Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG 59 Interogasi


__ADS_3

" Mengapa seorang pria tampan sepertimu menyerang nenek-nenek yang hanya sendirian di dalam rumahnya? Apa kau mempunyai masalah anak muda? "


Nenek tua itu mengusap dagunya sambil duduk dan meneguk secangkir teh hangat miliknya.


"...."


Arya hanya bisa menutup mulutnya dan tidak bisa berkomentar apapun mendengar pertanyaan yang aneh tersebut, karena dia memang berniat untuk menyerang nenek tersebut.


" Ayolah, kau tidak terlihat seperti seorang psikopat yang akan menyerang siapa saja yang kau temui bukan? "


Nenek itu meletakan cangkir teh miliknya dan menatap Arya yang saat ini sedang duduk bersila di lantai.


" Kau menggunakan roh manusia sebagai ramuan. Aku sedang mencari roh milik seorang pasien yang terlepas dari tubuhnya beberapa hari yang lalu. "


Arya menjawab Nenek tua itu dengan nada yang datar.


" Huh? Tapi Aku menggunakan roh roh wanita yang mati. Mereka tetap menyatu dengan Qarin nya dan tidak mau hilang dari dunia manusia. Mereka berbahaya karena bisa menjadi lebih kuat dan mengganggu yang lainnya bila terlalu lama dibiarkan. Kebetulan Aku membutuhkan roh semacam itu untuk ramuanku, jadi bukannya Aku telah membantu pihak manusia? Kenapa harus menyerangku? "


Nenek tua itu tersenyum dengan sinis kepada Arya.


" Lalu mengapa mengatakan bahwa Aku tidak bisa menolong mereka? "


Arya mengerutkan dahinya dan merasa heran dengan ucapan nenek tua itu.


" Kau memang tidak bisa menolong mereka yang tidak mau pergi dari dunia ini selama itu. Aku membutuhkan roh manusia yang tidak mau pergi dengan tenang selama sepuluh tahun keatas. Apa kau bisa menolong mereka yang sudah tercemar pikirannya? Mereka hanya memohon dan bersifat seperti manusia saat mereka merasa tidak akan bisa melawan untuk mengelabui orang lain. Saat kamu lengah, maka mereka akan kabur ataupun menyerang dengan membabi buta. "


Nenek itu berbicara panjang lebar sambil bersandar di kursi kayu miliknya.


"....."


Arya hanya bisa terdiam dan terpaksa setuju dengan perkataan tersebut. Meskipun setidaknya ada cara yang bisa dilakukan untuk memurnikan roh yang sudah tercemar, namun hal tersebut termasuk sulit dan banyak pihak yang lebih memilih untuk mengurung ataupun menghancurkan roh yang sudah tercemar seperti itu.


Namun roh tercemar adalah hal yang sulit ditemukan pada masa kini, karena syarat dan kondisi terbentuknya mereka cukup sulit.


Apalagi di masa kini sudah banyak pihak seperti kantor nya yang akan menangani roh manusia yang terindikasi berubah menjadi roh tercemar, hal tersebut dilakukan untuk mencegah terbentuknya roh tercemar yang akan berkeliaran di dunia manusia.


"Lalu mengapa menyerang dan menyegel tubuhku bila kau tidak melakukan hal yang salah?"


Arya melontarkan pertanyaan yang membuat dirinya semakin penasaran. Bila nenek tua itu memang tidak bersalah, mengapa ia harus menyerang diri Arya tanpa berkata apa-apa sebelumnya.

__ADS_1


" Kalau kamu melihat ada penyusup yang datang dengan tubuh yang dipenuhi jimat dan memakai senjata apa kamu bakal diam dan menunggu diserang? "


Nenek itu memutar bola matanya sambil menjawab pertanyaan dari Arya.


" Uh.. Maaf.. Tapi Aku ada firasat buruk, jadi Aku pakai semua ini buat jaga-jaga. "


Arya merasa sedikit malu dan hanya bisa menundukan wajahnya sambil menatap lantai. Apa yang ia bisa katakan dengan tubuh yang dipenuhi jimat pelindung ini?.


" Apalagi Aku merasakan sesuatu yang sangat berbahaya tersembunyi di dalam kantong dimensi milikmu. Aku harus menyegel tubuhmu dengan seketika agar kau tidak memakai benda berbahaya seperti itu. "


Nenek tua itu tersenyum dan menggunakan ujung tongkatnya untuk mengangkat dagu Arya. 


"...."


Arya hanya bisa berwajah datar dan tidak berkomentar apapun mengenai hal tersebut. Namun ia memang berniat untuk menggunakan kristal pemberian dari Ratu Pantai Selatan jika situasinya berbahaya.


" Heh.. "


Nenek itu tersenyum sinis saat melihat Arya terdiam yang menandakan bahwa Arya memang membawa sesuatu yang berbahaya di kantung dimensinya.


