Kantor Urusan Gaib

Kantor Urusan Gaib
KUG 51 Udumbara


__ADS_3

" Tapi.. Bukankah Bunga Udumbara itu hanya gurauan dan merupakan telur serangga?. Aku pikir itu cuma mitos aja. "


Arya mengingat berbagai kabar mengenai Bunga Udumbara. Banyak kabar palsu tentang Udumbara, namun dari gambar yang ia telah lihat, Bunga tersebut memang mirip seperti telur dari seekor serangga.


Arya hanya mengetahui kutipan mekar setiap 3.000 tahun tersebut berasal dari literatur Buddha.


Banyak pihak yang membantah tentang keberadaan bunga tersebut karena tanaman yang hanya mekar sekali dalam 3000 tahun berada di situasi yang amat sangat tidak menguntungkan dari persepsi reproduksi.


Tanaman tersebut jelas akan punah dengan cepat melalui seleksi alam karena probabilitas untuk mati sebelum berbunga akan sangat besar.


Namun bila Udumbara yang dimaksud dalam literatur Buddha tersebut sama dengan Udumbara yang diucapkan oleh Ipul, maka besar kemungkinan bahwa ada seorang biksu yang pernah melihat ataupun mengetahui tentang Bunga tersebut.


" Tentu saja Aku berbicara tentang Udumbara yang asli. Bila bunga tersebut muncul di alam manusia dan diketahui keberadaannya, maka tidak akan ada orang normal yang akan mengingat keberadaannya, karena banyak pihak yang akan mencoba berbagai cara untuk menutup informasi tentang Udumbara."


Ucap Ipul sambil memutar bola matanya. Udumbara merupakan sesuatu yang langka dan konon memiliki berbagai manfaat untuk semua makhluk. Bahkan ia yakin semua pihak akan rela berperang untuk mendapatkan Udumbara yang langka tersebut.


Ketika berurusan dengan sesuatu yang berharga, nyawa adalah sesuatu yang murah dan bisa dikorbankan kapan saja. Hal tersebut terdengar kejam, namun begitulah kenyataan yang terjadi di luar kehidupan manusia biasa.


" Kalau Udumbara bisa menetralkan kebencian, energi negatif, bagaimana dengan racun dan rasa panas yang berasal dari darah Phoenix itu? "


Arya mengerutkan dahinya dan bertanya kepada Ipul mengenai rasa panas luar biasa yang disebabkan oleh darah burung Phoenix.


" Hah.. Kalau semua energi negatifnya hilang ya tinggal tersisa darah Phoenix biasa. Ngapain di buang lagi, lebur darah Phoenix itu ke tubuh supaya tubuh Wisnu semakin kuat. "


Ipul memutar bola matanya kembali. Sepertinya Arya yang kebingungan itu melupakan bahwa darah Phoenix yang merupakan hewan mitologi sangatlah berharga dan memiliki banyak manfaat.


" Maaf Aku gak kepikiran kesitu.. "


Arya tersadar bahwa dia tidak berpikir dengan jernih dan melupakan banyak hal. 


" Tapi, apa Bang Ipul punya informasi tentang keberadaan Bunga Udumbara? "


Setelah cukup tenang, Arya kembali kepada pokok permasalahan, yaitu letak bunga Udumbara tersebut. 


" Kalau letak pastinya ya gak tau lah. Udumbara itu susah dideteksi, gak ada gelombang energi spiritual, gak ada tanda tanda spesial lainnya. Kayak tumbuhan atau yang kamu bilang tadi, mirip telur serangga. Tapi kalau kamu memang sudah melihat Udumbara yang asli, kamu bakal tahu sendiri kalau yang di hadapan kamu itu Udumbara. "


Ipul menjelaskan apa yang dia ketahui tentang Udumbara, tentu saja hal tersebut adalah informasi yang dia ketahui saja. Di dunia ini terdapat banyak misteri yang belum diketahui, dan hanya beberapa pihak saja yang mengetahui tentang misteri misteri di dunia ini.


" Baiklah, makasih informasinya Bang. Apa imbalan yang Bang Ipul mau dari informasi ini? "


Arya menghela nafas dan berterima kasih kepada Ipul atas informasi yang sangat berharga ini, meskipun Bunga Udumbara akan sangat sulit ditemukan, namun setidaknya dia sudah mengetahui penawar dari racun ini.


" Haha.. Aku belum ada permintaan apa-apa. Tapi nanti Aku pasti kasih tahu apa imbalan yang Aku mau. "

__ADS_1


Ipul tersenyum lebar ketika mendengarkan ucapan Arya.


" Ya udah kalau gitu Aku harus ngobrol dulu sama Nenek. Apa ada cara buat ngehubungin Bang Ipul? Susah banget dicarinya Bang. "


Arya mengingat dirinya yang kesusahan untuk mencari Ipul yang sangat pandai dalam menyembunyikan dirinya. Oleh karena itu dia ingin mengetahui apakah ada cara khusus yang bisa dipakai untuk menghubungi Ipul secara cepat.


" Ya tentu saja ada. Ingat baik baik ya. "


Ipul menatap Arya dan memasang wajah yang serius.


" Ok.. "


Arya pun memasang wajah serius dan bersiap untuk mendengarkan setiap perkataan Ipul. Arya mengira bahwa cara menghubungi Ipul mungkin membutuhkan teknik ataupun ritual tertentu, mengingat Ipul adalah Iblis Sejati yang sangat kuat.


