Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG 55 Terkurung


__ADS_3

Banyak sekali hal hal misterius yang menyelimuti dunia ghaib. Bahkan seseorang yang sudah berkecimpung di dunia ghaib dan memahami sebagian tentang hal tersebut tidak akan berani mengucapkan bahwa mereka mengetahui dan memahami hal ghaib sepenuhnya.


Semakin banyak hal yang kamu ketahui, maka semakin banyak hal yang tidak kamu ketahui.


Itulah kata-kata yang Wisnu ucapkan kepada Arya, tentu saja kata-kata tersebut ia ambil dari orang lain dan bukan berasal murni dari dirinya.


Namun semenjak ia terjun menjadi seorang ahli spiritualis dan menjadi seorang kultivator, semakin banyak hal yang ia ketahui. 


Banyak sekali cara dan jalan untuk meningkatkan kekuatan spiritual. Meskipun cara mereka berbeda-beda, namun tujuan mereka tetaplah untuk membuat dirinya menjadi lebih kuat.


Seperti apa yang terjadi kepada Jin wanita yang saat ini berada di hadapan Arya.


Semenjak bayi, Jin wanita yang bahkan tidak mengetahui namanya sendiri sudah dikurung di tempat ini.


Dia sengaja dirantai agar tidak bisa kabur dari tempat ini. Rantai tersebut bersumber dari sebuah batu kristal yang berada di bawah tanah.


Seluruh wilayah rumah ini pun sudah terpasang tameng gaib yang akan menghalau makhluk gaib lainnya untuk masuk ke dalam wilayah rumah.


Arya tetap membuat tameng gaib yang bermaksud mengurung ataupun menyegel tempat ini. Namun sepertinya hal tersebut tidak perlu ia lakukan karena bahkan Jin wanita ini pun telah dirantai dan tidak akan bisa melarikan diri dari tempat ini.


Jin wanita tersebut terpaksa menyerap energi negatif yang berasal dari batu kristal yang dipenuhi energi negatif.


Namun setiap hal selalu ada batasan dan takarannya. Jin wanita ini tidak bisa mengatasi energi negatif yang berlebihan dan membuat tubuhnya menjadi seperti ini, meskipun ia bisa bertahan hidup dengan seluruh energi kotor ini, namun energi negatif tersebut ikut merusak dirinya sendiri.


Jin wanita itu tidak pernah bertemu Jin lainnya, dan hanya bisa melihat manusia yang tinggal di tempat ini. Standar kehidupannya pun mengikuti para manusia yang tinggal di tempat ini.


Ia selalu ikut melakukan apa yang dilakukan oleh para penghuni rumah, seperti ikut menonton film yang Nisa tonton di kamar dan hal lain-lainnya.


Standar kecantikannya pun mengikuti apa yang dilihat oleh manusia, ia merasa malu dan jijik dengan penampilannya sendiri. Namun ia tidak bisa melakukan apapun tentang hal ini, ia hanya bersyukur Nisa dan penghuni sebelumnya tidak bisa melihat dirinya yang menakutkan.


Ia sangat merasa kesepian dan telah berulang-ulang mencoba untuk berinteraksi dengan manusia, namun semua manusia termasuk praktisi spiritual yang datang kesini tidak bisa berinteraksi dengannya.

__ADS_1


" Aku cuma bisa ngomong sendiri, hiburanku cuma ada kalau Nisa pulang. Aku bisa ikut nonton bareng sama dia, dengerin curhatan dia kalau dia lagi chat sama orang lain. Mana mungkin Aku tega jahat sama dia. "


 


Jin wanita itu berbicara sambil menunduk dan membelakangi Arya dan yang lainnya. 


" Tapi waktu Aku lihat dia ditandai jiwanya, Aku gak bisa bantu dia. Terus waktu dia dibawa, Aku ragu-ragu mau nyambut Jin itu. Aku kira dia gak bakal bawa Nisa, jadi Aku ngumpet karena malu."


"Tapi pas dia bawa Nisa, Aku telat dan gak bisa ngejar dia.. Wuuu… Aku gak guna… Wuu.. "


Jin wanita itu menangis setelah menceritakan hal yang ia ketahui.


