
Kejadian tadi malam membuat para Jin yang berada di alam manusia dan alam Jin menjadi berhati hati. Mereka merasa cemas dan khawatir dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.
Apalagi mereka kini mulai mengingat dari mana kah Kakek mendapatkan julukan gila nya itu. Namun beberapa pihak yang tidak menyukai keributan, mereka sudah tahu bahwa Kakek tidak menyerang tanpa alasan.
Mereka yang terkena amukan Kakek adalah pihak pihak yang mencurigakan dan memiliki kemungkinan bersekutu dengan Iblis. Tentu saja kejadian ini membuat beberapa pihak yang berminat untuk bersekutu dengan Iblis mengurungkan niatnya.
" Masih belum ada petunjuk dimana tempat sembunyi mereka? "
Kakek mengerutkan dahinya dan menatap kami semua yang berada di ruangan rapat ini.
Aku, Maja, Kakek, Nenek, dan Kak Mei yang sudah kembali karena situasi yang berbahaya ini telah berkumpul dan mengatur strategi untuk menghabisi Iblis sejati yang telah melakukan kekacauan ini. Sedangkan Amel tetap berada di Kantor dan tidak bisa mengikuti pertemuan ini agar dia tidak terlibat dalam hal yang berbahaya.
" Ayah, kenapa teman Ayah gak pada bantuin? "
Kak Mei bertanya kepada Kakek sambil membetulkan posisi kacamata nya.
" Mereka juga sama sama lagi cari lokasi Iblis. Tapi mereka gak bisa terang terangan biar gak diwaspadai pihak Iblis sama sekutunya. "
Kakek menganggukkan kepalanya dan menjelaskan bahwa teman temannya pun sedang melakukan investigasi untuk mencari tempat persembunyian Iblis itu. Karena Iblis sejati memang memang memiliki beberapa trik untuk bersembunyi dan menghindari ramalan yang ditujukan kepada mereka.
" Aku sama Arya nggak nemu jejak iblis juga di sekitar rumah Indah. "
Maja menggelengkan kepalanya dan Aku pun hanya bisa terdiam mengingat tidak ada sedikitpun aura Iblis yang bisa kami berdua deteksi. Aku sudah memeriksa seluruh bagian rumah Indah dan sekitarnya namun tidak memperoleh hasil apa pun.
" Kalian semua harus berhati hati juga kalau tiba tiba ada aura iblis yang mendekat, langsung pakai jimat yang udah Nenek kasih sama kalian. "
Kemudian Nenek menjelaskan cara menggunakan jimat yang telah Nenek berikan kepada kami. Membuat sebuah talisman ataupun jimat adalah keahlian Nenek, dan jimat yang Nenek berikan pada kami pun termasuk jimat tingkat tinggi yang hanya bisa dibuat oleh pembuat jimat tingkat tinggi.
" Kalau begitu kalian semua beristirahat dulu, kita tinggal menunggu informasi tempat Iblis itu saja. Besok Soca akan datang dan membantu kita melacak roh Indah yang terpisah dari tubuhnya, semoga saja Iblis itu berada tidak jauh dari roh Indah dan kita bisa menyelamatkan Indah dan menghabisi Iblis itu. "
Kakek menutup pertemuan ini dan menyuruh kami beristirahat. Karena Kakek pun harus bermeditasi sejenak untuk memulihkan tenaga dalamnya yang terkuras karena pertarungan sebelumnya.
Kemudian Kami keluar dari ruangan ini dan menuju kamar kami masing masing tanpa berbicara sepatah kata pun. Meskipun Kak Mei sudah pulang, namun kami sedang menghadapi masalah serius dan harus menyiapkan diri untuk pertarungan yang bisa terjadi kapan saja.
Sesampainya di kamar, Aku berbaring sejenak sambil menatap ke arah luar jendela kamarku yang terbuka.
__ADS_1
Aku mulai berpikir dan merasa bahwa semua ini terjadi begitu cepat dan diluar kendaliku. Meskipun Aku sudah berusaha semaksimal mungkin, namun Aku terlalu percaya diri dengan kekuatan dan teknik milikku.