" 08xx xxxx xxx.. "


" …… "


Arya membuka matanya lebar-lebar dan menatap Ipul dengan matanya yang kosong.


" Kenapa? Nomor itu juga sudah dikaitkan ke messenger, jadi kamu juga bisa chat kalau pulsa kamu habis, modal kuota atau wifi saja. Simpel kan?"


Ipul tersenyum lebar menatap Arya yang terdiam.


Ucap Ipul sambil mengerutkan dahinya.


" Nggak.. Ok Aku save.. "


Arya mengambil handphone miliknya dan memasukan Ipul kedalam kontaknya. Kemudian dia menambahkan Ipul ke dalam kontak messengernya. 


Lalu karena penasaran Arya mengetuk profil Ipul dan melihat foto Ipul yang memakai kacamata hitam dan sedang menghisap cerutu, foto tersebut diambil dari samping dan terlihat artistik karena filter hitam putih yang Ipul gunakan.


Setelah Arya menambahkan Ipul ke dalam kontaknya, Ipul mengajak Arya untuk berjalan keluar dari gua tersembunyi ini dan berfoto sejenak di depan air terjun yang menutupi jalan menuju gua.


" Nais, cocok banget foto disini"


Ipul menatap layar handphone nya dan melihat foto dirinya dan Arya yang berada di depan air terjun. 


" Mayan naikin followers Ya kalau ada kamu. "


Kemudian handphone milik Ipul melayang dan bersiap mengambil foto berikutnya. Arya hanya bisa pasrah dan menuruti semua arahan dari Ipul.


" Hmm.. Bagus. "

__ADS_1


Setelah Ipul merasa puas dengan foto yang ia ambil, Ipul memasukan kembali handphonenya ke dalam saku. 


" Satu saran dariku Arya, Bunga Udumbara adalah Bunga pembawa keberuntungan dari surga. Mungkin manusia menganggapnya hanya mitos dan mencari fakta lain untuk mendukung argumen mereka. Namun ingat, kita yang mengerti tentang alam Ghaib dan arti dari kata Ghaib itu sendiri tahu bahwa banyak hal di dunia ini yang tersembunyi. "


" Bunga pembawa keberuntungan dari surga.. Surga manakah yang dimaksud? Apakah itu surga yang merupakan tempat peristirahatan para Jiwa? Atau tempat yang dianggap surga karena hal tertentu.. "


Ucap Ipul sambil bergumam. Kemudian dia membalikkan badannya setelah ia sedikit membungkukkan badan ke hadapan Arya yang terlihat masih memikirkan ucapan dari Ipul.


" Sampai jumpa Arya. "


Ipul pun menghilang dari hadapan Arya setelah Arya membungkukkan badannya sebagai gestur penghormatan.


Namun apa yang ada didalam pikiran Arya adalah kata-kata Ipul. Semua ucapan Ipul seakan menggema san memenuhi pikirannya.


***


" Haha.. Aku merasa terhormat akan kehadiranmu, Ratu. Ah dimana sopan santunku, Aku lupa berkunjung dan meminta izin kepadamu. "


Ipul menunjukkan senyuman lebar khas miliknya dan sedikit membungkukkan badan. Tidak jauh dari Ipul, terlihat seorang wanita cantik yang memakai gaun elegan berwarna hijau bagaikan seorang ratu.


" Aku harap kau tidak merencanakan sesuatu.. "


Suara yang lembut namun dipenuhi oleh wibawa itu memecah keheningan di hutan belantara ini.


Ipul masih berada di area hutan dan berniat untuk pergi, namun Ipul langsung berhenti saat merasakan kehadiran seseorang yang sepertinya sudah menunggunya.


" Haha tenang saja, Aku hanya sedang bersenang-senang dan berbaur dengan manusia. Bahkan Aku sudah membantu Wisnu dan Arya. Bukankah itu sudah cukup untuk melihat posisiku saat ini? "


Ucap Ipul sambil membetulkan kacamatanya. 


" Mengapa kau membantu mereka? Aku tahu mengenai kabarmu yang memang berbeda dengan Iblis lain. Tapi mengapa Kau bisa tepat berada disini ketika mereka membutuhkannya? "


" Aku hanya mengikuti firasatku saja untuk datang kemari. Aku hanya tertidur selama beberapa saat dan sudah banyak hal yang berubah di dunia manusia, apakah kau punya instakilo Ratu? Aku akan mem-follow dan memberikan like di setiap post mu! Haha. "


Ipul tertawa dengan lantang di akhir ucapannya.


" Hah.. Karena kau telah membantu pihak dari Wisnu, maka Aku akan mengizinkan kamu tinggal disini untuk sementara. Namun aku harap kau tidak membuat onar dan ikut campur terlalu dalam di dunia manusia. "


Wanita itu menghela nafasnya dan berbicara dengan nada yang lelah seperti enggan meladeni pembicaraan Ipul. Lagipula tidak ada keuntungan yang didapat jika mereka bertentangan, karena pertarungan di tingkatan mereka akan berdampak besar dan tidak bisa diketahui pemenangnya.


" Terima kasih Ratu. "


Ipul sedikit membungkukkan badannya, namun wanita itu sudah menghilang dari pandangannya dalam sekejap.

__ADS_1


##### Tinggalkan komentar untuk mendukung Author Ya! ####


__ADS_2