
Iblis bisa dibilang adalah makhluk yang sulit untuk dibunuh. Karena mereka bisa mengaitkan jiwa mereka pada suatu benda yang bisa membuat mereka tetap bisa hidup meskipun tubuhnya sudah hancur.
Mereka bisa membuat tubuh baru ketika tubuh mereka telah hancur, tentu saja mereka harus melakukan hal tertentu untuk membangun kembali tubuh mereka, namun setidaknya mereka memiliki kemampuan bertahan hidup yang kuat.
Namun masih ada beberapa trik yang bisa dilakukan untuk membunuh mereka, meskipun hal tersebut membutuhkan kekuatan yang kuat.
Kita harus bisa menghancurkan tubuhnya dan mendeteksi koneksi antara tubuh dan jiwa sang iblis tersebut. Hal tersebut dibutuhkan kekuatan mental yang sangat kuat, karena biasanya jiwa mereka tersimpan di dalam alam Iblis yang terpisah dari alam Jin.
Seorang Jin bisa menjadi pengikut iblis dan menirukan teknik tersebut, namun tentu saja mereka membutuhkan proses yang sulit dan lama agar bisa seperti Iblis.
Ada pula keturunan iblis yang tidak terlalu kuat seperti nenek moyangnya, sang Iblis sejati. Namun Iblis sejati akan sangat sulit untuk masuk kedalam alam manusia, karena dinding pembatas menuju alam manusia sangatlah kuat dan sulit ditembus oleh Iblis sejati.
Namun ada beberapa hal dan cara lain yang bisa membuat sang Iblis sejati masuk kedalam alam manusia.
" Aku terlambat, lingkaran sihirnya sudah aktif dan semua persiapan mereka sudah selesai. Mereka membuat lingkaran sihir itu secara instan agar tidak terdeteksi, dan para Jin yang berada disekitar pun sudah mereka usir. Sepertinya kita harus menghadapi Iblis sejati saat ini. "
Kakek menjelaskan apa yang telah dia lihat selama menyelidiki kota Jakarta. Namun semua formasi yang dibentuk oleh lingkaran sihir itu mengandung para Qarin yang dipenuhi aura negatif.
Bila suatu tempat terdapat aura negatif, maka hal tersebut akan mampu membuat Iblis bisa lolos dan membangun koneksi antara alam Iblis dan Alam manusia. Namun Iblis sejati tidak akan mudah untuk melakukan hal tersebut, karena bahkan aura yang mereka miliki sangatlah kuat dan kotor.
Akan tetapi, mereka bisa masuk kedalam Alam Manusia melalui beberapa ritual, seperti yang mereka sedang rencanakan saat ini.
Kakek menduga beberapa titik lingkaran sihir tersebut membentuk suatu formasi pemanggilan dalam ritual para Iblis.
" Ini akan sangat berbahaya.. "
Kakek bergumam, matanya sangat serius namun dia tersenyum sinis. Sepertinya Kakek berniat untuk bertarung dengan Iblis tersebut, Kakek memang sudah sangat jarang bertarung dan selalu mengeluh bahwa dia tidak bisa bertarung dengan bebas seperti dulu.
Namun Aku tahu bahwa pertarungan ini tidak akan mudah. Meskipun kami tidaklah sendirian dan memiliki beberapa pihak yang akan membantu kami, namun para bangsa Jin yang kuat tidak akan mudah untuk masuk ke Alam manusia begitu saja.
Karena Iblis akan lebih mudah untuk masuk kedalam alam Jin dan melakukan balas dendam kepada para Jin yang membantu manusia ataupun menentang bangsa mereka.
" Arya, Kakek nanti harus bertapa dulu. Kakek harus siap siap buat lawan mereka semua. Kamu ikut Kakek buat konferensi dulu nanti. "
__ADS_1
Kakek berkata dengan nada yang berat dan langsung mengajakku untuk mengikuti konferensi yang sepertinya akan Kakek adakan kali ini.
" Arya siap Kek. "
Aku menyanggupi permintaan Kakek. Biasanya Pertemuan tersebut hanya dihadiri oleh Kakek dan tidak akan ada anggota keluarga lain yang ikut hadir.
Aku berharap apapun yang terjadi selanjutnya, akan berakhir dengan baik baik saja.
***
" Tak biasanya kau membawa seseorang dalam pertemuan penting seperti ini Wisnu. "
Seorang dengan sosok tinggi besar, dan rambut panjang terlihat sedang duduk dengan santai. Dia terlihat buas dan santai meskipun sosok lain yang ada disekitarnya terlihat sangat serius.
