Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 41 Home Run!


__ADS_3

" Hah… hah.. hah.. "


Arya mencoba berdiri dengan tubuhnya yang berlumur darah. Kepalanya terasa sedikit pusing dan dia memegang siku kirinya dan menggunakan tangan kanannya untuk membetulkan sendi tangannya.


Mata kirinya tidak dapat melihat dengan jelas karena wajah bagian kirinya yang penuh luka dan bersimbah darah.


Kemudian dia melihat Wulan dan Satrio yang berada tidak jauh dari dirinya. Mereka berdua tergeletak tidak sadarkan diri, namun Arya bernafas lega ketika melihat bahwa mereka hanyalah kehilangan kesadaran dan belum mati.


Tubuh Wulan dan Satrio dipenuhi oleh darah dan luka dan sangat mengerikan sekali. Bila manusia biasa yang mengalami luka seperti ini, sudah dipastikan bahwa orang itu tidak akan bisa selamat.


Untung saja Wulan dan Satrio memiliki tubuh yang kuat, sehingga mereka masih bisa bertahan sampai sekarang.


" Ternyata ada anak muda yang kuat diantara kalian. "


Terlihat seorang Iblis yang muncul dari dalam bangunan yang terlihat belum selesai dibangun dan terbengkalai.


Iblis itu memakai tuxedo dan terlihat seperti seorang pebisnis yang sukses dan elegan. Namun kulit keriputnya tiba tiba menjadi kencang, rambutnya yang berwarna putih pun menjadi hitam.


" Aku sudah menunggu para ikan kecil yang tersesat seperti kalian, haha… Kalian pikir kami tidak bersiap untuk menyambut kalian? haha.. "


Iblis itu melepas kacamatanya dan tertawa melihat Arya yang masih berdiri setelah terkena jebakan dan serangan mendadak darinya.


Arya beserta Wulan dan Satrio bertugas untuk menyerang salah satu markas Iblis, sedangkan Wisnu dan petarung kuat lainnya akan menyerbu markas besar Iblis dan mengakhiri pertempuran ini.


Namun sepertinya para Iblis sudah bersiap siap untuk menyambut serangan ini. Arya dan rekannya yang baru saja tiba langsung dikagetkan oleh formasi jebakan yang tidak mereka deteksi.


Mereka hanya merasa tubuh mereka tidak bisa bergerak, kemudian terjadi ledakan yang membuat tubuh mereka terpental dan mengalami luka yang cukup parah.


Arya yang masih bisa bertahan pada saat itu mencoba untuk menolong rekannya, namun dia dikejutkan oleh sesuatu yang melesat ke arahnya.


Karena Arya tidak bisa menghindarinya, dia menggunakan tangan kirinya untuk menahan serangan itu sehingga tangan kirinya terluka, namun karena tangan kirinya tidak bisa menahan serangan itu sepenuhnya, kepala sebelah kirinya pun terkena serangan itu.


Iblis itu tersenyum dan mengangkat tangannya yang menggenggam sebuah tongkat, namun di ujung tongkat itu terdapat rantai yang panjang. Di Ujung rantai itu terdapat sebuah bola baja yang memiliki banyak duri besar dan tajam. 


Sepertinya itu adalah senjata yang digunakan Iblis itu untuk menyerang Arya yang sedang lengah.

__ADS_1


Arya masih merasa sebagian tangan dan wajahnya terasa sakit karena tertusuk duri dan terhantam senjata itu. Dia berpikir jika ini adalah sebuah film, maka wajah bagian kirinya harus terkena sensor KPI.


" Hah.. hah.. "


Nafas Arya berderu deru dan ia mencoba berkonsentrasi agar bisa menghindar bila Iblis itu melakukan serangan lainnya.


' Mengapa Aku harus babak belur lagi…. '


Arya masih sempat berpikir seperti itu agar dirinya tidak terlalu tegang dalam pertarungan ini. Arya sangat jarang terluka sejak dia dilatih oleh Kakek. 


Namun akhir akhir ini, dia merasa bahwa dirinya sering mendapatkan dirinya terluka parah. Seperti ada sesuatu yang menariknya dengan paksa ke dalam pertarungan yang berbahaya.


Arya mengalirkan semua tenaga dalam di dalam tubuhnya dan bersiap siap menghindar ketika Iblis itu menggerakkan tangannya dan bola berduri serta rantai yang menempel pada tongkat itu memendek.


