Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG 52 Kutukan Kesialan


__ADS_3

" …. "


Arya mengerutkan dahinya saat ia keluar dari rumah. Langit yang mendung dan suara gemuruh membuat Arya menghentikan langkahnya.


Arya menatap langit yang gelap dengan wajah yang terlihat kebingungan. Hujan rintik rintik pun mulai turun, namun tubuh Arya diselimuti oleh energi spiritual sehingga dia tidak terkena air hujan.


Setelah menghela nafas sejenak Arya pun melangkahkan kakinya dan masuk kedalam alam astral. Arya langsung mencari arah dan berjalan dengan secepat kilat.


*Brugghh*


Arya melihat pohon yang tiba-tiba terjatuh di depannya, untung saja dia bisa berhenti dengan cepat dan terhindar dari pohon yang tiba-tiba tumbang saat melintasi hutan.


" Hah.. "


Arya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. Lalu Arya mengambil sebuah koin dari saku kemejanya, kemudian dia melemparkan koin tersebut ke udara.


Koin itu berputar-putar dan terjatuh di telapak tangannya. Setelah melihat koin tersebut, Arya menganggukkan kepalanya dan menyelimuti seluruh tubuhnya dengan tenaga dalam, kemudian dia melanjutkan perjalanannya menuju tempat client.


Di sepanjang perjalanan, Arya mengalami beberapa gangguan seperti terkena serangan dari beberapa makhluk gaib yang kebetulan sedang bertarung ataupun berlatih teknik tertentu.


*Bruggh*


Arya terpeleset dan terjatuh setelah ia melompati sekelompok anak kecil dari bangsa Jin yang sedang bermain.


" Hahahaha! "


Segerombolan anak kecil itu awalnya terkejut ketika melihat Arya tiba tiba melompat, namun mereka tertawa terbahak-bahak ketika melihat Arya yang terpeleset dan jatuh saat menginjak rumput yang dipenuhi kulit buah buahan.


"... Ok.. "


Arya bergumam dengan pelan sambil melihat langit yang terlihat mulai gelap. Arya cukup kelelahan dengan kejadian yang dia alami sampai saat ini.


Selalu saja ada hambatan dan kesialan yang ia alami. Meskipun hal tersebut tidak berbahaya dan hanya mengganggunya saja, namun Arya sudah mulai kesal dengan semua ini.


Sebenarnya ia sudah tahu bahwa ada hal yang menghalanginya, oleh karena itu ia melemparkan koin dan menggunakan suatu teknik untuk memprediksi tingkat bahaya yang akan ia hadapi.


Teknik itu hanyalah salah satu teknik peramalan tingkat dasar yang ia pelajari dari Kek Soca.


Teknik ini hanya bisa memprediksi hal kecil dan tidak sepenuhnya akurat, namun hanya teknik ini saja yang Arya ketahui, karena teknik lainnya merupakan teknik rahasia dan Arya harus menjadi murid resmi dari Soca bila ingin mempelajarinya.


Arya menduga ada seseorang yang memberikan kutukan kesialan kepadanya, hal ini akan cukup berbahaya bila terjadi pada manusia biasa.

__ADS_1


Namun hal ini tidak bisa mengancam untuk seseorang seperti Arya dan hanya bisa mengganggunya saja.


Arya pun berdiri dan tersenyum melihat anak-anak kecil yang menertawainya. Untung saja tubuhnya dilapisi oleh energi spiritual sehingga pakaiannya tidak kotor.


Setelah berbicara sejenak dengan anak-anak dari bangsa Jin itu, Arya melanjutkan perjalanannya. Arya bisa saja menggunakan salah satu pusaka ataupun kertas mantra spesial untuk menangkal kutukan ini.


Namun Arya ingin mengetahui sejauh mana kutukan ini agar dia bisa mengetahui sejauh mana kekuatan pengirim kutukan ini. Namun setelah mengalami semua kesialan ini, dia bisa memastikan bahwa siapapun yang mengirim kutukan ini tidaklah kuat.


Setelah beberapa kejadian kecil lainnya, akhirnya Arya telah sampai di tempat tujuannya dan bernafas lega karena dia sudah tidak mengalami kejadian aneh lainnya.


Arya mengamati halaman rumah yang cukup besar di balik gerbang yang cukup besar. Sepertinya klien yg ia kunjungi merupakan orang yang cukup berada.


Kemudian Arya mengirim pesan singkat kepada client-nya bahwa dia telah berada di depan gerbang rumahnya.


" Maaf lama nunggunya ya. "


Datang seorang pria paruh baya yang sedang membukakan pintu gerbang rumah. Wajah bapak itu terlihat lelah dan pucat, sepertinya kejadian ini telah menjadi beban di dalam pikirannya.


" Saya Roni. Wah cepet juga ya datangnya, Saya kira bakal lama karena kamu dari Jabar. "


Roni tersenyum kaku dan mengamati Arya yang saat ini memakai kemeja dan celana hitam lengkap dengan sepatu yang hitam mengkilat. 


