. Dan wajah mereka beragam sekali, bahkan tak sedikit dari mereka yang terlihat cukup tampan dan tidak terlihat seram.
Jin dari jenis mereka berjenis kelamin laki-laki dan sangat jarang ditemukan yang berjenis kelamin perempuan. Meskipun kadang ada dari golongan mereka yang berpasangan dengan Jin dari golongan Jin normal.
Jin yang merupakan jenis Jin yang biasa saja memiliki wujud yang hampir mirip dengan manusia. Mereka biasanya lebih banyak tinggal di alam manusia dan sebagian dari mereka sering menakuti manusia dan mengambil wujud yang menakutkan.
Berbeda dengan genderuwo yang lebih sering memakai wujud asli mereka yang tinggi besar. Mereka adalah golongan yang bangga dengan penampilan mereka.
Dan sebenarnya mereka cukup ramah, hanya saja mereka lebih mudah merasa marah jika ada manusia atau Jin lain yang memprovokasi mereka.
" Lagi pada ngapain Bang? " Aku menyapa mereka kembali karena Maja pun menghampiri mereka. Maja cukup terkenal di alam Jin karena Maja merupakan anggota kantor kami, dan Maja merupakan Jin yang cukup unik.
" Biasa lah lagi pada cerita-cerita saja. Oh iya, kemarin ada manusia yang aneh lagi tuh ! Minta-minta biar kaya di bawah pohon beringin, Dasar koplak ! Mau kaya ya usaha lah."
Lalu salah satu genderuwo yang merupakan pimpinan mereka bercerita padaku tentang sekelompok manusia yang masih saja melakukan hal yang aneh.
" Gak Abang usir? "
" Ya Aku ketawa aja dalam batin mereka, terus suruh mereka usaha. Aku bilang kalau Aku aja tinggal di bawah pohon, masa bisa ngasih kekayaan yang bisa buat mereka punya rumah dan barang mewah. Cah gemblung! Minta dan usaha sama tuhan lah "
Mereka semua menertawakan para manusia yang mendatangi kediaman mereka. Mereka menganggap para manusia itu bodoh karena melakukan hal itu.
" Ya nanti Saya tulis di laporan biar ada orang yang ngawasin tempat kalian. Biar gak ada yang minta aneh-aneh lagi. " Aku mengambil handphone ku dan menulis kejadian tadi berikut lokasi tempat ini di alam manusia.
Ternyata tempat ini tepat berada di bawah pohon beringin yang ada di alam manusia. Meskipun di alam Jin tempat ini seperti tempat nongkrong dipinggir jalan bagi mereka.
Tidak jauh dari tempat ini terdapat beberapa rumah kecil yang terbuat dari kayu. Perkampungan kecil itu merupakan tempat tinggal mereka.
" Kalau ada kejadian aneh lagi tolong kasih tau Saya ya Bang, makasih nih laporannya. " Aku tersenyum dan berterima kasih kepada mereka. Mereka kelompok Jin yang mendukung kegiatan kantor kami dan bersedia bekerja sama dalam menjaga interaksi manusia dan Jin.
Karena banyak Jin dan manusia yang menyalahgunakan hubungan mereka dan merugikan banyak pihak. Mereka tidak ingin manusia berprasangka buruk terhadap semua Jin, karena tidak semua dari golongan mereka jahat.
Meskipun memang mereka akan menjadi agresif bila terprovokasi, karena memang mereka memiliki watak yang keras dan kasar. Oleh karena itu mereka senang dengan adanya kantor kami yang memastikan bahwa interaksi manusia dengan Jin tidak akan disalahgunakan.
__ADS_1
Dan kami pun memastikan untuk mengurangi fenomena gaib yang terjadi di alam manusia. Karena hal itu dapat mempengaruhi manusia dan berdampak buruk bila disalahgunakan oleh salah satu pihak.
Contohnya adalah para dukun yang melakukan praktek santet dengan menyuruh salah satu Jin kenalannya ataupun bawahannya untuk melakukan hal jahat yang dapat mengganggu manusia.
