Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG 46 Kondisi Wisnu


__ADS_3

" …. "


Arya terdiam melihat Wisnu yang saat ini sedang berada di dasar laut. Wisnu terpaksa harus menahan panas di tubuhnya dengan masuk ke dalam dasar laut, karena panas dari tubuhnya bisa merusak benda dan menyakiti orang yang ia sentuh.


Laut ini tidak berada di alam manusia, Laut ini berada di alam astral, tepatnya di Pantai Selatan. Ketika Wisnu akan kembali ke kediamannya, dia merasa racun di tubuhnya semakin parah ketika melihat rumput dan benda yang meleleh ketika berdekatan dengannya.


Oleh karena itu, Wisnu mengubah arah tujuannya ke Pantai Selatan untuk berkonsultasi kepada Sang Ratu. Kemudian Sang Ratu memberi izin kepada Wisnu untuk memasuki bagian laut dalam yang paling dingin di wilayah ini untuk menahan racun itu untuk sementara.


Wisnu harus berada disana sampai menemukan obat penawar dari racun tersebut. Dia tidak memiliki pilihan selain berdiam diri di dasar laut untuk saat ini.


" Li Mei, kamu pergi ke semua kenalan Mama. Tanya apa mereka punya tanaman herbal yang berguna buat Ayah. Terserah kamu mau pakai cara apa. "


Nenek yang bernama Li Shu berbicara dengan nada yang datar. Matanya sangat dingin dan tidak terlihat ekspresi apapun di wajahnya. Namun hal itu membuat Mei semakin takut, dia tahu bahwa kali ini Ibunya sedang menahan emosinya.


Meskipun dia sama sama khawatir dengan Ayahnya, namun saat ini amarah Ibunya sedang berada di puncak.


" Maja, katakan pada semua personel kalau mereka bertemu Iblis, tangkap Iblis itu. Bila perlu biar kamu sendiri yang interogasi mereka, musnahkan bila perlu. Jangan lupa cari Iblis yang namanya Ipul, tanya apa dia tahu obat penawarnya. "


" Iya Nek… "


Maja menganggukkan kepalanya dengan wajah yang serius. Maja tahu bahwa kali ini bangsa Iblis yang memasuki wilayah ini akan binasa, Maja sudah tahu dari internet bahwa wanita yang sedang marah tidak bisa dilawan…


" Arya, kamu bisa bantu Maja. Tunda dulu sekolah. "


" Iya Nek.. "


Arya menganggukkan kepalanya dan setuju dengan Nenek. Sebenarnya Arya hanya perlu membaca sebuah buku dan dia akan bisa mengingat semua isi buku itu, namun tetap saja Kakek menyuruh Arya untuk sekolah agar bisa merasakan suasana di sekolah dan mencari teman seusianya.


Namun saat ini Arya setuju dengan Nenek, Kesehatan Wisnu lebih penting untuknya. Arya mengepalkan tangannya ketika mengingat ramalan Kek Soca bahwa semua ini akan berujung pada kematian Wisnu.


" Tenang saja, semua akan ada jalan keluarnya selama kita berusaha. "

__ADS_1


Terdengar suara dari seorang wanita. Suara itu lembut dan menenangkan Arya yang mulai merasa gelisah dan panik. 


" Terima kasih Ratu. Aku akan membalas kebaikanmu dengan sebaik mungkin. "


Li Shu menoleh ke arah  Sang Ratu yang sedari tadi berada di dekat mereka. Karena area ini merupakan tempat penting dan terlarang di Kerajaan Pantai Selatan.


Saat ini mereka sedang berada di atas bangunan yang mengapung di permukaan laut. Bangunan ini merupakan pos penjaga di tempat ini, dan tentu saja dijaga oleh seorang Jin yang sangat kuat.


Karena di dasar laut ini terdapat beberapa pusaka dan tanaman herbal yang hanya bisa ditemukan di area dasar laut yang dingin. 


" Kau tidak perlu terbebani dengan hal kecil seperti ini Li Shu. "


Sang Ratu menggelengkan kepalanya dengan elegan sambil tersenyum. Mereka sudah kenal sejak lama, apalagi saat ini kantor yang Wisnu dirikan bekerja sama dengan Kerajaan Pantai Selatan.


" Semua akan baik baik saja. "


Sang Ratu mengusap kepala Arya yang membuat Arya menundukkan kepalanya. Bara dan Soca yang berada di belakang mereka melihat ini dengan mulut yang terbuka lebar.