Kemudian dia melompat ke arah Arya sambil mengayunkan senjatanya. Arya yang merasa terancam langsung menghindari bola berduri itu, kemudian saat bola berduri itu menghantam tanah tempat dia berdiri sebelumnya, Arya berlari ke arah sang Iblis sambil memegang dada kirinya.


Saat Arya merasa bahwa jarak mereka berdua semakin dekat, mata Arya berkilau dan tangan kanan yang memegangi dadanya itu melakukan gerakan menebas kedepan.


" Sialan kau! "


Mata Iblis itu terbuka lebar ketika melihat suatu benda kecil tajam yang tiba tiba muncul di tangan anak muda itu telah berhasil memotong tongkatnya yang merupakan senjata tingkat tinggi.


Kemudian Iblis itu merasa kehilangan lengan kanannya terlepas begitu saja.


*Pluk*


Saat suara yang disebabkan oleh terjatuhnya lengan Iblis itu ke permukaan tanah, Iblis itu bergerak mundur dengan cepat agar bisa menjauh dari manusia yang memiliki senjata menakutkan seperti itu.


" …. "


Arya merasa sedikit kecewa karena tidak berhasil menebas kepala Iblis itu, pergerakan Iblis itu cukup cepat sehingga dia bisa menggunakan senjatanya untuk bertahan yang menyebabkan posisi tubuhnya sedikit bergeser.


Kemudian Arya mengambil sesuatu dari dalam kantung yang menggantung di bagian kiri celananya. Dia menggunakan tangan kirinya yang gemetaran itu untuk mengambil pil penyembuh dan memasukannya kedalam mulut.


" Manusia sialan.. Untung saja kau tidak bisa seenaknya menggunakan senjata itu. Aku akan menyiksamu sampai kau memohonku untuk membunuh dirimu sendiri! ".

__ADS_1


Iblis itu menggunakan lengannya yang tersisa untuk menyerang Arya, untung saja satu lengannya ini memegang bagian tongkat yang melekat dengan rantai sehingga dia masih bisa menggunakan senjatanya ini.


Kemudian Arya bergerak mundur dan menjauhi Iblis itu agar bisa keluar dari jarak serang senjata Iblis tersebut.


Namun karena senjata morning star itu memiliki rantai yang bisa memanjang dan memendek sesuai kehendak penggunanya, Arya harus beradu kecepatan dengan rantai yang terus memanjang itu.


Saat Arya berhasil keluar dari jarak serang bola berduri itu dengan mengubah posisinya agar berbalikan, Iblis itu mengibaskan tongkatnya dan arah dari bola berduri itu berbalik dan bisa mengejar Arya.


Arya pun melompat tinggi untuk menghindari bola berduri yang saat ini kembali menghantam tanah. 


" Bocah tengik! "


Iblis itu berteriak ketika Arya berhasil menghindari serangannya lagi. Dia merasa sangat kesal karena manusia ini seperti seekor belut yang sulit untuk ditangkap.


Namun tiba tiba dia dikejutkan oleh energi kuat yang berada di belakangnya, saat dia menoleh ke belakang, dia melihat seorang wanita berambut panjang, berkulit merah disertai mata berwarna merah.


Wanita itu sedang melompat dan memberikan tinju ke arahnya dengan cepat. 


" Ugh.."


Kepalan tangan itu menghantam pipinya, dan tubuhnya pun terpental. Iblis itu merasa tulangnya remuk ketika kepalan tangan wanita itu menyentuh pipinya itu.


Iblis itu tidak mengira wanita yang bertubuh kecil itu memiliki kekuatan fisik yang mengerikan, awalnya dia bermaksud untuk menerima pukulan dan menangkap wanita itu untuk memberikan serangan balasan.


Namun ternyata pukulannya bahkan bisa membuat tubuhnya terlempar jauh. Iblis ini semakin merasa marah karena merasa telah dibodohi oleh para manusia yang dia anggap rendah ini.


Kemudian dia melihat seorang pria kurus tinggi yang sedang memegang gada dan melakukan kuda kuda seperti seorang atlet baseball.


Lalu saat tubuhnya yang terpental mendekati pria itu, pria itu mengayunkan gadanya dengan sekuat tenaga dan berhasil mengenai perutnya.


" Akkkk"


Tubuhnya menjadi membungkuk dan dalam seketika, tubuhnya terlempar ke langit.


" Home run! "

__ADS_1


Satrio berteriak ketika melihat tubuh Iblis itu terlempar ke atas.


__ADS_2