Meskipun Jin yang biasa bekerjasama dengan para dukun hanyalah Jin biasa, namun itu cukup berdampak buruk bagi manusia. Biasanya Jin itu akan membuat manusia menjadi ceroboh ketika dirinya kelelahan, membisikkan dan bisa memberi saran yang buruk kepada manusia itu.
Oleh karena itu sering terjadi kecelakaan dijalan yang sebenarnya bisa dihindari bila manusianya sendiri berkendara dalam kondisi sehat dan tidak lelah ataupun mengantuk.
Hal seperti itulah yang sering disalahgunakan oleh golongan Jin yang mengklaim bahwa dirinya lah penyebab kecelakaan itu.
Meskipun Jin yang memang benar-benar kuat bisa mempengaruhi alam manusia secara fisik, namun mereka memiliki aturan tersendiri dan tidak ingin ikut campur dengan alam manusia.
Karena mereka sudah tahu apa yang akan menimpa mereka bila mereka melakukan hal itu. Beberapa Jin dan manusia yang memiliki kekuatan yang lebih kuat dari mereka pasti akan memburu mereka yang melanggar peraturan tersebut.
" Ya sudah Bang, Saya sama Maja pergi lagi ya. Masih banyak kerjaan " Aku berpamitan dan mendekati Maja yang sedang mengobrol dengan salah satu dari mereka.
" Hati-hati dijalan ya bro ! " Pimpinan kelompok Genderuwo itu tertawa terbahak-bahak, sepertinya Maja memberitahu maksud dan tujuan kami kepada mereka.
" Makin gaul aja si Abang " Aku menanggapi mereka dengan senyumku. Mereka kadang meniru beberapa ucapan dan tindakan manusia, bahkan mereka juga kadang ikut menonton beberapa film bioskop yang ada di alam manusia.
Mereka biasanya akan mengajakku untuk mengobrol lebih lama, karena Aku bisa masuk ke alam mereka tanpa batasan waktu. Tidak seperti Kakek ataupun orang lain yang memiliki kemampuan untuk masuk ke alam mereka.
Kakek pun harus menggunakan tenaga dalamnya jika ingin masuk ke alam Jin. Dan bila terlalu lama berada di alam ini, maka mereka akan merasa lelah karena konsumsi tenaga dalam yang digunakan untuk berada di alam ini.
" Ja kok diem terus gak banyak ngomong? " Aku bertanya kepada Maja ketika kami berdua melewati hutan belantara. Tempat ini merupakan hutan di alam Jin, dan yang berada disini hanyalah beberapa hewan dari jenis Jin yang tidak bisa berbicara layaknya hewan di alam manusia.
" Hmm.. semenjak masuk hutan, hutannya terlalu sepi Ya.. " Maja bergumam pelan padaku. Aku pun baru menyadari hal ini, karena biasanya memang hanya ada hewan saja disini. Namun sepertinya keadaan disini memang terlalu sepi saat ini.
" Ternyata bukan Aki Gelo ya. Dan.. oh.. Apakah kamu Wisesa? " Tiba-tiba seorang wanita berambut pirang muncul di hadapan kami. Wanita itu berpostur tinggi dan tubuhnya yang dibalut gaun megah berwarna hitam itu penuh dengan lekuk tubuh yang bisa membuat para pria tergila-gila padanya.
" Anda siapa? " Aku mengerutkan dahiku sambil menatapnya. Secara diam-diam Aku juga sudah menyiapkan tenaga dalamku bila wanita itu menyerangku secara tiba-tiba.
" Oh, dimana sopan santunku. Perkenalkan, Aku adalah Viscount Lucy Trench. " Wanita itu membungkukkan badannya sambil tersenyum padaku. Gerakannya sangatlah elegan sekali, dan sepertinya dia merupakan bangsawan dari luar Indonesia.
" Arya Wisesa, dan ini sahabatku Tubagus Maja. " Aku membalasnya sambil membungkukkan badanku dan memperkenalkan diriku dan Maja.
