
" Ah.. Maaf bila Aku terlalu banyak berbicara. Aku selalu lupa daratan ketika berbicara mengenai hal yang kusukai. "
Iblis itu mengangkat tangan sambil menutupi senyum lebarnya.
" Tapi kalian tidak perlu khawatir tentang keberadaanku, Aku berada di pihak kalian dan akan terus mengawasi pertumbuhan manusia. Aku tidak ingin para Iblis bodoh itu menyesatkan manusia. "
Iblis itu kembali duduk dan terlihat lebih tenang dibandingkan sebelumnya. Sepertinya dia merupakan Iblis yang memiliki pemikiran berbeda dari Iblis lainnya. Setidaknya dia tidak berbahaya dan hanya ingin mengamati tingkah laku manusia.
Untuk makhluk yang telah hidup lama, beberapa hal aneh bisa saja terjadi seperti ini. Mereka terkadang memiliki pemikiran yang aneh dan menjadi eksentrik dan hobi yang macam macam.
" Jadi apa kamu bisa memisahkan benih itu dari roh Indah. "
Maja mewakili pemikiran kami dan bertanya kepada Iblis itu mengenai benih Iblis yang tertanam pada roh Indah.
" Hmm…. Aku tentu saja bisa melakukannya, namun karena ini adalah pertama kali nya Aku menemui kasus seperti ini, Aku tidak ingin bertindak gegabah. Aku tidak melakukannya karena apabila ada efek samping dari hal ini, maka kalian akan menyalahkanku. "
" Oleh karena itu Aku hanya membatasi koneksi benih Iblis itu dengan dunia luar seperti ini. "
Iblis itu berbicara sambil mengetuk ngetuk meja menggunakan jarinya.
" Lalu mengapa harus bersembunyi dan tidak menemui kami secara langsung. "
Maja memutar bola matanya mengingat Iblis ini memang tidak menghubungi kami dan malah menunggu kedatangan kami. Bukankah dia tidak memiliki niatan buruk kepada manusia?.
" Di tempat terakhir kamu berinteraksi dengan Indah, Aku bisa merasakan bahwa ada Jin yang telah mati disana, dan sebagian Jin di sekitar tempat itu pun menghilang. "
Aku menambahkan pertanyaanku kepada Iblis itu dan ingin tahu apa yang terjadi sebenarnya.
" Haha… Oh di kafe tempat gadis ini beristirahat. Saat itu Aku sedang berjalan jalan dan mencari seorang manusia yang akan kuamati. Aku baru datang ke Indonesia dan kebetulan melewati wilayah ini. "
" Kemudian Aku banyak mendengar pembicaraan tentang kalian. Khususnya Arya Wisesa… "
Iblis itu menatapku sambil tersenyum, namun saat ini matanya sedikit terbuka dan kami saling bertatapan sejenak.
" Lalu aku secara tak sengaja melihat gadis ini dan merasakan energi Iblis yang kecil. Setelah kuteliti dengan seksama, ternyata terdapat benih Iblis yang tertanam pada gadis ini. "
" Aku pun menghampiri gadis ini yang ternyata adalah temanmu. Tentu saja Aku mengetahuinya karena Aku mendengar bahwa Arya bersekolah disini. Dan Aku merasakan ada jimat kecil yang terpasang di gantungan kecil miliknya yang kuduga berasal dari Arya. "
" Aku mengajaknya mengobrol mengenaimu karena dia terlihat sangat tertarik padamu Arya. Aku terus mengamati benih Iblis itu dan tak lama kemudian, sekumpulan Jin yang ternyata telah bersekutu dengan Iblis datang untuk melihat perkembangan benih Iblis yang ada pada Indah. "
" Aku sudah berbaik hati dan menghancurkan mereka karena mereka sangat berisik dan tidak mau diam. Haha.. "
__ADS_1
" Jin yang berada di sekitar tempat itu pun sepertinya telah dipaksa bergabung dengan kelompok para sekutu Iblis itu atau harus pergi ataupun dibunuh agar tidak membocorkan aktivitas mereka. "
Iblis itu kembali bercerita panjang dan kami mendengarkan penjelasan Iblis itu dengan seksama.
" Jadi kau tidak melakukan sesuatu pada anak kecil yang diselamatkan Arya dan mencari Arya karena telah menggagalkan rencana bangsa Iblis? ".
Maja kembali bertanya kepada Iblis itu dengan wajah yang serius.
