Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG BAB 8


__ADS_3

Sang Iblis itu melayang di udara dan menatap kami bertiga dengan wajah arogan miliknya. Kemudian dia tersenyum sinis dan menggerakan tangannya sehingga telapak tangannya menghadap ke arah kami bertiga.


" Heh.. Mari lihat seberapa kuat kalian! ".


Tiba tiba Aku merasakan gumpalan energi yang sangat kuat yang berasal dari tangannya, dan dalam sekejap, gelombang energi yang sangat kuat telah tertuju ke arah kami bertiga.


" Ijinkan Aku untuk menahannya. "


Ketika Aku mengalirkan tenaga dalamku untuk membuat sebuah tameng, Lucy tiba tiba bergerak cepat, dan dari balik punggungnya itu keluar sepasang sayap kelelawar transparan berukuran besar dan langsung menyelimuti kami bertiga.


*Bammm*


Suara bentrokan antara kedua energi ini bergemuruh dan membuat pohon pohon disekitar bergoyang dengan kuat.


Kemudian Maja mengambil kuda kuda dan melompat ke udara untuk menerkam Iblis itu. Cakar Maja yang terkenal kuat itu mengarah kebagian perut si Iblis, namun Iblis itu menangkisnya dan membalasnya dengan tinjuan.


" Heh… Ternyata Kau tidak terlalu lemah kucing kecil. " 


Iblis itu menyeringai dan mulai beradu fisik dengan Maja. Suara benturan antara cakar,tinju, tendangan dan sebagainya terdengar sangat cepat. Bahkan suara auman Maja tidak terdengar lebih keras dari suara bentrokan tubuh mereka berdua.


Lucy dan Aku memperhatikan pertarungan antara Maja dan Iblis itu dengan seksama. Lucy mengerutkan dahinya dan bermaksud untuk membantu Maja, namun Aku memegang pundaknya dan menggelengkan kepalaku.


" Biarkan Maja melepas stres nya.. "


Bibir merah dan menawan milik Lucy berkedut kedut mendengar perkataanku. Namun Aku hanya bisa menghela napas panjang karena memang itulah kenyataannya, Maja sangat jarang mendapatkan kesempatan bertarung dengan sesuka hati seperti ini.


Apalagi lawannya adalah Jin yang merupakan keturunan dari Iblis dan memiliki kekuatan yang sangat kuat.


*Bammm*


" Ahh.. Seger banget badan kalau olahraga kayak gini Ya, hahaha! ".


Maja turun dari langit dan memutar mutar lehernya sambil tertawa. Tubuhnya dipenuhi debu dan terlihat beberapa luka yang tidak terlalu parah. Namun hal tersebut membuat bulu putihnya terlihat kotor dan dekil.


" Hmmph! Kuakui Kau memiliki kemampuan yang lumayan harimau putih! Namun kau telah berhasil membuatku marah! Akan kubunuh kalian bertiga! "


Iblis itu menggeram dan berteriak dengan keras, di tubuhnya terdapat beberapa bekas luka cakaran. Apalagi di pipinya terdapat luka cakar disertai tetesan darah berwarna hitam.


" Ya, bisa telat ini kalau lama lama. Lagi males kotor kotoran juga.. olah raganya udah cukup, haha "


Bibirku dan Lucy berkedut kedut mendengar ucapan Maja. Namun Aku tahu bahwa memang Maja tidak suka terlihat kotor, dan saat ini kita tidaklah sendiri sehingga Maja tidak ingin menunjukan semua kemampuan miliknya.

__ADS_1


" Hah.. Api. "


Aku menghela napas dan menghadapkan jari telunjukku kepada iblis itu.


" Haha.. Api? jurus macam apa itu! "


Sang Iblis yang sudah bersiap siap menggunakan seluruh kemampuannya itu tertawa mendengar kata yang keluar dari mulutku.


" Ahhhhh!!!! "


Namun tidak lama kemudian muncul Api yang membara di tubuhnya dan semakin membesar. Kobaran api itu membuat langit terlihat sedikit menyala. Untung saja Iblis itu berada di udara sehingga Aku berani menyerangnya menggunakan serangan berelemen api.


" Uh.. Sihir macam apa itu.. "


Lucy menelan ludahnya sendiri melihat sang Iblis yang meronta ronta dan berteriak di dalam kobaran api itu.


" Hah.. Aku mengerti perasaanmu nona Lucy, nama dari jurus itu tidak keren sama sekali. Bahkan sebelumnya Arya tidak menyebut apapun dan langsung mengeluarkan jurusnya, namun berkat bujukanku dan Kakek, dia terpaksa setuju untuk menyebutkan nama jurus yang dia gunakan ketika bertarung. Hah.. bagaimana penonton bisa terhibur mendengar nama seperti, betul kan? "


" Ha...ha..ha.."


Lucy tersenyum kaku mendengar Maja yang menggerutu. 


Aku hanya bisa menghela napas mendengarkan obrolan mereka sambil berkonsentrasi. Saat ini Aku sedang mengontrol pergerakan Iblis itu dengan tenaga dalam melalui gerakan tanganku.