" Terus Aku malah seneng waktu kamu datang kesini. Aku malah lupa kalo Nisa lagi bahaya cuma karena cowok ganteng.. Wuu…"


Tangisannya semakin keras seiring rasa bersalahnya yang besar.


Arya beserta Roni dan istrinya tidak tahu harus berkata apa ketika Jin wanita itu menyalahkan dirinya sendiri dan menangis.


Penampilannya yang dipenuhi aura negatif dan menyeramkan terlihat sangat kontras dengan sikapnya yang seperti seorang wanita yang berusia belasan tahun. 


" Gak apa-apa kalau kamu gak bisa nolong dia, tapi bisa kamu jelaskan ciri-ciri Jin yang bawa Roh nya Nisa? Sama kemana arah dia pergi. "


Ucap Arya untuk mengalihkan pikiran Jin wanita yang terlihat semakin terpuruk itu.


Kemudian ia menjelaskan bahwa ia tidak melihat Jin itu dengan jelas karena tubuhnya diselimuti oleh kabut, namun ia memberitahu arah yang dituju oleh Jin tersebut.


" Kak.. Kakak mau nolongin Nisa? Aku bisa ikut gak Kak? Aku juga mau bantu Nisa. "


Ucap Jin wanita itu dengan nada yang terdengar senang. Ia ingin menebus kesalahannya dengan membantu Nisa agar roh Nisa bisa kembali pada tubuhnya.


"..."

__ADS_1


Arya menahan kedutan di bibirnya ketika Jin wanita yang tidak diketahui umurnya tersebut memanggilnya "Kakak". Arya merasa dirinya tidak setua itu dan tidak pantas dipanggil "Kakak".


Namun ia hanya bisa membiarkan Jin Wanita itu sesukanya, mengingat Jin wanita ini memiliki mental yang lemah… Arya lebih memilih untuk diam daripada harus berdebat siapakah yang lebih tua dari mereka berdua.


" Aku harus liat kristal sama rantai yang mengikat kamu."


Ucap Arya sambil mendekati Jin wanita itu dengan perlahan dan menggenggam rantai tersebut.


Arya tidak mengetahui rantai ini terbuat dari material apa, namun logam ini cukup kuat dan bisa menghantarkan energi negatif yang berasal dari batu kristal yang tertanam dibawah tanah.


Bahkan saat ini Arya bisa merasakan energi spiritual yang bersifat negatif mengalir melalui rantai dan menuju tubuh Jin wanita tersebut.


" Hah.. "


Arya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya, ia merasa bahwa daya tahan tubuh Jin wanita itu cukup kuat karena bisa menahan energi spiritual sekotor ini dalam waktu yang lama.


Beberapa kerusakan dan kelainan dalam tubuhnya menjadi bukti betapa kotor dan kejinya energi spiritual yang berasal dari batu kristal tersebut.


Arya mengepalkan tangannya dan merasa bahwa Jin ataupun manusia yang telah melakukan hal ini sangatlah kejam. Ia mengekang dan memaksa Jin wanita yang masih bayi dan tidak mengetahui apa-apa untuk menerima perlakuan seperti ini.


Arya menduga Jin wanita ini sudah terpenjara selama ratusan tahun. Arya tidak tahu apa tujuan dan alasan manusia ataupun Jin yang melakukan hal seperti ini, namun hal seperti ini sangatlah kejam.


Tentu saja hal ini bisa saja terjadi bila Jin wanita yang saat itu masih bayi adalah anak dari seorang budak. Perbudakan masih terjadi di alam ghaib, meskipun saat ini praktek perbudakan mulai berkurang, namun perbudakan tidak bisa dihilangkan sepenuhnya.


Apalagi banyak teknik yang bisa dilakukan untuk memperbudak Jin baik secara sukarela maupun secara paksa.


" Kak.. Kakak bisa lepasin ini? "


Jin wanita itu terlihat senang dan menoleh ke arah Arya. Wajahnya yang menyeramkan terlihat dipenuhi senyuman, namun tentu saja senyuman itu terlihat menyeramkan karena Roni dan Istrinya langsung mengalihkan pandangan mereka.


" Aku coba dulu ya.. "

__ADS_1


Namun Arya hanya membalasnya dengan senyuman kecil yang penuh rasa iba.


Ia berharap bisa membebaskan Jin wanita ini dan membuatnya bisa melihat dunia luar secara langsung.


__ADS_2