Namun sosok itu memiliki kulit yang berwarna merah. Otot yang ada di seluruh tubuhnya menunjukkan bahwa dia memiliki fisik yang sangat kuat.
" Tentu saja dia akan menjadi penerusnya, betul bukan Wisnu? "
Seorang Kakek tua yang kurus dan kering menyahut pria berkulit merah tadi sambil memperhatikan Arya yang saat ini sedang berdiri dibelakang Wisnu.
" Sepertinya kalian baik baik saja karena masih bisa bersantai seperti itu. Aku tidak tahu apakah kalian sudah mengetahui hal yang akan kusampaikan atau tidak. Namun Aku tidak akan diam saja bila kalian ikut campur dan memihak bangsa Iblis. Bahkan Aku tidak akan takut bila harus melawan kerajaan kalian. "
Wisnu berbicara dengan nada yang datar dan tanpa ekspresi. Kata kata yang keluar dari mulut Wisnu membuat situasi di dalam ruangan ini semakin memanas.
" Aku setuju dengan Wisnu. Aku tahu kalian selalu netral dan tidak memihak siapapun, namun kami mengundang kalian dalam pertemuan ini agar kalian mengetahui dengan jelas apa yang terjadi saat ini. "
Seorang anak laki laki yang terlihat berumur 14 tahun berbicara dengan suara yang terdengar kekanak-kanakan. Namun ekspresinya sangat serius dan mengintimidasi sebagian bangsa Jin yang berada di dalam ruangan ini.
" Hah.. Kau benar benar tidak berubah dan tetap terlihat seperti remaja. "
Kakek tua yang kurus kering itu tersenyum kaku menanggapi ucapan anak laki laki itu.
" Aku tidak akan ikut campur dalam hal ini, Aku tak bisa membantu kalian. Aku adalah seorang Raja dan tidak bisa membahayakan rakyatku bila Aku mendukung salah satu dari kalian. "
__ADS_1
Sesosok Jin yang terdiam sejak awal pertemuan berbicara dengan nada yang berat.
" Aku mengerti dengan apa yang kau lakukan. Aku menghargaimu karena setidaknya kau tidak akan ikut campur. "
Wisnu menanggapi Jin tersebut sambil menganggukkan kepalanya.
" Aku hanya bisa berjanji untuk melindungi manusia dan tidak akan membiarkan Iblis sejati ataupun pasukannya berkeliaran di wilayah kami. Namun kami tidak akan bisa bertindak banyak bila mereka tidak masuk kedalam wilayah kami dan hanya mengincarmu Wisnu. "
Seorang wanita cantik yang memakai kebaya berwarna nila berbicara dengan lembut.
" Jadi bila Iblis sejati itu masuk ke wilayah kalian, maka Pantai Selatan akan bertindak dan melawan mereka? Apakah itu perkataan dari Ratumu? ".
Pria dengan kulit merah itu tersenyum kepada wanita yang memakai kebaya tersebut.
" Mengapa kau tidak bertanya kepada Sang Ratu secara langsung ? ".
Wanita itu tersenyum dengan penuh percaya diri, membuat pria berkulit merah itu tersenyum canggung.
" Ayolah, Aku hanya bertanya biasa saja Nilasari. Kau tidak perlu membuatnya seperti Aku menantang Sang Ratu.. "
Pria berkulit merah itu hanya bisa menjawab Nilasari sambil menahan kedutan di bibirnya.
" Sampaikan ucapan terima kasihku pada Sang Ratu. Aku akan bersiap siap untuk melawan mereka di titik pemanggilan, jadi Aku hanya memberitahu kalian hal ini agar kalian tahu apa yang akan terjadi. "
" Haha.. Tentu saja kau akan tetap menggila Wisnu. Aku akan menghormatimu dan tidak akan ikut campur. "
Kakek tua yang bungkuk itu tersenyum kepada Wisnu. Kemudian mereka berbicara lebih lama tentang banyak hal lainnya, namun diantara mereka semua, hanya seekor macan kumbang lah yang hanya diam dan tidak bersuara.
" Baguslah. Aku sangat senang jika kalian menepati kesepakatan ini. "
Wisnu tersenyum ketika melihat semua yang berada disini telah selesai berdiskusi.
" Haha.. Tentu saja Wisnu. Sekarang bagaimana bila kau memperkenalkan penerusmu disini kepada kita semua. "
__ADS_1
Kakek tua yang bungkuk itu tersenyum lebar dan menunjukan gigi hitamnya kepada Arya. Semua pandangan pun tertuju kepada Arya yang belum berbicara sepatah katapun sejak awal pertemuan ini.
" Perkenalkan, Aku Arya Wisesa. "