" Mengenai firasatmu, tentu saja kau akan mempunyai firasat seperti itu saat bertemu dengan seseorang yang kuat dan berniat menyerangnya. Tapi Aku akui kau cukup berani karena tidak mundur dan tetap datang kemari untuk menjalankan tugasmu. "


Nenek itu menganggukkan kepalanya dan merasa cukup kagum dengan Arya yang masih memberanikan diri dan mengacuhkan instingnya.


Arya berterimakasih dan tidak mengatakan bahwa dia telah mempertimbangkan kedatangannya kemari sejak siang tadi karena instingnya itu.


" Hmm.. Sikapmu cukup baik. Baiklah kamu cocok jadi pelayanku. "


Ucap nenek itu sambil beranjak dari tempat duduknya. Kemudian ia berjalan dan mendekati Arya, lalu nenek yang sudah bungkuk itu membungkukkan tubuhnya agar bisa bertatap wajah dengan Arya yang sedang duduk bersila.


Wajah mereka berdua hanya berjarak sekitar 10 cm saja, dan Arya bisa melihat wajah nenek itu dengan jelas saat ini.


Wajahnya penuh keriput dan rambutnya yang dipenuhi uban membuatnya terlihat seperti seorang yang berada di ujung usianya.


Namun Arya melihat mata dari nenek itu seperti bersinar dan dipenuhi dengan kekuatan.


" Heh.. Kau tidak terlihat jijik dengan penampilanku? "


Ucap nenek itu dengan senyum ramahnya. Arya hanya berwajah datar dan tidak mengatakan apapun untuk menanggapi pertanyaan nenek itu.

__ADS_1


" Maaf tapi Aku tidak bisa menjadi pelayanmu. Aku memiliki.. keluarga dan pekerjaan. "


Arya menolak untuk menjadi pelayan nenek itu. Bila orang lain yang menerima penawaran seperti ini, mungkin mereka akan senang karena bisa mengikuti seseorang yang kuat seperti nenek ini.


Karena setidaknya mereka akan bisa belajar banyak hal dan menjadi lebih kuat dengan mengikuti sosok yang kuat seperti ini.


Namun Arya masih memiliki Wisnu dan lainnya sehingga ia tidak akan tergiur dengan hal seperti ini.


" Hah.. Kau masih muda bagaimana bisa kau sudah berkeluarga. Sayang sekali… Kau tidak perlu menolakku dengan alasan seperti itu… "


Nenek itu menggelengkan wajahnya dan membuka bagian jubah yang menutupi kepalanya.


Dalam sekejap, uban dan wajah yang keriput itu sirna. tubuhnya yang kecil dan bungkuk itu pun berubah.


Rambut coklat yang terurai panjang berkibas dihadapan Arya.


Arya bisa menghirup aroma wangi yang berasal dari rambut itu.


Kemudian mata berwarna biru dan cerah itu terlihat mempesona dan kontras dengan wajahnya yang putih bersih tersebut.


Hidung mancungnya membuat wajahnya terlihat semakin sempurna dan membuat Arya yakin bahwa ia bukan berasal dari Indonesia.


Seorang wanita yang memiliki tinggi sekitar 180 cm dan menggunakan jubah berwarna hitam kini berdiri di hadapan Arya.


Tubuhnya tidak lagi kecil dan bungkuk, melainkan terlihat tinggi dan berisi.


Senyumnya terlihat penuh percaya diri, dan wanita itu menggunakan sedikit sihir angin untuk membuat rambutnya sedikit berkibas-kibas.


" Bagaimana? Apa kau menyesal sudah menolakku?. Kalian pria memang selalu menilai orang dari penampilannya saja. "


Ucap wanita itu dengan penuh percaya diri sambil menundukan wajahnya agar bisa melihat ekspresi dari Arya.


" Uh.. Maaf tapi Aku memang mempunyai Kakek, Nenek, Kak Mei dan Maja sebagai keluarga. Kakek memiliki kantor dan klinik yang menangani hal gaib, Aku juga bantu-bantu disana. "


Ucap Arya dengan wajah yang terlihat canggung.


" Tapi setidaknya penjelasanmu tentang keluarga lebih jelas saat melihat penampilanku bukan? "


Wanita itu mengerutkan wajahnya dan terlihat sedikit kesal karena Arya yang tidak terlihat terkejut saat melihat penampilan aslinya. Oleh karena itu ia mencari alasan lain untuk menyalahkan Arya.

__ADS_1


" Ti… Ya. Kau benar. "


Arya yang ingin melakukan pembelaan hanya bisa setuju dengan pendapat wanita itu ketika ia melihat wanita itu merapatkan giginya dan mengalirkan energi spiritual di dalam tubuhnya.


__ADS_2