
"...."
Arya memijat dahinya dan mulai merasa lelah karena terlalu banyak menggunakan energi spiritual. Meskipun ia telah meminum obat penawar, namun rasa lelahnya tidak akan hilang begitu saja.
Apalagi kutukan kesialan yang ditujukan kepadanya kembali muncul dan membuat Arya harus berhati-hati.
"Istirahat dulu Kak."
Lisa yang mengikuti Arya selama seharian pun merasa cukup lelah. Ia tidak terbiasa dengan dunia luar, dan tak terbiasa menggunakan energi yang ia miliki selama ini.
Karena biasanya ia hanya berdiam diri di rumah yang menjadi kurungannya tersebut, sehingga ia sangat jarang menggunakan energi spiritual miliknya.
Lisa harus mengimbangi kecepatan Arya dan harus ikut menghindar bila ada hal aneh yang terjadi kepada Arya.
Awalnya ia merasa curiga mengapa banyak hal aneh yg menimpa Arya, namun setelah Arya menjelaskan bahwa ada seseorang yang sedang mengutuknya, Lisa menjadi lebih berhati-hati agar bisa terhindar dari bahaya yang bisa datang secara tiba-tiba.
"Hah.."
Arya menghela nafasnya dan keluar dari alam astral.
Saat ini ia berada di sebuah desa kecil yang cukup jauh dari rumah Nisa. Ia melihat handphone miliknya dan melihat bahwa jam menunjukan pukul 9 malam.
Kemudian ia berjalan untuk mencari tempat beristirahat dan melihat seorang penjual nasi goreng yang sedang melayani pelanggannya.
Arya berjalan ke dalam tenda kecil itu dan memesan satu porsi nasi goreng. Namun setelah ia memesan dan bermaksud untuk duduk, ia merasakan hal yang tidak enak di dalam hatinya.
Kemudian Arya menengok kearah jalan dan melihat sebuah mobil yang tiba-tiba melaju dengan kencang dan akan menabrak tempat ini.
" Aaaaah!!!!"
Semua orang yang berada disini berteriak dengan kencang ketika melihat lampu mobil yang semakin mendekat disertai suara klakson yang keras.
Semua orang berlarian,bahkan si penjual pun ikut berlari sambil menggenggam alat masak miliknya.
Namun ajaibnya, mobil itu berhenti tepat di depan gerobak nasi goreng itu dan membuat semua orang yang berlari bisa bernafas lega.
Arya yang berhasil memberhentikan mobil itu pun menggelengkan kepala dan berniat meninggalkan tempat ini.
Arya sudah menyangka bahwa peristiwa aneh ini terjadi karena kutukan kesialan yang tertuju padanya.
Arya pun berjalan dan meninggalkan tempat yang semakin ramai ini.
"Sabar Kak.. ini ujian.."
Lisa yang hanya diam saja merasa sedikit kasihan melihat Arya yang bahkan tidak bisa beristirahat untuk makan malam.
__ADS_1
"Gak apa-apa."
Arya menggelengkan kepalanya dan mengambil makanan darurat yang ada di kantong dimensi miliknya.
Ia berniat untuk memakan semua makanan ini hanya dalam keadaan darurat. Namun hal ini termasuk dalam hal darurat dan ia terpaksa menggunakan ransum makanan darurat miliknya karena ia belum makan sejak siang tadi.
Meskipun seorang praktisi energi spiritual sepertinya tidak membutuhkan makanan yang banyak, namun ia terbiasa memakan makanan dalam kesehariannya.
Apalagi ia telah menggunakan banyak energi spiritual dan membutuhkan energi tambahan.
Arya mengunyah roti yang berisi bahan-bahan spiritual buatan Mei dan merasa lebih baik karena rasa dan energi spiritual yang terkandung didalam makanan itu.
"Wah.. Enak banget Kak."
Lisa yang baru kali ini mencoba makanan spiritual pun merasa takjub dan jatuh cinta dengan rasa yang sangat luar biasa ini.
Arya hanya menganggukkan kepalanya dan melanjutkan makan malamnya.
Pikirannya masih tertuju pada semua yang terjadi hari ini. Kutukan kesialan ini membuat semua yang ia lakukan menjadi lebih sulit dan bahkan bisa membahayakan orang lain.