" Aaaaahhh! Manusia sialan!! ".


Iblis itu terus berteriak sambil berusaha menggunakan energi dalam tubuhnya untuk menyingkirkan api yang menyelimutinya itu. Namun Aku sudah mengukur energi yang telah kugunakan agar Iblis tersebut tidak bisa lepas dari api ini.


Maja menggerakan tubuhnya agar debu debu ditubuhnya itu hilang. kemudian dia mulai duduk dan menatap Iblis itu dengan wajah yang kasihan.


" Hah.. Menyerah saja Iblis kecil. Kau terlalu muda untuk melawan kami. Aku tidak habis pikir Iblis lemah sepertimu berani untuk menghadang kami, namun Aku salut dengan kebodohanmu. "


Maja mengangkatkan kaki depannya yang saat ini berubah menjadi tangan manusia yang sedang mengacungkan jempol ke arah sang Iblis itu.


" Kucing sialan! Ku Kutuk kau agar kau mati ditangan Iblis lainnya! Keluargaku akan membalas ini dengan lebih kejam! ".


" Oh.. serem ".


Maja menjawab teriakan Iblis itu sambil memutar bola matanya. Nada suara yang datar itu membuat si Iblis semakin berteriak dan mengutuk kami bertiga secara bergantian.


" Uh.. Sepertinya Aku tidak perlu turun tangan membantu kalian. "

__ADS_1


Lucy tersenyum kaku melihat kejadian ini. Aku sebetulnya tidak ingin menunjukan kemampuanku, namun Kakek berkata bahwa kita tidak boleh terlihat lemah. Kita boleh menyembunyikan sebagian kemampuan kita, namun kita juga harus menunjukan bahwa kita adalah pihak yang tidak bisa diremehkan begitu saja.


 Aku mulai mengepalkan tanganku sehingga api tersebut mengecil dan hanya menyelimuti Iblis itu saja saat ini. Kemudian tangan kiriku mengambil botol khusus yang berada di dalam tasku.


Botol yang kecil ini merupakan botol spesial yang diperuntukan untuk menyegel keturunan Iblis dan memiliki segel yang lebih kuat. Segel ini akan membuat para Iblis atau Jin lainnya tidak dapat mendeteksi apa yang berada didalam botol ini.


Setelah Aku merasa bahwa Iblis itu sudah mengeluarkan banyak energi untuk menahan api itu, Aku merasa bahwa saat ini Iblis itu sudah melemah dan tidak memiliki sisa energi yang banyak.


Kemudian Aku menggerakan tanganku sehingga Iblis yang sudah lemah itu semakin menjerit dan bergerak ke arahku dengan pelan.


Aku melemparkan botol itu ke udara dengan pelan. Saat botol itu mendekati si Iblis, Iblis itu berteriak dan tubuhnya tiba tiba mengecil.


" Ahhh!!! Tunggu saja pembalasanku!! "


Tubuhnya semakin mengecil ketika menghadap botol itu, dan akhirnya Iblis itu pun masuk kedalam botol itu. 


Terlihat sedikit asap yang keluar dari dalam botol, dan formasi yang berada di bagian tubuh botol itu pun menyala.


Aku menangkap botol itu dan mulai menutup botol itu dengan segel pelengkap sehingga Iblis itu sudah dipastikan tidak akan bisa melarikan diri dari kurungan ini.


" Mantap Ya, dapat Iblis baru. Tinggal dinamain biar masuk Iblisdex. Hahaha.. "


Aku tersenyum mendengar ucapan Maja. Maja benar benar mengikuti perkembangan dunia dan sering menggunakan kata kata yang tidak akan diketahui Jin lainnya.


" Kalian benar benar menakjubkan, dan sepertinya Wisnu telah mendapatkan penerus yang tepat. Sepertinya Aku harus mengunjungi rumahmu suatu saat nanti. "


Lucy tersenyum menatapku, matanya terlihat berkilau kilau dan wajahnya yang penuh hasrat itu membuatku tersenyum kaku.


" Aku tidak pernah mencoba darah manusia, namun Aku penasaran dengan rasa darahmu Arya. Berapa harga 1 liter darahmu? "


Lucy menggunakan lidahnya untuk menjilat bibir bagian atasnya dan menatapku dengan penuh hasrat.


Aku tahu bahwa bangsawan dari jenis Vampir tidak akan pernah mau meminum darah manusia. Bahkan Aku pun tidak tahu apa yang mereka minum, namun mereka hanya menganggap darah sebagai arak dan hanya mengkonsumsinya dalam jumlah sedikit.


Meskipun memang ada darah tertentu yang bisa membuat mereka lebih kuat.


" Haha Aku hanya bercanda, Kalian tidak perlu canggung seperti itu. "


Lucy merasa perkataannya telah membuat kami canggung karena wajah Maja terlihat menjadi serius setelah mendengar perkataan Lucy.


" Ah tidak, Aku hanya memikirkan berapa harga yang pantas untuk darah Arya. "

__ADS_1


Maja menjawab Lucy dan terdengar sedikit kecewa ketika mendengar Lucy hanya bercanda saja.


__ADS_2