Oleh karena itu Bara dan Soca merasa iri dengan Arya yang mendapatkan perlakuan spesial seperti ini dari Sang Ratu. 


Apalagi Soca yang mendapatkan julukan jomblo selamanya sangat mengidolakan Sang Ratu, karena sejak dari dulu Sang Ratu selalu sendiri dan tidak pernah berdekatan dengan pria lain.


Soca merasa bahwa dirinya dan Sang Ratu sangat mirip dalam hal menjaga jarak dengan lawan jenis. Namun tentu saja dia tidak memiliki perasaan buruk kepada Arya ketika melihat Arya mendapatkan perlakuan seperti itu.


" Aku meminta bantuan kepada kalian semua, bila kalian memiliki informasi tentang tanaman herbal yang bisa melawan panas Aku akan memberikan hadiah yang setimpal. "


Li Shu membungkukkan badannya kepada semua yang berada di tempat ini dengan wajah yang serius. Kali ini dia harus mengandalkan orang lain untuk menolong Wisnu, karena saat dia mencoba menggunakan tanaman herbal yang memiliki elemen es ataupun dingin, tanaman itu semua tidak bisa menyembuhkan Wisnu.


Oleh karena itu dia membutuhkan sesuatu yang memiliki kekuatan elemen yang lebih kuat yang bisa menghancurkan racun tersebut.


Dia dan Wisnu sudah mencoba untuk mengeluarkan racun itu secara paksa, namun semua yang mereka lakukan sia sia saja. 

__ADS_1


" Aku akan melakukan semua yang ku mampu.. "


Bara dan Soca menjawab Li Shu dengan serius. Mereka berdua adalah sahabat dekat Wisnu dan tentu saja mereka tidak ingin melihat Wisnu yang tersiksa seperti ini.


Mereka baru pertama kali menemukan racun yang seperti ini, dan membutuhkan beberapa percobaan untuk menemukan obat penawarnya. 


Mereka yakin bahwa racun ini memang telah disiapkan oleh para bangsa Iblis untuk Wisnu dalam penyerangan mereka kali ini. Karena Wisnu merupakan manusia yang sangat aktif dalam melawan invasi bangsa Iblis.


Jadi wajar saja jika mereka rela mengorbankan seorang Iblis Sejati untuk membuat Wisnu seperti ini. Menukar seorang Iblis Sejati dengan Wisnu adalah harga yang murah untuk bangsa Iblis.


" Kalian semua kembali saja, Aku akan menemani Wisnu disini.. "


Li Shu menyuruh mereka semua pergi dan berniat menemani Wisnu, dia tidak ingin membiarkan Wisnu seorang diri saat ini. 


Setelah semuanya berpamitan, mereka pun pergi dari tempat ini secara bersamaan. Namun Sang Ratu menyuruh Arya untuk menunggu sampai mereka semua pergi dan ingin membicarakan suatu hal.


" Arya, ambil ini untuk berjaga jaga. "


Di dalam ruangan yang cukup megah, Sang Ratu memberikan sesuatu kepada Arya. 


" Ini… "


Arya sedikit terkejut melihat kristal berwarna biru yang terlihat seperti butiran air. Benda itu tidak memiliki energi sama sekali, bahkan berapa lama pun ia memperhatikannya, benda tersebut benar benar terlihat seperti butiran air biasa. Namun dia tahu bahwa ini bukanlah butiran air karena dia tahu Sang Ratu tidak akan memberikan butiran air biasa padanya..


" Selama lawanmu tidak lebih kuat dariku, maka dia akan mati… Aku harap kau tidak bertemu lawan yang kuat sampai harus menggunakan itu."


Sang Ratu tersenyum kecil dan menatap Arya yang menggenggam kristal tersebut dengan takjub.


" Aku… Terima kasih Ratu.. "


Arya membungkukkan badannya dan berterimakasih kepada Sang Ratu, dia tahu bahwa benda ini sangatlah berharga untuknya. Dia tidak bisa mengatakan hal lain selain terimakasih.

__ADS_1


Namun dia berjanji pada dirinya sendiri, ketika dia sudah kuat, maka dia akan selalu membantu Sang Ratu dan Kerajaan Pantai Selatan untuk membalas semua kebaikan yang telah dia terima.


__ADS_2