Namun anehnya, kutukan ini sudah berjalan cukup lama dan efeknya belum hilang sampai saat ini.
" Berarti kita harus ke tempat dia berkemah sebelumnya…"
Namun sepertinya ia tidak punya pilihan lain selain pergi ke tempat itu.
"Apakah ada bahaya disana?"
Arya melemparkan sebuah koin dan menangkapnya. Kemudian ia mengerutkan dahinya ketika melihat hasil teknik ramalannya tersebut.
Arya mengambil handphone miliknya dan mengirim pesan kepada Amel untuk memberitahu Maja posisi dirinya saat ini. Kemudian ia memberi tahu kemana ia akan pergi dan meminta Maja segera menyusul ke tempat tersebut.
Setelah Arya selesai mengirim pesan, ia yang saat ini sudah dalam kondisi fit langsung mengecek seluruh isi kantung dimensi miliknya.
" Lisa, kamu tunggu disini. Nanti kalau Maja datang kesini, kamu jelasin semuanya sama dia. Aku harus pergi sendiri kesana. Oh iya Maja wujudnya harimau putih. "
Arya berbicara kepada Lisa setelah ia selesai mengecek seluruh perlengkapan miliknya.
"Aku gak diajak?"
Ucap Lisa dengan wajah yang penuh dengan kekecewaan. Lisa masih ingin mengikuti Arya untuk menolong Nisa yang sudah ia anggap sebagai teman.
"Kamu nanti nyusul sama Maja aja."
Arya tidak ingin membawa Lisa karena potensi bahaya ditempat tersebut cukup besar. Oleh karena itu ia lebih memilih untuk pergi sendirian saja.
__ADS_1
" Hati-hati kak.. "
Lisa hanya bisa melambaikan tangannya saat Arya pergi meninggalkan dirinya.
***
" Hmmm mmm mmm… Hmmm.."
Terdengar suara wanita tua yang sedang bersenandung sambil mengaduk sesuatu yang ada di dalam kuali yang berada di hadapannya.
Kuali itu berwarna hitam pekat, dan terlihat sangat antik disertai ukiran ukiran yang terlihat aneh.
" Hmmm.."
Nenek tua itu bersenandung dan mengacuhkan suara teriakan yang berada di ruangan yang hanya memiliki satu lilin sebagai sumber pencahayaan.
"Lepaskan aku Nek!"
"Mamah tolong..Hu…"
"Ampun Nek..Lepasin Aku.."
Terdengar suara para wanita yang menjerit histeris di dalam ruangan ini, namun si Nenek tua tersebut seperti tidak mendengarkan permohonan mereka dan meneruskan senandungnya dengan santai.
Kemudian ia mengulurkan tangannya ke sudut ruangan. Di sudut ruangan tersebut terlihat beberapa wanita yang telah dirantai kakinya, dan mereka semua menjerit ketika melihat si Nenek itu mengulurkan tangannya.
Tak lama kemudian salah satu dari wanita itu merasakan tubuh transparan miliknya tersebut melayang menuju sang Nenek tua yang tersenyum kepada mereka.
"Kalian benar benar manis sekali, Nenek suka sama kalian."
Nenek itu tersenyum ramah dan mengacuhkan wanita yang saat ini telah ia cekik. Wanita yang dicekik itu hanya bisa menangis dan menunjukan wajah yang ketakutan saat si Nenek memasukan kepala wanita tersebut ke dalam kuali.
*Zzzzzz*
"Aaaaaaaa Tolong..Tolong.."
Para wanita lain semakin menjerit ketika melihat salah satu dari mereka yang saat ini sudah berada di dalam kuali yang mendidih itu.
Mereka melihat dengan jelas bagaimana tubuh ataupun roh wanita yang kurang beruntung itu seakan-akan meleleh dengan perlahan ketika masuk ke dalam kuali yang besar itu.
" Sabar ya sayang, gak perlu rebutan. Kalian semua nanti kebagian juga kok.. hehehe…"
Nenek tua itu tertawa kecil ketika melihat roh para wanita itu berpelukan dan terlihat ketakutan.
Kemudian ia mengaduk kuali itu sambil kembali bersenandung diiringi suara jeritan wanita wanita yang ada di tempat ini.
__ADS_1