Sebenarnya dia ingin menggunakan pakaian biasa seperti kaos biasa dan celana jeans, namun Wisnu selalu menyuruhnya memakai pakaian yang rapi saat mengunjungi klien.


Arya menyambut jabatan tangan dari Roni sambil memperkenalkan dirinya.


" Wah naik pesawat kesini? "


Roni sedikit heran karena mendengar bahwa klinik "khusus" ini berada di Jawa Barat dan cukup jauh dari Kalimantan.


" … Yang penting Saya bisa cepat kesini, karena Saya dengar kondisi ini sudah cukup lama Pak.  "


Arya hanya tersenyum dan menjelaskan alasannya datang dengan cepat ke tempat ini. Arya memang sedikit khawatir bila kondisi seperti yang dialami pasien itu dibiarkan terlalu lama, jadi dia menuju tempat klien ini dengan cepat.


" Oh.. Ayo masuk Arya. "


Roni menyuruh Arya setelah terdiam sejenak karena pandangan mata Arya membuatnya sedikit terkejut. Dia merasa seperti diawasi saat Arya menatapnya dengan wajah yang datar.


" Sebentar Pak. Saya butuh persiapan dulu. "


Arya menghentikan Roni dan kembali mengawasi tempat ini. Kemudian dia berjongkok dan mengeluarkan energi spiritual dan melakukan teknik penyegelan untuk menyelimuti seluruh daerah di sekitar. 

__ADS_1


Kelebihan dari teknik segel yang diajarkan oleh Li Fei adalah teknik ini tidak akan terdeteksi oleh mahluk gaib yang berada di sekitar sehingga mereka tidak akan merasakan apapun saat teknik ini dilakukan.


Setelah ia melihat seluruh rumah dan halaman yang telah diselimuti oleh perisai, ia pun berdiri dan mempersilahkan Roni untuk mengantarnya.


" Eee.. Barusan.. "


Roni merasa sedikit heran karena saat Arya menggunakan tangannya untuk menghentak tanah, ia merasakan hembusan angin secara tiba-tiba.


Kemudian suasana menjadi sangat hening, dan terasa lebih menenangkan dari sebelumnya.


" Cuma protokol aja Pak. Saya harus siapkan ini karena kasus ini kayaknya lebih serius dari biasanya. "


Arya menjelaskan alasannya kepada Roni. Biasanya dia tidak akan melakukan hal ini di depan klien, namun untuk orang seperti Roni yang sudah banyak mencoba untuk berkonsultasi dengan beberapa praktisi supranatural ataupun praktisi spiritual, Wisnu menyuruh Arya untuk melakukan beberapa hal agar ia tidak dianggap sebagai penipu.


Karena orang seperti Roni akan merasa bahwa kantor ataupun klinik "spesial" mereka ini sama dengan pihak lain, apalagi Arya terlihat masih muda dan akan membuat orang lebih meremehkannya.


" Makasih udah datang kesini Pak Arya.. "


Roni berterimakasih karena Arya sepertinya benar-benar serius dalam hal ini, awalnya dia tidak terlalu berharap karena sudah sering bertemu dengan dukun ataupun "orang pintar" lainnya.


Namun kedatangan Arya kali ini membuatnya kembali berharap bahwa kali ini anak kesayangannya bisa sembuh dan kembali seperti sedia kala.


Arya hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan mengikuti Roni.


" Ayo masuk. "


Roni mempersilahkan Arya masuk setelah ia membuka pintu rumahnya.


Saat Arya melihat pintu itu terbuka, Arya melihat sosok perempuan bertubuh tinggi dan besar. Rambutnya terurai panjang dan terlihat acak acakan, matanya terlihat menyeramkan dan dipenuhi urat nadi berwarna merah.


Lidahnya panjang dan menjulur sampai kepermukaan lantai, wanita itu membuka lebar kedua tangannya seakan-akan menyambut kedatangan Arya.


Wanita itu memakai pakaian khas "kuntilanak" yang berwarna putih lusuh, namun tubuh besarnya tersebut dipenuhi aura negatif yang membuat suasana di dalam rumah ini terasa tidak nyaman.


' Hehehehehe… Ada cowok tampan, selamat datang tampan. '


Wanita itu tertawa dan terlihat senang melihat Arya, namun Arya berpura-pura tidak melihatnya. Ia pun menonaktifkan energi spiritual di sekujur tubuhnya agar tidak terlihat seperti seorang praktisi spiritual.


Arya pun berjalan mengikuti Roni dan menembus tubuh wanita itu. Arya mengacuhkan keberadaan dan bau busuk yang berasal dari wanita tersebut dan mengikuti Roni untuk masuk kedalam rumah.


' Hehehehe… '

__ADS_1


Wanita itu kembali tertawa senang saat Arya melewati tubuhnya, ia merasa hari akan menjadi hari yang menyenangkan untuknya.


__ADS_2