" Hmm.. Sebelumnya Aku tak percaya dengan rumor yang beredar di bangsa kami. Namun sepertinya kamu benar-benar seperti yang diberitakan. "
__ADS_1
Lucy tersenyum dan menjilat bibirnya dengan lidahnya yang terlihat menawan itu, taringnya yang tajam membuatnya memiliki suatu persona lain yang membuatnya menarik sekali.
Aku sudah terbiasa dengan perlakuan para Jin wanita yang sangat terang-terangan dalam menunjukkan hasratnya.
Namun tetap saja hal seperti ini membuatku tidak nyaman. Para Jin wanita terlalu berbeda dengan manusia wanita, mereka tidak malu untuk menunjukkan apa yang mereka inginkan.
Bahkan mereka terlihat lebih pemberani dari para playboy di alam manusia.
" Ehem.. Apa ada yang bisa saya bantu? " Aku bertanya tentang maksud dan tujuannya yang secara sengaja menunggu kami disini. Untung saja bangsa Jin berbicara melalui semacam vibrasi yang bisa ditangkap dan langsung diartikan oleh si penerima vibrasi tersebut.
Sehingga mereka tidak pernah mengenal batasan bahasa dalam berkomunikasi, jadi kami bebas berbicara menggunakan bahasa apapun dan masih bisa mengerti satu sama lainnya.
" Aku diutus oleh Kerajaan Britania untuk bernegosiasi tentang buronan kerajaan kami yang kalian tangkap, kami ingin menahannya di kerajaan kami secara langsung. "
Lucy menjelaskan bahwa dia telah diutus oleh kerajaan Jin yang berada di Inggris. Namun matanya masih tertuju pada diriku, dan matanya yang berwarna biru dan berkilauan itu membuatku semakin tidak nyaman.
" Oh.. maksud anda keturunan Iblis yang masuk ke wilayah kami? Kakek berhasil menangkapnya dua minggu yang lalu. Namun lebih baik anda bernegosiasi dengan Kerajaan Pantai Selatan karena Saya harus memberitahu Ibu Ratu bahwa kami menangkap keturunan Iblis. "
Aku menjawab Lucy sesuai instruksi dari Kakek. Kakek sudah berkata bahwa ada kemungkinan bahwa akan ada yang datang untuk menyelamatkan keturunan Iblis yang telah Kakek tangkap.
Namun Aku tidak menyangka bahwa keturunan Iblis ini merupakan buronan dari Kerajaan Jin yang berada dari luar Indonesia.
" Hoo.. Baiklah. Aku akan mengikutimu bertemu Sang Ratu Pantai Selatan, Aku sudah lama tidak mengunjungi Indonesia dan ingin bertemu dengan Sang Ratu. "
Lucy tersenyum dan sepertinya dia akan ikut dengan kami.
" Grr.. Jadi sampai kapan kalian akan mengawasi kami? " Maja yang hanya diam saja dari tadi menggeram dan tubuhnya pun mulai membesar, taring dan cakarnya semakin terlihat buas sekali.
" Oh.. sepertinya kalian tidaklah bodoh, seorang manusia dan dua Jin yang memalukan bangsa kami dengan bekerja sama dengan manusia.. sepertinya kalian akan membuatku mendapatkan hadiah dengan membawa ketiga kepala kalian.. "
Terdengar suara yang berat dan bergemuruh dari langit diatas hutan ini, dan tak lama kemudian muncullah seorang Jin yang merupakan keturunan Iblis.
Jin tersebut memiliki sayap dan bertubuh layaknya monster, dia memiliki dua tanduk yang ada di atas kepalanya. Dia seperti manusia karena memiliki dua tangan dan dua kaki, namun dia memiliki tanduk, sayap dan ekor yang menandakan bahwa dia adalah Jin yang merupakan keturunan dari Iblis.
Aura hitam di sekelilingnya semakin menjelaskan bahwa dia merupakan keturunan Iblis yang memiliki kekuatan hitam yang cukup kuat.
Wajahku, Maja dan Lucy menjadi lebih serius dan memandangi Iblis itu dengan hati-hati.
__ADS_1