" Oh tidak, Aku tidak akan melakukan hal seperti itu. Anak kecil adalah sesuatu yang penuh dengan misteri, Aku sangat menyukai mereka karena kita tidak akan tahu akan sekotor apa mereka ketika beranjak dewasa, haha… "
" Uh… Pikiranmu sangat menjiji… unik sekali. "
Maja berbicara dengan alisnya yang berkedut kedut.
" Haha kau memujiku. Kita memiliki pemikiran yang berbeda, namun yang terpenting Aku tidak menghalangi rencana kalian bukan?. "
" Aku hanya pengembara yang menyukai hal yang bodoh. "
" Ok… "
Maja hanya mengatakan hal tersebut menanggapi Iblis itu.
Kakek menggelengkan kepalanya, begitu pula dengan Nenek.
" Tentu saja Aku tidak berbohong, haha.. Aku hanya ingin melihat sedikit kemampuan kalian. Oleh karena itu Aku bersembunyi disini bersama gadis ini. Aku tidak akan memberi informasi sepenting ini begitu saja bukan? Setidaknya informasi ini sangat pantas diberikan padamu. "
Iblis itu menganggukkan kepalanya dan terlihat bangga karena berhasil meyakinkan bahwa dirinya tidak bersalah.
" Jadi apa kau punya cara lain untuk menyingkirkan benih Iblis yang melekat pada roh Indah? "
Aku mengerutkan dahi ku dan bertanya kepada Iblis itu dengan serius.
" Haha.. Tentu saja Aku memiliki beberapa gambaran tentang bagaimana melepas benih Iblis ini. Namun…. mengapa kau tidak memakannya saja? "
Iblis itu tersenyum dan menatapku.
" Memakan benih Iblis itu? "
" Mhm.. "
Iblis itu menganggukkan kepalanya seakan akan tidak ada yang salah dalam perkataannya itu.
__ADS_1
" Maaf… Aku memiliki diet yang ketat.. "
Bibirku berkedut kedut mendengar perkataan Iblis itu. Bagaimana mungkin Aku bisa memakan benih Iblis itu, sepertinya benar apa yang dipikirkan Maja, Iblis ini membutuhkan bantuan psikiater.
" Oh.. Ayolah kau tidak perlu malu malu.. Bukankah Kau baru saja memakan Iblis akhir akhir ini…"
Iblis itu kembali tersenyum padaku..
Aku menatap Kakek dengan serius, dan Kakek pun hanya bisa melepas napas panjang dan menganggukkan kepalanya.
" Hah… Maksudmu ini? ".
Aku menghela nafas panjang dan memegang dada bagian kiriku dengan perlahan. Kemudian Aku menarik suatu benda yang kecil dan meletakkannya di atas meja.
" Oh! Oh..! Menarik sekali, Aku hanya bisa merasakan sisa sisa energi seorang Iblis. Namun Aku tidak tahu bahwa pusaka ini yang memakan jiwa Iblis itu. Sangat menarik sekali… "
Iblis itu terlihat girang dan mengusap wajahnya, kemudian dia terlihat mengenakan kacamata. Ia menatap benda yang terlihat seperti keris kecil berwarna hitam itu dengan serius seperti seorang ilmuwan yang sedang meneliti benda bersejarah.
" Kau boleh memegangnya. "
Aku menyodorkan keris itu padanya, namun dia langsung menggelengkan kepalanya.
" Tidak, tidak. Jangan todongkan senjatamu seperti itu. Haha.. "
" Oh… Ok. "
Aku hanya berniat untuk mempersilahkannya memeriksa keris ini. Namun sepertinya dia tidak mau memegangnya.
" Benda pusaka kuno seperti ini tidak bisa dipegang begitu saja. Kita harus berhati hati kepada hal yang tidak kita ketahui. "
" Uh.. Aneh sekali ketika mendengar ucapanmu yang benar.. "
Maja menganggukkan kepalanya menanggapi ucapan Iblis itu.
" Haha tentu saja Tuan Harimau Putih. Kau memiliki selera humor yang baik sekali, Aku menyukaimu. "
Iblis itu membetulkan kaca matanya dan menatap Maja dengan wajah yang ceria.
" Uh.. Maaf Aku tidak bisa membalas perasaanmu.. "
Kami hanya bisa terdiam mendengarkan ucapan Maja..
__ADS_1