Seandainya Aku membawa anak kecil itu ke kantor kami untuk sementara, mungkin anak itu bisa selamat..
Nafasku terasa berat dan Aku merasa sesuatu yang mengganjal di tenggorokanku.
Seandainya Aku tidak memberi Indah energi milikku, mungkin Iblis itu tidak akan menyeret Indah dalam masalah ini.
" Hah… "
Aku semakin merasa bersalah dan tidak berdaya akan semua yang terjadi ini. Namun penyesalan selalu datang diakhir dan tidak ada cara untuk mengobatinya selain melangkah maju kedepan dan menghadapinya.
Setidaknya Aku harus bisa menyelamatkan Indah karena koneksi antara roh dan tubuhnya belum terputus yang menandakan bahwa Indah masih baik baik saja.
Semoga Kakek dan teman temannya bisa dengan cepat menemukan cara untuk melacak keberadaan roh Indah. Aku akan melakukan segala cara untuk menebus kesalahanku ini.
Semoga dia masih bisa bertahan sampai kami tiba disana.
***
Hal yang terakhir kuingat adalah… Ah.. Aku bertemu pria paruh baya yang menanyakan Arya, dan Aku menjawab semua pertanyaannya dengan senang hati.
Tapi mengapa Aku bisa dengan mudah mempercayai orang yang mencurigakan seperti itu?. Kemudian dia juga mengantarkanku pulang sampai dekat rumah dan sesampainya di rumah, Aku kehilangan kesadaranku.
Apakah saat ini Aku sudah mati?. Atau Aku hanya sedang tertidur dan kesulitan terbangun dari mimpi ini?.
Aku merasa semakin ketakutan dan mulai menangis karena Aku tidak bisa melihat apa apa. Namun Aku tidak merasa adanya air mata yang menetes, dan Aku pun tidak bisa mendengar suaraku sendiri sekeras apapun Aku berteriak.
" Ah Kau sudah bangun gadis cantik. "
Aku mendengar suara seseorang dan merasa bahwa Aku pernah mendengar suara ini.. Ya! Ini adalah suara pria yang bertanya tentang Arya di kafe itu.
" Hmm.. hmm… mmmm.. "
Kemudian dia terdengar seperti sedang bergumam dengan nada yang ceria.
__ADS_1
Tak lama kemudian, kegelapan yang memenuhi seluruh pandanganku ini pun menghilang bagaikan tirai yang telah dibuka oleh seseorang.
"...... "
Pikiranku terhenti sejenak ketika melihat bola mata yang sebesar tubuhku itu berada tepat di hadapanku. Urat urat yang ada di bola mata itu terlihat menakutkan karena ukurannya yang besar.
" Oh.. Kau tidak perlu kaget sayang. Aku tidak menakutkan dan bukan orang yang mencurigakan. "
Kemudian bola mata itu menjauh, dan Aku pun bisa melihat wajah pria itu dengan senyum lebarnya.
Pria itu terlihat sedang duduk didepan meja dan menatapku yang saat ini sedang terkurung di dalam gelas kecil yang terbalik.
Ah.. Jadi Aku lah yang mengecil? Tapi mengapa semua ini bisa terjadi?. Aku tidak bisa memproses apa yang terjadi dan hanya bisa menatap pria yang tersenyum itu sambil kebingungan.
" Saya dimana Pak… Kenapa tubuh Saya jadi kecil… Kenapa… "
Kata kataku terhenti ketika dia mendekatkan wajahnya dan Aku kembali melihat bola matanya yang terlihat besar sekali.
Kakiku melangkah mundur karena kaget dan Aku pun terjatuh.
" Tenang saja Indah. Sudah kubilang kau tidak perlu takut… "
Kemudian pria itu mengulurkan tangan dan jarinya itu menembus gelas yang mengurungku ini.
Jari telunjuknya mengusap-ngusap rambutku dengan perlahan, dan dia kembali tersenyum lebar seperti ingin menenangkanku.
Namun semua ini membuatku semakin takut dan ingin menangis.
Mengapa semua ini harus terjadi?
Mengapa harus Aku yang mengalami ini?
Siapapun tolong Aku..
Aku ingin pulang..
__ADS_1